
Kakek lue sampai ditempat zhen melakukan aksinya.Dia tidak mengerti apa alasan zhen melakukan semua ini,tapi apa yang dia lakukan saat ini adalah kesalahan besar.Kakek lue harus mencagahnya sebelum zhen melakukan sesuatu yang jauh lebih buruk.
"Bocah!?"sebutan kakek lue pada zhen.karena dia terlihat seperti anak anak berusia lima belas tahun.
Merasa terpanggil zhen membalikkan tubuhnya ke samping kiri untuk melihat seseorang yang memanggilnya saat ini.Terlihat seorang kakek tua dengan tubuh yang masih terlihat segar bugar.Zhen memiringkan kepalanya saat melihat kakek lue.Dia seperti mengingat ingat siapa orang didepannya.'Ah,aku ingat!?dia adalah penyelamat tuan saat sedang menjelang kematian.Dia juga harus kulindungi!?' pikir zhen sembari tersenyum melihat kakek lue.
Zhen melesat dan menghampiri kakek lue tepat dihadapannya.Masih dengan senyuman manis diwajahnya.Tapi wajah kakek lue terlihat tidak baik,jadi zhen pikir kakek lue sudah diganggu oleh orang orang dari klan monster."Kakek,apa kau diganggu oleh mereka?kalau mereka mengganggumu aku akan segera meneimui mereka dan membunuh mereka semua!?"ujar zhen marah dan ingin terbang menuju klan monster untuk memberi pelajaran.
Grep
Tapi kakek lue memegang pergelangan tangan zhen erat.Dia menatap langsung kemata zhen yang sudah menyala merah dengan garis lurus ditengahnya.Mirip seperti mata ular.Disaat itu juga kakek lue mengerti apa yang terjadi pada zhen."Siapa kau?"tanya kakek lue.
"Ini aku kakek!?zhen!?apa kau lupa?"ujar zhen sedih.
Kakek lue menyipitkan matanya curiga,"Tidak,kau bukan bocah itu!? Bocah itu tidak akan bersikap waras seperti ini."ujar kakek lue.Dia tahu betul seperti apa zhen karena mereka sudah tinggal bersama lima tahun.
Zhen tidak mengerti mengapa kakek lue tidak percayainya.Padahal dia sudah bersikap semirip mungkin seperti zhen.Tapi dengan mudahnya ektingnya terbongkar oleh kakek lue.
"Kenapa kau tidak percaya padaku?aku berkata jujur!?"ujar zhen.
"Matamu!?sebelumnya matamu tidak pernah seperti itu!?"ujar kakek lue yakin.
Zhen meraba matanya sendiri dan melihat ke bayangan air kalau matanya sudah berubah menjadi seperti hewan buas.Dia membelalakkan matanya dan ingin menjauh dari kakek lue.Namun sayangnya kakek lue masih menggenggam tangan zhen,dia menariknya hingga tidak bisa kabur."Lepaskan!?"ujar zhen penuh penekanan.
Tapi kakek lue masih tidak ingin melepaskan tangan zhen.Dia malah makin memegangnya erat.Meskipun mendapat tatapan tajam dari bocah didepannya tapi kakek lue tidak ingin ada lebih banyak korban hanya karena seorang bocah yang sedang dalam masa pubernya.
"Lepas!?KUBILANG LEPAS!?"teriak zhen sembari menyerang kakek lue dengan aura membunuhnya.Ini adalah aura membunuh yang lebih kuat dari siapapun menurut kakek lue.Dia sudah banyak bertemu orang hebat tapi tidak pernah merasakan aura membunuh semencekam ini,apalagi aura ini berasal dari seorang bocah.
Apa kalian pikir kakek lue hanya diam saja saat zhen mengerahkan aura membunuhnya?tentu saja tidak.Dia dari tadi mempersiapkan jurus penyegel terkuat yang ia punya.Hanya sedikit waktu lagi jurus ini akan siap.
"Jika kau tidak ingin melepaskan tanganmu,maka jangan salahkan aku jika aku melukaimu!?"ujar zhen.Dia bersiap menyerang kakek lue dengan tangan kirinya,tapi kakek lue keburu menyerangnya duluan.
Telapak tangan kanan kakek lue berada tepat didepan zhen,terlihat lingkaran cahaya dengan gambar bintang dan tulisan ribet di lingkaran itu.Gerakan zhen berhenti saat dia melihat segel yang berada didepannya.Dia bukannya berhenti dengan sengaja,namun segel itu memaksanya untuk berhenti.
Tidak lama kemudian tanda segel yang ada ditelapak tangan kakek lue terukir juga dikening zhen.Segel itu berwarna merah sedangkan ditelapak tangan kakek lue berwarna biru.Perlahan zhen yang tadinya waspada sekarang menjadi seperti orang yang mengantuk.Zhen pingsan didepan kakek lue dan segera ditangkap oleh kakek lue.
Disaat zhen yang sedang pingsan,ditangan kakek lue yang tadinya ada segel terlihat sebuah bola kecil berasap diatasnya.Untuk sementara kekuatan zhen dia taruh didalam kotak kecil yang sudah dia beri segel.Kemudian dia menggendong zhen untuk pulang.Setelah dipisahkannya kekuatan zhen,efek dari energi gelap diseluruh hutan hitam menghilang.
Setelahnya kakek lue menitipkan zhen pada seorang wanita janda yang tidak memiliki anak.Untungnya wanita itu baik hati mau menerima zhen sebagai anaknya sendiri.
Tidak sampai disitu kakek lue juga berkunjung ke lembah monster untuk menitipkan buku hitam pada seorang mantan tetua klan monster,Yi luan.Kakek lue mendekati kakek luan yang sedang menanam tanaman spirit bersama cucunya,Yueyin zhu.
Mengetahui ada bau yang tidak asing kakek luan langsung bangun dan melihat siapa yang datang.Ternyata itu sahabat lamanya,Qin lue.Kakek luan terlihat sangat senang saat kakek lue datang.Tapi yueyin bersembunyi dibalik baju kakek luan karena malu bertemu orang baru.
Setelah itu mereka saling mengobrol sebentar dan kakek lue langsung menitipkan buku hitam pada kakek luan.Setelah itu dia langsung berpamitan dan pergi.
Tempat zhen saat ini
Setelah beberapa hari berlalu zhen sadar dari pingsannya yang panjang.Saat dia bangun ia berada disebuah rumah kecil dengan suara orang masak didapur.Dia bangun dari tidurnya dan melihat kesekeliling. Sepertinya dia bingung berada dimana.Dia tidak pernah melihat rumah ini.
"Ya ampun,kau sudah bangun?"tanya seorang wanita mendekati zhen.Tapi zhen hanya melihatnya saja dan tidak mengenalnya.Wanita itu tersenyum pada zhen yang terlihat sekali ada banyak pertanyaan yang menumpuk."Sebaiknya kau beristirahat lagi,yohan!?"ujar wanita itu lagi.
"Yo…han?"ujar zhen dengan wajah yang bertanya tanya.
"Benar,yohan!?apa kau tidak ingat?"
Zhen menggelangkan kepalanya.Dia tidak ingat sama sekali siapa dirinya,umur,tempat tinggal,keluarga,masa lalu,dan semuanya dia tidak ingat apapun.Kepalanya kosong sekarang,kini dia tengah waspada pada wanita didepannya saat ini.Karena dia tidak mengingat apapun jadi wajar saja jika orang yang tidak dikenalnya tiba tiba sok dekat dan zhen mewaspadainya.
Wanita itu mendekatkan dirinya untuk memeluk zhen yang sepertinya ketakutan sekarang.Tapi zhen menggeser duduknya untuk menjauh dari wanita yang mencoba mendekatinya.Namun saat zhen menatap wanita didepannya dia malah tersenyum lembut dan tidak ada maksud buruk sama sekali.Zhen jadi ragu apakah dia harus menjauh apa tidak.
Tiba tiba wanita itu memeluk zhen erat seperti anaknya sendiri.Zhen ingat perasaat ini.Benar,satu hal yang tidak dia lupakan.Sesuatu yang baik dan hangat,Dia sangat menyukainya.Tangannya masih ragu untuk membalas pelukan wanita itu.Tapi akhirnya dia memeluk sama eratnya dengan wanita itu memeluknya.
"Hiks…hiks…"Zhen menangis didalam pelukan wanita itu.Sejak dulu ia ingin sekali seseorang yang dipanggilnya ibu memeluknya seperti wanita itu memeluknya.Tapi sayangnya zhen sudah tidak mengingat lagi siapa ibu yang ada dikepalanya.
"Sudah,jangan menangis!?ibu ada disini!?"ujar wanita itu sembari mengelus rambut zhen dan menangis.Impiannya menjadi seorang ibu akhirnya terkabulkan.Walaupun zhen bukan anak kandungnya akan tetapi perasaan bahagia ini tidak akan ada yang bisa menggantikannya.
...~~...
1144 kata
...SEMOGA SUKA!?...