Return To Being The Mad Antagonist

Return To Being The Mad Antagonist
07.Keluarga ? dalam mimpimu



Pagi hari yang cerah dan menyenangkan telah tiba bagi semua orang kecuali,yohan.Pagi pagi buta ia sudah di semprong oleh kakek tua yang sangat cerewet minta ampun.Dia disuruh ini dan itu oleh kakek luan.


Pagi pagi sudah membangun kembali Rumah tua yang sudah ingin roboh.Selesai dengan Rumah beralih ke persediaan makanan yang sudah menipis.Persediaan makanan sudah selesai,yohan memasakkan kakek luan makanan.Setelah itu mencuci pakaian dan lain lain.


Siang hari telah tiba dan yohan sama sekali belum berkultivasi.'Kalau begini terus,kapan aku bisa tambah kuat?' pikir yohan.


"Apa kau ingin berkultivasi?"Tanya kakek luan tiba tiba dari belakang yohan.


Sontak yohan kaget dengan datangnya kakek luan yang tiba tiba.Pasalnya ia tidak merasakan sama sekali kehadirannya."Iya,kakek luan."jawab yohan singkat.Yohan menjawab dengan jujur pada kakek luan.Berbohongpun akan percuma dan sia sia.Kakek luan dapat dengan mudah mengetahui kebohongan yohan.


Kakek luan tersenyum lembut pada yohan."Kalau kau ingin berkultivasi,maka berkultivasilah di bawah air terjun.Di sana kau akan naik tingkat sedikit lebih mudah."nasihat kakek luan.


Yohan melihat kakek luan bingung.Kenapa dia mau memberi nasihat yang sangat berharga ini pada dirinya."Kenapa ka__"


"Sepertinya aku akan makan.Kau berlatihlah dengan giat."kakek luan lagi lagi memotong ucapan yohan.


Sekarang yohan sudah terbiasa dengan sikap kakek luan yang seenaknya."Aku akan berkultivasi! jangan ganggu aku!"teriak yohan pada kakek luan yang ada di dalam rumah.


Tidak ada jawaban


Karena kakek luan tidak menjawab, yohan langsung pergi menuju air terjun yang ditunjuk kakek luan.Yohan melepas pakaian dan hanya menyisakan celananya saja.Dia duduk bersila dan mulai berkultivasi.


Dari kejauhan,kakek luan memperhatikan yohan."He he he he,anak muda yang gigih.Tidak pernah lupa berlatih untuk membalas dendam."Kakek luan tersenyum kagum pada yohan.Tiba tiba kakek luan mendapatkan sebuah ide hebat.Kakek luan tersenyum licik.


***


Ling mei mendengus kesal di pagi hari.Dia sudah seperti itu sejak semalam.


FLASHBACK


"*Hey,kau masih berhitung? kapan kau akan berhenti?"tanya ling mei pada gadis aneh yang masih saja berhitung mundur.Ling mei duduk di meja makan tempatnya dan gadis itu makan barusan.


"180…179…178…177…176…175…"ucap gadis itu tanpa mempedulikan ling mei yang mengajaknya bicara.


Ling mei masih tidak mengerti kenapa gadis secantik dia bisa segila ini? Apa itu bawaan lahir? pokoknya ling mei baru mengetahui kalau ada orang seperti ini.Tapi,yang membuat ling mei takut adalah saat gadis itu semakin dekat dengan angka nol.Bila dia sudah sampai di angka nol,apa yang akan terjadi?


Identitas gadis di depannya ini membuat ling mei penasaran.siapa namanya?Dia tinggal di mana? Berapa umurnya?Kenapa dia bisa di sini? Apa yang telah terjadi padanya? Dan kenapa sikapnya aneh seperti ini?


Ada banyak sekali pertanyaan yang ingin ditanyakan ling mei.Tapi,boro boro bertanya mengobrol dengannya saja susah begini apalagi kalau bertanya.


"35…34…33…32…31…20…" Gadis itu semakin dekat dengan angka nol.


Perasaan ling mei semakin khawatir dibuatnya.Bagaimana jika terjadi sesuatu yang berbahaya nanti? Jika terjadi sesuatu apa yang harus ia lakukan?Apa ling mei akan melawan gadis di depannya ini? Apa dia bisa? Gadis di depannya memang kelihatan lemah,tapi seseorang tidak bisa di nilai dari penampilannya, bukan?


"10…9…8…"Semakin dekat dan semakin dekat.


Ling mei semakin takut .


"7…6…4…"


"Hey,kau melupakan 5!"ucap ling mei kesal campur takut.


"3…2…1…0"hitungan berhenti,"Ki ki ki ki ki ki"Tawa gadis aneh yang membuat merinding.


Ling mei meningkatkan kewaspadaannya pada gadis aneh yang disertai dengan tawa yang aneh pula.Gadis itu berdiri dan berbalik pergi meninggalkan ling mei yang tengah bingung.Kenapa dia pergi?


"Hey! mau pergi kemana kau ?"Tanya ling mei yang sudah menyusul gadis itu pergi."Setidaknya kau harus menjawab satu pertanyaan ku bukan?"Ujar ling mei memohon.


"Mencari seseorang."Ucapnya singkat tanpa basa basi apapun.


"Siapa?"tanya ling mei lagi.


"Siapa? apa itu penting?"ujar gadis itu sambil menatap tajam ling mei.


Sejujurnya,setiap kali ling mei bertatap mata dengan gadis itu,ia selalu merasa takut.Perasaannya seperti berhadapan dengan sesosok monster buas yang siap menerkam siapapun yang menghalangi jalannya.


"A aku hanya penasaran."ujar ling mei takut.


Ling mei adalah gadis yang selalu penasaran dengan sesuatu yang baru.Jadi,yang membuat ling mei tidak takut bertanya adalah karena rasa penasarannya yang besar.


Tanpa mempedulikan ling mei,gadis itu terus berjalan keluar desa.


"Apa kau mendengarku? tunggu sebentar!hey!"ujar ling mei pada gadis yang terus berjalan tanpa mempedulikan ling mei.


"Ling mei!"panggil seseorang.


Saat ling mei berbalik badan ternyata itu neneknya.Nenek ling mei berjalan mendekati ling mei."Kalau dia ingin pergi,maka biarkan saja ia pergi ling mei.Jangan menahan seseorang yang ingin pergi."ucap nenek ling mei menasehati cucunya.


SEKARANG


"Sebenarnya siapa gadis itu sebenarnya?"tanya ling mei pada dirinya sendiri.


Ling mei berjalan keluar penginapan,ketika ling mei sudah di depan pintu penginapan ia tidak sengaja menendang sesuatu.


CRING


Ternyata ada sebuah kantung di depan pintu.Ling mei mengambil kantung tersebut kemudian membukanya.Ternyata isi kantung tersebut adalah beberapa keping emas."Apa dia yang menaruh kantung ini di sini? tapi untuk apa? Apa ini adalah sebagai ucapan terima kasihnya?"ling mei tersenyum lembut."Ternyata gadis itu tahu rasa terima kasih juga!"ucapnya.


***


Yohan membuka matanya perlahan,sepertinya ia sudah selesai berkultivasi.Ucapan kakek luan ternyata benar kultivasinya jadi naik sedikit mudah.Badannya juga semakin lebih ringan.Yohan melesat dari tempatnya duduk dan mendarat dengan aman.Dia memakai pakaiannya kembali.


Tak lama kakek luan menghampirinya dengan senyuman yang tidak bisa diartikan.'Apalagi yang ingin direncanakan kakek tua itu ' pikir yohan gusar.Kakek luan melemparkan sesuatu kepada yohan.Setelah yohan menangkap barang yang kakek luan lempar ia jadi bingung,kenapa kakek luan memberikan itu pada yohan?


"Apa ini?"Tanya yohan bingung.


"Buka saja!"ujar kakek luan yang masih tersenyum mencurigakan.


Kemudian yohan membukanya.Sebuah peta.Itu adalah sebuah peta.


"Peta? untuk apa?"tanya yohan.


"Tiba tiba saja aku ingin 'Bunga salju emas' jadi kau pergi dan ambilkanlah untukku !"ucap kakek luan masih dengan senyum menyebalkan.


"Kau meyuruhku pergi mengambil 'Bunga salju emas' ? Apa kau bercanda?"tanya yohan tidak percaya.


"Tidak.Aku tidak bercanda."Masih dengan senyum menyebalkan.


"Tidak.Aku - tidak - mau ! Kakek,kau tahu bukan 'Bunga salju emas' di jaga oleh monster tingkat 5? dan kultivasiku saja masih kurang untuk melawan monster buas tingkat 5."ujar yohan kesal.


Kakek luan tampak tidak perduli sama sekali."Melawan monster tidak harus dengan kultivasi.Kau juga harus memakai otak anak muda!"ucap kakek luan lembut.


"Pokoknya aku tidak mau.Aku hanya akan mengantar nyawa bila pergi."ucap yohan makin kesal.


"Ya,ampun~bukankah kita ini adalah keluarga?"ucap kakek luan pura pura sedih.


Yohan menatap kakek luan heran,sejak kapan dia dan kakek luan menjadi keluarga?


"Kapan aku menjadi keluargamu?"tanya yohan.


"Kau kan sudah menyetujui syarat yang kuberikan,itu berarti kau sudah menjadi teman,dan teman bisa juga jadi sekutu,dari sekutu jadi rekan,seorang rekan juga bisa disebut keluarga.Jadi kau adalah keluargaku sekarang!"ujar kakek luan dengan senyum tidak tahu malunya.


Yohan banar benar tidak percaya,yang mengantarkan nyawa anggota keluarga lain disebut keluarga? dan dia bahkan menyuruh yohan mengambil bunga salju emas seperti mengabil bunga biasa.


"Keluarga? itu - hanya - terjadi - didalam - mimpimu!"ucap yohan yang sudah menahan amarahnya dari tadi.


"Ho ho ho ho kau menyakiti hati orang tua yang sebentar lagi akan mati."ujar kakek luan masih pura pura sedih."Bukankah kau ingin balas dendam?"ucap kakek luan sambil melirik yohan licik.


yohan tersentak dengan apa yang baru saja kakek luan ucapkan.Dia tidak menyangka,bahkan rencana balas dendamnya bisa di ketahui dengan mudah.Siapa kakek luan sebenarnya?


"Kalau kau ingin balas dendam,kau juga harus menggunakan otakmu anak muda.Jangan hanya mengandalkan kultivasi saja."ucap kakek luan pada yohan.


"Haaah baiklah.Aku akan pergi mengambil bunga itu!"ujar yohan pasrah.


Seketika kakek luan tersenyum puas deangan ucapan yohan,"Waah kau memang keluarga yang baik!"ucap kakek luan.


"Aku bukan keluargamu!"ujar yohan penuh penekanan.




1348 kata



TOLONG KOMEN DAN LIKE BILA SUKA



TERIMA KASIH