Return To Being The Mad Antagonist

Return To Being The Mad Antagonist
82.Kembali



Malam ini mereka bermalam bersama perwakilan dari negara tang. Karena diluar terlalu berbahaya, yebei dan peony bermalam bersama mereka. Apalagi peony sedang terluka jadi tidak ada alasan untuk tidak tinggal bersama. Untuk membalas budi karena keduanya telah ditolong yebei yang berjaga malam ini.


Semuanya tertidur pulas walaupun hanya beralaskan selimut tipis dan api unggun sebagai penghangat. Pastinya jika tidur pulas berarti mimpi indah atau tidak mimpi sama sekali. Bahkan seekor burungpun sedang minpi indah saat ini. Tapi beda cerita dengan yohan. Dia kelihatan sama sekali tidak tenang saat tidur. Apa dia sedang minpi buruk? Atau mengingat masa lalunya kembali yang kelam? Mungkin salah satu dari itu bisa memuaskan rasa penasaran kalian.


-


-


-


Sekarang yohan sedang berada di tempat yang gelap dengan bau anyir darah bercampur bau busuk mayat. Saat ini dia berada di tempat seperti medan perang dengan banyaknya mayat. Dia tidak tahu kenapa dia ada disana, tapi yang pasti ini hanyalah mimpi belaka. Benarkah ini mimpi belaka?


Yohan berjalan diantara mayat yang berserakan. Dia berusaha mencari jalan keluar dari tempat menyeramkan itu, tapi tiba tiba didepannya muncul sesosok bayangan hitam besar yang bembentuk tubuh manusia. Bayangan itu membentuk dirinya sendiri sama seperti yohan, hanya saja bayangan itu dipenuhi darah. Singkatnya dia seperti duplikat yohan.


"Siapa kau?" tanya yohan dingin.


"Kau tidak ingat siapa aku?" tanya bayangan itu dengan suara yang juga sama seperti yohan.


"Tidak. Aku rasa aku tidak perlu mengingat sesuatu yang tidak penting!?" Yohan meningkatkan kewaspadaannya.


"Padahal dulu aku selalu bersamamu disaat orang orang itu tidak perduli padamu!? Tapi kau dengan entengnya mengatakan tidak perlu mengingat-ku? Ya, baiklah……dari dulu juga kau selalu begitu. Jadi itu bisa ku maafkan.Tapi……" bayangan itu menggantung ucapannya dan tersenyum seram.


Tiba tiba tubuh yohan tidak bisa digerakkan,karena tubuhnya diselimuti dengan bayangan hitam. "Apa yang kau lakukan?" yohan berusaha melepaskan diri dari bayangan yang sudah menahannya seperti lem.


Bukannya menjawab pertanyaan yohan bayang itu malah berlajan mendekati yohan yang berusaha lepas. Dia memeluk yohan dengan tangannya yang berlumuran darah dan dan tersenyum misterius.


"Sekarang hanya aku yang kau miliki!? Seterusnya, teruslah gunakan aku bahkan setelah kematian menjemput-mu!?" ujarnya seperti tidak asing.


Tapi setelahnya yohan baru menyadari siapa seseorang yang mirip dengan dirinya itu. Yohan melirik bayangan yang sedang memeluknya saat ini,"Kau___" Belum selesai bicara bayangan itu memasuki tubuh yohan kembali.


-


-


-


"Hah…hah… hah…"


Yohan bangun dengan nafas yang hampir habis.Saat sudah bangun tubuhnya sudah mandi keringat.Padahal didalam cukup dingin walaupun sudah ada api unggun.Dia duduk sambil mencerna apa yang baru saja terjadi.


Yebei yang melihat yohan yang seperti dikejar setan langsung mendekati yohan dari posisi duduknya."Kau kenapa?"tanya yebei khawatir.


"Aku tidak apa apa,kurasa disini cukup panas!?"ujar yohan sembari mengelap keringat dikeningnya."Aku rasa aku akan keluar untuk mencari udara segar!?"yohan berdiri dan berlajan keluar gua.


"Benarkah?kenapa aku tidak berkeringat?"tanya yebei pada dirinya sendiri sambil memegang tubuhnya sendiri.


Setelah keluar dari gua berhembus angin malam yang begitu sejuk saat menyentuh kulit.Dia turun kebawah melalui tangga batu yang menjadi bagian dari tebing air terjun.Sesaat setelah turun dia melihat kolam air terjun yang kelihatan begitu sejuk.Entah kenapa dia masih terasa panas setelah keluar.Jadi tanpa pikir panjang yohan melepas pakaiannya dan menenggelamkan tubuhnya dikolam yang tidak begitu dalam.


Rasanya jadi jauh lebih baik setelah menengelamkan tubuhnya dikolam. Dia masih tidak mengerti kenapa dia memimpikan bayangan itu. Setelah sekian lama bayangan itu muncul kembali padanya. Tapi kenapa baru sekarang?


Kresek


Tiba tiba terdengar suara berisik dari dalam semak semak. Yohan yakin itu bukanlah monster, melainkan seseorang yang ada dibalik semak semak. Karena tercium jelas dari baunya kalau itu manusia.


"Keluarlah!? aku tahu kau ada disana!?" ujar yohan.


Tapi belum ada jawaban dari dalam semak, tapi terlihat dari dalam semak semak seorang gadis loli kecil yang lebih pendek dari lingmei. 'Ba bagaimana ini? pria tampan itu melihatku!? lagian kenapa juga pendengarannya dangat tajam. Jadi aku tidak bisa mengintip dia mandi lebih lama!?' pikir gadis itu dengan wajah yang sudah memerah dilihat yohan.


"Siapa kau?" tanya yohan dengan sedikit memiringkan kepalanya untuk melihat wajah gadis loli kecil yang selalu menunduk. Tapi gadis utu masih menunduk malu dan belum menjawab pertanyaan yang diberikan padanya."Kemarilah!?" ujar yohan.


"K kau pa pakai dulu pakaian mu!? A apa kau tidak malu di dilihat wanita seperti ku?!"ujar gadis itu gugup.


"Bukankah dari tadi kau terus mencuri pandang melihat aku mandi,ya?"


"T tidak!? Kata siapa aku mengintip mu mandi?" ujarnya menutupi sambil melihat yohan yang masih didalam kolam.


"Kau yang bilang barusan!?"


Sontak gadis kecil itu langsung memerah karena mengungkapkannya sendiri.


"Kemari saja!? lagi pula air ini menutupi hampir ke dadaku." ujar yohan lagi. Dia tidak merasa harus waspada pada gadis didepannya. Tentu saja karena gadis itu tidak memiliki niat membunuh sama sekali.


Gadis itu mendekat pada yohan walaupun masih dengan perasaan gugup. Dia memang suka melihat pria tampan mandi, tapi tidak dengan langsung dipanggil untuk melihat pria tampan mandi. Ini pertama kalinya baginya.


"Kau kecil kecil mesum juga ya? aku saja tidak pernah melihat wanita cantik mandi. Tapi kau berani sekali melihat ku mandi."ujar yohan yang membuat gadis kecil itu kaget dan kesal karena dibilang mesum.


"Kata siapa aku mesum? aku hanya…melihat…tanpa…sengaja…" ujarnya kesal tapi diakhir kalimat dia mengecilkan suaranya hingga sekeras suara semut.


Yohan menyenderkan tubuhnya didekat batu dengan gadis itu yang duduk disampingnya sambil membelakangi yohan."Ini tidak adil, bagaimana supaya adil kita saling melihat tubuh masing masing lalu mandi bersama? itu ide bagus, bukan?" ujar yohan dengan senyum senangnya.


Tapi tidak dengan gadis itu, dia sudah memerah saking malunya membayangkan tubuhnya dilihat pria asing.


"Ha ha ha ha ha ha ha ……" Melihat reaksinya yohan tertawa melihat wajah gadis itu yang sudah semerah tomat.


"T TIDAK!?" gadis itu mendorong yohan tanpa pikir panjang.


Yohan terdorong cukup jauh ke belakang,disaat kakinya ingin menginjak batu pijakan dibawah kolam air ternyata dibawah tidak ada pijakan lagi, "Eh?" Yohan tenggelam kebawah air. Tapi……


'Gawat!? aku tidak bisa berenang!?'


...~~...


1003 kata


...SEMOGA SUKA!?...