
Di dalam kabut semua orang mulai bingung dengan kabut yang lain. Mereka tidak tahu mengapa ada kabut di Ganzao diqu. Tapi munculnya kabut lain betwarna ungu di sekitar mereka ini pasti disebabkan oleh seseorang yang sangat ahli dalam hal racun. Dalam sepersekian detik, beberapa prajurit barisan depan mulai mengalami sakit pada bagian perut. Mereka satu per satu ambruk dan jatuh kesakitan.
"Agh, ada apa ini? kenapa tiba yiba sakit perut?" tanya seirang prajurit pada dirinya sendiri. Dia memegangi perutnya yang sakit sambil berlutut menahannya.
"Aku rasa kau terlalu banyak makan tadi." ujar yang lain. Sepertinya orang itu belum mengalaminya.
"Bagaimana ini?" tanya orang itu sembari mendongakkan kepalanya pada pria yang ada disampingnya. Tapi, teman yang ada disampingnya melihat dirinya sambil gemetar ketakutan. Terlihat jelas kalau saat ini dia sedang ketakutan melihat temannya.
Pria itu terduduk ketakutan dengan wajah pucat pasi. Mulutnya menganga lebar seakan melihat hantu. "K ka kau, se semua wajahmu mengeluarkan darah!?" ujarnya ketakutan.
Tes
Seketika gerakan pria itu kaku saat cairan berwarna merah menetes di tangannya. Dia meraih wajahnya dan… ada darah disana. Rasa sakit mulai muncul di perutnya. Usus besarnya terasa meleleh seperti di siram air timah.
Ini adalah racun peleleh jiwa.
Siapapun yang terkena racun ini maka organ pencernaannya akan meleleh dan pecah serta mengalami pendarahan internal. Pendarahan akan keluar melalui setiap lubang yang ada di tubuh manusia. Dalam sekejap barisan depan dipenuhi dengan jeritan jeritan kesakitan.
AAAGGGHHHH…… AAAGGGHHHH…… AAAGGGGHHH…… AAAGGGHHHH…… AAAGGGHHHH…… AAAGGGGHHH…… AAaaggghhh…
Mereka berteriak kesakitan menahan irgan dalam kereka yang meleleh disertai dengan darah yang keluar dari lubang lubang tubuh mereka. Racun ini sangat mematikan bahkan untuk kultivator kelas atas. Kaisar Qi dan jendral Qiu sudah menutup mulut dan hidung mereka agar tidak menghirup racun. Sisa racun yang terhisap masuk ditahan dengan Qi mereka. "MUNDUR!? SEMUANYA MUNDUR!? INI RACUN!?" teriak kaisar Qi. Saat dia berbalik, seluruh pasukan barisan depan mati tergeletak dengan darah yang keluar dari setiap lubang.
Kaisar Qi menggertakkan giginya marah. Tanpa pikir panjang dia menarik kudanya dan menuju ke belakang disertai dengan jendral Qiu. Dia tidak ingin mengalami kekalahan yang memalukan di medan perang. "MUNDUR!? SEMUANYA MUNDUR!?" perintah kaisar Qi pada pasukan di garis tengah dan belakang di bantu dengan jendral Qiu.
Barisan tengah dan barisan belakang dengan cepat menuruti perintah kaisar Qi dan jendral Qiu. Suara lari kuda berdentum dengan sangat berisik mengguncang tanah tanah disekitarnya. Ratusan pasukan berkuda mundur menuruti perintah atasan mereka. Tapi naasnya……
AAAGGGHHH…… AAAGGGHHH…… AAAAGGHHHH………
"MUNDUR!? DISINI ADA LUBANG BESAR!? MUNDUR!?" Mereka berseru memperingati yang lain kalau di belakang ada sebuah lubang yang cukup besar untuk mengubur sepuluh ribu prajurit. Dari pada lubang itu lebih cocok untuk disebut, Kuburan.
Beberapa ratus prajurit berkuda jatuh kedalam kuburan tersebut. Mereka berteriak teriak meminta tolong untuk diselamatkan. Tapi tiba tiba saja turun hujan deras di tempat yang lebih rendah. Mereka semua bingung, mengapa tepat setelah mereka jatuh ke bawah hujan turun? Apa mungkin keberuntungan mereka begitu besar hingga dewa tidak tega untuk menolong mereka? Tapi……
Apa benar itu hujan?
Para prajurit berkuda seperti mencium sesuatu yang tak asing, "Ini, ini minyak?" ujar salah seorang prajurit yang sudah basah kuyup karena hujan. Mereka semua sudah panik mengetahui bahwa air yang mengguyur mereka adalah minyak.
"Tolong!? tolong kami, angkat kami ke atas!?"
"Tidak!? aku tidak ingin mati!? tolong angkat aku ke atas!?"
"Aku tidak ingin mati!?"
Teriakan mereka terdengar jelas olehorang yang mereka anggap raja. Sungguh mereka berharap bila raja mereka akan menolong mereka yang akan mati dibakar hidup hidup. Mereka mulai mendaki tanah yang curam demi keinginan untuk hidup. Karena mereka juga memiliki keluarga.
Di belakang Ling mei para prajurit melihat Ling mei begitu aneh. Mereka saling pandang, ketika ada seorang prajurit yang bertanya pada prajurit lain. Yang didapat hanya isyarat tangan yang menempelkan jari telunjuk ke dahi dan memiringkannya. Dan mereka hanya ber 'oh' saja. Karena jika mereka ketahuan, maka kedepannya jangan berharap untuk menghirup udara.
Panah panah api tidak berhenti berdatangan bagaikan hujan. Karena api yang terus berdatangan disertai dengan minyak yang ada di seluruh tubuh mereka, terbakarlah mereka hidup hidup. Terdengar suara teriakan teriakan terbakar dari dasar jebakan yang mereka buat dengan susah payah.
Kaisar Qi menatap pasukannya sendiri yang ada dibawah dengan jijik. Dia tak ada keinginan sama sekali untuk menolong bawahannya yang hanya merepotkannya nanti. "Tinggalkan mereka!? dan kumpulkan semua prajurit!?" ujar kaisar Qi pada jendral Qiu uang ada disebelahnya.
"Y yang mulia, bagaimana dengan mereka?" tanya jendral Qiu ragu ragu.
"Jangan urusi para sampah itu!? toh mereka sudah tidak berguna. Cepat pergi!?" ujar kaisar Qi yang saat ini sedang menahan amarahnya.
Ling mei tersenyum miring melihat sikap acuh tak acuh orang yang dulu ia anggap raja. Dia tak berniat untuk melawan kaisar Qi, karena bagian tugasnya hanya ada dua, pertama membuat jebakan dan kedua melawan salah satu kepala keluarga.
Pasukan kaisar Qi berkumpul dan berbaris seperti yang diperintahkan. Respon mereka semuanya sama. Takut. Mereka takut akan kematian yang akan datang. Sekarang yang tersisa dari mereka hanya berkisar Dua puluh ribu.
"Semuanya, dengarkan aku!? Musuh sepertinya telah memperdaya kita dengan cara yang licik. Karena itu kalian jangan takut dan ikuti perintahku!? Kalian harus tetap bersatu meskipun musuh sudah mengepung kita. Bagi kalian pengguna elemen air, gunakan kekuatan kalian untuk menghilangkan kabut. Pengguna elemen angin, bantu pengguna elemen air untuk menyebarkan air ke seluruh tempat.…
…… Setelah kabut menghilang buat formasi pertahanan yang sudah direncanakan. Sedangkan untuk para jendral pasukan, persiapkam diri kalian!? Karena kalian akan bertarung habis habisan nanti." jelas kaisar Qi. Setelah apa yang diperintahkan kaisar Qi, mereka langsung mengikuti perintahnya.
Di sisi lain……
Yohan sedang mengawasi pergerakan kaisar Qi yang sangat mudah untuk di baca. Dia sesekali tertawa sendiri melihat kebodohan kaisar Qi. Entah karena dulu dia bodoh merasa kaisar Qi itu paling bijak, atau memang dirinya telah dibutakan. Namun, semuanya sudah direncanakan matang matang. "Dia benar benar mudah ditebak!?" ujar Yohan pada dirinya sendiri.
"Apa semuanya sesuai rencana?" tanya kaisar Yan yang ada dibelakang Yohan. Ya, saat ini Yohan tengah bersama dengan kaisar Yan. Dia selalu bersama Yohan dan belum berpisah sedikitpun. Dan yang lebih menakjubkannya lagi, saat ini dia sedang bermain igo dengan Yohan. Tentu saja disana ada meja dan kursi yang disediakan. Yohan memainkan yang hitam sedangkan kaisar Yan memainkan yang putih.
Saat ini, posisi kausar Yan sama dengan posisi kaisar Qi. Disudutkan menjadi sudut yang terkecil. 'Sial!? bagaimana bisa aku tersudutkan dari orang gila?!' pikir kaisar Yan. 'Tapi, siasat yang dia jalankan untuk mengalahkan kekaisaran Qi benar benar luar biasa. Bahkan jumlah korban nya sangat sedikit. Sejujurnya ini diluar ekspektasiku!? kalau sudah begini…' Kaisar Yan tersenyum licik. Karena kemenangan yang sudah ada didepan mata, dia jadi berpekir untuk mendapatkan kemenangan.
Baginya kemenangan adalah suatu hidangan ternikmat didunia. Dia sudah mulai pikiran. Yaitu, 'Menguasai dunia dengan memanfaatkan Yohan sebagai bidak yang sempurna.' dikarenakan ini adalah merupakan kemenangan untuknya. "Apa tindakanmu selanjutnya?" tanya kaisar Yan.
"Mudah saja. Setelah kau mengumpulkan semua bidak putihmu di tengah dan membersihkan sampah. Maka hanya perlu, ledakan untuk memisarkannya menjadi beberapa keping!?" ujar Yohan sembari meletakkan bidak hitam ditengah tengah kumpulan bidak putih dengan cukup keras. Dan kumpulan bidak putih tersebut bergeser cukup jauh lalu kemudian berpisar pisah.
DUAAARRRRRR
Sesuai dengan apa yang dukatakan Yohan, pasukan kaisar Qi mengalami perpecahan menjadi dua. Itu karena di tengah tengah mereka berdiri adalah tempat dimana Yohan meletakkan jurusnya yang bisa meledak kapanpun dia inginkan. Nama jurus itu adalah……
Seni kedua naga api, Bom waktu.
...~~...
1332 Kata
...SEMOGA SUKA!?...