Return To Being The Mad Antagonist

Return To Being The Mad Antagonist
06.Bertemu Kakek tua di lembah monster



Yohan telah sampai di perbatasan lembah monster.Hawa di sekitarnyapun penuh dengan energi spiritual.Tapi,tidak ada yang berani masuk ke dalam kecuali kultivator kelas atas.Yohan berani masuk karena dia tahu jalan rahasia menuju ke tempat yang aman.Tempat rahasia di dalam lembah yang semua orang tidak tahu kecuali dirinya sendiri.Dulu yohan pernah tersesat di dalam lembah,tanpa sengaja ia menemukan tempat yang sangat cocok untuk berkultivasi.Makanya yohan bisa menjadi patriak,karena ia selalu berlatih di dalam lembah.


Karena yohan memiliki dua elemen,dia harus berlatih dua kali lipat dari orang biasa.Butuh kerja keras selama bertahun tahun,tapi karena yohan masih mengingat jurus yang pernah ia pelajari,jadi mungkin hanya butuh waktu beberapa tahun untuk mengembalikan kekuatan aslinya.Mungkin juga bisa lebih dari kekuatan aslinya.


"Tunggu aku untuk balas dendam.Kalian para tikus!"ucap yohan penuh penekanan.


Yohan berjalan masuk kedalam lembah melewati batas yang di tetapkan.Jalan rahasia yang yohan ketahui adalah terowongan seukuran tinggi manusia dengan semak belikar benjadi pintunya di bawah salah satu kaki gunung.Entah ini dibuat oleh siapa yang pasti ini sudak lama sekali.Orang yang membuat ini pasti orang yang sangat sakti.


Yohan terus berjalan menyusuri terowongan yang gelap hanya bermodalkan obor.Di ujung terowongan ia menemukan cahaya kecil.Ketika sudah keluar dari terowongan yang gelap terlihat sebuah tempat kecil melingkar dengan air terjun kecil.Disertai tanaman tanaman langka yang terlihat banyak di mana mana.Siapapun yang menemukan tempat ini pasti mengira ini adalah harta karun.


Di tambah,tidak ada seekorpun monster di tembat ini.Mungkin hanya hewan hewan kecil yang ada.Tidak ada yang berubah di tempat ini rumah kecil yang sudah tua.Dulu itu sudah rubuh di makan usia,tapi mungkin karena sekarang yohan datang lebih cepat rumah itu masih berdiri kokoh.


KRIEET


Tiba tiba pintu rumah terbuka dan muncul sesosok pria tua yang memakai tongkat untuk membantunya berjalan.Karena tidak ada niat buruk yang yohan rasakan jadi ia menurunkan kewaspadaannya.Yohan berjalan menuju pria itu.Anehnya yohan tidak bisa mendeteksi kultivasi yang orang tua ini miliki.Itu berarti dia memiliki kultivasi yang lebih tinggi dari yohan saat dia menjadi patriak.


"Permisi,senior! apa kau tinggal di sini?"tanya yohan pada pria tua itu.


"Iya.Aku tinggal di sini."jawab pria itu dengan suara parau.


"Apa aku juga boleh tinggal di sini?"tanya yohan sekali lagi dengan ragu ragu.Pasalnya pria tua ini bisa saja membunuh yohan dalam sekejap.


"Kenapa kau ingin tinggal di sini?"Pria tua itu menatap yohan intens.Seperti melihat apa yang sudah yohan alami.


"Itu…karena aku ingin berkultivasi di sini."jawab yohan.


"……"Pria tua itu diam setelah mendapat jawaban."Kau memiliki masa lalu yang kelam ,ya.Aku merasa kasihan padamu."ucap pria tua sambil tersenyum lembut.


"Kau! bagaimana kau tahu?"Yohan sekarang meningkatkan kewaspadaannya.


"Kau tidak perlu takut seperti itu.Aku bisa melihatnya dari matamu yang tidak seperti orang biasa."ucapnya lagi yang membuat yohan semakin bingung."Kalu kau ingin berkultivasi,silahkan saja.Asalkan dengan satu syarat!"ucapnya sambil menunjuk angka satu.


"Apa itu?"tanya yohan siap dengan apapun syaratnya.


"Kau harus merawatku sampai aku menjelang kematian ku."ujar pria tua.


"Menjelang…kematian?"ujar yohan heran.


"ya,menjelang kematian.Apa kau takut?"pria tua itu tersenyum jahil.


"Tentu…tentu saja aku tidak takut.Buat apa juga aku takut."Ucapnya berani dengan ekspresi yang berbeda.Yohan memang sudah siap untuk menerima syarat apapun,tapi ia tak pernah menerima syarat yang seperti ini.Rasanya ini agak sedikit begitu.


Pria tua itu hanya tersenyum simpul"Baiklah,karena kau sudah setuju dengan syarat yang kuberikan,berarti mulai sekarang kau yang mengurus keperluanku dan mengurus renovasi rumah tua ini!"Pria tua menunjukan rumah yang benentar lagi mau roboh.


BRAK


Bahkan pintunya pun jatuh karena sudah tua seperti pemiliknya."Tolong perbaiki ya,yohan!"ujar pria tua di sertai senyuman yang tak bisa di artikan.


"Ba baiklah__"yohan baru menyadarinya.'Kapan dia tahu namaku?'Yohan melihat pria tua misterius yang ada di hadapannya."Bagaimana ka__"


"Panggil saja aku kakek luan."kakek luan memotong omongan yohan.


"I iya.Tapi kakek lu__"


"Wah,sekarang sudah siang,ya.yohan masakkan aku sesuatu!"lagi lagi di potong.


"Iya,ta__"


"Cepatlah~aku sudah lapar."Kakek luan tidak memberi yohan kesempatan bertanya.


Baiklah,sekarang yohan menyerah.Berapa banyakpun ia bertanya pasti kakek luan tidak akan memberinya kesempatan mengatakan sesuatu apalagi bertanya.


"Ah,yohan! aku tidak pernah memakan daging monster.Jadi tolong masakkan aku daging monster,ya!"ucap kakek luan dengan senyuman.


Lama kelamaan yohan mulai kesal dengan permintaan kakek kakek yang sebentar lagi akan mati.Dia memang menyetujui syarat yang di berikan,tapi bukan berarti ia menjadi babunya.'Rasanya aku yang sebentar lagi akan mati dan bukannya kau 'pikir yohan kesal setengah mati."Baiklah."yohan berbalik berjalan memasuki terowongan yang ia masuki barusan.


"Tunggu sebentar!"ucap kakek luan.


"Apa lagi?"Ucap yohan berbalik kesal.


"Jangan kesal begitu,nak.Aku hanya ingin bilang jangan lewat jalan itu,lewatlah jalan yang ada di belakang.Jalan itu jauh lebih cepat."ujar kakek luan.


'Sialan!kakek tua ini benar benar membuatku malu ' yohan menutup sebelah wajahnya dengan tangan.


***


Seorang gadis aneh makan dengan lahap hingga habis puluhan piring.Orang orang hanya bisa melihatnya dengan ngeri.Apalagi yang makan seorang gadis cantik.'Gila,ini orang manusia apa monster? banyak sekali makannya.' pikir ling mei.


Ling mei dan gadis aneh duduk berhadapan di meja makan.Mereka memutuskan untuk tinggal di penginapan yang ada di desa.Setelah memakamkan penduduk dengan layak,desa itu menjadi desa tidak berpenduduk.


"Jadi,maksudmu yang membunuh semua warga desa termasuk kepala desa adalah wuyin anak kepala desa?"tanya ling mei.


"ya."jawab gadis itu singkat.


"Apa kau punya buktinya?"tanya ling mei yang masih belum mempercayai gadis di depannya.


"Aku melihatnya sendiri."


"Kalau kau melihatnya sendiri bukankah seharusnya kau juga di bunuh? kenapa kau masih hidup?"tanya ling mei curiga.


"Karena aku kuat."


'Orang kuat yang aneh ' pikir ling mei."Jadi,singkatnya kau dan wuyin bertarung mati matian.Karena kau terlalu kuat wuyin menggunakan jurus terlarang dan menumbalkan seluruh penduduk.Wuyin jadi semakin kuat dengan jurus terlarang itu.Tapi karena jurusnya masih tidak sempurna,daya hidupnya terkuras dan akhirnya mati mengenaskan tidak tersisa.Apa itu benar?"Jelas ling mei yang menatap gadis itu curiga.


"Benar."jawab gadis itu dengan tidak tahu malu.Dia menceritakan apa yang terjadi kecuali,saat dia bertemu dengan yohan dan cara kematian wuyin yang mengerikan.


Memang benar apa yang dikatakan oleh neneknya.Mungkin seharusnya ling mei mempercayai gadis itu.Tapi,bagaimana dia bisa mempercayai gadis aneh yang sekarang sedang berguman sendiri.Selesai makan,dia hanya bermain beberapa bunga dan di cabut satu persatu kelopaknya.


"Pergi …tidak…pergi…tidak…pergi…tidak…"ucap gadis itu pelan.


"Hey,apa yang sedang ka lakukan?"tanya ling mei.


"Pergi…tidak…pergi…tidak…"


"Apa kau mengabaikanku?"tanya ling mei kesal karena di abaikan.


"Pergi …tidak… pergi…tidak…per__"


Ling mei mengambil bunga yang sedang di mainkan gadis itu."Kalau kau terus mengabaikanku ,aku tidak akan mengembalikan bungamu!"ucap ling mei.


Gadis aneh itu menatap ling mei dengan dingin di sertai mata merah yang menyala terang.Ling mei tiba tiba merasa takut.Tidak mau terus di tatap seperti itu ling mei segera mengembalikan bunganya pada gadis itu."I ini bu bungamu!"ujar ling mei sedikit gemetar ketakutan.


"Pergi…tidak…pergi…tidak…pergi…"lanjut gadis aneh.


'Tangannya…dingin sekali.' pikir ling mei.


***


"Yohan! apa sudah matang?"tanya kakek luan yang tengah duduk di atas batu dekat air terjun.


"Belum.Sedikit lagi."jawab yohan singkat.'Dia bahkan memanggil namaku dengan santai sekarang.' pikir yohan.Sekarang ini yohan sedang membakar daging monster.


"Kenapa anak muda sepertimu sangat lelet saat melakukan pekerjaan!"ujar kakek luan cerewet.


"Maaf saja ya,kalau aku lelet."ucap yohan mengintimidasi.


"Tapi cucuku berbeda.Dia sangat cepat melakukan sesuatu."ujar kakek luan sambil melirik yohan.


Yohan berhenti sejenak dan menatap kakek luan,"Kau punya cucu?"tanya yohan penasaran siapa yang mau menjadi cucu kakek menyebalkan seperti dia.


"Ya,aku punya cucu.Dia adalah gadis tercantik yang pernah ada."ujar kakek luan sambil tersenyum pada yohan."Yah,hanya saja…"ekspresi wajah kakek luan berubah jadi aneh.


"Hanya saja?"tanya yohan penasaran.


"Dia sedikit kurang waras."ujar kakek luan yang masih tersenyum tidak tahu malu.


"Apa? cucu mu,dia ……gila?"tanya yohan tidak percaya.


"Dia bukannya gila,hanya sedikit kurang waras.Tapi kau tenang saja,walaupun dia kurang waras sebenarnya dia gadis yang baik."ujar kakek luan yang masih tidak bisa di percaya."Sikapnya juga agak 'begitu' dan liar."ujar kakek luan lagi.


"Apa maksudmu 'begitu' ?"tanya yohan.


"Suatu hari juga kau akan tahu bila bertemu dengannya.Tapi,saat cucuku menemukan sesuatu yang sangat menarik maka dia akan terus mengejarnya sampai mendapatkan apa yang dia inginkan."Setiap kata yang diucapkan kakek luan selalu membuat penasaran."Apa kau tidak penasaran siapa namanya?"ucap kakek luan yang ingin membuat yohan penasaran.


"Tidak,aku tidak penasaran sama sekali."jawab yohaun acuh tak acuh.


"Baiklah,kalau kau begitu penasaran aku akan memberi tahumu."ucap kakek luan seenaknya.


"Aku bilang aku tidak penasaran."ujar yohan kesal.


"Namanya adalah…"


"Haaah,terserah kau saja."


Kakek luan tersenyum melihat tingkah yohan yang sedang kesal.


"Yueyin zhu."ucap kakek luan.


Di sisi lain


"489 …488…487…486…"


Ling mei bingung apa yang di gumankan gadis aneh itu sekarang.Hari sudah semakin gelap dan gadis itu masih berhitung tidak jelas.Udara juga semakin dingin karena malam akan tiba.'Apa dia tidak kedinginan dengan baju tipis dan penuh sobekan itu?'pikir ling mei.


"Hey,apa kau tidak kedinginan?"tanya ling mei khawatir.


"455…454…453…"masih mengabaikan ling mei.


"Lagi lagi kau mengabaikan ku.Kenapa kau berhitung mundur? kau membuatku takut."ujar ling mei penasaran.Tapi gadis itu tidak mempedulikan,malahan…


"448 447 446 445…"Dia semakin mempercepat hitungannya.


"Loh,kenapa kau mempercepat hitungannya? hey,berhenti! "ucap ling mei yang masih di acuhkan.




1660 kata



TOLONG KOMEN DAN LIKE BILA SUKA



TERIMA KASIH