Return To Being The Mad Antagonist

Return To Being The Mad Antagonist
105.Cerita yang buruk



Yohan tinggal bersama gadis kecil yang bernama xi mei.Meskipun xi mei masih kecil dia,tapi dia sangat bisa diandalkan.Melihat tubuh xi mei yang kurus kering dengan baju yang kumuh.Uohan ingin sekali membelikan dia makanan yang banyak dan baju yang layak pakai.Tapi apa daya,semua uangnya berada didalam cincin penyimpanan.Dan cincin penyimpanan itu sudah diambil oleh mereka.


Yang tersisa hanyalah beberapa koin perak saja.Yah,setidaknya itu cukup untuk membeli makanan di kedai makan.Tapi hal yang pertama harus dilakukan adalah mengobati lukanya terlebih dahulu.


Yohan membalut lukanya dengan kain seadanya.Untungnya saja dia menyimpan obat dibalik bajunya.Dibalutnya luka yang cukup parah,tentunya dia melepas bajunya.


Xi mei sesekali melirik yohan yang melepas bajunya,wajahnya juga semerah tomat ketika melihat yohan yang masih santai memperlihatkan roti sobeknya didepan xi mei.Dia malu untuk melihat,tapi mau untuk melihat.


'Apa sih?kenapa bocah itu seperti itu?' pikir yohan tidak mengerti.Tapi tiba tiba suara yang tak asing muncul dipikirannya.


"Mungkin dia malu!?"Ujar kegelapan yang sudah lama tidak yohan dengar.


"Kau?"ujar yohan sedikit emosi.


Xi mei tersentak dengan suara yohan yang tiba tiba emosi.Dia melihat yohan,berpikir kalau yohan tengah mengajaknya bicara.Dia pikir yohan marah karena dia selalu curi pandang melihat yohan.


"Gara gara kau aku jadi begini!?lain kali aku tidak akan mengikuti apa yang kau ucapkan lagi."ujar yohan kesal.Bagaimana tidak?dia hampir saja mati karena mengikuti omongan kegelapan.


"Yang aku katakan itu memang benar.Mereka saja yang terlalu bodoh!?Dengan bodohnya mereka percaya pada ekting tidak berguna perempuan jalang itu!?"jelas kegelapan.


Yohan tahu jika fen hanya berekting.Lagipun mana mungkin serangan dengan tingkat rendah seperti itu bisa membahayakan seorang dengan tingkat tinggi seperti fen.Itu sama sekali tidak masuk akal.Tapi yang membuat yohan kesal adalah kesetiaan kegelapan padanya terlalu berlebihan sampai membuat dirinya hampir mati meledak."Aku tahu.Kau pikir aku bodoh?Tapi kau hampir membuatku mati.Jika aku mati siapa yang akan menjadi penjahatnya?"ujar yohan kesal.


"Semua orang ingin menjadi baik,kenapa kau malah ingin menjadi penjahat?"tanya kegelapan heran.


"Orang baik?sekarang ini aku sedang jadi orang baik!?Tapi terkadang kita harus menjadi jahat untuk melawan orang jahat."ujar yohan percaya diri.


Yohan terus bicara pada kegelapan sampai terlihat seperti orang gila.Kenyataannya memang gila sih.Dihadapan orang lain dia terlihat bicara sendiri tanpa ada lawan bicara.Xi mei heran mengapa yohan bicara sendiri.Awalnya xi mei mengira kalau yohan sedang mengajaknya bicara,tapi melihat tingkah yohan yang seperti itu dia jadi tahu kebenarannya.


"K kakak,a apa kau gi gila?"tanya xi mei.


Yohan berhenti sejenak mendengar kata 'gila' diucapkan.Lalu melihat xi mei dengan kesal.Sejujurnya dia bosan mendengar orang orang selalu memangginya dengan 'orang gila' padahal dia merasa kalau dirinya masih waras.


"Gila?tidak tidak tidak,…Aku tidak gila!?kenapa setiap orang selalu memanggilku gila?padahal aku masih waras.Apa kau pikir aku orang gila yang mengaku waras?"tanya yohan pada xi mei yang kini mulai ketakutan melihat yohan bicara tidak jelas."Padahal aku selalu bersikap normal setiap hari,tapi tetap saja mereka memanggil ku gila."ujar yohan kesal.


Dalam hari ini yohan tinggal bersama xi mei.Seorang gadis kecil yang miskin.Di sana dia juga memulihkan dirinya sendiri dengan berkultivasi dan menstabilkan kekuatannya agar tidak lepas kendali seperti waktu itu.Saat itu kekuatannya meluap luap sangat pesat hingga dia belum sempat mencerna semuanya dengan benar.


Mendapatkan kekuatannya kembali itu seperti memakan begitu banyak makanan dalam sekali makan dan sama sekali tidak dikunyah.Jadi pantas saja jika yohan kewalahan untuk menstabilkan kekuatannya.Apa lagi saat itu banyak sekali musuh di sekitar.


Malam hari


Xi mei tersentak mendengar pertanyaan yohan tiba tiba.Dia malu untuk mengatan alasan yang sebenarnya."Se sebenarnya setiap hari ibu selalu menceritakan aku sebuah cerita.Tapi beberapa hari ini ibu tidak lagi mencaritakan aku lagi.Ja jadi apakah kau…mau…menceritakan…sebuah…kisah…padaku?"ujar xi mei dengan semakin pelan diakhir kalimatnya.


Yohan tidak tahu harus bercerita tentang apa pada seorang gadis kecil berumur tujuh tahun.Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.Dia saja tidak pernah mendengarkan cerita.Tidak lama terpikirkan sebuah kisah novel yang pernah dia baca."Baiklah,aku akan menceritakan sebuah kisah padamu!?"ujar yohan senang.


"Banarkah?"tanya,i mei lebih senang.


"Ya,kemarilah dan tidur!?aku akan segera menceritakannya padamu!?"ujar yohan dengan senyum liciknya.


Xi mei segera tidur di samping yohan dengan senyum bahagia.Dia tidak sabar mendengar cerita yang akan diceritakan yohan padanya.


"Dengarkan baik baik,nama cerita yang akan aku ceritakan adalah 'Penjahat yang gila' !?"ujar yohan.


Xi mei bingung kenapa judulnya adalah penjahat yang gila.Memangnya tidak ada judul lain selain itu?Lagian,memangnya akan ada yang membacanya?Palingan juga itu cuma novel yang tidak populer,"Judulnya jelek!?"protes xi mei.


"Tsssstt!?diam!?"yohan menempelkan jari telunjuk ke bibirnya agar xi mei tidak protes."Pada suatu hari ada seorang pria yang sangaaaaat tampan!?Namanya adalah yohan!?he he he he he he ha ha ha ha ha."yohan tertawa saat mengganti nama tokoh utama menjadi namanya.


"Dia adalah orang yang sangat baik sebelum berubah menjadi jahat.Ada banyak kesulitan yang menghadang.Lalu…lalu…lalu…"Yohan berhenti tiba tiba saat bercerita.'Lalu apa,ya?ck,singkat saja!?' pikir yohan dalam hatinya."Lalu dia jadi gila!?"ujar yohan pada akhirnya.


"Eh?masa tiba tiba gila?dia benar benar tokoh utama?"Tanya xi mei bingung.


"Diam!?aku yang bercerita jadi dengarkan saja!?"ujar yohan kesal,"Setelah beberapa bulan kemudian dia berhasil mengalahkan musuh musuhnya dan hidup bahagia selamanya~tamat."lanjut yohan.


"…………"Xi mei hanya diam seribu bahasa mendengar cerita yohan yang tidak jelas.Dia cuma bisa melihat yohan dengan pandangan yang sulit dimengerti.Xi mei benar benar tidak tahu harus mengatakan apa mendengar cerita yang begitu buruk.


"Kenapa kau tidak mengatakan apapun?itu cerita yang bagus."ujar yohan begitu membela cerita novel yang disukainya.


"Cerita itu jelek!?Tidak ada enak enaknya sama sekali!?Tidak ada pangeran,tidak ada putri,bahkan tokoh utamanya gila,lebih baik aku tidur saja!?"ujar xi mei ketus yang begitu menusuk.


Mendengar novel kesukaannya diejek seperti itu yohan hanya bisa sabar.Tapi kemudian dia tersenyum,"Kau benar,cerita ini memang buruk.Tapi meskipun begitu tokoh utama tetap melawan dunia meskipun dunia berusaha menghancurkannya!?" ujar yohan kali ini sambil tersenyum manis didepan xi mei yang saat ini sedang tersipu malu dibuatnya.


...~~...


1099 kata


...SEMOGA SUKA!?...