Return To Being The Mad Antagonist

Return To Being The Mad Antagonist
102.Menyelamatkan



Jun menyelimuti seluruh rubuhnya dengan cahaya yang cerah dan hangat. Dengan kekuatannya dia berhasil asuk kedalam pusaran kegelapan. Sampai didalam, ternyata hanya seperti ruang kosong yang gelap. Dia tak bisa melihat apapun didalamnya. Ini seperti dialam bawah sadar tapi bukan alam bawah sadar. Lebih tepatnya ini berada di ruang dimensi gelap.


Sejujurnya jun tidak tahu harus mencari dimana yohan, karena setiap kali ia ingin menerangi seluruh tempat selalu tidak berhasil.Karena itu dia tidak tahu harus mencari yohan kemana. Tapi tiba tiba teringat sebuah kenangan yang tidak terduga. Kenangan ketika dia dan yohan sedang bermain petak umpat saat masih kecil.


Seingatnya tempat biasa dia bersembunyi adalah tempat paling gelap dan menyeramkan seperti, penjara bawah tanah. Jun tidak pernah menemukannya karena yohan bersembunyi di penjara bawah tanah. Makanya dia sering merasa aneh dengan tempat persembunyian yohan. Kenapa harus penjara bawah tanah?


Disaat yang bersamaan tempat yang tadinya gelap berubah menjadi penjara bawah tanah seperti yang ada dipikiran jun. Matanya terbelalak ketika melihat sekitarnya berubah. "Aneh, kenapa langsung berubah dalam sekejap?Ini hanya bisa dilakukan ketika sudah mencapai tertinggi diranah yuzhou. "ujar jun. Ini benar benar hebat, bahkan dia sendiri tidak bisa membuat hal semacam ini.


Ini diluar dugaan jun


Tiba tiba terdengar suara seseorang yang merintih kesakitan.Suara itu terdengar seperti yohan.


"Sakit!?…


Kenapa aku harus merasakan ini semua?


Mereka menatapku seperti melihat kotoran an**ng!?


Aku benci mereka, aku sangat sangat membenci mereka… Setiap hari ibu menghukumku, setiap hari ayah menatapku dingin, dan…


Setiap hari juga kakak selalu baik padaku. Dia sangat baik padaku, karena itu aku sangat menyukainya."


Jun tidak menyangka kalau dia bisa mendengar isi hati yohan seperti sekarang. Dia juga sangat tidak menyangka kalau ini isi hatinya yang sebenarnya. Polos seperti anak kecil.


Disetiap ruangan jun mencari dimana keberadaan yohan.Tapi sayangnya dia tidak menemukan yohan dimanapun."Sial!?dimana dia?"guman jun.Suara yohan yang kadang kadang terdengar membuat jun semakin ingin menyelamatkan yohan.


"Aku ingin hidup bersamanya dengan damai,tapi mereka selalu saja menghalangiku.Aku membunuh siapapun yang menghalangi jalanku,Aku ingin mereka mati.


Mereka sangat jahat,aku sangat sangat membenci mereka.Aku ingin mereka mati satu persatu dengan mengenaskan.Aku ingin mereka tahu penderitaanku.


Kematian yang mengerikan dan yang terburuk!?"


Tapi semakin lama suara itu semakin mengekuarkan aura yang mencekam membuat jun kesusahan mencari yohan. Dia terjebak begitu lama hingga ruang dimensi yang berbentuk penjara bawah tanah ini akan runtuh. Waktu semakin berjalan dan jun harus segera menyelamatkan yohan. Atau kebencian yohan akan melahap dirinya.


BRAK… BRAK… BRAK…


Satu persatu ruangan hancur dan jun sama sekali belum menemukan petunjuk. Tidak lama jun menemukan sebuah jalan dengan pancaran aura hitam paling banyak dari ruangan yang lain. Dia mencoba mencari yohan ke jalan itu. Tapi semakin dia masuk seperti ada serangan angin topan yang menghalanginya masuk.


'Sebenci apa dia sampai mengerikan seperti ini?' pikir jun dalam hatinya. Selangkah demi selangkah dia sampai dipintu penjara paling menakutkan di penjara bawah tanah. Jun tidak tahu kenapa harus tempat ini. 'Apa dia pernah dihukum disini?' pikir jun.


KREEEET


Jun membuka pintu besi dan terlihat duduk seorang pria dengan rantai dikedua tangannya. Darah menetes dari lukanya dengan pedang jun yang menancap didadanya. Pakaian hitam yang penuh darah senada dengan ruangan yang menyeramkan ini.


Dia adalah yohan. Rantai berkarat yang mengikat kedua tangan dan lehernya terlihat sangat mengerikan. Aura hitam selalu keluar dari yohan yang tidak berdaya dengan adanya pedang didadanya.


Saat jun ingin melangkah mendekati yohan api emas kehitaman tiba tiba muncul disekelilingnya. Seperti menghalangi jun untuk mendekat. "Kenapa kau menghalangiku mendekat?" tanya jun pada yohan yang terlihat lemas.


"Aku mendengarnya, kau sangat membenci mereka bukan? kenapa?" tanya jun.


"Kau tidak perlu tahu dan jangan pernah mencari tahu." ujar yohan semakin memperburuk keadaan disekitar. Semakin lama semakin banyak ruangan yang hancur.'Karena semakin kau mencari tahu, aku takut kau akan menjadi seperti diriku yang sekarang!?' pikir yohan.


"Biarkan aku mendekat jika kau tidak mau memberitahu ku. Apa kau ingin kita berdua mati bersama?" ujar jun.


"Tenang saja. Kau tidak akan mati, aku akan menggunakan sisa kekuatan yang kumiliki untuk melindungimu dari ledakan kekuatanku."


Jun menggertakkan giginya kesal dengan sikap yohan padanya. Ini jadi seperti dia dilindungi oleh yohan yang sedang sekarat. Karena itu jun berlari menuju tempat yohan. Dia nekat melakukan semua ini demi menyelamatkan yohan meskipun dia belum tahu kebenarannya.


Yohan membelalakkan matanya melihat jun yang berlari memasuki api miliknya. Itu bukan api biasa ranah yuzhou, tapi api sejati dari ras naga jantung naga milik kakek lue.Bisa dibilang ini jauh lebih kuat dari api lainnya. "Apa yang kau lakukan? berhenti!? jangan mendekat lagi kau bisa mati!? Aku bilang berhen__" sebelum menyelesaikan ucapannya jun sudah ada didepan yohan dan menutup mulutnya.


"Kau sangat cerewet disaat seperti ini!?" ujar jun yang sudah berlutut didepan yohan. Dia melindungi dirinya sendiri dengan elemen cahaya menjadi perisainya. Walaupun ada beberapa luka serius dari api sejati. Tapi setidaknya dia masih hidup. "Aku akan segera mencabut pedangku!?" ujar jun lagi.


Yohan tidak menyangka jika jun akan menyelamatkannya seperti ini. Dia kita jun akan meninggalkan dirinya untuk selamanya. Tapi yang dia lihat sekarang adalah jun mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan dirinya."Terima kasih!?" guman yohan pelan.


"Apa? Apa kau tadi mengatakan sesuatu?" tanya jun yang tidak begitu mendengar ucapan yohan karena suara gaduh disekitar.


"Bukan apa apa!? mungkin kau salah dengar!?" ujar yohan.


Jun berusaha mencabut pedangnya, tapi pedangnya seperti tidak mau lepas. "Kenapa tidak mau lepas?" ujar jun panik.


Hanya beberapa detik semua tempat sudah hampir hancur dan hanya ruangan tempat yohan dan jun yang masih utuh. Namun perlahan ruangan itu juga akan runtuh.


"Cepat pergi, jika tidak kau akan mati!?" ujar yohan.


"Tidak. Aku tidak akan pergi sebelum menyelamatkanmu!?" ujar jun yang masih berusaha mencabut pedangnya.


"Kenapa kau keras kepala sekali? Jika kau mati siapa yang akan menjadi raja?" ujar yohan asal. Tidak ada lagi yang akan menjadi raja selain jun.


"Diamlah!? aku sedang berusaha menyelamatkanmu!?" bentak jun.


Tapi atap diatas akan runtuh dan menimpa mereka berdua." Cepat lari!?" ujar yohan.


Bukannya lari jun malah memeluk yohan erat untuk melindunginya agar tidak terluka lebih parah lagi. "Maaf. Hanya ini yang bisa kulakukan untukmu!?" ujar jun yang masih memeluk yohan erat.


Yohan menggertakkan giginya melihat sikap jun yang sangat keras kepala. Dia tidak tahu harus melakukan apa disaat seperti ini. Mereka berdua terjebak menuju kematian bersama.


...~~...


1069 kata


...SEMOGA SUKA!?...