Return To Being The Mad Antagonist

Return To Being The Mad Antagonist
43.Dua sisi



Mereka bertarung seperti musuh bebuyutan yang sudah lama.Yohan sudah mengeluarkan senjata andalannya,'tidak ada' untuk melawan jun.Yohan terlihat sangat senang saat memakai 'tidak ada' kembali.Seperti sudah tidak bertemu doi bertahun tahun.


"Sayangku 'tidak ada' kau kangen tidak denganku?kalau aku kangen sekali~!"yohan bertanya pada 'tidak ada' dengan wajah yang merona.


Seperti yohan,'tidak ada' juga kangen dengannya.Senjata itu bergetar tanda dia merindukan yohan,"Benahkah?waaah,hu hu hu hu aku terharu sekali.Hanya kau yang mengerti aku~"ujar yohan seperti orang gila.


Jun merasa konyol melihat yohan bicara pada senjatanya seperti bicara pada orang.Memang,senjata yang tingkatnya terlalu tinggi memiliki pemikiran sendiri.Tapi tetap saja melihatnya bicara pada senjatanya itu terasa konyol.Apalagi sikapnya mirip sekali dengan seseorang yang dia kenal.Itu membuat jun semakin yakin kalau mereka memiliki suatu hubungan khusus.


Tidak mau membuang waktu,tanpa aba aba jun menyerang yohan dengan senjatanya yang memiliki tingat tidak kalah tinggi dengan milik yohan.Tapi dengan cepat yohan menahan serangan dari jun.


Yohan manatap licik jun yang menyerangnya,tapi setelahnya tatapan itu berubah menjadi benci pada jun.Dalam hatinya benar benar sangat marah dan benci pada orang didepannya.Tapi rasa rindu bertemu dengannya juga sangat besar.


Dalam pertarungan,jun merasa hawa kebencian dari yohan.Dia tidak mengerti kenapa yohan sangat membencinya.Padahal dia sama sekali tidak pernah bertemu yohan sebelumnya,lantas dari mana kebencian itu berasal?Cara bertarungnya juga aneh.Cara yohan bertarung sedikit brutal dan sadis.Dan kadang kadang tidak menentu akan menyerang kearah mana.


"Siapa kau sebenarnya?"tanya jun sembari bertarung.


Ditanya namanya yohan langsung berhenti bertarung,"Aku?Apa itu penting?"tanya yohan balik.


"Kalau tidak mau mengetakannya,maka aku akan mencaritahunya sendiri!?"ujar jun dingin.Jun mengangkat tangannya setinggi dada,perlahan mulai terlihat cahaya terang dari kedua posisi tangannya.


Yohan membelalakkan matanya ketika melihat jun yang mengeluarkan jurusnya.'Itu,cahaya pengetahuan?' pikir yohan.Cahaya pengetahuan adalah salah satu jurus yang dimiliki jun untuk mengetahui identitas,masa lalu,sampai seluk beluk rahasia yang dimiliki seseorang sebagai targetnya.


Jika melihat cahaya yang menyilaukan itu,rahasia seseorang akan diketahui dengan mudah.Meskipun orang itu menyegel memorinya,jurus itu akan merusak segel dan menguak ingatan.Tapi tidak hanya itu,yang paling terkenal dari jurus ini adalah hipnotis.


Yohan mulai mengantuk karena melihat cahaya yang menenangkan. Rasanya dia ingin sekali tidur sekarang.'Gawat,sekarang sudah terlambat untuk menghindar.Rasanya ngantuk sekali!' pikir yohan.Dia mulai sempoyongan karena kantuk yang mengerang.Rasa kantuk yang menyerang seperti tidak tidur selama seabad.'Tidak tidak,masa aku tidur ditengah pertarungan! ah~aku punya ide!?' pikir yohan tiba tiba.


"Sekarang kau sendirilah yang akan memberitahukannya padaku!?"ujar jun tersenyum miring.


"Ya,aku akan memberitahumu.…"ujar yohan datar.


"Katakanlah!"ujar jun tidak sabar.


"Aku akan memberitahukannya,……didalam mimpimu!?ha ha ha ha ha ha ha ha …"ujar yohan dengan nekat menusukkan 'tidak ada' ke perutnya sendiri.


"Apa yang kau__"Jun terkejut dengan yang dilakukan yohan.Kenapa dia begitu nekat menusukkan senjatanya pada dirinya sendiri.Itu adalah tindakan terbodoh yang pernah dilihatnya."Dasar gila!?"ujar jun kesal.Benar,tidak ada yang akan melakukan itu kecuali orang gila.


"He he he he he sekarang,kau tidak akan bisa menguak rahasiaku.Ha ha ha ha ha ………"ujar yohan senang.


Ya,tidak akan ada yang bisa mengorek rahasianya karena dia sebentar lagi mati.Racun darah mulai menyebar perlahan ke sekujur tubuh.Tapi yohan tampak senang karena jun kelihatan kesal.Percayalah,itu benar benar menyenangkan.


Jun menyimpan jurus dan pedangnya.Dia sangat kesal sekarang,karena seorang bocah berani mempermainkannya.Seumur umur baru pertama kali ini dia dipermainkan oleh seseorang.Apalagi yang mempermainkannya itu orang gila yang nekat bunuh diri.


Yohan terduduk karena efek dari racun mulai menyebar.Pandangannya mulai kabur dan buram.Rasa sakit yang menjalar begitu terasa seperti ada orang yang membelah belah organnya.


Awalnya jun ingin membawa 'tidak ada' bersamanya.Tapi tidak ada satupun yang bisa memegang 'tidak ada' kecuali orang 'itu' dan yohan."Jadilah makanan para monster dihutan ini!?"ujar jun kemudian terbang menjauh dari tempat pertarungan.


"Heh,…kau pikir… aku sebodoh… itu? 'tidak ada' … serap kembali…… racunnya!?"ujar yohan pada 'tidak ada'.


Dalam sekejap racun yang tadinya menyebar mulai terserap kembali pada 'tidak ada' .Salah satu kegunaan 'tidak ada' adalah,menyerap segala jenis racun yang ada di tubuh tuannya.


Tapi jika dipakai terlalu lama,'tidak ada' malah akan menyebarkan racun pada tuannya sendiri.'Tidak ada' adalah senjata paling ribet yang pernah ada,tapi tidak ada yang bisa menandingi kesetiaan senjata ini.Maka dari itu yohan menamainya 'tidak ada' .Karena sekali 'tidak ada' memiliki tuan,maka senjata ini akan tetap setia walaupin tuannya telah tiada.


"Mungkin,…aku akan tidur sebentar!"ujarnya yang sudah tepar.


***


Ada kehangatan di samping yohan pingsan,seperti hangat api unggun. Perlahan yohan mulai membuka matanya,tanpa ia sadari hari sudah malam.Hah?malam?Yohan langsung bangun dari pingsannya karena tiba tiba saja malam.Kali terakhir yang ia ingat adalah saat ia melawan jun disini dan bertemu dirinya sendiri dialam bawah sadarnya.Setelah itu dia tidak ingat apapun.


"Kau sudah sadar?"ujar seorang Pria di belakang yohan.


Saat yohan berbalik,terlihat seorang pria tampan yang menolongnya.Dia tampaknya dari perguruan aliran putih.Pria itu tidak sendiri,dia bersama dua orang wanita dan satu orang pria.


"Siapa,kalian?"tanya yohan waspada.


"Yohan'ge ini aku,qionglin!?"ujar salah satu wanita.


"Qionglin?"ujar yohan seperti ingat.


"Benar,kau ingat?"tanya lin.


"Tidak."Ujar yohan santai.


"Eeeh,masa kau tidak ingat?! Kita baru bertemu beberapa minggu yang lalu,saat di kota shen!Kau dan aku bertarung!?Saat itu kau menggunakan ketampananmu untuk menipuku dan akhirnya menang!?"ujar lin menjelaskan agar yohan ingat dirinya.


'Kenapa penjelasannya sedetail itu sih.' pikir yohan.


"Sekarang kau ingat?"tanya lin antusias.


"Iya iya aku ingat."ujar yohan malas.'Di iyain aja biar cepet!'pikir yohan.


Pria di samping lin merasa aneh dengan perubahan sikap lin.Biasanya dia bersikap dingin dan seperti tidak perduli.Namun setelah bertemu seseorang didepannya sikapnya berubah drastis.




1039 kata



...WARNING!!!...



...TOLONG KOMEN,LIKE DAN KRITIK BILA ADA KESALAHAN.MOHON SARAN JUGA!?...



...TERIMA KASIH,SEMOGA SUKA!?...