
Yohan berjalan menyusuri jalan yang ada di dalam peta. Gambar yang ada di dalam peta sungguh sangat akurat. Tidak ada yang terlewat sedikitpun. Yohan takjub pada kakek luan yang menggambar peta dengan detail seperti ini sehingga ia tak perlu bersusah payah mencari jalan yang benar.
"Kakek tua itu benar benar hebat. Dia tahu semua seluk beluk jalan di dalam lembah. Kalau dia tahu aku memujinya seperti ini, kurasa dia akan semakin menyuruhku seenak jidadnya. "ujar yohan pada diri sendiri.
Dalam perjalanan, yohan di sergap oleh seekor rubah merah besar dengan ekor panjang yang sangat indah. Rubah itu menerkam yohan dengan ganas namun tidak ada niat membunuh. Yohan benar benar terkejut dengan kedatangan rubah itu.Ditambah yohan tidak bisa mendeteksi berada di tingkat mana rubah ini.
Tapi, bukan berarti yohan menyerah di sini.Dia masih harus mencari bunga salju emas untuk kakek tua yang cerewet. Yohan mengeluarkan pedangnya untuk menyerang monster yang ada di atasnya. Diayunkannya pedang untuk menebas monster itu. Monster itu melompat menghindari tebasan pedang yohan. Karena monster ini bisa saja monster tingkat tinggi, dia berusaha untuk mengikatnya saja.
Yohan berlari ke depan monster itu berpura pura untuk menyerang. Monster itu pun merespon dengan berlari kearah yohan. Tapi ketika ingin kembali menerkam tiba tiba Yohan menghilang entah kemana. Seketika tali yang sangat kuat mengikat tubuh monster rubah dengan kencang. Rubah itu jadi tidak bisa bergerak dan hanya berusaha untuk lepas dari tali yang mengikatnya itu.
"Akhirnya,selesai juga.Kau benar benar membuatku kerepotan.Tapi ini aneh,kenapa kau tidak bisa ku ketahui tingkatannya,ya?"ujar yohan pada dirinya sendiri. Lalu dia melirik ke monster itu yang juga sedang melihatnya. "Apa kau bisa memberitahu ku?"Tanya yohan pada rubah tersebut.
"………"
"Ah, bodohnya aku berbicara pada monster seperti mu. Kau mana mungkin dapat bicara. "Yohan mengelus kepala monster itu lalu pergi kembali pada tujuannya.
Tapi…
BRUK
Yohan kembali di terkam, namun kali ini berbeda. Dia diterkam oleh seorang wanita yang sangat cantik dengan rambut panjang terurai. Rambut putih dengan dibawah merah, Kulit sepucat mayat, mata merah menyala yang membuat merinding, seperti seorang mayat yang hidup kembali dari kematian. Wanita itu menatap yohan tajam dengan mata merahnya. "Itu karena aku kuat." Ucap wanita itu dingin dan datar. Wajah mereka sangat dekat hingga berjarak lima jari.
'Tunggu, wanita ini. Bukankah dia adalah wanita gila yang ada di desa bambu kuning? Jadi dia benar benar monster. Dan lagi dia bisa bicara?Kalau dia bisa bicara kenapa dia tidak menjawab perkataanku?' pikir yohan.
"Emm, nona… kau terlalu dekat."ujar yohan yang tidak tahan dengan posisi dia dibawah dan wanita itu diatasnya.
"Apa itu masalah?" ucapnya datar.
Hah? tentu saja itu masalah. Posisi itu benar benar tabu untuk dibicarakan. "Ya, ini sangat bermasalah." Ucap yohan.
wanita itu kemudian berdiri diikuti yohan yang ikut berdiri. Yohan mengibas ngibaskan pakaiannya yang kotor. Bagaimana wanita ini tau keberadaan yohan? ini membuat yohan sangat penasaran. Padahal belum lama yohan meninggalkan desa bambu kuning. "Bagaimana kau tahu aku ada disini?" tanya yohan pada wanita yang kini selalu menatapnya seakan dirinya akan menghilang bila tidak ditatap.
"Baumu." ucapnya singkat.
"Apa? memangnya aku bau?" ucap yohan kesal sambil mencium tubuhnya sendiri.
"ya, kau bau.…" ucapnya santai yang membuat yohan tambah kesal. "Bau yang sangat harum." lanjutnya lagi.
Hangus
Seketika yohan tidak merasa kesal lagi. Malah berubah jadi bingung. 'Jadi maksudmu aku berbau wangi, begitu? ' pikir yohan.
"Kenapa kau selalu mengikutiku?" Tanya yohan pada wanita di depannya.
"karena kau tampan." Alasan yang tidak masuk akal.
"Kau pikir aku akan percaya pada ucapanmu?" tanya yohan tidak percaya.
"ya."Jawab wanita itu singkat.
"Konyol. Siapa juga yang akan mempercayai alasan itu. Hanya karena aku tampan kau mengikutiku? Aku tahu kalau aku memang tampan, tapi tetap saja alasan mu itu tidak masuk akal."ujar yohan panjang lebar.
"Apa alasan itu tidak cukup?" tanya gadis itu.
"ya, itu tidak cukup." jawab yohan singkat.
"Kalau begitu…" wanita itu menggantung ucapannya.
"……… karena aku mencintaimu?!" dengan wajah datar dan biasa.
Yohan membelalakkan matanya sangat terkejut. Sudah lama ia tidak mendengar kata cinta. Dia tidak menyangka akan mendengar kata menjijikan ini lagi dari mulut seorang gadis gila. Yohan menatap wanita di depannya dengan dingin dan tanpa sadar mengeluarkan hawa membunuh. Tapi gadis di depannya sama sekali tidak terganggu dengan itu.
Hawa membunuh itu kemudian di tarik kembali oleh yohan. Gadis ini bahkan tidak takut sama sekali. 'Omong kosong apa yang gadis gila ini bicarakan? Mencintaiku? hah, omong kosong yang sangat menjijikan.' pikir yohan.
"Apa kau pikir ini lucu?" tanya yohan dingin.
"Tidak. Apa kau tidak menyukainya?" tanyanya santai.
"Tidak. Itu terlalu menjijikan." ucapnya lagi dengan senyum sinis.
Yohan kembali berjalan menuju tempat yang akan di tujuannya. Meninggalkan gadis aneh itu sendirian. Tapi, gadis itu mengikuti yohan dari belakang. Yohan sudah tidak mempedulikan gadis itu lagi sekarang. Ungkapannya tentang cinta itu masih membuatnya marah.
Sesampainya di tempat bunga salju emas, di sana ada seekor singa berkepala dua yang ganas.Sekarang apa rencana yohan untuk mengambil bunga itu.
Gadis di sebelah yohan melihat yohan sedang fokus pada sebuah bunga dengan kelopak emas yang indah. "Apa kau menginginkan bunga itu?" tanya gadis itu sambil menunjuk ke arah bunga. "Apa jika aku mengambil bunga itu kau akan mencintaiku?" lanjut gadis itu.
Tidak ada jawaban
Yohan sama sekali tidak menjawab pertanyaan gadis di sampingnya. "Kalau kau mau aku bisa mengambilkannya untukmu. "Gadis itu berdiri dan langsung menuju kearah bunga salju emas.
"Apa yang dilakukan gadis gila itu?" tanya yohan pada dirinya sendiri. "Biarlah, kalau dia mati juga bukan urusanku." ujar Yohan acuh tak acuh.
Namun, hal yang mengejutkan terjadi. Gadis itu berjalan dengan santai tanpa harus melawan monster singa berkepala dua tingkat 5 tanpa melakukan perlawanan. Malahan monster singa itu yang berlari terbirit birit ketakutan.
"Waaah… ternyata ini kekuatan dari teknik terlarang itu. Hebat sekali, monster tingkat 5 seperti singa berkepala dua sampai lari ketakutan." ujar yohan kagum.
Gadis itu kembali dengan membawa bunga salju emas dan menyerahkannya pada yohan."Ini, Bukankah kau ingin bunga ini?"ucap gadis itu sambil menyerahkan bunga itu.
Yohan mengambilnya tanpa mengatakan apapun. "Apa kau masih marah? apa yang harus ku lakukan agar kau berhenti marah pada ku?" tanya gadis itu pada yohan sambil memiringkan kepalanya sedikit.
"Kau ingin aku memaafkanmu? Kalau begitu, jangan pernah muncul lagi di hadapan ku, mengerti?" ucap yohan kejam.
Tapi, gadis itu tidak ada reaksi apapun dengan apa yang dikatakan yohan malahan, "Apa jika aku pergi kau akan berhenti marah pada ku?Kalau begitu baiklah!" Gadis itu pergi dengan suka rela. Langkahnya berhenti dan berbalik kearah yohan, "Apa 3 tahun cukup? Aku tidak akan muncul di hadapanmu selama tiga tahun. Selama itu, kau harus menepati kata katamu." ucapnya sambil tersenyum mengerikan lalu pergi tanpa mengatakan apapun.
Yohan tidak percaya dengan apa yang didengarnya, "hah, apa dia mengancamku? dasar perempuan gila." yohan mengacak rambutnya kesal. Yohan merasa seperti orang jahat ketika berkata kejam pada wanita itu, tapi ketika wanita itu mengatakan kata kata yang terakhir disertai senyum mengerikan seketika perasaan bersalah itu hilang tidak tersisa. Lenyap bagaikan ditelan bumi dan hangus bagaikan dibakar api.
"Sudahlah, lebih baik aku mengantar ini pada kakek luan. Jika aku terlambat dia pasti akan tambah cerewet."
Yohan pergi kearah yang berbeda dengan gadis aneh.
1221 kata
TOLONG LIKE DAN KOMEN UNTUK MENDUKUNG AUTHOR SUPAYA MAKIN SEMANGAT MEMBUAT CERITA
TERIMA KASIH