Return To Being The Mad Antagonist

Return To Being The Mad Antagonist
124. Madu



Dalam kamarnya yang besar fen sedang duduk didepan meja rias melihat dirinya sendiri yang masih terlihat muda. Dalam hidupnya ada dua hal yang paling dia benci, yaitu bercermin dan melihat yohan. Ini adalah kali pertama dia bercermin didepan kaca besar didepannya.


Cermin


Setiap kali orang pasti suka bila bercermin, entah itu berdandan atau memencet jerawat. Yang pasti setiap ada cermin selalu mampir dan melihat diri sendiri. Namun, berbeda dengan fen. Setiap kali dia bercermin selalu terlihat orang lain yang dibencinya dalam cermin. Dan yang lebih membuatnya benci adalah orang yang ada didalam cermin selalu mengatakan ejekan ejekan tentang dirinya.Tapi tentunya itu hanya bayangan fen saja.


"Kau benar benar tidak tahu diri, ya!? Jika sudah dibuang ya dibuang. Untuk apa kau melihat dirimu lagi dicermin yang indah ini?" ujar bayangan yang ada didalam cermin,"Ingin memastikan bahwa kau sangat cantik? kau hanya beruntung memiliki wajah cantik sepertiku. Jika tidak, yang mulia raja pasti tidak akan tertarik padamu." ujarnya sembari tersenyum meremehkan.


Fen hanya mengepalkan tangannya menahan emosi. Dia tahu jika yang dilihatnya adalah bayangannya saja. Tapi perkataan wanita itu berhasil membuatnya marah. Dia menatap wanita yang ada didalam cermin dengan penuh kebencian.


"Apa? kenapa kau menatapku seperti itu? apa kau ingin membalasku? tapi,…… bukankah kau sudah membunuhku?" ujar wanita yang ada didalam cermin lagi. Seketika wajah wanita yang ada didalam cermin tersenyum lebar memperlihatkan gigi putih yang rapi tapi menyeramkan. Wajahnya juga berubah menjadi pucat disertai darah yang mengalir dari atas kepala."He he he… he he he ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha…" wanita didalam cermin tertawa sejadi jadinya bahwa faktanya adalah dirinya sudah mati oleh fen.


Mendengar tawa wanita itu, fen semakin marah. Lalu tiba tiba…


PRANG


Kaca cermin pecah seketika. Karena tidak tahan dengan tawa itu fen mengalirkan kekuatannya untuk memecahkan kacanya. Namun tidak seperti yang diharapkan, pecahan kaca itu malah semakin banyak memperlihatkan wajah wanita itu dan semakin banyak tawa yang mengganggu.


"Kau lah yang merebut kebahagiaanku, wanita jalang!?" ujar fen menahan amarahnya yang memuncak. Karena melihat wanita itu dia kembali mengingat masa lalu yang menyakitkan.


FLASHBACK


Malam itu adalah malam hujan berbadai. Seorang wanita yang tengah berusaha antara hidup dan mati sedang mengeluarkan anaknya yang akan segera lahir. Ini adalah kehamilan pertamanya, jadi akan jauh lebih sakit.


"Hah… hah… hah… hah…" wanita yang tengah melahirkan itu tampak sangat kesakitan. Namun rasa sakitnya itu bertambah ketika seseorang yang dicintainya tidak datang menemani kelahiran anaknya. 'Dimana kau? meskipun kau tidak mencintaiku, tapi setidaknya temani aku saat sedang melahirkan anakmu. Aku akan melahirkan anakmu sendiri, aku mohon datanglah!? aku mohon padamu, yang mulia!?' pikir fen didalam hatinya. Ya, wanita yang tengah melahirkan itu adalah fen.


"Apa yang mulia raja tidak datang? bukankah ini kelahiran anaknya?" bisik seorang pelayan dari kejauhan.


"Apa kau belum dengar? katanya yang mulia tidak mencintai yang mulia ratu. Hubungan mereka tidak pernah berjalan baik. Bahkan disaat hari yang mendebarkan ini tiba yang mulia raja tidak datang." ujar pelayan yang lain.


"Yang mulia ratu fen sangat kasihan." timpal yang lain.


"BISAKAH KALIAN DIAM?! YANG MULIA RATU SEDANG FOKUS MELAHIRKAN DAN KALIAN MALAH BERGOSIP YANG TIDAK PENTING!?" bentak seorang tabib yang sedang membantu fen melahirkan.


"Ma maafkan kami!?" ujar mereka berdua bersamaan.


Fen tengah menunggu raja sebelumnya untuk menemaninya bersalin. Sesungguhnya fen sangat sangat mencintai raja sebelumnya melebihi dirinya sendiri. Hingga bayinya lahir suaminya masih belum juga datang.


OEEEE… OEEE…


Suara tangis bayi memenuhi ruangan tersebut dan membuat fen sangat senang. Setidaknya anak yang dia tunggu tunggu telah lahir. Dia berharap dengan lahirnya anak ini perhatian raja dapat tertuju padanya dan juga anaknya. Fen memeluk erat bayi yang dilahirkannya dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri.


"Kau adalah matahari ku, kebahagiaan ku, dan juga harapanku. Anakku sangat tampan seperti ayahnya. Bagaimana pun juga kau harus menjadi raja dan membuat ibumu senang." ujar fen pada bayi yang tengah didekapnya.


Beberapa hari kemudian seorang pria datang ke kamar fen yang sedang duduk didepan jendela sambil menggendong bayinya. Ketika dia sadar akan kedatang seseorang dia melihat kearah orang itu. Ternyata pria itu adalah seseorang yang selama ini dinantinya. Pria itu adalah Ming jia tianzhi.


"Ah, yang mulia!?" fen bangun dari duduknya dan berusaha memberi salam sebisanya.


Tianzhi mendekati fen yang sudah bangun dari salamnya. Dia melihat bayi yang sedang digendong oleh fen, "Aku memberinya nama, Ming jia jun!?" ujarnya lalu pergi meninggalkan fen. Ya, tianzhi datang hanya untuk memberikan nama untuk anaknya. Tanpa mempedulikan kondisi fen setelah melahirkan.


Fen duduk kembali kekursinya, air mata mengalir tanpa sedikitpun suara yang keluar. Air mata itu menetes diwajah jun yang tengah melihat fen menangis.


"Bu ba… " dengan tangannya yang mungil jun menyentuh pipi fen yang sudah basah.


Tersadar dengan sentuhan jun yang mungil, fen langsung tersenyum pada jun yang tengah tersenyum padanya juga."Kau adalah matahari ku, kebahagiaan ku, dan harapanku. Tolong jangan kecewakan aku seperti dia." ujar fen yang semakin mendekap erat jun.


Beberapa bulan telah berlalu dan fen masih mengharapkan cinta dsri tianzhi yang sangat dicintainya. Karena itu, dia mencoba untuk menjadi dekat dengan tianzhi meskipun sedikit. Fen berjalan mendekati kamar tianzhi, namun ketika dia semakin dekat dengan kamar tianzhi pintu dikamar terbuka sedikit. Dia mencoba membukanya lebih untuk dirinya sendiri masuk, namun didalam dia melihat sesuatu yang sungguh menyakiti hatinya.


Dia melihat suaminya sedang memegang tangan wanita lain yang tidak lain adalah adiknya sendiri. Adik kembarnya yang wajahnya sama persis seperti dirinya. Seketika jantungnya terasa sesak melihat pemandangan yang menjijikan ini.


"Yang mulia, sepertinya yang mulia salah memegang tangan seseorang. Yang harusnya yang mulia pegang adalah tangan cici, bukan tanganku. Jika cici mengetahui ini dia pasti akan sangat marah yang mulia." ujar Jianmian, adik fen.


"Heh, siapa yang peduli. Dari dulu yang ingin aku nikahi adalah dirimu dan bukan cicimu. Kenapa kau malah menukarkan tempatmu dengan mudah dengannya? sekarang, kau harus membayarnya!?" ujar tianzhi sembari mendorong jianmian ke ranjang.


"Ah!? yang mulia, aku mohon jangan lakukan ini!? jika cici tahu dia pasti akan sangat sedih." jianmian sangat menyayangi kakaknya. Seharusnya yang menikah adalah dirinya saat hari pernikahan tianzhi dengannya. Namun dia baru menyadari jika kakaknya juga menyukai tianzhi. Akhirnya jianmian menukar dirinya diposisi fen dan fen yang ada diposisinya. Dan semua itu adalah permintaan fen. Yaitu, menikah dengan tianzhi.


Namun siapa yang mengira jika tianzhi tidak memperlakukan kakaknya dengan baik dan malah mengabaikannya. Karena itu jianmian datang menemui tianzhi untuk mengatakan sesuatu agar tianzhi sedikit lebih baik pada kakaknya. Tapi sekarang dirinya malah berada dibawah tianzhi dan tianzhi berada di atasnya.


Sekilas, jianmian melihat fen sedang menatap dibalik pintu dengan tatapan yang menakutkan. Dia sungguh merasa bersalah, sangat sangat merasa bersalah. Jianmian mencoba mendorong tianzhi namun tenaganya kalah kuat. 'Apa? apa yang harus kulakukan sekarang?' pikir jianmian sembari menangis sekarang.


"Kenapa kau menangis?" tanya tianzhi.


"Cici melihat kita!?" ujar jianmian.


"Terus kenapa?" tanya tianzhi sembari memperlihatkan senyum licik.


Mereka belum buka baju, jadi jangan traveling terlalu jauh ya!? Setelahnya fen menutup pintu itu dengan amarah yang memuncak dan pergi dari sana.


Setelah hari itu jianmian hamil mengandung anak tianzhi. Kehamilannya sangat dirahasiakan dari semua orang dan dia hanya berada didalam ruangan rahasia saja. Yang mengetahui kehamilan jianmian hanya dua orang. Tianzhi dan fen. Tentunya tianzhi selalu ada untuk jianmian.


Perhatian tianzhi padajianmian membuat fen sangat iri. Lalu tiba hari dimana jianmian akan melahirkan bayinya. Untuk masalah ini tianzhi datang kekamar fen dan memintanya untuk membantu jianmian melahirkan. Tapi rasanya sangat tidak sudi membantu perempuan yang sudah merebut suaminya. Dan terjadi satu hal yang sangat tidak disangka…


"Aku mohon padamu!?" pinta tianzhi pada fen. Melihat itu fen sangat tidak tega namun dia juga sangat membencinya. Dia menggertakkan giginya marah, namun disaat seperti itu dia memiliki rencana livik yang tiba tiba. Fen tersenyum licik pada yianzhi,"Baiklah, aku akan membantunya. Asalkan kau harus memenuhi satu syarat!?" ujar fen.


"Katakan!?"


"Kau harus lebih mendengarkan aku!?" ujar fen.


"Baiklah, sekarang cepatlah!?" ujar tianzhi tanpa pikir panjang.


Setelahnya fen segera membantu jianmian melahirkan dan menyuruh tianzhi keluar. Karena sudah berjanji dengan fen mau tidak mau dia harus keluar.


Dalam proses melahirkan, jianmian kelihatan lebih kesakitan dari pada fen. Awalnya fen mengira jika jianmian terlalu berlebihan. Meskipun memang sakit tapi jianmian kelihatan menahan sakit dua kali lipat dari rasa sakit saat fen melahirkan. Kecuali, satu kemungkinan alasan jianmian mengalami sakit dua kali lipat ini. Dia mengandung anak terkutuk.


Dengan kata lain, anak dengan elemen kegelapan. Senyum licik meluncur dengan sangat mulus diwajah fen. 'Jika begitu, ini akan jauh lebih mudah!?' pikir fen licik.


"AAGGGKKHHH!?" teriak jianmian ketika bayinya telah lahir.


Saat fen mengeluarkan bayinya terlihat aura hitam mengelilingi tubuh bayi itu. 'Ugh, bahkan sebelum tumbuh dewasa pun kekuatannya sudah sekuat ini. Apalagi jika dia sudah besar nanti. Tapi tak apa, berkatmu aku bisa menjalankan rencanaku tanpa hambatan. Namun… kenapa dia tidak menangis?' pikir fen melihat bayi yang digendongnya tidak menangis sedikitpun.


"Terima kasih, cici fen!?" ujar jianmian sembari tersenyum.


'Hebat juga dia masih bisa bertahan, tapi…' pikir fen sembari tersenyum licik."Mian'er, kau tidak perlu berterima kasih. Karena aku akan membunuh anakmu didepan matamu sendiri!?" ujar fen licik.


Seketika jianmian langsung bangun dan merebut kembali anaknya dari tangan fen. Dia menggunakan kekuatannya, yaitu elemen spasial. Dia menggunakan sisa sisa kekuatannya untuk memindahkan bayinya ke pelukannya. Seketika sebuah persegi tembus pandang memerangkap bayi yang ada ditangan fen lalu memindahkannya kepelukan jianmian.


Meskipun rasa sakit menyerang, tapi dia telah bersusah payah menahan rasa sakit ini sejak awal kehamilan. Ya, sejak awal kehamilan. Dia sudah menahan setiap sakit yang ada diperutnya.


"Sepertinya kau sudah tahu!?" ujar fen.


Benar, sejak awal dia sudah tahu jika dia mengandung anak terkutuk. Tapi, dia sendiri tidak tega jika harus membunuh anaknya. Setiap hari dia merasakan nyawanya terkuras sedikit demi sedikit oleh bayi yang dikandungnya. Karena itu, sebuah keajaiban jianmian masih hidup hingga anaknya lahir.


"Ingin melawan dengan keadaan seperti itu? kau akan menyesalinya!?" ujar fen.


DUSS


Fen mengerahkan serangan gravitasi pada jianmian dan itu nyatanya berhasil membuat jianmian terluka parah. Luka yang sangat parah namun terlihat tidak diserang sama sekali. Inilah kelebihan serangan fen, tidak meninggalkan bekas meskipun serangannya sangat mematikan.


"Ukh uhuk uhuk!?" jianmian tidak bisa lagi menahan sakit dan ambruk sembari masih memeluk anaknya. Wajah bayi yang masih belum dibersihkan darahnya semakin bertambah dengan darah jianmian. Bahkan tiba detik detik kematiannya jianmian masih tetap melindungi anaknya.


"Heh, bahkan ingin matipun kau masih melindungi anak terkutuk itu." ujar fen yang sudah berdiri dan berjalan keluar ruangan rahasia untuk menemui tianzhi. Karena fen menyuruh tianzhi keluar sangat jauh, jadi dia berjalan cukup memakan waktu.


"Hah… hah… hah… Zhen… itu nama yang bagus. Hiduplah… hiduplah demi diriku. Meskipun nanti semua orang akan membencimu, tapi tetaplah hidup meskipun seluruh dunia menginginkan kematianmu." tidak lama kemudian jianmian meninggal sembari mendekap zhen.


...~~...


1800 kata


...SEMOGA SUKA!?...