Return To Being The Mad Antagonist

Return To Being The Mad Antagonist
100. Dunia



Sekarang yohan bertarung bersama zhu'er melawan mereka bertiga.Sedangkan jiangwu dan chang hai bingung harus bertarung dipihak siapa.Chang hai sudah pasti memihak raja,yaitu jun.Tapi jiangwu masih bingung antara raja atau zhu'er.Keduanya adalah sosok yang berharga baginya.Dia juga tidak mungkin bisa mengkhianati raja,karena setiap klan monster tidak akan pernah bisa mengkhianati raja.


Mereka sangat setia kepada raja mereka,karena apa yang dikatakan oleh raja adalah satu yang mutlak dan hal yang benar.Itu adalah satu keyakinan yang selalu mereka percayai.Tapi mungkin karena pemikiran itu jugalah yang membuat mereka jadi banyak dibenci oleh makhluk lain.Pada akhirnya mereka lebih memilih untuk membantu yang lain saja.


"Kau lawanlah dua orang tua itu, sedangkan aku akan melawan jun!?" tegas yohan pada zhu'er.


"Ya." Secepatnya zhu'er melesat menyerang dua orang kaisar seperti yang diperintahkan yohan.


Tinggal yohan dan jun disana. Tidak lama yohan mengeluarkan senjatanya 'tidak ada' untuk menyaingi pedang milik jun. Tanpa basa basi lagi yohan langsung saja menyerang jun. Dia berusaha menyerang dengan mengenai titik lemahnya, tapi tentunya jun tidak membiarkan yohan untuk menyerang titik lemahnya.


Tidak kalah licik dari yohan jun juga berusaha melumpuhkan gerakan gesit yohan. Karena hal yang paling sulit melawan yohan adalah gerakannya yang licin dan juga pola serangan yang tidak menentu. Bagi orang orang yang baru melawan yohan mungkin akan langsung kalah dalam beberapa detik.


Tapi untuk menyerang balik yohan,jun masih menahan dirinya.Sebisa mungkin dia tidak menyerang terlalu serius.Dia hanya ingin menghentikan perbuatan yohan saja."Hentikan semua ini!?jika tidak aku akan membunuhmu untuk yang kedua kalinya."ujar jun mengancam yohan.


Namun sepertinya tidak ada niatan sama sekali untuk yohan menghentikan semua ini. Dia tidak tahu harus seperti apa lagi untuk menjelaskan yang sebenarnya. Setiap kali ia ingin jelaskan selalu saja ada kata 'cukup' keluar dari mulut jun.


Sebenarnya untuk bisa menyaingi jun sepenuhnya yohan harus menguasai sepenuhnya kekuatan gelap.Tapi jika dia mengeluarkan penuh kekuatannya maka kekuatan itu akan menguasai dirinya dan lepas kendali.


Jun mengeluarkan jurusnya untuk melumpuhkan yohan dalam beberapa menit. Dia menyilaukan mata yohan dengan cahaya yang ia keluarkan dari tangannya. Disaat yohan tidak bisa melihat sekejap jun dengan cepat mengikat yohan dengan cincin cahaya.


ZZIIINNGG ……bruk…


Yohan terlempar tidak jauh karena terkena jeratan cincin jun.Ada dua cincin yang menjerat yohan diatas dan juga dibawah.Dengan begini dia yakin yohan tidak akan bisa melepaskan diri.Karena tidak ada yang bisa melepaskan diri dari cincin cahayanya.


"Kau, kau curang!?" ujar yohan.


Jun menghampiri yohan yang terbaring berusaha lepas dari jeratan cincin."Curang?memangnya dulu saat kau melawanku kau tidak pernah curang?" ujar jun tidak terima. Dulu sekali saat jun melawan pria brengsek bernama yohan, jun selalu kewalahan karena yohan selalu curang."Aku katakan sekali lagi, bubarkan monster monster ini!? jika tidak aku akan membunuh!?" ujar jun sembari menyeluarkan cahaya dari tangannya.


"Bagaimana jika aku tidak mau? apa kau akan tetap membunuhku?" tanya yohan yang memancing amarah jun.


Meskipun yohan memancing amarah jun, tapi sepertinya jun sama sekali tidak terganggu dengan perkataan yohan. Dia malah makin merasa kasihan pada yohan karena sudah semakin gila dan tersesat ke jalan yang salah. Dia berlutut pada satu kaki disamping yohan yang kini menatap kesal,"Kenapa kau begitu membenci semua orang? bukankah kami memperlakukanmu dengan sangat baik?Kenapa kau jadi seperti ini?" tanya jun dengan polosnya.


Justru yohan yang marah mendengar pertanyaan jun.Diamengeraskan rahangnya dan menatap jun dengan kebencian terdalamnya.Dalam hatinya dia selalu membayangkan kalau jun bisa mengerti dan tahu bila dia tidak bersalah.Tapi yang terjadi selalu saja berakhir dengan salah paham."Kenapa,kenapa,kenapa,kenapa,kenapa dan selalu pertanyaan kenapa yang kau katakan.KAU PIKIR AKU MAU SEPERTI INI?"teriak yohan yang masih menatap marah jun.


Sesaat jun tersentak dengan teriakan yohan yang mengejutkan.Dia tidak pernah membayangkan kalau yohan akan marah seperti ini."Kenapa kau__"


"Pernahkah kau berpikir bila aku menjalani hari hari seperti dineraka?Apa kau pernah membayangkan seorang anak yang tidak tahu apa apa harus menjalani hukuman cambuk seratus kali? Apa kau pernah mendengar begitu banyak bacotan bacotan tidak berguna tentangmu?Atau tangan dan kakimu dirantai dengan luka berdarah dan berharap hari esok akan lebih baik?" Yohan benar benar meluapkan amarahnya pada jun.


Yohan tersenyum sinis pada jun, "Pastinya semua orang akan memperlakukan dirimu dengan sangat baik." lanjut yohan yang membuat jun terdiam.


Sejujurnya jun tidak tahu harus percaya atau tidak. Tapi entah kenapa hatinya mengatakan kalau dia harus mempercayai perkataan yohan. "Apa yang kau katakan bisa kupercayai?" tanya jun.


Tapi yohan hanya menatap tajam jun saja.Dia lelah untuk menjelaskan.Tapi seketika yohan membelalakkan matanya ketika melihat fen ada dibelakang jun.Fen menatap garang yohan.Tapi itu hanya berlaku saat yohan kecil.Tidak saat kini,sekarang yohan sudah tidak takut dengan fen meskipun masih menyeramkan.


"A Jun, Kenapa kau tidak menyadarkan semua monster monster ini saja dengan paksa?" tanya fen yang sudah berdiri dibelakang jun.


Jun melihat keatas dan berdiri,"Kenapa ibu ada disini?" tanya jun.


"Aku hanya khawatir dengan A zhen.Mau bagaimanapun dia adalah anakku!?" fen terlihat sedih sekarang. Dan itu berhasil memperdaya jun.


"Tapi,… jika aku menyadarkan mereka dengan paksa, maka mereka pasti akan kehilangan pemikiran mereka." Ujar jun.


"Tapi itu masih lebih baik.Setidaknya mereka akan takut pada kultivasi yang lebih tinggi dari mereka."


Jun terlihat memikirkan perkataan fen yang ada benarnya. "Kalau begitu baiklah!?" ujar jun sembari tersenyum pada fen. Dia berbalik lalu pergi bersama fen meninggalkan yohan yang masih terjerat cincin cahaya.


"Tunggu apa lagi?Cepat habisi mereka!?Setidaknya balas mereka sedikit saja,dengarkan aku!?kau akan jauh lebih baik setelah membalasnya!?"kegelapan berbisik ditelinga yohan.


Zhu'er melihat yohan yang tampak aneh. Dia hanya memperhatikan yohan berdiri dengan kumpulan asap hitam aneh disekelilingnya. Karena jaraknya dengan jarak yohan cukup jauh, zhu'er harus menghampiri yohan.


Tapi bagaimana dengan lawannya? mereka sudah kalah. Ya, keduanya kewalahan walaupun lawan mereka cuma satu orang. Tapi kekuatannya seperti melawan ribuan monster.


Yohan menatap kepergian jen dan fen dengan tatapan benci.Dia mengepalkan kedua tangannya seerat mungkin. Tanpa sadar yohan menyerang mereka dengan elemen api. Keluar pusaran api emas dari tangannya menyerang mereka berdua. Lagi pula yohan yakin jika serangan ini dapat dihindari dengan mudah.


Tapi prediksinya salah. Fen tahu akan serangan itu. Bukannya memperingati jun dia malah tersenyum licik dan mendorong jun agar tidak terkena serangan yohan.


"Awas!?" teriak fen.


Jun terdorong dan jatuh kesamping.


Duar


"IBU!?" teriak jun.


Fen terkena serangan yohan dan terluka parah.Melihat itu jun langsung menghampiri fen dan memeluknya dipangkuannya."A apa ibu tidak apa apa?"Ujar jun yang sudah tergenang air mata.


"I ibu tidak apa apa!?"ujar fen.


Jun menggertakkan giginya marah.Darahnya terasa mendidih sekarang. Dia menatap yohan tajam."Kau!?jaga ibu!?"ujar jun pada pelayan fen.


"B baik yang mulia!?"jawab pelayan tersebut takut melihat jun yang sepertinya marah besar.


Jun bangun dan menyerahka fen pada pelayannya.Dia menghampiri yohan yang kini tampak makin aneh.


Yohan hanya melihat diam saat jun menghampirinya dengat raut wajahnya yang kesal. Dia tidak habis pikir, kenapa jun mudah sekali dibodohi seperti itu. "Hei, katakan padaku! Aku tidak bersalah bukan? serangan itu bahkan tidak mengeluarkan seper-empat kekuatanku." ujar yohan pada kegelapan.


"Benar!?kau sama sekali tidak bersalah!?serangan itu bahkan tidak sebanding dengan luka dihatimu.Jadi kau tidak perlu merasa bersalah!?Wanita itu hanya berekting,dia tidak benar benar terluka!?"jelas kegelapan yang berbisik.


'Apa? kenapa dia jatuh dan terluka? aku hanya mengeluarkan tenaga kecil. Tapi, kenapa dia sampai terluka parah seperti itu?' pikir yohan tidak mengerti. Dia hanya mengeluarkan tenaga kecil untuk mengeluarkan bola api yang tidak seberapa itu.


"Kau bersalah!?"ujar jun dengan membawa pedangnya.


Yohan mendongakkan wajahnya dan melihat jun yang sudah menatapnya dingin dan kejam. Tapi yohan juga tidak kalah dingin dengan jun. Dia menurunkan kedua tangannya dan menatap jun dengan mata merahnya. "Aku malu pada dunia memiliki adik sepertimu!? Kau… kau sama sekali tidak memiliki hati nurani." ujar jun sembari menggertakkan giginya.


Kini pandangan yohan pada jun berubah, dia melihat dengan rasa bersalah. "Kalau begitu, katakanlah pada dunia… bila kau tidak memiliki adik seperti diriku!? Katakanlah pada dunia, adikmu yang baik telah mati dan yang berdiri sekarang adalah orang lain yang mengisi tempatnya. Umumkan hal besar ini pada dunia… bahwa aku telah berubah!?" ujar yohan yang hanya bisa diam menyembunyikan kebenaran.


Untuk pertama kalinya, jun mendengar yohan mengatakan hal yang tidak bisa dipercayainya.


...~~...


1461 kata


...SEMOGA SUKA!?...


...DAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI!?🎉🎉🎉...


...MOHON MAAFKAN AUTHOR YANG TIDAK BISA MEMUASKAN PEMBACA.MAAF JUGA JIKA NOVELNYA TERLALU MEMBOSANKAN!?MAAF JIKA ADA SALAH KATA!?WALAUPUN YANG LIKE SEDIKIT TAPI SEMOGA YANG MAAFIN BANYAK....


...SEKIAN...