
FLASHBACK
Dalam sebuah gua dibalik air terjun terduduk seorang pria yang sedang berkultivasi.Namun sepertinya saat dia sedang berkultivasi ada kabut hitam yang selalu mengelilinginya.Kabut ini seperti selalu membisikkan sesuatu ditelinga seorang pemuda yang bernama zhen.
"Bunuh dia…balaskan semua dendam mu…bukankah dia yang telah membunuhmu?…kenapa kau masih tidak membunuhnya sampai sekarang?…apa karena dia kakakmu?…atau karena dia memiliki elemen cahaya?…kau juga memiliki elemen api!?apa yang perlu kau takutkan?kau memiliki aku dan aku memiliki kau!?kita akan selalu bersama selamanya~ki ki ki ki ki ki ki ki ……"ujar suara yang entah dari mana.Tapi suara itu pastinga berasak dari kabut hitam yang mengelilingi zhen.
Zhen membuka matanya perlahan ketika sudah selesai berkultivasi.Dia terlihat senang ketika selesai dari kultivasinya."Membunuhnya?tidak…tidak…tidak…,aku tidak ingin membunuhnya dasar kabut jelek!?bleee!?"zhen menjulurkan lidahnya seperti anak kecil.Yah,dia sudah tidak waras.
"Lalu kau ingin apa?…bukankah dia sudah membunuhmu?"ujar kabut hitam lagi.
Mengingat kembali kejadian itu zhen kembali sedih,"hu hu hu hu hu hu kau benar!?dia sangat jahat padaku!?padahal…padahal…padahal aku selalu membuatnya merasa senang!?ta tapi teganya dia lebih mempercayai mereka dari pada aku!?AKU SANGAT MEMBENCINYA!?" terlihat kemarahan dimata zhen.Dia begitu membenci jun dan yang lain,kecuali kakek lue dan monster monster yang menjadi temannya.
Namun…Zhen masih tidak bisa melampiaskan semua dendamnya pada jun.Walaupun jun yang sudah membuatnya sekarat dan hampir mati,tapi dia tetaplah sosok.seorang kakak yang baik menurut zhen.
"Kalau begitu tunggu apa lagi?ayo kita serang mereka dan membumi hanguskan semuanya!?ki ki ki ki ki ki ki……"ujar kabut hitam dengan tawa liciknya.
"Kau benar!?ayo kita serang mereka dan menghancurkan semuanya!?ha ha ha ha ha ha ha ha ha …ha… ha… ha…tapi itu berarti aku juga membunuh kakak?"Zhen berdiri dari duduknya,"TIDAAAK,AKU TIDAK MAUUU!?"teriak zhen kembali membuat kabut hitam mulai kesal dengannya.Mau dipaksa seperti apapun zhen tetaplah tidak ingin membunuh jun.Karena didalam lubuk hatinya yang terdalam jun masihlah yang terbaik.
"Kau benar benar keras kepala!?Dia sudah tidak peduli denganmu,untuk apa kau masih peduli dengannya?Dia itu sangat tidak tahu diri,padahal kau sudah memberikan perhatian lebih pada__"
"DIAAM!?"Zhen menutupi kedua telinganya,"aku yakin dia masih peduli padaku,hanya saja kau selalu cerewet seperti ibu!?Aku yakin suatu hari nanti kami akan bisa hidup bersama lagi dan menjalani kehidupan yang damai!?"ujar zhen yang senyum senyum sendiri persis orang gila."Oh?dan mungkin aku bisa menemukan cinta sejatiku!?hi hi hi hi hi ha ha ha ha ha ha ha ha ha…"ujarnya sembari membentuk love dengan kedua tangannya.
Tapi siapa yang tahu dimasa depan zhen akan menjadi seperti apa.Mungkin kalian tahu?tentu kalian tahu,kalian kan pembaca.
Tanpa disadari ada seseorang yang mengintip zhen dari balik dinding batu air terjun.Dia tak lain adalah salah satu kultivator dari pertandingan yang setiap akhir tahun diadakan.Orang itu terus memperhatikan zhen yang sedang bicara sendiri tanpa ada lawan bicara.
"Apa ini sarang bocah gila itu?kalau begitu aku hanya tinggal menyingkirkannya saja,he he he he he he !?"pria itu masuk dengan menyebarkan gas didalam gua.Entah dari negara mana tapi dia tidak bisa diremehkan,"Hei,kau bocah gila!?keluar dari gua ini!?"ujar pria itu sombong.
Zhen menatap pria itu bingung.Bukankah gua ini adalah tempatnya?kenapa dia yang harus keluar,seharusnya pria tidak tahu diri itu yang keluar.Memangnya ini gua nenek moyang dia seenaknya saja pria itu menyuruh zhen keluar.
"Siapa kau,jelek!?"tanya yohan pada pria didepannya.
Karena dipanggil jelek pria itu mengepalkan kedua tangannya marah,"kurang ajar!?bocah gila sepertimu berani memanggilku jelek?kau tahu seberapa banyak wanita cantik yang mengantri untuk bertemu denganku?"ujar pria itu marah.
"Tidak dan aku juga tidak mau tahu seberapa banyak.Pergilah sebelum aku menghajarmu!?husss huss pergi~"ujar zhen yang mengibaskan tangannya seperti mengusir ayam.
Pria itu makin geram direndahkan oleh seorang bocah gila.Tapi sesaat kemudian dia tersenyum licik,"Heh,ingin mengusirku?jangan harap orang gila,karena aku ak__"Belum selesai bicara zhen sudah memukul mukul pria itu dengan brutal.
BUK BUK BUK BUK
"Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha……hajar!?hajar!?ha ha ha ha ha ha…"zhen menghajar pria itu tanpa mempedulikan dia ingin bicara apa.
DEG
Tiba tiba jantung zhen serasa seperti berhenti berdetak.Pukulannya pun berhenti di udara kosong dan malah memegang dadanya.'Racun?kapan?' setelah di ingat ingat mungkin ketika pria itu masuk dia sudah menyebarkan racun berbentuk gas.Tapi kenapa pria itu tidak keracunan sama sekali?
Pria itu tersenyum miring ketika melihat zhen kesakitan didadanya.'He he he he he he ini kesempatan ku!?' pikir pria itu licik.
DUAK
Tidak menyianyiakan kesempatan emas ini pria itu langsung saja menendang zhen sekuat tenaga hingga zhen menabrak dinding batu dibelakangnya.Ini adalah kesempatan emas yang dia buat.Pria itu bangun dari posisi memalukannya dan tersenyum senang."Ha ha ha ha ha ha ha kau pikir aku sebodoh itu mendekat tanpa rencana?dasar orang gila!?matilah kau karena racun yang kubuat ini ha ha ha ha ha ha ha…"Tawa pria itu membuat zhen kesal.
"Uhuk uhuk uhuk!?"zhen mengeluarkan darah merah kehitaman dari mulutnya.Ini racun yang mematikan.Ketika zhen ingin mengeluarkan 'tidak ada' untuk menyerap kembali racun,pria itu tidak membiarkan dia melakukan sesuatu.
GREP
Pria itu mencekik leher zhen sekuat tenaga dan mengangkatnya hingga tidak menyentuh kebawah.Kini keadaan menjadi terbalik.Zhen terlalu tidak waspada dengan orang yang kini mencekiknya.
Zhen hanya bisa meronta ronta untuk dilepaskan dari cekikan pria itu.Tapi sepertinya pria didepannya malah menikmati kesakitan zhen.
"Kenapa?bukankah kau tadi sangat sombong bocah?ayo!keluarkan semua kesombonganmu itu!?aku ingin lihat kesombonganmu yang tadi."ujar pria itu mengejek zhen.
Tapi sepertinya saat ini racun yang ada ditubuh zhen sudah menyebar keseluruh tubuh.Pandangannya mulai pudar dan hanya melihat hitam putih dunia.Dia juga sudah lemas dan terlalu lemah untuk meronta.
"Eh?sudah mau mati?wah wah wah mungkin aku terlalu jenius untuk membunuh bocah gila sepertimu ha ha ha ha ha ha ha ha ha…"
Disaat pria itu tertawa senang,samar samar ada kabut hitam seperti awan mendung mengelilingi tubuh zhen.Pria itu menyadari kalau ada yang tidak beres dengan bocah yang masih dicekiknya itu."Apa?apa ini?asap apa ini?"pria itu mencoba melepaskan zhen dari genggaman tangannya.
Tapi anehnya tangannya seperti direkat dengan lem super.Dia sama sekali tidak bisa melepaskan tangannya.Ketika dia melihat mata bocah yang dicekiknya,terlihat mata merah menyala sedang memandangnya rendah.
Disaat itu juga zhen memegang tangan pria yang mencekiknya.Seketika kabut kabut hitam juga mulai menyelimuti pria itu.Dia ingin keluar dengan cara apapun juga,nemun naas.Tangan tangan hitam memaksanya masuk kedalam gumpalan asap hitam yang membentuk badai kecil.
"Tolong!?TOLONG AKU!?"jerit pria itu yang membuat burung burung berterbangan.
...~~...
1176 kata
...SEMOGA SUKA!?...