Return To Being The Mad Antagonist

Return To Being The Mad Antagonist
143. Strategi



Dua hari yang lalu…


"Setelah mereka pergi menuju Ganzao diqu, aku akan menyusup diantara mereka sebagai mata mata. Aku akan menyerahkan penyerangan pemberontankan padamu!? Mereka pasti akan lebih mendengarkan ketua mereka dari pada orang asing yang tiba tiba masuk dalam lingkungan sosial mereka. Sebagai tambahan, aku menitipkan Wen hou padamu. Tentang taktik penyerangan yang akan kau gunakan, semuanya terserah bagaimana kau akan melakukannya!?Karena kau adalah ketua dari para pemberontak." jelas Jingmi pada Jiefan yang saat itu dia akan pergi.


Sekarang…


Didalam ruang bawah tanah Jiefan bersama dengan para pemimpin pemberontak sedang berkumpul bersama membahas rencana penyerbuan setelah para prajurit pergi ke medan perang. Disana ada empat mantan ketua kelompok penjahat dari kota Yunlong beserta Wen hou yang ditinggal oleh Jingmi. Untuk beberapa alasan, Yohan menyuruh Jingmi untuk meninggalkan Wen hou pada Jiefan


Di bawah mereka tepatnya diatas meja bundar ada sebuah peta besar istana beserta sekitarnya. Sebagai penanda mereka meletakkan bijih hitam putih (seperti bijih permainan catur cina/igo) sebagai penanda dimana mereka akan menyerang. Bijih putih adalah mereka dan bijih hitam adalah pihak musuh. "An , bagaimana dengan umpan yang telah kita lempar?" tanya Jiefan pada Huai an, mantan ketua penjahat mawar duri.


"Beberapa waktu yang lalu, putra mahkota dan para bawahannya yang setia telah menerima umpan yang telah kita lempar. Rencananya berhasil aku ketahui melalui mata mata yang ada di istana. Dia berencana akan menyamar sebagai dirimu untuk mengelabui para pemberontak dan sekaligus membunuh mu yang telah menyamar sebagai dirinya." lapor An pada Jiefan dengan wajah yang merona. Bisa dibilang, dia telah jatuh cinta pada pandangan pertama. Dan setiap kali Jiefan mengadakan pertemuan, dirinya selalu berdandan lebih cantik dari biasanya.


Jiefan sudah tidak menggunakan topeng lagi sekarang. Itu hanya berada di depn para pemberontak tentunya. Jika berada di luar dia selalu memakai topeng agar tidak ketahuan. Dia tersenyum samar mendengar jika Qi tian juan atau putra mahkota telah memakan umpan yang dia pasang. "Bagus!? Bagus sekali, jika dia ingin menyamar sebagai diriku maka aku akan menyamar sebagai dirinya!?" ujar Jiefan.


Perkataannya membuat semua orang kaget yang ada diruang rapat. Mereka tak menyangka jika Jiefan akan mengambil langkah yang begitu bereaiko tinggi. Ya, tinggi. Bisa saja dia ketahuan di tengah rencana yang dia buat sendiri. "Apa itu tidak terlalu berbahaya? Menurutku kau terlalu ceroboh mengambil keputusan!?" ujar Chun Ying mantan ketua naga langit.


"Jaga bicaramu!? ketua tidak mungkin gegabah dalam membuat keputusan. Ketua kami itu orang yang waras!? tidak seperti ketuamu yang gila itu!?" ujar Jintao, ketua asosiasi gembel di ibu kota. Dia merasa tidak terima akan penghinaan secara tidak langsung yang didapatkan Jiefan. Karena dia percaya dengan apapun keputusan Jiefan itu pasti sudah diperhitungkan dengan benar.


Sontak diantara mereka berdua terjadi adu pandang yang tidak terlihat bagus. "Maaf saja, ya… meskipun ketua kami gila tapi dia berhasil membantai dua kekuatan besar kekaisaran. Dia memang gila, tapi dia tidak bodoh!?" balas Chun ying membela Yohan. Tentu saja dia bela, karena diam diam dia mengagumi kegilaan Yohan.


"Orang gila tetaplah orang gila!? mana mungkin orang gila itu tidak bodoh!? Aku sering dengar jika dia sering bicara sendiri, apa lagi kalau dia tidak bodoh!?" dengan senyum meremehkan, Jintao menjelek jelekkan Yohan tanpa tahu apapun.


Chun ying mengepalkan tangannya erat, kupingnya panas mendengar semua hinaan yang dilontarkan Jintao. Rasanya sekarang dia ingin sekali memukul mulut kotor Jintao sekarang. Tapi, dia ingat kalau ada yang lebih tajam dari pedang. Yaitu kata kata yang menusuk, "Tuan Jintao, kurasa kaulah orang yang bodoh itu!? apa kau tidak bisa membedakan mana yang disebut gila dan mana yang disebut bodoh? Orang gila adalah orang yang hilang akal sehatnya dan orang bodoh adalah orang yang tidak tahu apapun. Jadi, bisa dibilang kau adalah termasuk orang yang bodoh…… tuan Jintao!?" ujar Chun ying tersenyum mengejek Jintao.


"KAU!?" bentak Jintao mengheningkan suasana. Dia merasa sangat terhina disebut bodoh seperti ini.


"Hentikan kalian berdua!? Aku mengerti pendapatmu tentangku, tapi aku rasa kau tidak punya pilihan lain selain mengikuti rencanaku. Karena ketuamu telah memerintahkan kalian berlima untuk mengikutiku. Jika kalian rasa rencanaku membahayakan nyawa kalian, maka kalian boleh melarikan diri sesuka hati kalian." ujar Jiefan menjelaskan pada kelima orang bawahan Yohan. "Dan… Tuoli, katanya Yohan jika kau tidak ikut membantu maka dia akan menghantuimu sepanjang sisa hidupmu sekarang!?" lanjut Jiefan pada Tuoli yang kini hanya duduk duduk santai.


Tuoli langsung kaget setelah mendengar itu. Dia tak bisa percaya dengan apa yang dikatakan Jiefan sekarang. "Apa? Si gila Yohan mangatakan itu? Dasar, bahkan sudah pergi ke medan perang sekalipun dia masih ingin merepotkanku!?" gerutu Tuoli kesal.


"Huff…" Jiefan menghela nafas Gusar. Dia tidak yakin akan keberhasilan rencananya sekarang jika mereka tidak bersatu seperti ini. Karena kunci keberhasilan sebuah tim adalah persatuan antar anggotanya. Jika sebuah tim terpecah belah maka jangan harapbada kesempatan untuk menang. 'Apa aku akan berhasil membimbing mereka? aku tidak yakin. Tapi…… dia percaya padaku!? Jika seseorang telah mempercayaiku, maka akupun harus mempercayai orang itu.' pikir Jiefan menyemangati dirinya sendiri. Sejujurnya di hampir menyerah dengan Kelompok yang sekarang. Namun dia tidak bisa begitu saja mengkhianati kepercayaan yang telah diberikan padanya.


"Baiklah… aku akan melanjutkan rencana yang akan dijalankan!?" lanjut Jiefan.


***


Benteng Ganzao, barak pertama…


Terlihat seorang lelaki muda sedang berjalan jalan di malam hari. Dia menyelinap menuju ke dalam benteng melewati para penjaga malam. Laki laki itu adalah Yohan, entah apa yang dia inginkan didalam benteng. Yang dia lakukan hanyalah berjalan jalan mengelilingi benteng tanpa ada yang tahu apa alasannya. Tentunya secara diam diam agar tidak ketahuan.


Sekilas dia melewati sebuah ruangan yang penuh dengan kilauan cahaya. Itu mengingatkannya pada seseorang yang sudah berada jauh. Karena penasaran, dia mengintip sedikit ada apa dibalik ruangan yang bermandikan cahaya itu. Saat dia mengintip apa dibaliknya, ternyata itu adalah sesuatu yang tidak pernah dia duga duga. Setelahnya dia langsung menutupnya dengan tangan yang gemetar dan memasang wajah jijik akan sesuatu.


"Aaah~ hentikan!? hamba mohon yang mulia!? istirahat dulu sebentar!?" ujar sang wanita dengan sangat menggoda.


"Oh? apa kau menolakku? aku jadi tambah bersemangat!?" ujar sanga pria dengan begitu seksi ala bias.


"Ayo lakukan hingga kita puas!?" ujar sang pria jadi menjijikan.


Dari pada mendengarkan aliran sesat lebih baik Yohan kembali pada misi utamanya. 'Benar benar pria bejat dan jalang sejati!? Sungguh pemandangan yang menjij**ikan.' Pikir Yohan dengan wajah yang memerah. Dia kembali berjalan di lorong yang gelap dan hanya diterangi cahaya lilin di setiap jalan dengan cahaya yang redup. 'Aku dengar ada sesuatu yang disembunyikan pak tua itu dibawah tanah. Apa yang dia sembunyikan itu sampai tidak memperbolehkanku untuk tinggal di benteng? Apa dia mencoba menyembunyikan sesuatu dariku?' pikir Yohan sambil memikirkan kejadian saat pertama kali sampai di benteng.


Saat ini Yohan sedang menuju ruang bawah tanah, karena ketika ingin menjelajah benteng kaisar Yan selalu menahannya dengan berbagai alasan agar Yohan tak ke ruang bawah tanah. "Untungnya dia sedang bersenang senang!?" ujar Yohan. Dia berbelok saat ada belokan ke kanan. Namun naasnya ada seorang pelayan saat dia berbelok. 'Gawat!?' Yohan tidak bisa berbuat apapun saat pelayan itu juga hanya diam membeku melihat Yohan yang ada didepan matanya.


Pelayan itu segera tersadar dari lamunannya dan segera menunduk untuk pergi dari hadapan Yohan, "Aku permisi, tuan Yohan!?" ujar pelayan itu yang berada tiga meter dari Yohan.


'Bisa gawat jika dia memberi tahu si pak tua itu. Kurasa aku harus menggunakan strategi itu…' pikir Yohan ketika pelayan itu hampir melewatinya.


SET BRUK


Dalam posisi tangan kanan yang berada di samping kepala si pelayan dengan posisi tubuh yang mengancam hati wanita, "Oh? lihat apa yang aku temukan? Apa yang kau lakukan disini, kelinci kecilku yang manis?" tanya Yohan pada seorang pelayan yang kini tengah memerah di godanya. Benar, strateginya adalah '……Strategi menggoda!?' dengan senyuman yang sedikit nakal dan membuat jantung tidak sehat.


"Tu tuan, a aku tidak bi bisa memberi tahumu!? Ini adalah rahasia!? Ja jadi… " Pelayan itu menjadi semakin gugupbkeyika wajah Yohan semakin dekat dengannya.


'Sial!? sia sia saja aku menggoda wanita membosankan ini. Tapi tidak lebih membosankandari dia sih. Namun, aku sudah belajar begitu jerah untuk mempelajari strategi menggoda ini dari ahlinya master playboy.' pikir Yohan. Dia mempelajari ini dari Shin yang sering menggoda setiap wanita yang ditemuinya di jalan. Pertama yang dia perlajari adalah pertama, jaga posisi tubuh agar tetap keren bagi setiap wanita. Kedua, angkat dagu agar terlihat sombong dan sedikit memaksa tapi manis. Ketiga, tatap wanita yang ditargetkan agar dia balik bertatap mata. Dan yang keempat,…… Goda mereka……


"Jadi, apa kau tidak mau memberi tahuku?" ujar Yohan sembari mendekatkan mulutnya ke telinga kanan si pelayan. "Kau tahu? aku tidak terbiasa menerima penolakan seperti ini!?" kemudian dengan singkat dia menjilat daun telinga si pelayan.


Seketika saja kaki si pelayan terasa seperti agar agar yang siap dimakan. Kakinya lemas dan sekujur tubuhnya memerah karena godaan yang begitu berat didepannya. Rasanya saat ini kalau bisa dia ingin sekali teriak sekencang kencangnya untuk menguraikan rasa panas yang memuncak.


GLEK


Si pelayan menelan ludahnya keras keras karena sulit untuk bernafas didepan pria tampan, "Y y y y y yang mu mulia hanya menyembunyikan seorang tahanan musuh di bawah!? ja jadi aku hanya bertuga memberinya makan saja dan tidak ada yang spesial selain itu!?" ujar pelayan itu.


Yohan masih mendengarkan pelayan itu bicara dengan posisi yang sama. ' Jika tidak ada yang spesial, kenapa dia menyembunyikannya dariku?' pikir Yohan. Dia segera membetulkani posisi yang benat.


"Kalau begitu pergilah!?" ujar Yohan sembari mendorong pelayan wanita itu hingga terjatuh. Dia pergi ke arah ruang bawah tanah yang disembunyikan oleh kaisar Yan.


"Tu tuan, kau tidak boleh pergi ke sana!? Jika kau kesana kau akan ketahuan oleh yang mulia nanti." ujar pelayan itu memperingatkan Yohan.


Langkah Yohan berhenti ketika ketika wanita itu memperingatkannya, "Hm? itu gampang bukan? Kau hanya tinggal menutup mulutmu rapat rapat, jika tidak maka mulutmu akan robek!?" ujar Yohan sembari menengokkan kepalanya ke belakang sambil tersenyum seram tepat ke arah wanita itu terduduk.


Seketika hawa menyeramkan membuat wanita itu ketakutan dan tidak berani bicara lagi.


...~~...


1644 kata


...SEMOGA SUKA!?...