
Zhu'er sampai disebuah desa dekat hutan hitam.Dia berjalan dari rumah ke rumah untuk mencari yohan.Instingnya mengatakan jika yohan ada didesa ini.Jika urusan mencari orang,dia adalah ahlinya.Meskipun belum pasti kalau yohan ada disini tapi dia sangat yakin dengan instingnya.
Karena dari kemarin zhu'er terus berjalan dan belum makan sama sekali,dia sangat lapar.Kebetulan sekali.didepannya ada seorang b*b* gendut yang menggodanya terus.Sepertinya pria yang menggodanya ini adalah orang kaya.Pria itu gendut,berpakaian bagus berkilau disertai dengan perhiasan persis seperti b*b* persembahan,matanya sipit karena lemak dipipi dan lehernya sembari memegang ayam goreng ditangannya.Pria gendut itu juga dikawal dua orang pengawal dibelakangnya.
"Hei,wanita cantik!?Siapa namamu?"tanya pria gendut itu.
"……"seperti biasa zhu?er hanya diam tidak bicara tanpa ekspresi apapun.
"Apa kau bisu?jika aku bertanya jawab perempuan jalang!?"ujar pria gendut itu sembari ingin menjambak rambut putih zhu'er.
Namun zhu'er menghindar dengan cepat dan malah menjambak rambut pria gendut itu.
"Agh agh agh!?Apa yang kau lakukan wanita gila?!apa kau tahu siapa aku?aku adalah__ agh aaagghh!?"ujar pria gendut itu makin berteriak ketika zhu'er makin menarik rambutnya ke belakang.
Seketika mendengar teriakan dari pria gendut itu semua orang mengelilingi mereka sebagai objek pertunjukan.Mereka yang hanya melihat membicarakan hal yang mereka tidak ketahui seenak mereka.
"Eh?ada apa itu?"ujar seorang warga.
"Entahkah,ada seorang gadis cantik yang berani menjambak anak juragan Li."ujar yang lain.
"Apa gadis itu gila?"
"Mungkin saja dia sudah gila!?"
Kembali ke zhu'er
Dua penjaga yang menjaga pria gendut itu menodongkan senjata mereka pada zhu'er.Mereka meningkatkan kewaspadaan mereka pada gadis gila didepan mereka.
"Lepaskan tuan!?"ujar salah satu penjaga.
"Lepas?"tanya zhu'er.
Kedua penjaga itu saling pandang mendengar zhu'er bertanya seperti itu."I iya,lepaskan dia!?"ujar penjaga yang lain ragu.
"Oh,baiklah!?"ujar zhu'er datar.Mereka senang akhirnya bisa tenang tuan mereka dilepaskan.Dan setelah ini mereka akan memberikan pelajaran pada gadis cantik didepan mereka.Tapi…
SREEET
Zhu'er malah melepas celana besar pria gendut itu.Kemudian dia kembali berdiri setelah melepasnya.Terlihat burung kecil di sana.Seketika mereka semua melotot melihat itu.Bahkan ada yang menjatuhkan makanannya saat melihat kejadian memalukan didepan mereka.
"Aaaaa kalian jangan melihatnya!?" ujar pria besar itu sembari menaikkan kembali celananya.Kedua penjaga itu langsung menutupi hal yang paling memalukan bagi tuannya."Kurang ajar!?beraninya kau melakukan ini padaku wanita gila!?"ujar pria besar itu."Tangkap dia!?"ujar pria gendut itu pada dua penjaganya.
Mereka langsung menyerang zhu'er,tapi hanya dalam sekali serang mereka langsung kalah.
Srak……bruk
Kedua ambruk dalam sekali serang.Melihat kedua pengawalnya kalah dengan mudah pria gendut itu menggigil ketakutan melihat zhu'er menghampirinya.Zbu'er sangat dekat dengan pria gendut itu,"Jika kau ingin selamat,serahkan semua uangmu!?"ujar zhu'er dengan sedikit ancaman.
"Ka ka ka kau merampok di siang bolong begini?A a a apa lagi ditengah kerumunan?"ujar pria gendut itu ketakutan.
"Apa itu masalah?" tanya zhu'er menatap tajam pria gendut.
"Ti ti ti tidak."ujar pria gendut itu sembari melepaskan semua perhiasannya dan memberikan semua uangnya.
Zhu'er mengambil semua itu dengan paksa.Awalnya dia akan pergi setelah mengambil semua uang dan perhiasan pria gendut itu.Tapi dia kembali lagi setelah melangkah beberapa langkah,"Berikan itu!?"ujar zhu'er sembari menunjuk ayam goreng yang dipegang pria gendut.
Pria gendut itu menyerahkan ayam gorengnya ke zhu'er.Setelah mendapatkan makanan zhu'er melanjutkan langkahnya,"Wanita itu bahkan merampok makananku juga!?"ujar pria gendut itu kesal.
Zhu'er berjalan sambil memakan ayam goreng yang didapatnya hasil merampok dari orang kaya.Selesai makan dia melihat ada kedai makan yang didamba dambakannya.Dia segera menuju ke kedai makan tersebut.
Didalamnya dia bertemu dengan yohan yang selama ini dicarinya.Dia segera berlari menghampiri yohan yang sedang bicara dengan seseorang.
"Seperti itu…lah!?"Yohan berhenyi bicara ketika melihat zhu'er sudah ada disebelahnya dan sedang menatapnya tajam.Dia tidak menyangka kalau zhu'er akan menemukannya secepat ini.
"Bagaimana kau bisa menemukanku?"tanya yohan penasaran.
"Aku mengikuti instingku!?"jawab zhu'er datar.
"Benarkah?aku juga mengikuti instingku.Tapi kenapa aku malah tersesat?"ujar yohan tidak terima.
"………"zhu'er hanya diam.'Itu karena kau buta arah!?' pikir zhu'er dalam hatinya.
Mereka akhirnya berkumpul bersama.Setelah selesai makan,mereka pergi dari kedai setelah membayar makanan mereka.Mereka memutuskan akan tinggal di rumah xi mei.Tentunya sekalian untuk memperbaiki rumahnya yang sebentar lagi ambruk.
Dalam perjalanan zhu'er tampak ingin mengatakan sesuatu yang sulit dikatan.Dia tidak terbiasa menanyakan hal hal yang tidak biasa ditanyakan.Tapi akhirnya zhu'er akan mengatakannya nanti saat mereka selesai membeli senjata.
Selesai membeli senjata…
Zhu'er masih belum mengatakan apa yang ingin dia katakan.Yohan nuga telah selesai membeli pedang baru.Tentunya uang itu dari hao.Mungkin setelah melihat lihat pasar.
Setelah melihat lihat pasar…
Tampaknya zhu'er masih belum mengatakan apapun.Dia hanya diam sepenjang perjalanan melihat pasar.Yah,mungkin saja nanti.
Setelah nanti…
Tidak satupun kata yang keluar.Akhir sampai ditempat tujuan,tapi zhu'er sama sekali belum mengeluarkan suaranya.Dia tidak tahu harus memulai dari mana.Yohan tampak sedang membicarakan hal yang serius dengan hao.Zhu'er tidak mau mengganggu yohan yang sedang sibuk.
Setiap hari zhu'er ingin sekali menanyakan pertanyaan dengan santai setiap hari seperti yang lainnya.Tapi dia tertalu malu untuk bertanya.Tapi ketika yohan mengajaknya bicara rasanya senang sekali.Namun ketika orang lain yang mengajaknya bicara rasanya menyebalkan.Makanya zhu'er hanya diam ketika orang lain mengajaknya bicara.
"Apa kau yakin menyetujui apa yang aku katakan?"tanya yohan pada hao.
"Ya,aku menyetujuinya."
"Baiklah,tapi kau tidak boleh melanggar janjimu!?"ujar yohan.Kemudia dia melihat ke zhu'er yang dari tadi diam tapi seperti ingin mengatakan sesuatu."Apa kau ingin mengatakan sesuatu?"tanya yohan.
Zhu'er melihat yohan datar.Walaupun dia memperlihatkan ekspresi datar tapi sebenarnya dia sangat senang,"A__"
"Kakak!?apa kau akan pergi?"tanya xi mei tiba tiba.Dari tadi dia mendengar pembicaraan yohan da hao.Meskipun dia tidak mengerti apa yang mereka bicarakan,tapi dia mengerti sayu hal.Yohan akan pergi bersama orang orang ini.
"Kata siapa aku akan pergi?"tanya yohan.
"Aku mendengar pembicaraan kalian!?"jawab xi mei.
"Kalaupun aku ingin pergi,aku akan menunggu hingga luka luka ku sembuh." ujar yohan.Mereka bertiga berjalan didepan dengan zhu'er yang berada dibelakang.
Zhu'er menatap yohan datar,'Apa kau baik baik saja?' hanya itu yang ingin zhu'er tanyakan.Tapi rasanya sangat berat.Akhirnya dia hanya diam berdiri melihat mereka bertiga berjalan menjauh.
"Kenapa kau diam?ayo!?" Yohan mengulurkan tangannya pada zhu'er yang hanya melihat tangannya.Dia menyuruh hao dan xi mei untuk berjalan lebih dulu,"Apa kau hanya akan melihat tanganku seperti itu?"tanya yohan.
GREP
Mendengar itu zhu'er langsung menangkap tangan yohan.Dan tersenyum samar ketika tangannya dan tangan yohan berpegangan.Akhirnya mereka hanya berpegangan tangan tanpa zhu'er mengatakan apapun.
"Aku baik baik saja.Itu kan yang ingin kau tanyakan?"ujar yohan tanpa melihat ke zhu'er dan hanya melihat ke depan.
Mendengar itu zhu'er menatap yohan hangat dan tersenyum lembut,"Syukurlah."
...~~~...
1203 kata
...SEMOGA SUKA!?...