Return To Being The Mad Antagonist

Return To Being The Mad Antagonist
88.Dua puluh hari



Berdiri tiga orang diluar hutan hitam.Mereka terlihat sedang bingung ingin masuk atau tidak.Padalnya didalam sangat berbahaya,hanya orang irang bernyali besar untuk masuk kedalam.Mereka adalah pembunuh yang dikirim oleh wei dunrui.Mereka menemukan tanda tanda kalau orang yang membunuh hengyu masuk ke hutan hitam.


"Apa kita akan masuk?"tanya salah satu dari mereka.


"Kurasa lebih baik kita laporkan saja ke tuan!?disana terlalu berbahaya,aku tidak mau mati!?"ujar yang lain.


"Kurasa adik ke tiga benar!?kita laporkan saja pada tuan!?lagi pula misi yang diberikan tuan adalah mencaritahu dimana orang gila itu berada!?"ujar yang paling tua diantara mereka.


Akhirnya mereka berbalik dan ingin melapor ke dunrui,namun saat mereka berbalik terlihat seorang pria berjubah hitam dengan tudung menutupi kepalanya didepan mereka.Gerak gerik pria itu mencurigakan,jadi mereka mewaspadainya.


"Siapa kau?"tanya salah satu diantara ketiganya.


"Aku dengar kalian ingin membunuh orang yang dikabarkan gila,apa itu benar?"tanya orang itu.


Ketiganya saling pandang dengan pertanyaan yang ditanyakan oleh orang didepan mereka."Memangnya apa urusannya denganmu jika itu benar!?Apa kau akan menghalangi kami pergi?"jawab salah satunya.


Pria itu tersenyum dibalik tudungnya,"Menghalangi?tidak.Aku tidak akan menghalangi kalian,tapi aku akan membunuh kalian!?"ujar pria itu.


"Ap__"belum selesai bicara mereka sudah terpotong menjadi beberapa bagian.


Pria itu menyimpan kembali pedangnya disamping pinggang.Dia adalah pria yang ada dikerusuhan ibu kota waktu itu.Xing hao.Dia berjalan memasuki hutan hitam.Apa yang dia lakukan disini?Tentu saja menemui yohan.Hao sudah mencari cari yohan kesegala tempat,tapi tidak ada tanda tanda sedikitpun tentang keberadaan yohan.


Jadi kali ini dia ingin bertemu langsung dengannya.Walaupun tidak banyak yang bisa dia lakukan tapi setidaknya dia bisa membantu sedikit."Kali ini aku pasti akan menemuimu!?"gumannya pelan.


***


"Apa yang kau lakukan disini?"tanya yohan pada wanita didepannya.


Saat ini yohan sedang berhadapan dengan xiao yun.Dengan santai yun mendekati yohan,dia mengambil kursi yang ada disebelahnya dan duduk dihadapan yohan.Tidak ada yang tahu apa yang akan dilakukan yun pada yohan."Aku tidak akan melakukan apapun.Aku hanya disuruh yang mulia ratu untuk mengawasimu!?Jadi jangan pernah mencoba melakukan hal hal yang mencurigakan dihadapanku!?"ujar yun penuh intimidasi.


Bisa dibilang yun mengawasi yohan agar tidak melakukan apapun.Yah,itu bukan masalah untuk yohan karena belum waktunya juga dia melakukan sesuatu.Sudah sepuluh hari dia dikurung,sudah sepuluh hari juga dia tidak diberi makanan apapun.Mereka bahkan tidak memberi air minum padanya.


Yun melihat yohan yang seperti orang yang sekarat,melihat itu dia jadi khawatir dibuatnya,"Hey,apa kau baik baik saja?"tanya yun.


Yohan melihat yun,terlihat wajah kekhawatiran diwajahnya.Tapi itu ekting atau nyata?Yohan memiringkan sedikit kepalanya dan tersenyum,"Kau khawatir?"tanya yohan.


"Aku tidak khawatir.Hanya saja jika kau mati disini aku bisa jadi sasaran untuk disalahkan!?"ujar yun.


"………"Yohan membelalakkan matanya saat yun mengatakan itu tapi,"he… he he he he he ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha……"entah karena alasan apa yohan tertawa tidak jelas.Dia bahkan sampai mengeluarkan air mata,tapi dia tertawa atau menangis?mungkin keduanya.Dia merasa lucu jika ada seseorang yang mengatakan seolah dia benar benar mengkhawatirkannya.Karena selama tidak pernah ada yang menganggapnya ada.Mereka mengabaikannya seperti angin.Kecuali mereka berempat dan beberapa orang.


"Apa yang lucu?dan……kau sebenarnya tertawa atau menangis?"tanya yun bingung.Lalu dia berdiri dan memegang kedua pundak yohan,"berhenti!?berhenti tertawa!?jika kau tidak berhenti tertawa maka…"yun menggantung ucapannya yang membuat yohan penasaran.


Entah kenapa rasanya sangat senang ketika yohan mengucapkan 'terima kasih' padanya. Melihat senyum yohan yang belum pernah dilihatnya adalah sesuatu yang langka. Jadi dia tidak mau menyianyiakan momen ini. Yun membalas senyuman yohan,"Ya!?" ujarnya singkat.


Matanya dengan mata yohan saling berpandangan. Dia merasa tersihir saat melihat mata merah yang kini sedang menyala. Mata yang indah tapi mematikan. Yun memalingkan pandangannya ke arah lain. Dia merasa dia harus melakukannya atau akan terjadi sesuatu yang buruk padanya.


"Aku akan mengambil makanan untukmu!?" ujar yun sembari melangkah pergi dari tempatnya berdiri.


Yohan memandang yun pergi, Yohan tidak tahu kenapa sikapnya menjadi begitu. Dikhawatirkan oleh seseorang adalah hal yang paling ajaib bagi yohan. 'Khawatir? rasanya seperti mimpi. Benar benar penuh dengan omong kosong!?' pikir yohan. Dulu tidak pernah ada yang mengkhawatirkannya. Malahan banyak yang mengharapkannya dirinya mati.


Jadi, jika ada yang mengatakan ada yang mengkhawatirkannya,"Itu pasti hanya siasat untuk membunuhku!?" ujar yohan pada dirinya sendiri. Terlalu lama dibenci membuatnya tidak tahu lagi rasanya dikhawatirkan.


Kasih sayang…


Keluarga…


Teman…


Kebahagiaan…


Cinta…


Itu semua hanya sebuah omong kosong bagi yohan. Kalaupun itu semua benar benar ada, mungkin itu hanya sekedar dongeng anak anak baginya. Sesuatu yang tidak akan pernah bisa dia gapai.


Saat beberapa lama kemudian, yun datang dengan membawa makanan dan minuman. Dia duduk didepan yohan seperti tidak terjadi apa apa.Dia membawa semangkuk bubur dan menyendokkannya ke yohan."Makanlah! aku tahu kau lapar, karena itu kau terlihat seperti orang sekarat!?" ujar yun sembari menyodorkan se-sendok bubur.


Tapi yohan hanya memandanginya saja.Dia bingung,kenapa musuhnya sangat perduli padanya?ini kebaikan yang berlebihan untuk diterima."Apa rencanamu sebenarnya?"tanya yohan curiga.


"Aku tidak memiliki niat buruk padamu.Jika kau curiga makanan ini beracun aku akan membuktikannya langsung padamu kalau makanan ini tidak beracun."Yun memakan bubur itu beberapa sendok untuk membuktikan jika makanan yang dia bawa tidak beracun sama sekali."Lihat?ini enak,aku memasaknya sendiri.Jadi makanlah dan jangan pilih pilih makanan!?"ujar yun kembali menyendokkan bubur dan menyodorkannya kemulut yohan.


Dengan ragu yohan memakan bubur yang ditawarkan yun.Lagipun dia tidak merasakan niat buruk sama sekali darinya.Yun terlihat senang saat melihat yohan makan dengan lahap bubur buatannya.Ini pertama kalinya dia memasak untuk seseorang,ini juga pertama kalinya ada seseorang yang memakan masakannya.


Begitulah seterusnya,yun terus mengawasi yohan dan memberinya makan dengan alasan untuk dirinya sendiri.Dia baru menyadari kalau mereka tidak pernah memberi makan pada yohan.Sejujurnya dia merasa kasihan pada yohan.Dia bertanya tanya,apa selama ini mereka memperlakukannya dengan cara seperti ini?Meskipun dia tahu yohan adalah pengguna elemen gelap tapi tidak seharusnya mereka memperlakukannya secara tidak adil.


Tapi yun juga baru menyadari kalau dikekaisaran qi juga melakukan hal yang dama kejamnya dengan ini.Dan pada saat itu dia mulai menyadari kenapa pria dihadapannya ini melakukan pembunuhan keji.'Apa karena selama ini dia selalu diperlakukan seperti ini?bahkan oleh keluargamya sendiri?Kurasa masuk akal jika dia melakukan hal yang sekejam itu pada orang orang itu.' pikir yun dalam hatinya.


...~~...


1106 kata


...SEMOGA SUKA!?...