
Terlihat dua orang yang sedang bertarung melawan monster tingkat sebelas. Monster itu baru saja mendapatkan kesadaran spiritual, artinya monster itu beru saja memiliki pemikiran sendiri. Melawannya juga cukup sulit karena monster itu adalah ular kobra yang besar dengan ekor kalajengking yang sangat beracun. Namun, dengan sangat mudah monster itu dibunuh oleh dua orang pria yang sangat kuat.
Mereka adalah Anming dan Tianwen. Tidak jauh dari wilayah klan huaiwu, terdapat wilayah monster tingkat tinggi. Karena itulah mereka berdua ke wilayah tersebut setelah mengetahui kebenaran dari Yun, mereka tidak begitu khawatir lagi karena yang disalahkan adalah Yohan. Ini adalah kesempatan besar bagi Anming untuk membunuh Yohan melalui kakaknya sendiri. Dia jadi tidak perlu mengotori tangannya, bukan? Jadi seperti itulah rencananya.
DUARRR
Dengan cepat keduanya bisa mengalahkan ular kobra berekor kalajengking. Tiba tiba saja lingkungan disekeliling mereka berubah dengan banyaknya asap hitam. Mereka tidak tahu kenapa tiba tiba saja bisa begini. Tapi, mereka tahu jika ini disebabkan oleh seseorang yang memiliki ranah cukup tinggi.
" !? " Anming mewaspadai asap ini yang tengah merubah lingkungan di sekelilingnya menjadi gelap gulita sembari melihat sekitar. Sekelilingnya menjadi gelap dan dia sama sekali tidak bisa melihat Tianwen.
"Anming!? anming!? dimana kau?" teriak Tianwen yang juga tidak bisa melihat Anming. Karena disekeliling mereka gelap gulita tapi masih bisa mendengar suara satu sama lain.
"Tenanglah!? aku ada disebelahmu!?" ujar Anming yang menyahut panggilan Tianwen.
"Ulah siapa ini?" tanya Tianwen lagi, dia sedikit lega jika Anming masih bersamanya.
"Aku tidak tahu, tapi yang pasti orang ini sangat kuat." ujar Anming lagi.
Tiba tiba saja keduanya merasakan jika ada benda yang mengarah pada mereka berdua dengan kecepatan penuh. Untungnya mereka berdua segera menghindar dengan cepat. Karena serangan dari benda yang tidak dikenal itu, jarak antara keduanya menjadi semakin jauh.
"Sial!?" gerutu Anming yang mulai mengetahui rencana orang yang menyerang mereka. Dia merasa jika pohon pohon disekitarnya menghilang. Mereka sudah terjebak didalam dimensi yang dibuat oleh seseorang."Kami terjebak!?" ujar anming kesal.'Dan lagi, dimensi yang dia buat bisa memisahkanku dan Tianwen. Itu berarti dia bukanlah orang yang sembarangan!?' pikir Anming.
"Tes tes tes,… Apa kalian bisa mendengarku? pasti bisalah ya, aku kan sudah mengeraskan suaraku. Kalau tidak dengar juga berarti kalian tuli!?" ujar suara misterius yang tidak terlihat wujudnya.
Namun suara itu tampak tidak asing ditelinga Anming,"Yohan?" guman Anming."Hei, orang gila!? aku tahu itu kau!? jadi jangan bersembunyi lagi dan keluarlah hadapi aku!?" teriak Anming pada yohan.
"Eh? ketahuan, ya? Astaga~ padahal aku sudah bersembunyi seperti ini. Tapi kenapa masih tetap ketahuan? Memang ya, kalau orang tampan itu sulit untuk disembunyikan." ujar Yohan yang terlalu narsis. Dia bersembunyi di balik bayangan yang tidak bisa dilihat mereka berdua.
"Ngoceh apa orang gila ini? kau pikir dengan memisahkan kami kau bisa mengalahkan kami? jangan berkhayal terlalu tinggi!?" ujar Tianwen kesal.
"Kau yang mengoceh apa? justru tanpa memisahkan kalian juga aku bisa membunuh kalian kapan pun aku ingin. Tapi, alasan aku memisahkan kalian karena aku ingin memainkan sebuah permainan dengan kalian. Bagaimana? bukankah itu menarik?" ujar yohan yang terdengar senang. Sepertinya dia merencanakan sesuatu.
Kedua orang itu tampak tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan Yohan. "Apa maksudmu permainan?" tanya Tianwen tidak mengerti.
"Haah, baiklah. Aku akan jelaskan sekali lagi dengan lebih mudah hingga orang bodoh pun bisa mengerti." ujar Yohan asal yang membuat kedua orang tersebut jengkel. Seketika disekeliling mereka berdua berubah menjadi seperti labirin besar. "Aku akan jelaskan permainan seperti apa yang akan dimainkan. Nama permainan ini adalah 'Labirin kematian' apa namanya bagus? aku yang membuatnya loh!?" ujar Yohan yang membanggakan dirinya sendiri.
"Aturan permainan ini mudah, ada tiga aturan dan sembilan yang tidak boleh dilanggar. Aturannya adalah…
1) Ketika permainan dimulai kalian harus mematuhi semuanya.
2) Tujuan utamanya adalah menuju tengah labirin dan mengambil satu benda milik kalian.
3) Ada empat pintu menuju tengah tengah labirin dan setiap pintu ada satu pertanyaan yang harus kalian jawab dengan jujur.
Sedangkan yang tidak boleh dilanggar adalah……
Curang kalian Mati.
Gagal kalian Mati.
Mengeluh kalian Mati.
Bekerja sama kalian Mati.
Salah menjawab kalian Mati.
Bohong kalian Mati.
Menggunakan kekuatan kalian Mati.
Melewati pertanyaan kalian Mati.
Mengatakan aku gila kalian juga akan Mati.
Pemenangnya hanya ada satu, Jadi kalian harus berlomba lomba untuk menjadi pemenangnya!? Oh, satu lagi yang hampir terlupakan. Kalian tidak mempunyai pilihan lain selain melakukan permainan ini. Jika kalian menolak, maka api hitam dibelakang kalian akan melahap tubuh kalian hingga menjadi debu. Yah, lagian kalian juga akan mati sih. Jadi, semoga berhasil!?" ujar yohan.
"Mati? apa aku akan benar benar mati hanya karena aku tidak ikut permainan? Jangan bercanda denganku orang gila!? kemari dan hadapi aku. Apa kau pikir aku masih lemah seperti dulu?" ujar Tianwen.
"Heeeh? kenapa kau malah protes? Yah, kau sudah melanggar beberapa larangan sebelum permainan ini dimulai. Karena masih ada kebaikan dihatiku, aku akan memberimu sepuluh detik untuk minta maaf padaku dan segera memulai permainan. Jadi… minta maaflah sambil berlutut." ujar Yohan dengan nada yang mengejek. Dibalik bayangan dia tersenyum jahat mempermainkan Tianwen. Dia tahu jika Tianwen sudah sedikit berubah, tapi satu hal yang tidak berubah darinya. Kemarahan.
Mendengar itu membuat amarah Tianwen menggebu gebu. Dia sangat marah dengan perkataan Yohan. Apalagi Yohan menyuruhnya untuk minta maaf dan berlutut, "Kurang ajar!? kau berani menyuruhku berlutut?" ujar Tianwen marah.
"Sepuluh…" Yohan memulai hitungan mundur.
"Jangan meremehkanku!? kau hanyalah orang gila yang tidak tahu diri!?"
"Sembilan…"
"Keluar dan lawanlah aku!? Apa kau sebegitu pengecutnya hingga takut untuk berhadapan denganku?"
"Delapan…"
"Aku pasti akan membunuhmu dan meminum darahmu sebagai perayaan kemenangan!?"
"Tianwen, diamlah!? Kau akan benar benar mati jika tidak segera minta maaf!?" Teriak Anming cepat sebelum hitungannya habis. Dia benar benar memiliki firasat buruk tentang ini.
"Tujuh…"
"Kau percaya dengan omong kosong yang dikatakannya? Dia hanya menggertak saja. Akan kubuat dia menyesal nanti." ujar Tianwen yang tidak memperdulikan peringatan Anming.
"Enam…"
"Dia tidak menggertak!? Apa kau pikir orang yang pernah membantai satu keluarga besar hanya menggertak? Dia adalah orang gila yang memiliki tingkatan jauh diatasmu!?"
"Lima…"
"Hentikan omong kosongmu!? Aku tahu kau takut menghadapi si gila ini. Tapi tenang saja, aku akan membuat orang gila yang sedang menghitung ini bungkam dan menghajarnya."
"Empat…"
"Tidak hanya itu akan kubuat dia menjilat kaki ku untuk meminta belas kasihan dari ku!?"
"Tiga…"
"Tapi kau harus berusaha keras untuk minta maaf padaku. Jika tidak,… kau akan menjadi seperti wanita itu!?"
"Dua…"
"Aku tidak akan mati hanya karena kau terus berhitung mundur."
"Satu…" dibalik bayangan, Yohan menyeringai senang.
"Oh? sudah satu? tapi tetap saja tidak akan ada yang terjadi pada__"
CRAT
Terdengar suara yang bisa diterka siapapun. Suara Tianwen yang bermulut besar juga sudah tidak terdengar lagi. Sunyi melanda dalam sekejap, tapi Anming segera tersadar akan kesunyian ini. "Hei?! Apa kau masih hidup? Jawab aku jika kau masih hidup!? TIANWEN!?" teriak Anming memastikan jika Tianwen masih hidup atau tidak. Tapi Tianwen masih tetap diam dan tidak menjawab satupun pertanyaan Anming, "Tidak, apa dia mati?" ujar Anming pada dirinya sendiri.
"Selamat!? kau benar!? satu juta keping emas untuk mu!?…… tapi bohong!? he he he he ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha……" ujar Yohan tertawa senang. Sangat sangat senang. "Eh? sebentar… kau pasti sedihkan jika pangeran bodoh itu mati? Pastinya sedih, kaliankan sudah seperti sendal jepit yang harus selalu bersama. Tapi tak apa aku bisa menceritakan kondosinya padamu…
Saat ini tubuhnya sudah terbelah menjadi dua. Kau bisa bayangkan sendiri usus ususnya yang keluar berceceran disertai darah merah yang mengalir deras. Jika kau melihatnya ini adalah sebuah maha karya besar yang bisa bersaing dengan seniman dunia. Sungguh indah. Jika orang itu melihat ini mungkin dia akan menangis bahagia sekarang. Oh? otaknya juga terbelah menjadi dua. Aku benar benar memotongnya secara rapi. Ini benar benar hebat… " ujar Yohan yang benar benar kagum dengan mayat Tianwen yang terbelah menjadi dua disertai dengan organ organ tubuh yang sudah berceceran dan yang dia sebut sebagai maha karya dunia.
Dari balik bayangan, Yohan tersenyum puas sembari melihat remeh mayat Tianwen. "Sekarang… mulailah bermain, Anming~!?" ujar Yohan.
...~~...
1371 kata
...SEMOGA SUKA!?...