
Di dalam hutan disebuah pohon besar duduk seorang pria disebuah batang pohon besar.Pria itu berjubah hitam lengkap dengan tudung kepalanya.Dia tampak sedang membaca sebuah buku yang bertulis 'Return to being the mad antagonist' itu sebuah novel yang ia beli disebuah toko kecil.
Tak lama kemudian ada dua orang yang datang dengan terbang berpakaian jubah hitam yang lengkap dengan tudung kepala.Kedua orang itu mendarat dihadapan orang yang sedang membaca buku dan berlutut satu kaki didepannya.Mereka berdua tampak sangat menghormati pria didepan mereka meskipun pria yang tengah membaca buku itu masih membaca dan tidak melirik sama sekali.
"Lapor,yang mulia! kami menemukan bau ye luan di lembah monster.Tapi kami masih belum menemukan apapun tentang bayi yang dibawa ye luan!?"lapor salah satu dari mereka.
Pria yang ada di hadapan mereka masih terpaku pada buku dan belum melihat mereka berdua sama sekali.Karena belum mendapatkan jawaban kedua orang tersebut masih tetap pada posisi mereka. Tampaknya mereka masih menunggu jawaban dari orang yang ada di hadapan mereka.
Setelah beberapa menit akhirnya orang yang dihadapan mereka menurunkan buku yang dia baca dan melihat kedua orang didepannya dengan tajam.Terlihat sepasang mata merah menyala dari kegelapan yang tertutup tudung."Hentikan pencarian ye luan,dia sudah mati!?"ujar pria itu dengan dingin.
Kedua orang itu tampak kaget dengan apa yang dikatakan orang didepan mereka.Mereka masih tidak percaya kalau orang yang mereka cari sudah mati.Tapi karena yang mengatakan itu adalah seseorang yang mereka hormati,jadi percaya tidak percaya mereka harus mempercayainya.
"Fokuskan mencari bayi yang dibawanya saja.Sekarang mungkin bayi itu sudah tumbuh besar dan menjadi gadis yang cantik.Dan jangan sampai salah mengira!? sekarang pergilah!"
"Baik,yang mulia!?"Mereka berdua pergi dalam sekejap mata.
Orang yang mereka panggil yang mulia tampak sedang memikirkan sesuatu.'Kenapa samar samar aku mencium bau darinya kemarin?apa itu hanya perasaan ku saja?' pikirnya.Pria itu tersenyum kecil,"Itu tidak mungkin.Dia sudah mati,dan orang yang sudah mati tidak akan hidup lagi."Pria itu kembali melanjutkan membaca buku dan memilih melupakan apa yang baru saja ia pikirkan.
***
"AAAHHh……"teriak jingmi kesakitan setelah ditusuk perutnya dengan pedang es oleh shin.
"Ha ha ha ha ha teriaklah lebih keras lagi!?ha ha ha ha …"Shin terlihat sangat senang melihat jingmi kesakitan.Baginya jingmi adalah harta karun yang tidak pernah habis.
Tanpa ampun shin menendang jingmi tepat diluka yang dia buat.Shin menendang,memukul,dan tanpa hati menyerang jingmi dengan elemen esnya.Tapi perlahan luka yang diterima jingmi sembuh dengan sendirinya tanpa bekas.Dan setelah itu dibuat terluka lagi.
"ukgh…akch … be berhenti sebentar?! kumohon!"ujar jingmi dengan susah payah.
"Kenapa berhenti? kau bukanlah orang lemah,jadi jangan mengatakan kata 'berhenti' didepanku! bangun lawan aku dan gunakan otak mu! jika kau tidak menggunakannya maka aku akan membelah kepalamu dan mengambil otakmu sebagai pajangan baruku.Ngomong ngomong masih ada tempat untuk otak anak kecil?!"ujar shin sembari tersenyum seram.
Mereka kembali berlatih latihan neraka yang membuat teriakan ngeri.Teriakan yang membuat siapapun takut mendengarnya.
Disebelah latihan shin dan jingmi adalah latihan zhu'er dan lingmei.Mendengar jingmi yang selalu teriak sampai suaranya serak membuat lingmei merinding.Awalnya lingmei mengira kalau shin adalah satu satunya orang diantara mereka berempat yang paling waras.Tapi nyatanya dia adalah orang yang paling gila diantara semuanya.
Glek
Lingmei menelan ludah melihat jingmi kesakitan.Latihan mereka benar benar seperti neraka,tidak ada satupun orang waras yang melakukan latihan seperti itu! Rasanya lingmei ingin sekali menyelamatkan jingmi dari penderitaan.Tapi dia sendiri sibuk dengan zhu'er yang kini menatapnya datar.
Lingmei kembali menyerang zhu'er dari berbagai sisi dengan kristal birunya.Tapi dengan sangat mudah zhu'er menepis itu semua dengan cakarnya."Apa hanya itu kemampuanmu? haah,membosankan!"ujar zhu'er malas.
Lingmei tahu kalau zhu'er ingin mengikuti yohan.Tapi dengan tegas yohan menyuruh zhu'er untuk terus melatih lingmei.Sampai lingmei mencapai ranah inti emas tahap dua tingkat 5 dia tidak boleh megikuti yohan.Tapi rasanya itu mustahil untuk dicapai,tidak mungkin hanya dalam waktu tiga bulan ia bisa naik tingkat secepat itu.Untuk bisa naik ranah dengan cepat hanya bisa mengandalkan tiga cara.
Pertama, kerja keras
Kedua, bakat
Ketiga, harta untuk membantu berkultivasi
"Buat aku tidak bosan! jika kau masih belum bisa membuatku tertarik,jangan harap ada istirahat!?"ujar zhu'er yang mendapat pelototan dari lingmei.
Lingmei tahu kalau zhu'er itu gila,tapi dia tidak menyangka kalau zhu'er segila ini.Membuat zhu'er tidak bosan?Kapan itu akan terjadi?Besok?lusa?nanti?minggu depan?bulan depan?atau tahun depan?bahkan mungkin beberapa dekade kedepan?Itu mungkin akan terjadi seratus tahun kemudian saat dirinya sudah jadi nenek.
Lingmei hanyalah seorang ranah dewa 2 yang bertarung melawan lawan yang sudah setara dengan kekuatan patriak perguruannya dulu.Ini benar benar membuatnya stres.Lama lama mungkin dia bisa gila bersama dengan para orang gila ini.
Tidak lama ada orang yang memasuki gerbang,orang itu tak lain adalah yohan.Melihat yohan yang datang,zhu'er ingin sekali menghampirinya. Tapi apadaya,dia harus melatih lingmei menjadi kuat.
Yohan masuk kedalam rumah dengan membawa seseorang yang penuh darah.Orang tersebut diseret oleh yohan dan dilemparnya ditengah tengah latihan.
BRUK
Orang itu tampak masih hidup dengan luka dimana mana.Karena adanya orang ditengah tengah latihan mereka langsung menghampiri orang tersebut.Membuat orang itu makin ketakutan.Mereka berlima mengelilingi orang tersebut seperti burung gagak yang mengelilingi bangkai.
"Siapa dia?"tanya shin tampak merona melihat darah yang terus mengucur dari luka orang tersebut.
"Dia kelihatan seperti penjahat!"ujar lingmei.
"Aku melihatnya sedang memperhatikan kalian berlatih.Karena curiga aku menangkapnya dan membawanya kesini!?"jelas yohan.
"Mungkin dia mata mata yang dikirim seseorang!"ujar jingmi yang langsung menyimpulkan.
"Mungkin saja!"shin tampak senang,"Kurasa aku tahu siapa orang yang mengirimnya?!"Kemudian dia menyeret orang itu menuju 'tempat'nya melakukan 'sesuatu'.
Lingmei heran kenapa shin membawa orang itu,"Mau dibawa kemana orang itu?"tanya lingmei penasaran.
"Bersenang senang!?"ujar zhu'er singkat.
Lingmei kelihatan bingung dengan yang dimaksud zhu'er.Tapi setelahnya dia langsung paham apa itu.Berbeda dengan jingmi yang tampak lega melihat shin pergi untuk melakukan 'hobi'nya.
"Aku selamat…"ujar jingmi lega.
1097 kata
TOLONG KOMEN,LIKE DAN KRITIK BILA ADA KESALAHAN.MOHON SARAN JUGA!?
TERIMA KASIH,SEMOGA SUKA!?