Return To Being The Mad Antagonist

Return To Being The Mad Antagonist
144. Wanita itu



Dalam menuruni tangga yang gelap dan menyeramkan Yohan menggunakan elemen apinya untuk menerangi jalan. Semakin dia berjalan turun semakin tercium bau anyir darah. Langkahnya berhenti ketika sudah sampai di ruangan dengan lampu yang redup. Disana terdapat beberapa sel yang berisi beberapa tahanan. Yohan memperhatikan mereka satu persatu memperkirakan yang mana dari mereka yang disembunyikan darinya.


"Aku akan bertanya sekali pada kalian, yang mana dari kalian yang paling berharga bagi kaisar Yan?" tanya Yohan pada beberapa tahanan disana.


"Hah? apa yang kau bicarakan brengsek? apa kau akan membebaskan kami bila kami menjawab pertanyaan bodohmu?" tantang salah satu tahanan.


"Bebaskan kami!? aku tahu kau adalah penjahat yang sedang menyelinap masuk. Aku adalah penjahat terkuat di kekaisaran Yan. Jangan coba coba membantah perintahku!? ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha…" ujar yang lain.


"Kau pria cantik yang disana!? jangan dengarkan mereka dan bebaskan saja aku!? aku berjanji akan memberikanmu apapun yang kau inginkan jika kau membebaskanku!?"


"Jangan dengarkan mereka!? Kau akan mendapatkan manfaat lebih bila membebaskan aku!?" mereka semua bukannya menjawab Yohan malah berteriak teriak meminta dibebaskan. Segala macam rayuan mereka lontarkan agar terbebaskan dari sel penjara.


Yohan hanya mendengarkan mereka hingga mereka puas bicara. Namun semakin lama dia dengarkan rengekan mereka semakin semakin menjadi jadi. "Bohong jika kalian mengatakan akan memberikan apapun yang aku inginkan. Dari wajah kalian aku bosa melihat jelas bahwa kalian berpikir 'Biarkan dia berpikir mendapat keuntungan yang sia sia, lalu saat aku keluar aku akan membunuhnya!?' bukankah itu yang kalian pikirkan?" ujar Yohan yang membuat diam mereka semua.


Mereka mulai memperlihatkan wajah wajah serius mereka pada Yohan.


Tanpa sengaja dia menemukan sebuah pintu yang terletak paling ujung dari semua sel penjara. "Ssshhh memangnya kalian bisa berguna bagiku? lupakan saja. Sepertinya aku sudah tahu yang mana dari kalian yang paling berharga bagi kaisar Yan. Karena kalian tidak menjawab pertanyaanku, maka…." ujar Yohan dengan memperlihatkan seringaian jahat khas miliknya.


KLIK


Dia menjentikkan jarinya lalu setelahnya tercipta rantai rantai hitam dari bawah tanah dan mengikat tubuh para tahanan. Rantai rantai itu berujung runcing seperti hidup dan mencabik cabik tubuh mereka dengan kejam.


"AAAGGHH AAGGHH…!?" teriakan teriakan mereka seperti melodi yang yang tersusun rapi.


Yohan melangkah menuju pintu besi yang berada paling ujung.


Sesampainya disana Yohan memasukkan kunci yang dia ambil ambil dari pelayan wanita dijalan. Ketika dia sudah memasuki ruangan tersebut ternyata disana hanya sebuah ruangan luas tanpa ada apapun selain satu lampu. "Apa ini sebuah lelucon? ada bau darah tapi tidak ada setetespun darah? patut dicurigai." Yohan berjalan menelusuri ruangan luas tersebut. Siapa tahu ada ruangan rahasia disana.


"Hallo? apa ada orang? jika ada jawab aku!? Aku janji tidak akan mengigit mu!?" suara Yohan bergema ke seluruh ruangan. Sudah cukup lama Yohan menelusurinya namun tak ada ruangan rahasia apapun disana. "Astaga, ini mulai rumit…" kali ini Yohan benar benar harus memutar otaknya dan memecahkan situasi ini. Namun dia yakin jika disini memang ada yang disembunyikan oleh kaisar Yan. "Hm?…" tiba tiba tercium bau seseorang tengah tengah ruangan tersebut.


Yohan berjalan mendekati tengah ruangan dan benar saja. Bau seseorang yang berlumuran darah semakin tercium jelas. Seringaian licik terlihat di wajahnya. Sekejap terlintas dipikirannya sebuah ide yang cemerlang. "Yah, kurasa disini memang tidak ada orang, ya? Percuma saja aku kesini dan menggoda kelinci kecil dijalan. Lebih baik…" Yohan berlutut dan meletakkan kedua tangannya ke lantai. Seketika muncul lingkaran berpola naga dan bersinar api.


"…… Aku menghancurkan tempat ini!?" ujar Yohan dengan wajah antusias senang. Lingkaran itu semakin membesar dan membesar memenuhi ruang bawah tanah, "Seni pertama naga api, amarah dari neraka!?" guman Yohan menyebutkan nama jurus yang dia pelajari dari raja naga meng.


"Berhenti!? Apa kau gila ingin meledakkan bangunan ini? Jika bangunan ini runtuh maka kau akan mati tertimpa puing puing bangunan yang runtuh!?" ujar seseorang yang bersuara serak. Suara itu terdengar seperti menahan sakit.


Yohan membatalkan jurusnya dan lingkaran itu menghilang dalam sekejap. Dia bangun dan melihat kanan kiri namun tidak ada orang disana selain dirinya seorang. "Ada suara tapi tidak ada wujudnya. Apa yang berbicara padaku itu hantu? Heei dimana wujudmu? perlihatkan!? Jika kau hantu gentayangan tolong menjauhlah dariku!?" teriak Yohan mencari asal suara. Disana yohan semakin bingung dengan siapa yang mengajaknya bicara tadi.


"Aku bukan hantu gentayangan!? aku berada tepat didepanmu hanya saja disini terpasang aray tak terlihat!? dan juga, jangan mengajakku, banyak bicara karena aku sedang terluka parah!?" jelas orang itu.


Formasi menggunakan beberapa orang untuk terbentuk, bila aray hanya cukup satu orang untuk terbentuk. Namun menggunakan aray jauh lebih sulit dan rumit dari formasi. Tapi kekuatannya juga jauh lebih besar dari formasi. Dulu sekali penggunaan formasi masih jarang karena belum tercipta, namun lebih banyak penggunaan aray karena aray. Karena penggunaannya yang rumit jadi beberapa ahli menciptakan formasi yang lebih mudah dimengerti. Dan sekarang penggunaan formasi dan aray sudah terbalik. Satu hal lagi tentang aray, penggunaan aray hanya bisa berfungsi menggunakan uang emas.


Setelah semuanya dihancurkan mulailah terlihat puing puing bangunan dan seseorang yang dirantai di antara puing puing itu. Dan terlihat juga bercak darah disana. Terlihatlah seorang gadis cantik berambut pirang dengan mata coklat dan baju compang camping berdarah darah. Dia terlihat kesakitan dengan darah yang mengalir dari lukanya.


Yohan berjalan mendekati wanita itu dan berlutut tepat didepannya. Dia mengangkat dagu wanita itu yang sedari tadi terus menunduk. Terlihatlah wajah cantik bak bidadari. Tapi Yohan sama sekali tidak tertarik pada wanita didepannya. Karena baginya hanya cukup satu wanita saja. Yohan mengeluarkan sebuah botol berisi cairan untuk menyembuhkan luka luar. "Buka mulutmu!?" ujar Yohan. Namun wanita itu sama sekali tidak membuka mulutnya. Dia masih waspada dengan pria kasar didepannya.


"Kau mulai menyebalkan!? Baiklah kalau begitu…" terlihat senyuman jahat diwajahnya. Yohan membuka paksa mulut wanita cantik didepannya dan meminumkan secara paksa dengan langsung memasukkan ke mulut wanita itu melalui lubang botol.


Terlihat wanita itu mulai meronta ronta karena sikap kasar yohan padanya. 'Apa apaan pria ini? Kenapa dia begitu kasar pada ku? padahal setiap laki laki yang melihatku mereka pasti akan bertekuk lutut dihadapanku. Lihatlah dia, pria ini tersenyum melihat penderitaanku saat meminum air menjijikan ini. Dia seperti…… orang gila!?' pikir wanita itu. Air dari botol menetes dari mulut wanita itu karena terlalu dipaksakan untuk minum. Ketika airnya sudah habis yohan menjauhkan botol itu dari wanita didepannya.


"Baiklah, karena aku sudah mengobatimu maka kau memiliki hutang budi padaku!?" ujar Yohan secara tiba tiba.


"Apa? kapan aku hutang budi padamu?" tanya wanita itu keheranan. Dia tak merasa ada hutan budi pada Yohan.


"Yang kau minum itu adalah obat untuk penyembuhan luka luar. Jadi bisa dibilang aku sudah menyembuhkanmu!?" ujar Yohan dengan bangga.


Namun wanita itu merasa aneh. Jika Yohan sudah mengobatinya seharusnya sekarang lukanya sudah sembuh atau membaik. Tapi dia tidak merasakan efek dari obat yang Yohan berikan. "Tapi kenapa aku tidak merasakan apapun?" tanya wanita itu bingung.


"Apa? bukannya seharusnya sudah mulai bekerja, ya? coba kulihat." Yohan melihat botol yang masih dia pegang. Hal yang tak terduga terjadi, ternyata obat yang dia minumkan pada wanita itu adalah pemakaian luar dan bukan pemakaian dalam. Segera dia sembunyikan botol itu dari wanita cantik yang kini menatapnya curiga. Obat pemakaian luar dan dalam itu sangat berbeda. Jika obat pemakaian luar diminum sebagai obat pemkaian dalam maka,…


"Apa yang kau sembunyikan? Apa yang tertulis disa__" tiba tiba saja perut wanita itu terasa sakit dan melilit. "Kenapa perutku tiba tiba melilit begini? apa yang kau lakukan?" tanya wanita itu kesal. Namun Yohan hanya diam menyembunyikan faktanya.


BRUUUUT


Tiba tiba bunyi yang tidak enak didengar muncul bersamaan dengan bau orang yang sedang…


Diare


Benar, jika obat pemakaian luar diminum sebagai obat pemakaian dalam maka orang itu akan diare. "Te ternyata wanita cantik juga bisa kentut, ya?" ujar Yohan mengalihkan pembicaraan.


Saat ini wanita itu sudah sngat sangat kesal dengan pria brengsek didepannya. "Da… sar… ba… jing… an!?" ujar wanita itu yang kini sudah memerah karena malu.


...~~...


1343 Kata


...SEMOGA SUKA!?...