Return To Being The Mad Antagonist

Return To Being The Mad Antagonist
117. Kepercayaan



Setelah menghajar yo wen, yohan pergi untuk membersihkan dirinya dari bau busuk ini. Mereka berdua beserta yue pergi ke sungai terdekat. Dalam perjalanan mereka bertemu ketiga orang yang ditengah perjalanan ditinggal. Siapa lagi kalau bukan shin, lingmei dan zhu'er.


Tapi setelah berkumpul kembali yohan menyuruh mereka berempat untuk bertarung dengan monster secara langsung. Agar pengalaman bertarung mereka semakin banyak. Tentunya jika mereka melawan musuh yang lebih kuat dari mereka, setidaknya mereka mempunyai pegalaman bertarung yang banyak. Karena guru terbaik adalah pengalaman.


Setelah selesai membersihkan diri, yohan memakai pakaian ganti yang lain berwarna hitam. Sembari menunggu mereka dia menangkap ikan di sungai untuk dimakan. Yohan mengendalikan elemen gelapnya membentuk beberapa pisau kecil untuk mengkap ikan.


Alhasil dia mendapatkan banyak ikan dan membuat api untuk membakarnya.


"Tuan!? kapan kau akan menggunakan aku untuk membunuh musuh musuhmu?" tanya kegelapan yang sudah lama tidak kelihatan.


Mendengar itu yohan hanya tersenyum,"Tunggulah lebih lama lagi!? disaat waktunya tiba, kau akan membantuku membersihkan hama hama yang mengganggu!?" ujar yohan yang masih tersenyum licik.


"Tapi kapan itu?"


"Apa jika itu terlalu lama kau akan meninggalkan aku seperti 'dia' ?" tanya yohan kali ini dengan nada dingin.


"A apa? tentu saja tidak!? apa yang tuan katakan? aku akan selalu setia bersamamu, aku akan menjadi teman paling setia untukmu, tuanku!? gunakanlah aku sesuka hatimu, bahkan setelah kematian!?" ujar kegelapan lagi sembari membentuk tubuh dan memeluk yohan dari belakang. Tapi kemudian kegelapan menyadari sesuatu,"Tuan, ada yang mendekat kemari!?" ujarnya was was.


"Siapa?"


"Dia adalah seorang alkemis dengan caping dikepalanya!?" jelas kegelapan lagi.


Alkemis? untuk apa alkemis berada di hutan hitam yang berbahaya ini? bukankah pertandingan sudah berakhir beberapa bulan yang lalu? Tidak lama kemudian datang dihadapan yohan seorang pria berpakaian putih dipenuhi noda darah dengan caping putih menutupi wajahnya. Alkemis itu kelihatan waspada dengan yohan.


"Siapa kau? apa kau salah satu peserta yang selamat juga?" tanya alkemis itu.


Yohan sedikit terkejut dengan pertanyaan alkemis itu. 'Selamat? apa terjadi sesuatu saat pertandingan berlangsung?' pikir yohan. Jika terjadi sesuatu, apa penyebabnya? dia jadi semakin penasaran dengan apa yang dimaksud alkemis itu.


"Aku tidak mengerti apa maksudmu? Tapi bisakah kau menjelaskan apa yang kau tanyakan barusan?" tanya yohan.


Melihat reaksi yohan yang seperti itu, alkemis yang tadinya waspada menjadi menurunkan tingkat kewaspadaannya. dia duduk didepan yohan duduk bersila. "Sebenarnya, ketika waktu pertandingan akan habis kami berkumpul pada satu tempat dibagian pinggir hutan. Tapi, bukannya muncul portal yang muncul adalah sekelompok orang berpakaian hitam dan menyerang kami. Mereka membunuh para peserta satu persatu. Untungnya aku berhasil kabur dari orang orang berjubah hitam itu." Jelas alkemis itu.


Memang dari pakaiannya alkemis itu terlihat seperti diserang seseorang. Mungkin musuh yang menyerang jauh diatas mereka, ini seperti pembantaian sepihak.


Mendengar cerita orang di depannya, yohan jadi teringat dengan tiga orang dari negara yan, sepasang kekasih dari negara tang, dan seorang gadis loli, "Lalu, bagaimana dengan perwakilan dari negara yan, negara tang, dan seorang gadis kecil?" tanya yohan.


"Aku tidak tahu. Saat itu aku hanya berusaha menyelamatkan diriku sendiri jadi aku tidak begitu memperhatikan peserta yang lain." ujar alkemis itu. Tapi mendengar yohan menanyakan kabar dari perwakilan negara lain itu berarti dia ada hubungannya dengan pertandingan."Kau menanyakan peserta dari negara lain, itu berarti kau juga peserta?" tanya alkemis itu.


"Seperti itulah!?" jawab yohan. Untuk sekarang dia harus berbohong agar tidak ada lebih banyak pertanyaan yang muncul.


"Lalu kenapa aku tidak melihat__" alkemis itu berhenti pada ucapannya. dia seperti mengenal yohan entah di mana. Kemudian dia mendekat sedikit. Tidak lama dia menyadari sesuatu, "Kau?! kau adalah orang gila yang ikut pertandingan, bukan?" ujar alkemis itu kaget.


Lagi lagi kata gila yang muncul setiap kali bertemu orang. Rasanya benar benar menyebalkan,"Apa kau sudah selesai terkejut?" tanya yohan dingin."Siapa namamu?" tanya yohan lagi.


Yohan terkejut mendengar nama guan san. Dia tahu betul siapa guan san. Seorang alkemis muda jenius tingkat 9 di masa depan depan. Dia bahkan mendapatkan julukan 'Dewa alkemis' dari orang orang karena kejeniusannya membuat pil dan meraciknya. Tidak hanya itu, dia juga salah satu kultivator terhebat. Ini sebuah keberuntungan bertemu calon alkemis terhebat.


Senyum licik meluncur di wajahnya yang tampan, "Apa kau ingin hidup? dan keluar dari hutan ini dengan selamat?" tanya yohan pada guan san.


"Apa kau tahu jalan keluar dari hutan ini?" tanya guan san serius.


"Tidak." jawab yohan jujur. Tidak bisa dipungkiri kalau yohan memang tidak tahu seluk beluk hutan ini meskipun ini rumahnya dulu.


Mendengar jawaban yohan, guan san memasang wajah yidak percaya pada yohan. Untuk apa dia menanyakan itu jika tidak yahu jalan keluarnya?


"Tapi kau jangan khawatir, teman temanku tahu jalan keluar hutan ini." ujar yohan kemudian. " Jika kau mau kau boleh ikut bersama kami. Tapi sayangnya saat ini kami sedang memperkuat diri di hutan hitam sementara waktu." ujar yohan lagi melihat guan san licik.


Guan san tidak tahu apa maksud yohan mengatakan itu. Apa dia saat ini mencoba memeberikan harapan palsu? seperti mantan? Tapi itu tidak akan berhasil padanya,"Apa kau mencoba menipuku?" ujar guan san waspada.


"Aku tidak menupumu!? aku mengatakan yang sebenarnya kau bisa pegang kata kataku!?" ujar yohan meyakinkan.


Mungkin tidak ada salahnya untuk mempercayai sedikit pria di depannya, "Kalau begitu, sampai kapan kau akan berlatih didalam hutan yang berbahaya ini?" tanya guan san lagi.


"Beberapa tahun,……mungkin?" ujar yohan sembari tersenyum pada guan san.


Sontak guan san langsung berdiri karena kaget. Manusia macam apa yang mau tinggal didalam hutan yang dikenal paling berbahaya? ini tidak bisa dipercaya,"Apa kau gila? tinggal disini selama itu? ah maaf, kau memang gila."


Yohan ikut berdiri melihat guan san yang berdiri,"Jika kau tidak ingin keluar aku tidak akan memaksa. Tapi ingat, disini sangat berbahaya!? kau akan mati jika bertemu monster diatas tingkat 10." ujar yohan.


Apa yang dikatakan yohan benar. Saat ini guan san hanya bisa melawan monster tingkat 10 atau di bawahnya. Tapi beberapa tahun itu bukan waktu yang singkat. Apa dia benar benar bisa mempercayai pria didepannya ini? Sudah ada banyak orang yang mengkhianati kepercayaannya selama ini. Baginya, didunia ini tidak ada yang bisa dipercaya kecuali dirinya sendiri.


Tidak lama yohan mengulurkan tanyannya untuk membuat kesepakatan, "Gapai tanganku jika kau setuju!? Aku tidak akan memaksamu jika kau tidak mau." ujar yohan sembari tersenyum pada guan san.


Guan san masih ragu untuk meraih tangan yohan. Dia tidak akan dikhianati lagi, kan? Sejak kecil dia berbakat dan dulu mempunyai banyak teman. Tapi disaat guan san mengalami musibah besar, mereka satu persatu mengkhianatinya.


Tapi saat ini dia kembali dihadapkan pada sosok yang dianggapnya gila. Orang gila yang menawarkan bantuan pada orang jenius. 'Kita lihat!? apa kali ini aku akan berakhir dengan penghianatan atau berakhir dengan hubungan yang erat!?' Pikir guan san sembari meraih tangan yohan.


"Aku ikut denganmu!?"


...~~...


1120 kata


...SEMOGA SUKA!?...