
Setelah berukar posisi dengan Putra mahkota, rencana Jiefan sudah mencapai puncaknya. Awal ketika mereka ingin berpindah posisi semuanya baik baik saja. Namun setiap hari keadaan semakin memanas. Dan tibalah hari itu…
Tian juan yang sedang melakukan misi penyamaran pertanyanya saat ini sedang melakukan penyusupan. Dia sudah tahu jika markas Jiefan berada di sebuah penginapan mewah. Karena itu saat ini dia sedang memakai topeng dan menyamar jadi rakyat biasa. Dan saat ini dia sedang mengikuti seorang pelayan penginapan untuk mencari tempat dimana biasanya mereka semua bersembunyi.
Setelah dia sampai di suatu ruangan yang cukup luas ada banyak sekali orang disana. Ketika mereka melihat Tian juan semuanya memberi hormat dengan membungkuk sembilan puluh derajat. Mungkin karena mereka pikir bahwa orang yang ada didepan mereka adalah ketua mereka. 'Jadi ini markasnya. Bagus, sekarang tamatlah riwayat kalian!?' pikir Tian juan yang ingin melancarkan serangan pada para pemberontak. Namun tepat ketika dia ingin menyerang ada seseorang yang mengelayuti tangannya.
"Ketua, kau pasti lelah!? ayo istirahat dulu!?" ujar lembut seirang wanita yang ada di samping Tian juan. Wanita itu sangan cantik dengan kulit putih langsat. Pakaiannya yang minim menambah keindahan tubuhnya yang begitu indah. Apalagi dengan senyuman wanita itu yang menambah akan kecantikannya. Tian juan jadi lupa akan tugasnya yang sebenarnya.
'Aku tidak menyangka jika di antara para pemberontak ada gadis cantik seperti ini.' pikir Tian juan. Tidak lama datang gadis gadis cantik lainnya yang juga tidak kalah cantik juga molek. Mereka semua berkumpul di samping Tian juan dengan senyum senyum yang indah. 'Aku rasa bersenang senang dulu dengan mereka semua tidaklah masalah. Toh mereka semua juga nantinya akan mati. Akan aku nikmati dulu tubuh mereka satu persatu!?' pikir Tian juan dengan mata yang mesum.
Para gadis gadis itu membawa Tian juan menuju kamar dan segera menyiapkannya arak dan buah buahan. Para wanita itu sudah menyiapkan segalanya. Mereka kemudian mulai menyebarkan asap opium sebagai penenang terbaik mereka. Tian juan tidur dengan dikelilingi wanita wanita cantik disertai dengan asap opium. Dia tidak tahu asap apa ini, tapi ketika dia menghirup asap yang memabukkan ini rasanya begitu nikmat.
"Tidurlah ketua~ jangan malu malu begitu~ ayo lepas topengmu!?" ujar seorang wanita di samping kanan Tian juan sembari melepaskan topeng yang dipakai Tian juan. Tangannya mengelus dada Tian juan dengan tangannya yang lembut.
"Benar, ketua~ percayakanlah tubuhmu pada kami~ karena kami akan memuaskan tubuhmu malam ini~" ujar seorang lagi dengan mata yang sipit namun itulah kecantikannya. Dia membelai rambut Tian juan dengan tangan cantiknya. Senyum wanita itu membuat Tian juan semakin terpesona.
Mereka semua berkumpul di samping kanan dan kiri masing masing satu orang, di atas kepala satu orang, dibawah kaki dua orang. Kemudian mereka mulai melepas pakaian Tian juan dengan tangan tangan yang indah. Karena dia pikir akan baik baik saja, jadi Tian juan hanya bersenang senang dengan para gadis cantik.
"Ketua~ apa kau ingin minum arak? Ketua biasanya selalu minum arak, bakan?" tanya seorang yang berada di samping kiri sambil menyodorkan arak yang sudah ditungkan.
"Ha ha ha ha ha ha ha boleh juga!?" Tian juan meraih arak yang ditawarkan wanita cantik disebelahnya. Lalu meminum.arak tersebut dengan sekali teguk. "Rasanya berbeda dengan arak arak yang lain. Arak jenis apa ini?" tanya Tian juan pada wanita yang menawarkannya barusan.
"Nama arak ini adalah 'Senyuman surgawi' Ini adalah arak terbaik penginapan. Siapapun yang meminum arak ini pasti akan memperbaiki suasana hatinya yang sedang buruk, ketua!? Tapi bukankah ketua sudah tahu itu?" tanya wanita itu sedikit menarih curiga pada Tian juan.
"Aku sudah tahu, hanya saja rasanya sedikit berbeda!?" ujar Tian juan menutupi kesalahan dengan alasan yang lain. Namun tiba tiba saja perutnya merasa mual juga merasa perih, "ukh uhuk uhuk!?" Tian juan batuk dengan mengeluarkan darah hitam. Sepertinya dia teracuni. "Apa sejak kapan aku terkena racun?" tanya nya pada beberapa gadis disana.
Lalu kemudian dia melihat aajah para gadis cantik itu tersenyum puas akan hasil kerja mereka.
Swosh
Mereka melempar pisau ke Tian juan sebagai serangan kejutan. Tian juan langsung menghindar ketika serangan itu dilancarkan. Dia meningkatkan kewaspadaannya pada para gadis yang ternyata sudah tahu penyamarannya.
"Oh, ya ampun~ kenapa ketua begitu waspada terhadap kami? Apakah kami begitu menakutkan hingga harus diwaspadai seperti itu?" tanya seorang wanita cantik berambut panjang. Nada bicaranya masih dengan nada menggoda.
"Apakah kau pikir aku begitu bodoh hingga tidak tahu niat membunuhmu untuk membunuh ku?" ujar Tian juan waspada. "Matilah kau, wanita jalang!?" teriaknya sambil akan menyerang para gadis dengan jurusnya.
Poss
Saat Tian juan ingin mengerahkan serangan, tiba tiba saja dia tidak bisa mengeluarkan jurusnya. Qi nya sama sekali tidak keluar saat ingin dikerahkan. Dan kondisinya semakin memburuk akibat racun yang ada di tubuhnya mulai menyebar. Karena dia disituasi yang sulit,Tian juan lebih memilih kabur dari sarang penjahat ini. Ketika dia akan keluar tiba tiba saja ada banyakborang yang menghalanginya. "Minggir!? Apa kalian tidak lihat aku sedang buru buru? Minggir bodoh!?" teriak Tian juan. Namun mereka tidak ingin minggir. Mereka tetap menghalangi jalan keluar Tian juan. Disaat itulah Tian juan mulai menyadari kalau mereka sengaja menghalangi jalannya.
GREP
Tiba tiba saja tangan Tian juan dijagal kanan kiri. Dari kerumunan orang orang yang menatapnya dingin muncullah seseorang yang paling dicarinya.
Jiefan
Jiefan datang dengansalah seorang gadis cantik di sampingnya. Gadis itu iyalah gadis yang pertama kali menggodanya. Dia adalah Huai an. "Kau, wanita jalang keparat!? Beraninya kau menipuku!? dan kau bedebah sialan!? aku akan membalas semua perbuatanmu!?" oceh Yian juan.
"Dasar tidak tahu tempat!? apa kau sungguh berpikir aku tidak akan membunuhmu? sungguh naif sekali!?" ujar Jiefan.
Kemudian Jiefan memberikan kode pada seseorang yang memegang pedang besar. Dua orang yang menjagal tangan Tian juan dengan sengaja membuatnya jatuh berlutut dan seorang lagi menjambak rambutnya agar menunjlduk ke depan. Lalu seseorang dengan pedang yang besar nan tajam mengangkat pedangnya tinggi tinggi diatas kepala Tian juan.
"Lepas!? lepaskan aku!? ingat, aku tidak akan memaafkanmu!? Setelah ayah pulang dari peperangan dia pasti akan menghukum mati dirimu!? ingat itu!?" teriak Tian juan. Kemudian…
JRET
Kepalanya terpenggal dengan rapi. Hari ini putra mahkota kekaisaran Qi, telah tewas terpenggal dan tak seorangpun dan kerajaan yang mengetahui itu.
"Bakar mayatnya diam diam. Jangan sampai ada yang mengetahuinya!?" perintah Jiefan pada orang orang disana.
"Baik, ketua!?" ujar mereka semua bersamaan.
Terlihat Chun yin menghampiri Jiefan. Dia sedikit berbeda sekarang. Jika dulu dia terlihat meremehkan Jiefan, sekarang dia terlihat sangat menghormati Jiefan. "Maafkan aku yang sebelumnya telah meremehkanmu!?" ujar Chun yin sedikit ada rasa bersalah disana.
"Tak apa. Aku mengerti jika kau masih belum mempercayaiku. Jangan terlalu dipikirkan!?" ujar Jiefan penuh dengan persahabatan. Suasana hatinya sedang baik saat ini karena musuh yang sangat ingin dia bunuh akhirnya telah terpenggal dihadapannya.
Prok prok prok prok prok prok
Terdengar suara tepuk tangan di samping mereka dan juga suara yang tak asing, "Hebat hebat!? apa kalian bersenang senang selagi aku tidak ada?" tanya seseorang berambut hitam dan bermata merah semerah ruby.
Sontak mereka semua kaget akan kedatangan Yohan yang begitu tiba tiba dan membuat mereka terkejut. Pasalnya mereka sama sekali tidak menyadari akan kehadiran Yohan sama sekali.
'Se sejak kapan dia ada disini? bukankah tempat ini begitu rahasia dan hanya anggota ku saja yang mengetahuinya? Tapi tunggu, orang ini…' Jiefan mengamati lagi dengan orang yang ada disampingnya. Saat ini Yohan tengah nelihat jasad Tian juan dengan seksama. Dia mengambil kepala Tian juan dan menyamakannya dengan Jiefan yang saat ini tengah mengamatinya.
"Ck ck ck bagai pinang dibelah dua!?" ujarnya santai.
"Coba lihat!?" ujar Shin sembari mengambil kepala yang ada ditangan Yohan, "Waah, benar!? bagaikan pinang dibelah dua!?" ujar Shin yang begitu kagum. Baru kali ini dia melihat ada yang memiliki kembaran. 'Ini kepala si pangeran, bukan? Bagus juga untuk koleksi!?' pikir Shin tiba tiba. "Kau Jiefan, bukan? Aku ingin bertanya padamu,bolehkan kepalanya untukku?" tanya Shin sambil tersenyum ramah.
"U untuk apa?" tanya Jiefan yang mulai takut dengan sikap Shin.
"Bukan untuk apa apa. Hanya untuk hiasan rumah saja!?" ujar Shin santai dengan dihadiahi tatapan semua orang yang ada disana.
"Y yah, silahkan saja!?" ujar Jiefan yang mulai berhati hati agar tidak menyinggung Shin. Dia takut akan dijadikan sebagai koleksinya.
"Ternyata kau orang yang baik. Ayo berteman, aku juga orang yang baik." ujar Shin masih memasang senyum ramah pada Jiefan.
"Y ya!?" ujar Jiefan tidak yakin jika Shin adalah orang yang baik. Dia kemudian melihat ke arah Yohan, rasanya dia ingin sekali mengajak Yohan membicarakan sesuatu. Tapi dia terlalu gugup untuk itu.
Kemudian, terlihat seorang pria paruh baya namun dengan pakaian yang rapi menghampiri Yohan, "Kau, bukankah kau orang gila yang waktu itu mabuk dan bernyanyi kesana kemari?" tanya orang tersebut pada Yohan.
...~~~...
1421 kata
...SEMOGA SUKA!?...