Return To Being The Mad Antagonist

Return To Being The Mad Antagonist
153. Satu persatu mereka pergi



Yohan dan Zhu'er pergi ke lembah monster untuk mengunjungi makam kakek luan. Karena ini sudah lama setelah sekian lama mereka berada di hutan hitam. Mereka hanya diam duduk disamping makam kakek luan, mungkin sesekali mereka menceritakan perjalanan panjang mereka. Walaupun yang bercerita hanya Yohan seorang dan Zhu'er hanya mendengarkan. Setelah itu, mereka berdiri dan akan segera pulang karena hari semakin larut.


"Ayo!?" ajak Yohan pada Zhu'er.


Namun Zhu'er hanya diam sejenak. Dia sama sekali tidak menggubris ajakan Yohan padanya, "Aku ingin disini sebentar lagi!?" ujarnya yang kemudian menatap Yohan lekat lekat.


Tanpa mengatakan apapun, Yohan juga menatap Zhu'er lekat lekat. "Baiklah, aku akan menunggumu di luar!?" ujar Yohan lalu pergi dari tempatnya berdiri. Dia meninggalkan Zhu'er sendiri bersama dengan makam kakek Luan. Dia pergi bersama Yue yang ada di pundaknya.


"Apa tidak apa apa?" tanya Yue khawatir.


"Dia adalah wanita yang kuat. Jika kau khawatir kau bisa menemaninya!?" ujar Yohan menggoda Yue.


"Tidak tidak tidak, a aku rasa dia akan baik baik saja." ujar Yue yang masih takut dengan Zhu'er. Mereka kemudian pergi meninggalkan Zhu'er sendirian.


***


Saat ini Shin sedang merapikan beberapa koleksinya. Tapi sepertinya ada beberapa tamu yang datang tak diundang datang ke tempatnya. Dia meletakkan beberapa botol berisi bola mata di rak lemari. "Aku heran, apa kalian tidak diajari sopan santun oleh orang tua kalian? Masuk ke rumah orang tanpa ijin dan mengasi pemilik rumah dengan tidak sopan. Kalian pikir aku tidak tahu?" ujar Shin kemudian berbalik menghadap udara kosong. Tapi tidak lama kemudian keluar empat orang dari balik tembok tembok. Mereka berpakaian serba hitam dengan menutupi sebagian wajah mereka.


Tanpa basa basi lagi mereka menyerang Shin dengan melemparkan beberapa pisat dan memecahkan beberapa botol kaca. Shin dengan mudah menghindari serangan tersebut. Tapi dia kesal beberapa koleksinya hancur karena tamunya yang agresif. Dia menarik pedang dari sarungnya dan bersiap menyerang mereka. Pertarungan mereka tidak terlihat sama sekali bisa dibilang gerakan mereka berjalan begitu cepat hingga tidak bisa diikuti dengan mata telanjang.


ZZZIIINNNGGG


Tiba tiba saja sebuah cincin bersinar putih mengikat tubuh Shin dengan erat. Shin jadi tidak bisa melawan karena cincin itu begitu kuat. Sebanyak apapun Shin melawan cincin yang mengikatnya tidak retak sedikitpun. Ikatannya malah menjadi semakin kuat jika dia melawan. Ini mengingatkannya pada serangan milik seseorang.


"Apa kau sudah puas dengan melawan?" Ujar seseorang yang mendapatkan perhatian dari Shin. Orang itu keluar dari balik orang orang berpakaian serba hitam.


Shin mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa pemilik suara yang maskulin tersebut. Suara itu terdengar akrab ditelinganya apa lagi suara yang dia tahu terdengar persis seperti suara itu. Terdengar kalem dan tegas. Ternyata benar saja dugaannya, dia adalah seseorang yang pernah dikenalnya. "Kenapa kau melakukan ini? apa alasannya?" tanya Shin sedikit penasaran dengan alasan yang akan diberikan oleh orang itu.


"Aku ingin membuat dia menderita sama seperti yang kurasakan!?" ujarnya yang membuat alasan begitu klise.


"Apa? hah, kurasa otakmu sudah bermasalah!?" ujar Shin tidak percaya. Yang Shin tahu, Yohan tidak begitu banyak berhubungan dengan pria didepannya. Dia juga tidak pernah melihat Yohan membunuh salah satu orang yang disayanginya. Jadi apa masalahnya? Setelah dipikir pikir, pakaian mereka serba hitam seperti yang dikatakan Guan san saat menceritakan penyerangnya. 'Semua ciri ciri mereka sama,apa mungkin…' pikir Shin yang mulai mengerti dengan teka teki yang sedang dia cari tahu. "Ppfftt he he he he he he he he he he…" Shin tertawa mengetahui bila pria didepannya adalah dalang dari semua kejadian.


"Kenapa dia tertawa?" tanya salah satu orang berpakaian hitam.


"Kau tidak tahu? dia gila!?" ujar salah satu pria yang menjawab pertanyaan.


"Bawa orang gila itu!?" ujar pria yang ada didepan Shin. Dia kemudian berbalik.


"Baik!?" jawab mereka bebarengan. Mereka kemudian membawa Shin seperti yang diperintahkan oleh atasan mereka. Sedangkan Shin sendiri hanya bisa diam dibawa oleh mereka.


Karena dia sendiri sudah tidak bisa melakukan apapun dengan cincin yang mengikatnya seperti ini. Dia kemudian memikirkan Yohan yang mungkin sekarang hanya sendiri. Kemudian dia memikirkan kembali, 'Tunggu, apa selama ini dia mengetahui siapa pelakunya? karena itu dia hanya diam dalam waktu dekat ini? sungguh pria yang membingungkan. Tapi, meskipun begitu aku yakin… dia akan segera bertindak!?' pikir Shin sembari menyeringai jahat.


***


"Kau, sebaiknya ikut denganku tanpa perlawanan!? jika tidak, maka aku akan membawamu secara paksa!?" ujar pria itu. Sepertinya dia ingin membawa Zhu'er seperti yang dia lakukan pada yang lain.


"……" Zhu'er hanya menyambut diam omongan pria didepannya. Dia tahu jika kultivasi pria didepannya ini jauh lebih tinggi dari pada dirinya. Namun dia tidak ingin mengikuti apa yang dikatakan pria tersebut. Setidaknya dia tidak ingin menyerah sebelum mencoba. Meskipun dia tahu jika pastinya dia akan kalah. Zhu'er berlari kearah pria tersebut dan merubah wujudnya menjadi naga merah. Tubuh naga yang dia pelajari sewaktu di hutan hitam. Dia menyerah pria itu sekuat yang dia bisa.


ROAARRR


Naga merah meraung mengeluarkan semacam gelombang dari mulutnya. Raungan naga yang dia keluarkan sangat memekikkan telinga hingga siapapun yang mendengarnya pasti akan lari ketakutan. Seperti monster monster yang ada di lembah monster. Mereka bersembunyi karena kehadiran monster yang lebih kuat dari mereka. Burung burung semuanya terbang karena mendengar raungan yang keras tersebut.


"Rantai suci!?" ujar pria tersebut sembari mengangkat kedua tangannya. Seketika rantai rantai panjang yang bersinar putih keluar dari tanah dan mengikat tubuh naga merah milik Zhu'er. Rantai fantai itu menhikat erat tubuh Zhu'er dengan sangat erat. Naga merah semakin meronta ronta dan akhirnya dia kembali ke wujud manusianya. Ketika rantai itu kendor Zhu'er langsung jatuh ke bawah dan segera menghindar dari kejaran rantai. Dia berlari dengan rantai putih yang terus mengejarnya dari belakang.


Kemudian Zhu'er merubah kembali wujudnya menjadi seekor rubah merah yang cantik. Di mengibas nhibaskan ekornya dan terjadilah angin besar yang menghempaskan semua rantai.


RRRrrrrr


Rubah merah menatap pria didepannya dengan tajam dan dengan niat membunuh. Namun pria didepannya hanya tersenyum melihat Zhu'er yang menggeram padanya.


JLEB!?


Tiba tiba saja ada satu rantai yang menusuk perut rubah merah menembus hingga ke atas. Kemudian diikuti dengan yang lain menembus tubuh Zhu'er. Karena sudah terlalu banyak terluka, Zhu'er kembali ke wujud asalnya. Tentunya dengan beberapa rantai yang menembus perut dan dadanya. "Uhuk uhuk!?" darah merah keluar dari mulutnya. Dari bajunya pun merembes darah merah segar.


Tiba tiba saja pria yang dia lawan menatik dagu Zhu'er untuk melihat dirinya. Pria itu tampak tersenyum miring melihat Zhu'er yang sudah dikalahkannya. "Bukankah sudah kukatakan? lebih baik kau menyerah dari pada melawan seperti orang bodoh!?" ujar pria itu.


"Cuh!?" Zhu'er meludah darah diwajah pria tersebut. Pria itu awalnya diam ketika diludahi oleh Zhu'er.


PLAK


Namun tiba tiba dia menampar Zhu'er keras hingga terpental beberapa kaki. Pipinya merah karena tamparan pria tersebut yang sangat keras. Kemudian tak lama rambutnya dijambak hingga kepalanya terangkat je atas dan kembali menghadap pria tersebut. "Dengar, aku menghargaimu karena kau adalah cucu tua bangka itu. Tapi jangan salah paham jika aku akan melunak pada gadis gila seperti mu, mengerti?" ujar pria itu kemudian melepas jambakannya dari Zhu'er dengan kasar. Pria itu bangun dari posisinya. "Bawa dia!?" ujar pria itu pada pada beberapa orang yang tidak lama datang.


"Baik, yang mulia Jun!?" jawab mereka serempak bersamaan.


Tidak lama kemudian mereka membawa Zhu'er yang saat ini sudah terikat dengan rantai putih yang bersinar. Zhu'er menundukan kepalanya. Di hanya bisa diam dibawa oleh mereka. Karena kondisinya jauh dari kata 'baik baik saja' sekarang. "Yohan…" lirih Zhu'er hampir tidak terdengar. Dia saat ini tidak bisa menemui Yohan yang sedang menunggunya.


...~~~...


1305 Kata


...SEMOGA SUKA!?...