Return To Being The Mad Antagonist

Return To Being The Mad Antagonist
133. Latihan



Sejak hari itu Raja naga meng sesekali mengajarkan mereka jurus 'lima naga langit' pada mereka berlima. Sesuai judulnya, kitab jurus 'lima naga langit' ada lima bagian jurus untuk dipelajari lima orang. Jurus ini termasuk kitab jurus kuno milik Raja naga. Dia memberikan jurus ini pada mereka sebagai hadiah karena Yohan menerima Wen hou sebagai muridnya.


Masing masing dari mereka berlima memiliki bagian yang sesuai untuk dipelajari. Karena itulah kitab ini seperti berjodoh dengan mereka. Sati kitab sama dengan lima kitab sekaligus yang menjadi satu. Jadi, jika salah satu dari mereka yang mempelajari satu bagian maka sama dengan mempelajari beberapa jurus naga. Dan yang lebih hebatnya lagi jurus ini dapat menyatukan lima bagian menjadi satu kemudian menjadi kekuatan yang hebat.


Yohan mempelajari bagian, naga api…


Shin mempelajari bagian, naga air…


Jingmi mempelajari bagian, naga angin…


Ling mei mempelajari bagian, naga tanah…


Sedangkan Zhu'er sebagai fondasi mempelajari bagian, tubuh naga.


Mereka semua mendapat bagian masing masing. Satu bagian berisi lima jurus yang sesuai dengan bagian mereka masing masing. Untuk mempelajari bagian mereka masing masing, mereka harus memahami sifat elemen mereka sendiri. Misalkan elemen api, Yohan harus memahami apa sifat dari api. Karena api itu bersifat membakar dan ganas, mungkin itu bisa diibaratkan sebagai manusia yang sifatnya bersemangat. Menurutnya ini sama sekali tidak cocok dengan sisinya yang dingin. Namun berbeda dengan sisinya yang lain. Gila…… "Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha……" diantara yang lain, Yohan-lah yang paling berisik untuk berlatih.


"Huuuh…" Shin berusaha menjaga ketenangannya meskipun tetangga sebelah sibuk tertawa. Untuk memahami apa sifat dari air, Shin perlu menjaga ketenangan dan berubah ubah. Seperti halnya air yang tidak memiliki bentuk dan mengikuti arus. Tenang dan menyejukkan, namun bisa juga mematikan.


Sedangkan Ling mei saat ini sedang fokus dan masih mencari tahu apa sifat dari tanah. "Hmm, tanah itu kokoh, stabil dan… apa lagi, ya?" baginya mencari sifat tanah itu cukup sulit. Tapi bukan berarti itu mustahil. Yang Ling mei harus lakukan hanyalah terus mencari tahu sampai dapat. Walaupun bayangan tanah saja tidak ada.


"Bebas!?" ujar Jingmi yang baru menyadari apa sifat dari angin. Menurutnya, angin itu bebas dan tidak terikat oleh apapun. Menyejukkan siapapun yang terkena hembusan angin.


Dan yang paling santai diantara mereka adalah, Zhu'er. Yang dia lakukan hanya duduk diam memperhatikan semua orang yang sibuk dengan urusannya masing masing. Dia sendiri sudah tahu apa itu tubuh naga. Bisa dibilang tubuh naga adalah gabungan dari keempat elemen tersebut menjadi satu dan membentuk tubuh naga. Setelah itu selesai.


Terlihat dari kejauhan Raja naga meng menghampiri Zhu'er. Dia sudah tahu siapa Zhu'er sebenarnya. Baginya yang seorang naga legendaris untuk mengetahui rahasia seseorang itu sangat mudah. Dengan mata naganya doa melihat aura kematian yang selalu mengelilingi Zhu'er. Bagi orang biasa atau memiliki kultivasi yang rendah mungkin terlihat biasa saja. Tapi bagi seseorang yang memiliki kultivasi yang tinggi, monster, naga, atau klan huaiwu, terdapat aura kematian di sekeliling Zhu'er dan ini sangat langka.


"Apa kau tidak berlatih bersama mereka?" tanya Raja naga meng pada Zhu'er. Karena dia melihat hanya Zhu'er yang tidak berlatih sejak tadi.


"………" Zhu'er tidak berniat menjawab pertanyaan Raja naga meng. Dia memang sangat jarang bicara bahkan saat diajak bicara. Zhu'er hanya senang saat bicara dengan Yohan atau saat dia ingin bicara saja.


Melihat Zhu'er yang mengabaikan pertanyaannya, Raja naga meng tidak marah. Dia pikir itu adalah sikap yang wajar bagi sosok yang hidup kembali seperti Zhu'er. Kalau sosok yang menjadi gila seperti Yohan itu barulah yang namanya tidak wajar. "Apa kau sudah menguasai bagian jurusmu?" tanya Raja naga lagi.


Zhu'er hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan Raja naga meng. Dia memang sudah menguasai jurus yang diberikan padanya dalam sekejap. Karena itulah saat ini dia duduk santai melihat mereka berlatih. Meskipun yang dia kuasai hanya seni pertama dari tubuh naga, tapi itu sudah termasuk sudah menguasai tubuh naga seni pertama. Karena Raja naga juga menyuruh mereka hanya menguasai seni pertama dari bagian mereka masing masing.


"Tidak, hanya saja aku punya usul yang cukup bagus." ujar Yohan yang masih tersenyum mencurigakan.


"Apa usulmu?"


"Aku pikir, bagaimana jika kita keluar dan merasakan sendiri seperti apa elemen kita masing masing di luar sana. Bukankah akan bagus jika kita mengetahuinya sendiri secara langsung tanpa harus memikirkan terlalu dalam? Ada pepatah mengatakan, 'Jika kau berpikir terlalu dalam maka kau akan menjadi gila' jadi, ayo kita keluar!?" ajak Yohan masih dengan ekspresi senang.


"Aku tidak pernah dengar ada pepatah seperti itu, dari mana kau dapat?" tanya Raja naga. Dalam hidupnya yang sudah jauh lebih tua dari Yohan tidak pernah mendengar pepatah yang tidak jelas asal usulnya seperti itu.


"Eeh? kau tidak tahu? ini adalah pepatah paling terkenal baru baru ini." ujar Yohan. Sebenarnya dia sendiri yang membuat pepatah gila seperti itu. Dan dia membuatnya secara dadakan.


"Bilang saja kau ingin keluar!?" ujar Raja naga. Dia kembali memikirkan apa yang dikatakan Yohan. Apa yang dikatakan Yohan sepertinya ada benarnya. Jika mereka merasakan sendiri elemen mereka kemungkinan besar mereka akan memahami lebih dalam arti elemen mereka masing masing. "Baiklah, kurasa omongan orang gila sepertimu ada benarnya juga. Kalau begitu aku akan mengatakannya pada mereka!?" ujar Raja naga kemudian pergi menghampiri yang lain.


Tapi setelah Raja naga pergi, Yohan menghampiri Zhu'er. "Apa si tua bangka itu melakukan sesuatu padamu? dia tidak merayumu bukan?" tanya Yohan khawatir. Karena tadi dia melihat Raja naga yang sedang mengajak Zhu'er bicara, dia khawatir jika Raja naga merayu Zhu'er. Jadi dia menghampiri mereka berdua untuk memisahkan keduanya.


Melihat Yohan yang menanyakan itu Zhu'er langsung paham. Dia tersenyum menggoda Yohan, "Apa kau sedang cemburu?" tanya Zhu'er balik sembari mendekatkan wajahnya ke Yohan.


"Apa? cemburu? untuk apa juga aku melakukan hal bodoh seperti itu?" ujarnya lalu pergi dengan 'sesuatu' yang merah. Meskipun ektingnya bagus dan menyembunyikan perasaan yang sebenarnya, tapi 'sesuatu' yang merah itu tidak bisa di sembunyikan. Satu hal yang membuatnya bingung. Dia pernah merasakan jatuh cinta, tapi dia tidak pernah merasakan perasaan seperti ini. Baginya, ini adalah sesuatu yang baru dan juga asing.


Zhu'er hanya diam berdiri melihat Yohan dari berlakang. Dia tersenyum samar melihat tingkah Yohan yang seperti anak kecil. Memikirkan jika Yohan sedang cemburu itu membuatnya senang.


"Apa yang kau lakukan? Ayo, semuanya sudah pergi!?" ujar Yohan sembari mengulurkan tangannya pada Zhu'er.


Seketika Zhu'er ingat jika Yohan mengulurkan tangannya itu berarti dia harus memegang tangan Yohan. Karena itu Zhu'er segera berlari ke arah Yohan dan meraih tangannya erat sembari memberikan senyuman yang mempesona. Detik itu juga wajah Yohan merona dibuatnya dan bengong sebentar.


"E ehem!? ayo!?" ujar Yohan sembari menarik tangan Zhu'er yang dingin.


...~~...


1133 kata


...SEMOGA SUKA!?...