Return To Being The Mad Antagonist

Return To Being The Mad Antagonist
42.Aku adalah kau dan kau adalah aku



Dalam beberapa hari ini yohan sering mendapatkan mimpi aneh,padahal dulu dia tidak pernah bermimpi aneh.Tapi kenapa sekarang tiba tiba begini?memikirkan itu membuatnya pusing dan memilih berlatih didalam hutan.Kali ini dia memilih hanya untuk menggunakan elemen apinya saja.Memiliki dua elemen itu tidak mudah,dia harus fokus meningkatkan elemen satu dan kemudian elemen yang lain.


Karena akhir akhir ini yohan sering menggunakan elemen gelap,jadi elemen apinya tidak begitu banyak berkembang.Sekarang yohan sedang berhadapan dengan monster tingkat 7,beruang besar bertanduk. Beruang ini memiliki cakar yang besar juga panjang dan tenaga yang setara dengan dua gajah afrika.Jadi sangat sangat sangat kuat.Seperti itulah deskripsinya.


Yohan menggunakan 'tidak ada' untuk melukai monster itu.Racun darah mulai menyebar perlahan ditubuh monster beruang.Akhirnya monster itu lumpuh dan tidak bisa bergerak.Tidak mau membuang kesempatan,yohan mengayunkan 'tidak ada' dari atas dengan teknik pergerakan api miliknya.Seketika beruang itu terbelah menjadi dua dan mati.


Yohan segera menyimpan pedangnya dicincin penyimpanan.Dia sudah menggunakan 'tidak ada' terlalu lama dan hampir terkena racun. Setelahnya dia langsung menuju mayat beruang besar bertanduk untuk mengambil intinya.Tapi,tiba tiba terasa hawa keberadaan seseorang dari dekat.Yohan melempar pisau lempar ke belakangnya dan mendarat tepat dipohon disamping orang tersebut.


"Siapa kau?"tanya yohan tanpa membalikkan badan.


"Kau sendiri siapa?"tanya orang itu balik.


"Aku tidak memiliki nama."ujar yohan ketus.


"Kalau begitu aku juga tidak memiliki nama."ujar pria itu kembali.


Karena arah pembicaraan ini tidak jelas,yohan berdiri dan berbalik untuk melihat siapa orang menyebalkan yang menjadi lawan bicara.Yohan membelalakkan matanya ketika melihat siapa orang yang bicara dengannya.Dia adalah orang yang dihindari zhu'er sampai harus bersembunyi.Pria misterius dengan jubah hitam disertai tudung yang menutupi kepalanya.Sementara yohan memanggilnya 'jun' karena pria itu tidak mau menyebutkan namanya.


Perasaan itu muncul lagi,dan semakin kuat karena yohan bicara dengannya.Jun melangkah menuju yohan yang kini sedang menatapnya tajam.Awalnya jun mengira hawa keberadaan seseorang yang sepertinya dia kenal itu hanya perasaannya saja.Tapi itu bukan hanya perasaannya,itu ada dan sekarang berada didepannya.Langkahnya berhenti tepat didepan yohan yang masih menatapnya tajam.


Kalau diperhatikan lebih,rambut pria itu berwarna putih dengan mata merah menyala.Wajahnya memang tidak terlihat,tapi nyala matanya terlihat.Nyala mata yang sama seperti yohan tapi bedanya ini terasa menenangkan.Jun tersenyum dihadapan yohan dan mengangkat tangannya untuk meraih yohan.


Refleks,yohan langsung menghindar ke belakang.Dia merasa kalau itu sangat berbahaya dan harus dihindari.


"Kenapa kau menghindar?Aku tidak akan macam macam.Aku hanya ingin mengusap darah yang ada diwajahmu!"ujarnya dengan senyum ramah.


"Siapa juga yang akan percaya dengan omong kosongmu!?"ujar yohan.


Jun tersenyum dan menyerang yohan secara tiba tiba dengan cepat tanpa yohan sadari.


DUAR DUAR DUAR


Yohan terpental cukup jauh hingga menembus beberapa pohon.Tenaga yang dikeluarkan jun sangat besar dan gerakannya sangat cepat hingga tak terlihat seperti cahaya.


'Pengguna elemen cahaya?'pikir yohan.Dia tidak menyangka kalau dia akan berurusan dengan pengguna elemen cahaya yang merepotkan. Tiba tiba yohan merasa semua organ tubuhnya berhenti dan dia kehilangan kesadarannya.


-


-


-


Semuanya gelap gulita seperti tidak akan pernah ada cahaya.Yohan melihat ada seseorang didepan.'Inikan alam bawah sadarku!?kenapa ada orang lain disini?' pikir yohan.Dia seorang pria dengan tinggi sama sepertinya dan terlilit rantai dikedua tangannya.Karena ia penasaran,yohan menghampiri pria itu yang sedang berdiri membelakanginya.


Setelah sampai dibelakang pria itu,yohan merasa mengenalnya."Siapa kau?"tanya yohan pada pria itu.


Tanpa berbalik,pria itu hanya menengok kepalanya kebelakang yohan.Terlihat dia tesenyum misterius,"Aku?"katanya sembari masih tersenyum.Pria itu berbalik dan menghadap yohan.


Yohan kaget melihat pria didepannya.Dia adalah dirinya sendiri dengan pakaian hitam yang penuh darah.Dia tersenyum mengerikan sembari mendekatkan kepalanya pada telinga yohan.


"Aku adalah kau…dan kau adalah aku!?"ujarnya dengan senyum mengerikan yang memperlihatkan giginya yang putih."Sekarang…biar aku yang mengurus jun!?"ujarnya lagi.


-


-


-


SYUUT


Jun melesat menghindar ke belakang menghindari serangan yohan yang tiba tiba.Yohan berdiri sambil menggerakkan tubuhnya kekanan dan kekiri menghilangkan pegal.


KREK KREK


Suara tulang pinggang yang pegal.Kemudian,yohan melihat jun yang tengah memprihatikannya,"Hallo!?"ujar yohan sembari melambaikan tangan dengan ekspresi senang.


Berbeda dengan jun yang kini semakin waspada dengan yohan,walaupun kultivasinya tidak seberapa.Tapi ia merasa harus waspada dengan pria didepannya ini."Kau pura pura pingsan agar bisa mengerangku?!"ujar jun dingin.


"Oh,apa itu masalah?ya ampun~maaf ya,aku tidak sengaja!?"ujar yohan sedih sembari memohon.


'Sikapnya,berbeda dengan yang tadi!' pikir jun.Jun terus memperhatikan yohan yang masih berdiri ditempatnya.Tapi dalam kedipan mata yohan sudah tidak ada lagi ditempatnya.Tanpa jun sadari yohan sudah ada dibelakang bersiap untuk menebasnya dengan senyuman mengerikan.


Tapi dengan cepat jun menyadarinya dan menghilang dalam sekejap.Yohan tampak terkejut dengan menghilangnya jun dihadapannya.


"Eeh,kemana?…Oh~kau sedang mengajakku bermain petak umpat ya? atau main sembunyi sembunyian?…eh… itukan sama saja ya?ha ha ha ha ha ?!" yohan tampak sedang bicara sendiri.


"Tapi aku ahli dalam permainan ini loh~Siap siap ya~aku akan mulai berhitung!?"ujar yohan senang.Dia melangkah sambil menghitung angka."Satu……dua…………TIGA__"


Syuuut


Yohan mengayunkan pedangnya ke belakang yang terlihat jun sedang ingin menyerangnya.Jun sekali lagi harus menghindari serangan mendadak yohan.'Kenapa timingnya selalu tepat?' pikir jun.Terlihat yohan yang sedang melambaikan tangannya senang pada jun dan itu membuatnya kesal.


Yohan menyanggah pedangnya diatas bahu dan tersenyum jahat,"Ha ha ha ha ha ha ha ha,kaget,ya? sama … aku juga kaget! ha ha ha ha ha ha!?"yohan tertawa jahat.Kepribadian yohan berubah 180° dari yang tadi.Sekarang sikapnya seperti orang lain dan gila.


"Hey! Ayo bermain bersamaku sebentar!?"Sambil tersenyum jahat.




1007 kata



PERINGATAN!!!



TOLONG KOMEN,LIKE DAN KRITIK BILA ADA KESALAHAN.MOHON SARAN JUGA!?



TERIMA KASIH, SEMOGA SUKA!?