Return To Being The Mad Antagonist

Return To Being The Mad Antagonist
139. Jahat



KEKAISARAN YAN


Dalam sebuah ruangan khusus Kaisar ada beberapa penari yang meliak liukkan tubuhnya yang gemulai. Diseratai wanita wanita cantik bertubuh seksi yang melayani Kaisar Yan. Dan dilengkapi dengan buah buahan lezat serta arak terbaik. Ini adalah surga dunia yang diciptakan kaisar Yan sendiri. "Ha ha ha ha ha ha ha ha tambah lagi araknya!?" ujar Kaisar Yan senang.


Kemudian, seorang pelayan wanita menuangkan arak dari teko raja dan menaruh sesuatu kedalamnya. Kemudian wanita itu dengan wajah datarnya mengatakan, "Ini yang mulia!?" ujar wanita itu datar. Karena terlalu mabuk, Kaisar Yan tidak begitu memperhatikan sekitarnya dan langsung meminum gelas yang diberikan pelayan cantik disampingnya.


Dia langsung tersadar ketika wanita yang menuangkan arak itu sama sekali tidak tersenyum. Tapi wajahnya sangat cantik dengan memakai riasan wajah. Kemudian Kaisar Yan menarik tangan wanita itu lebih dekat dengannya. Karena terlena akan kecantikan wanita berambut putih itu, dia mencoba menciumi leher indah wanita itu. Terasa kulit dingin sedingin es himalaya saat menciumnya. 'Ini kulit atau es? dingin sekali.' pikir Kaisar Yan ditengah kemabukannya. Tapi saat melihat lebih detail wajah wanuta cantik didepannya, dia teringat akan seorang wanita gila. 'Tunggu, sepertinya aku pernah mengenal dia?! tapi dimana, ya?' pikir Kaisar Yan kembali.


Dari kejauhan terlihat seorang pelayan pria yang sedangan mengepalkan kedua tangan saat Kaisar Yan sedang bersenang senang dengan wanita berambut putih. Karena ini bagian dari misi, jadi dia tidak bisa bertindak sembarangan. 'Dasar!? sudah tua tidak tahu diri!?' pikir kesal pelayan itu. Tapi, sedetik kemudian dia tersenyum karena sudah hampir waktunya pertunjukan.


DUARR


Tiba tiba ada ledakan besar ditempat para penari. Karena ledakan tersebut beberapa dari mereka lari ketakutan dan tinggal kaisar Yan serta dua pelayan pria dan dua wanita cantik. ada beberapa prajurit juga disana. Namun dengan sekejap para prajurit itu dibunuh oleh dua orang pelayan pria yang tersisa.


"Aku dan mereka berdua akan mengalihkan orang orang yang datang!?" bisik seorang pelayan pria yang lain lalu pergi setelahnya.


Kaisar Yan segera berdiri dan bersiap dengan siapa yang menyerangnya tiba tiba, "SIALAN!? SIAPA YANG MELAKUKAN INI?" teriak Kaisar Yan marah. Karena ledakan itu ruangan jadi berkabut dan tidak terlihat jelas di sekelilingnya. Wanita berambut putih dan wanita cantik yang ada disisi lain kaisar Yan bangkit dan lari entah kemana. Lalu, dari arah yang paling berkabut, muncul seseorang yang tengah melepaskan ikat rambutnya dan melepas kulit palsu yang menempel pada wajahnya yang asli.


Dan terlihatlah seorang pria berambut hitam dengan mata merah. Kaisar Yan langsung membelalakkan matanya kaget, 'Dia, Yohan?' pikir kaisar Yan. Tapi setelahnya dia langsung tersenyum puas akan kedatangan Yohan. "Aku tidak menyangka kau datang ke sarang buaya seperti ini. Bukankah ini akan jauh lebih mudah untuk menghabisimu?" ujar Kaisar Yan sembari mengeluarkan hawa membunuh yang mencekam.


Tapi Yohan tidak takut sama sekali dengan hawa membunuh yang tidak seberapa ini. Baginya, ini hanyalah sebagian kecil dari hawa membunuh miliknya. Dia bisa membunuhnya sekarang, tapi Kaisar Yan akan jauh lebih berguna saat masih hidup. "Dengan kekuatanmu yang lemah itu, kau tidak akan bisa membunuhku!?" ujar Yohan sambil mengeluarkan sesuyu dari cincin penyimpanannya. Itu adalah botol kaca kecil yang berisi belatung yin/hitam.


"Beraninya kau meremehkan seorang Kaisar sepertiku!? Bersiaplah untuk mati!?" ujar Kaisar Yan sambil berlari membawa pedang yang siap menyerang Yohan.


"Bodoh!?" guman Yohan sembari menusuk belatung Yin dengan jarum yang tajam melalui tutup botol dari kertas. Saat belatung Yin kesakitan, belatung yang juga kesakitan. Karena belatung Yang/putih sudah berada ditubuh Kaisar Yan, Jadi……


Bruk


"Aaggghhh!?" Kaisar Yan jatuh kesakitan karena belatung Yang/putih berada dalam tubuhnya. Rasa sakit dari belatung Yang dapatkan jauh lebih sakit dari pada belatung Yin yang ditusuk jarum. Inilah keunikan dari belatung Yin dan Yang, mereka berbagi rasa sakit bersama. Jika belatung Yin kesakitan, maka belatung Yang juga akan merasakan kesakitan dua kali lipat dari rasa sakit belatung Yin. Juga, bila belatung Yin mati maka beltung Yang akan mati juga.


Sekalinya belatung ini masuk kedalam tubuh manusia, maka tidak akan bisa dikeluarkan lagi. Karena belatung Yang sudah menjadikan tubuh Kaisar Yan sebagai inangnya, maka inangnya juga akan merasa kesakitan sama seperti belatung Yang. 'Apa? Apa yang terjadi? kenapa aku merasa kesakitan begini? Padahal aku tidak melihat dia melancarkan serangan apapun, tapi kenapa…' pikir Kaisar Yan. Semakin dia memikirkannya rasa sakit yang menyerang semakin sakit. "Apa yang sudah… kau lakukan?" tanya Kaisar Yan menahan rasa sakit yang diterima.


"Aku tidak melakukan apapun. Yang aku lakukan hanya mencoba menusuk belatung Yin ini." ujar Yohan yang semakin menusukkan jarum ke belatung Yin. Disaat itu pula Kaisar Yan semakin kesakitan.


"AAAGGGGHHHH!?"


Yohan tersenyum melihat musuhnya kesakitan seperti sekarang. Yohan berlutut dengan senyum jahat menyertainya. "Kau ingin tahu kenapa kau kesakitan? Percaya tidak percaya, itu semua karena… ini!?" ujar Yohan sembari memperlihatkan belatung Yin pada Kaisar Yan.


"Hmph!? apa kau bercanda? mana mungkin belatung kecil itu bisa membuatku kesakitan seperti ini!?" Kaisar Yan sama sekali tidak bisa percaya bi yang membuatnya kesakitan adalah seekor belatung kecil tidak berdaya.


'Tidak percaya, ya?!' pikir Yohan. Ini memang sudah dia duga. Karena belatung Yin dan Yang tidak begitu terkenal di dunia manusia. Jadi jarang ada yang mengetahui tentang belatung Yin dan Yang. "Aku akan membuatmu secepatnya percaya hingga menggantungkan nyawamu padaku!?" ujar Yohan sembari mengeluarkan api dari jari telunjuknya dan memanas manasi belatung Yin.


Seketika tubuh Kaisar Yan seperti terbakar api yang sangat panas dan berakhir dengan teriakan yang memilukan. "HENTIKAN!? HENTIKAN!? SEKARANG AKU PERCAYA!? AAGGHHHH!?" teriak Kaisar Yan masih dengan kesakitan yang luar biasa sakit.


Segera Yohan menghentikan pembakarannya pada belatung Yin. Detik itu juga Kaisar Yan sudah tidak kesakitan lagi seperti sihir. Karena sudah tidak merasa sakit lagi, Kaisar Yan segera bangun dari dari posisinya memalukan.


"Heh, apa kau ingin menjadi kaisar? jika iya, maka aku tidak akan__"


"Aku ingin kau berperang dengan Kekaisaran Qi. Itu tidak masalah, bukan?" ujar Yohan memotong kata kata Kaisar Yan.


'Dasar tidak sopan!? Orang ini benar benar kejam seperti iblis gila' pikir Kaisar Yan. Sungguh tidak terduga dengan permintaan yang Yohan katakan. "Apa kau gila? Aku tidak mungkin menyerang sekutuku tanpa alasan yang jelas. Apalagi putriku sudah menikah dengan putra mahkota kekaisaran Qi. Kau ingin aku menjadi musuh dengan sahabatku sendiri? kau benar benar iblis!?" Kaisar Yan benar benar tidak ingin berperang.


"Iblis, ya? baiklah, jika kau ingin aku menjadi iblis maka akan kulakukan selayaknya iblis." Yohan tersenyum licik seperti iblis. Kemudian, dia menjebak Kaisar Yan ke dalam di mensinya untuk memperlihatkan sosok iblis jahat.


***


Saat ini Wen hou menemani Jingmi untuk mencari dimana Jiefan berada. Ya, Wen hou juga ditugaskan untuk mencari Jiefan sebagai misi pertamanya. Mereka mendapatkan beberapa informasi jika markas utama mereka berada dibawah tanah. Tepatnya berada dibawah penginapan yang paling terkenal di ibu kota.


Mereka berdua memasuki sebuah penginapan yang bertuliskan, penginapan Hualong. Penginapan ini sangat terkenal di seluruh kekaisaran karena yang menginap banyak dari kalangan bangsawan.


"Selamat datang tuan tuan, ada perlu apa?" ucap selamat datang dari seorang pelayan yang menghampiri mereka berdua yang baru masuk.


"Aku ingin bertemu dengan 'Jiefan' apa bisa?" ujar Jingmi sembari mendekatkan wajahnya yang tertutupi tudung hitam.


"Maaf, sepertinya tuan tuan salah paham. Kami tidak mengetahui siapa Jiefan itu!?" ujar pelayan itu dengan senyum menyembunyikannya.


Melihat pelayan yang berbohong didepannya membuatnya teringat kata kata shin. Karena shin suka sekali membohonginya dia jadi tahu banyak bagaimana seseorang akan berbohong didepannya. Kali ini, dia sangat yakin jika dia tidak salah tempat. Jingmi mendekat ke telinga pelayan tersebut dan berbosik ke telinganya, "Antarkan aku menemui Jiefan!? Jika tidak, maka kau akan tahu bagaimana rasanya perutmu dibedah menjadi beberapa bagian!?" ujar Jingmi disertai senyuman ramah persis seperti Shin yang sedang tersenyum melihat korban korbannya.


GLEK


Mendengar itu membuat pelayan tersebut menelan ludahnya dalam dalam. 'Sepertinya mereka bukan orang orang kekaisaran. Tapi, tetap saja mereka patut dicurigai. Mungkin jika mereka bertemu dengan ketua, maka ketua bisa mengungkap siapa identitas mereka yang sebenarnya.' pikir pelayan itu. Dia tidak pernah merasa semerinding ini mendengar kata kata yang bahkan tidak ada niat membunuh sama sekali. "I ikuti aku tuan!?" pelayan itu akhirnya membawa Jingmi dan Wen hou ke tempat Jiefan.


"Ayo!?" ujar Jingmi pada Wen hou.


"Apa yang kau katakan padanya?" tanya Wen hou.


"Tidak ada. Aku hanya bertanya apakah di sini ada menu terbaru atau tidak. Jadi mungkin dia akan membawa kita pada menu baru itu." ujar Jingmi.


"Hee~ apa menu baru itu sangat spesial hingga kita sendiri yang harus kesana?" tanya Wen hou yang mulai mengerti apa yang dimaksud Jingmi. Mereka menggunakan bahasa isyarat agar orang lain tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Sebagai jaga jaga agar musuh tidak mendengar percakapan penting mereka.


"Ya, katanya menu baru yang sedang mereka buat sangat rahasia."


...~~...


1445 Kata


...SEMOGA SUKA!?...