Return To Being The Mad Antagonist

Return To Being The Mad Antagonist
113.Permintaan



Setelah hari dimana yohan memaksa masuk ke wilayas ras naga, dia jadi tinggal disana. Meskipun setiap kali bertatap muka dengan raja naga selalu ada atmosfer yang mencekam, namun mereka tidak sampai bertarung. Mungkin hanya tatapan tajam diantara keduanya.


Sejak dulu hubungan mereka kurang baik karena yohan membuat kekacauan di dalam wilayah ras naga. Meskipun tidak ada korban jiwa, tapi tetap saja kekacauan ya kekacauan. Apalagi hubungan antara ras naga dan klan monster tidak begutu baik.


Rasnaga tidak menyukai klan monster karena mereka begitu mirip dengan manusia dan memiliki sifat yang mutlak. Sedangan klan monster tidak menyukai ras naga yang terlalu sombong dan selalu merendahkan mereka. Perselisihan keduanya menjadi tambah rumit sekarang dengan kekacauan yang dibuat yohan.


Tapi memang apa pedulinya?


Yohan sama sekali tidak peduli jika mereka makin bermusuhan asalkan itu tidak merugikan dirinya sendiri. Egois? ya, dia memang egois. Tapi siapa peduli? jika dia tidak egois semuanya tidak akan menjadi menarik. Tapi mungkin jika terlalu egois itu juga tidak bagus dan menjadi tidak menarik.


"Jadi sekarang mungkin aku akan tinggal disini untuk sementara, benar…kan?" tanya yohan pada raja naga yang kini berada dihadapannya saat berpapasan.Yohan tersenyum licik melihat raja naga terlihat geram melihatnya.


"Mungkin kau salah mengartikan perkataanku, pemuda gila!?" ujar raja naga yang memberi julukan 'pemuda gila' pada yohan.


"Oh? aku pikir aku tidak salah mengartikan tua bangka, kau dengan sangat jelas mengatakan bila aku boleh tinggal disini sementara kemarin!?" jelas yohan.


"Dan itu hanya satu hari dari sekarang. Jadi mungkin kau kecuali manusia manusia itu, harus pergi dari sini." tegas raja naga.


"Aah, begitu rupanya!?" ujar yohan terlihat syok sembari menutupi mulutnya,tapi sedetik kemudian dia menyeringai dibalik tangan yang menutupi mulutnya."Kalau tidak salah, bukankah kau ruangan rahasia yang menyimpan begitu banyak senjata tingkat tinggi dan harta karun lainnya? bukankah tidak baik membiarkan tamu pergi tanpa membawa apapun?" tanya yohan dengan tatapan licik menatap raja naga.


"Kau ingat? aku ini pangeran!?" bisik yohan kemudian.


Namun raja naga hanya menatap yohan jengkel,"kau benar benar tidak tahu malu, ya?!" ujar raja naga.


Yohan hanya tersenyum menanggapinya.Dia tahu akan diberi reaksi seperti ini karena itu,"Aku dengar kau memiliki naga naga yang hebat, bagaimana jika salah satu naga terkuatmu melawanku dan jika aku menang kau harus membiarkanku memilih salah satu harta berharga milikmu!?" ujar yohan.


" … dan jika kau kalah?" tanya raja naga.


"Terserah kau ingin melakukan apa padaku,bagaimana?" ujar yohan.


Raja naga tampak sedang memikirkan penawaran yang yohan berikan. Ini adalah pilihan yang sulit untuk ditolak, karena raja naga saat ini sangat ingin memberi yohan sedikit pelajaran karena telah memporak porandakan rakyatnya. Dia bisa saja memberi yohan pelajaran kapanpun, namun ada satu hal yang menghalanginya. Tapi beda lagi ceritanya jika yohan sendiri yang menginginkan untuk diberi pelajaran.


"Baiklah, untuk sementara ini kau boleh tinggal di disini. Tapi ingat, hanya sampai waktu pertarungan tiba dan waktu pertarungannya akan ku tentukan sendiri." ujar raja naga kemudian pergi meninggalkan yohan.


Sedangkan yohan masih berdiri diposisinya dengan yue si burung yang berada di bahunya.Dia menatap kepergian raja naga dari belakang dengan senyum yang tidak bisa diartikan.


"Kenapa kau sangat ingin masuk ke ruangan rahasia itu?" tanya yue.


"Kau akan tahu alasannya jika sudah masuk." ujar yohan sembari berbalik dan melanjutkan perjalanannya,"Tadinya akan mustahil untuk bisa masuk kesini lagi karena hubunganku dengan raja naga tidak baik. Tapi karena mereka ada disini aku jadi punya alasan untuk berada disini." ujar yohan lagi.


"Tapi bagaimana kau akan melawan mereka? sedangkan senjatamu sendiri hanya senjata biasa? apalagi kau belum mencerna semua kekuatanmu." Yue khawatir jika yohan tidak bisa melawan lawannya nanti karena kondisinya sekarang belum stabil.Ditambah lagi cincin penyimpanannya masih berada di klan monster.


"Dasar otak burung!? Aku sudah menjalin kontrak darah dengan 'tidak ada' tentu saja senjata terbaik ku itu akan segera muncul jika aku memanggilnya. Sekarang hanya tinggal memulihkan kekuatanku!?" jelas yohan pada yue.


***


Long huai meng,adalah nama asli dari raja naga. Saat ini raja naga sedang berada dipuncak gunung dan sedang memikirkan sesuatu.Dia sedang mengingat apa yang dikatakan kakek lue saat berkunjung ke sini. Saat itu juga mereka membicarakannya dipuncak gunung seperti saat ini.


Hari itu adalah hari dengan penuh salju dimana mana.Terlihat dua orang yang sedang berdiri dipuncak gunung dengan tanpa adanya tanda tanda kedinginan.Satu orang dari mereka terlihat lebih muda dengan kumis dan jenggot yang tipis.Sedangakn yang satunya lagi seorang kakek tua yang masih segar bugar.


"Guru, apa kau yakin tidak akan tinggal lagi disini?" tanya seorang pria yang lebih muda, raja naga.


"Sudah berapa kali aku katakan, tidak!?" ujar seorang kakek tua, kakek lue.


Raja naga tidak mengerti mengapa kakek lue tidak ingin kembali dan lebih suka sendiri. Kakek lue dan raja naga adalah guru dan murid dulu. Setelah mengajari han dasar dasar menggunakan kekuatan naga, kakek lue memutuskan untuk pergi menjalani hari hari yang damai di wilayah utara tempat berkumpulnya monster.


"Kenapa guru begitu ingin memisahkan diri?" tanya raja naga lagi.


Kakek lue diam sejenak,"Kau masih saja tidak menggunakan otakmu, bukankah sudah kukata kan? Aku hanya ingin hidup damai menjalani hari hari tua, ku. Aku sudah hidup begitu lama dari menjadi teman ayahmu sampai menjadi guru anakmu. Sekarang aku ingin hidup sendiri dan…" kakek lue menggantung kata katanya yang membuat raja naga penasaran.Kemudian kakek lue tersenyum misterius.


Raja naga tidak mengerti apa yang membuat kakek lue bisa tersenyum seperti itu.Pasalnya dia tidak pernah melihat kakek lue yang tersenyum seperti sekarang.'Apa yang membuat guru tersenyum seperti itu?' pikir raja naga.


"…Dan mungkin aku akan mengurus bocah gila dari klan monster itu." lanjut kakek lue yang membuat raja naga terkejut.


"Bocah dari klan monster?" ujar raja naga kaget.


"Hm, kenapa kau begitu terkejut?" ujar kakek lue bingung.


"Tentu saja aku terkejut, dia itu dari…klan monster!? guru, sebaiknya kau kembalikan dia ke tempatnya. Jika mereka mengetahuinya kau bisa dalam bahaya!?" raja naga begitu khawatir dengan kakek lue. Dia tidak ingin terjadi apa apa dengan kakek lue.


"Kau jangan khawatir, aku akan baik baik saja." meskipun kakek lue mengatakan 'akan baik baik saja' tapi raja naga tetap khawatir,"Aku datang kesini ingin meminta satu hal pada mu!?"ujar kakek lue kemudian.


"Apapun itu aku akan melakukannya sebisa ku!?"


Kakek lue tersenyum kembali,"Jantungku, ada di dalam bocah itu!?" ujar kakek lue sekali lagi membuat raja naga terkejut.


"APA?!" teriak raja naga sangat kaget.


"Kau mudah kaget, ya?!"


"Itu tidak penting sekarang. Bagaimana bisa kau menyerahkan begitu mudah jantungmu? jika guru menyerahkan jantung guru, itu artinya…… tolong jelaskan padaku semuanya!? apa yang terjadi?" sangat tidak bisa dipercaya jika gurunya menyerahkan jantungnya sendiri untuk seorang bocah dari klan monster. Memang tidak akan mati, tapi tetap saja kakek lue akan kehilangan sebagian besar kekuatannya.


Melihat raja naga yang sangat syok mendengar kakek lue menyerahkan jantungnya, kakek lue hanya bisa geleng kepala. Muridnya yang satu ini memang selalu bersikap berlebihan jika terjadi sesuatu yang buruk,"Ceritanya panjang jika diceritakan dan aku kesini bukan untuk bercerita tentang itu padamu. Seperti yang kau dengar, jantungku ada bersama bocah itu. Dan permintaan ku padamu adalah……jika aku sudah tidak ada, tolong jaga dia!?"


SEKARANG


"Huuh, kenapa kau harus meminta permintaan yang sesulit itu!?" ujar raja naga yang hanya bisa menghela nafas.


...~~...


1193 kata


...SEMOGA SUKA!?...