
Terlihat seorang pemuda sedang menanam tanaman spirit.Pemuda ini merawatnya dengan sangat hati hati dan lembut.Rambut hitamnya yang panjang terbang terbawa angin menambah ketampanan yang dipancarkan.Wajahnya yang kotor karena tanah tidak menghilangkan ketampanannya.Ditambah dengan wajah yang terlihat dingin dengan pupil mata merah semakin mendominasi persis seperti raja iblis sedang bercocok tanam.
Tiba tiba saja ia teringat kalau seseorang seharian ini belum keluar dari rumah.Karena khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan segera ia pergi menuju ke dalam rumah.Sampai di dalam rumah ia melihat seorang kakek yang sangat tua terbaring di tempat tidur yang pas untuk dirinya sendiri.
"Kakek! kakek luan! apa kau tidak apa apa?"tanyanya sambil mengguncang kakek luan."Apa kau mati?"tanya pemuda itu syok.
"Aku masih hidup,anak bodoh!"Ujar kakek luan ingin marah tapi terlalu lemah untuk marah."Yohan,sekarang berapa umur mu?"tanya kakek luan pada yohan.
"18 !"ujar yohan singkat.
"18 ,ya! mungkin sekarang cucuku juga berumur 18 tahun sekarang."ujar kakek luan tersenyum mengingat wajah cucunya.
"Kau selalu membanggakan cucumu,padahal cucumu sekarang entah ada dimana.Apa dia tidak perduli padamu?"yohan sedikit kesal pada cucu kakek luan yang tidak parnah sekalipun menjenguk kakeknya.
"Jangan bicara begitu! dia tidak pernah kesini karena ada alasan tertentu yang membuatnya tidak bisa ke sini."ujar kakek luan yang tidak terima cucunya dihina.
"Baiklah, terserah dirimu saja!"
"Yohan,bila kau bertemu dengan cucuku,tolong jaga dia! kau tahu bukan dia itu sedikit tidak waras?"ucap kakek luan memohon."Dengan kultivasimu sekarang,mungkin kau sudah bisa menjaganya.Ada sedikit hadiah untuk mu!"kakek luan memberikan sebuah buku hitam legam.
"Jangan sampai buku ini berada di tangan orang jahat dan jangan pula kau memberitahukan buku ini pada siapapun!"ucap kakek luan.
"Kenapa kau memberikannya pada ku?dan kenapa aku tidak boleh memberikan buku ini pada siapapun?"tanya yohan penasaran.
"Karena kau adalah orang yang tepat untuk memiliki buku ini.Kalau kau memberi tahu orang orang mungkin mereka akan menggila setelah melihatnya.Ah,kecuali cucuku tersayang kau boleh memberi tahunya."ucap kakek luan yang sudah kehabisan nafas.
"Tapi,tetap saja.Kenap__"
"yohan,aku sangat mengantuk.Aku akan tidur dan jangan membangunkan aku!"ujar kakek luan lembut sambil tersenyum.
"Baiklah…aku…tidak akan…membangunkan mu."yohan tahu kalau kakek luan akan tidur selamanya dan tidak akan pernah bangun lagi.
"Yohan…kau juga adalah cucuku."ucapnya lagi sambil menutup mata.
"Cepatlah…tidur…pak tua…"ujar yohan dingin,namun tanpa ia sadari bahwa ia juga sudah menganggap kakek luan keluarga.
Yohan memakamkan kakek luan di samping batu tempat kakek luan biasa duduk menikmati angin dan memandangi tanaman tanaman yang ia rawat dengan yohan.Tanpa di sadari setetes air mata jatuh di pipi yohan.
"Eh? Apa aku menangis?"ujarnya sambil menghapus air mata yang jatuh."Aku pikir aku tidak akan pernah merasakan perasaan ini lagi."ucapnya lagi sambil tersenyum pahit.
"Baiklah,kurasa aku harus bersiap siap untuk pergi dan membunuh musuh musuhku yang tersayang."Ujar yohan dingin.
Yohan bersiap tepat setelah kematian kakek luan.Sekarang kultivasi yohan telah melebihi ranah dewa.Walaupu masih belum sampai saat ia menjadi patriak,tapi ini cukup untuk membela diri sendiri.Mungkin,kalau ia beruntung bisa menemukan cucu kakek luan yang entah hilang kemana.Yohan akan berusaha menjaga amanat yang diberikan kakek luan.
Setelah persiapan selesai,yohan kembali ke makam kakek luan.Setelas begitu lama memandangi makam kakek luan,yohan memberi hormat pada makam kakek luan."Semoga kau bisa tenang di sana.Mungkin bila ada waktu,aku akan berkunjung."Ucapnya masih sambil membungkuk 90° ."Aku akan pergi.Sampai jumpa!"Yohan berdiri kemudian pergi meninggalkan tempatnya.
SETELAH BEBERAPA LAMA KEPERGIAN YOHAN
Seorang wanita cantik dengan pakaian yang tertutup warna hitam disertai rambut putih dibawah merah menghampiri makam kakek luan.Wanita itu terus menatap makam tersebut hingga keluar sesosok bayangan kakek luan dari dalam tanah.Itu adalah sisa sisa kekuatan kakek luan yang disimpan untuk bertemu cucunya.
"Akhirnya kau datang…Yueyin zhu!"ujar kakek luan yang sangat merindukan cucunya.
"……"
"Kau masih jarang bicara seperti biasanya.Haaah,kalau kau seperti itu terus aku mungkin akan sedih di tempat baruku."Ucap kakek luan pura pura sedih.
"Kau…jangan sedih!"Ucapnya datar.
"Aku hanya bercanda zhu'er ku.Aku akan bahagia di tempat baru ku.Ngomong ngomong kau sangat terlambat.Orang yang kau cari sudah pergi jauh."ujar kakek luan tersenyum lembut.
"Aku…bukan karena itu.Aku,kesini untuk bertemu dengan mu!"ucapnya kaku dengan wajah datar.
Kakek luan membelalakkan matanya yang kini berair,"Terima kasih,zhu'er." Kakek luan tersenyum dengan air mata yang sudah membasahi pipinya."Kakek sangat bahagia."ucap kakek zhu sambil mengelus kepala cucunya."Terima kasih…"ucapnya yang kini telah menghilang.
***
DI DALAM HUTAN
Yohan berjalan tanpa tahu arah tujuannya.Bisa di bilang dia tersesat di hutan.Sudah lama ia tidak keluar ke dunia luar sehingga ia lupa seluk beluk hutan."Gawat,aku tersesat!" yohan memang sangat jenius dalam berkultivasi,tapi tidak dengan arah jalan.Bisa sampainya yohan di lembah monster karena ia banyak bertanya pada warga setempat.
Bruk
seorang gadis imut yang sedang lari ketakutan menabrak yohan.Gadis itu luka sana sini seperti habis bertarung dengan seseorang."Ah,ma maafkan aku!"ucap gadis itu setengah takut melihat sosok yohan.Sedangkan yohan sendiri menatap gadis itu dingin.
"SERAHKAN WANITA JALANG ITU?!"terdengar suara pria dengan beberapa rombongan.
'Pakaian keluarga Yu**an?hee~kebetulan aku sedang ingin meregangkan ototku ' pikir yohan di sertai seyum licik."kenapa kau menginginkan wanita ini?"tanya yohan pada pria yang memimpin rombongan.
"Wanita itu telah gagal melakukan misinya menangkap rubah merah.Jadi,sebagai gantinya dia harus di hukum!"ucapnya sambil menunjuk wanita yang kini ada di belakang yohan.
"Kejamnya~bukankah wanita ini telah bekerja keras untuk menangkap monster yang kalian inginkan?kenapa kalian malah ingin menghukumnya? dan lagi,wanita ini sepertinya bukan dari keluarga yuan kalian?!"Yohan melihat pria yang sebagai lawan bicaranya dengan dingin.
Orang orang dari keluarga yuan tersentak dengan perkataan yohan.Gadis yang mereka kejar memang bukan dari keluarga yuan,gadis itu berasal dari perguruan Teratai putih.Kaluarga yuan dengan seenaknya menghukum seseorang dari perguruan Teratai putih,itu berarti keluarga yuan telah melakukan tindak kejahatan.
"Sialan! bunuh pria itu!"Ucap pria itu menyuruh bawahannya untuk menyerang yohan.
Mereka mengeroyok yohan yang hanya bertarung sendiri.Perlahan yohan menarik pedang dari sarungnya."Tarian dewa api!?"Yohan melangkah maju dengan pedang yang sudah diselimuti api hitam.Tingkat ketiga dari perubahan api,yaitu api hitam.Dalam jurusnya yohan menari dengan ganas tapi tetap indah.Tanpa terasa,tubuh mereka di lalap api dengan cepat.Mereka berusaha memadamkannya,namun api yang ada ditubuh mereka tidak mau padam.
Akhirnya mereka mati tidak tersisa hanya menyisakan abu gosong.Api milik yohan bukan api biasa.Yohan menggabungkan api hitam dengan elemen gelapnya sehingga menciptakan kombinasi yang sempurna.
Pria yang barusan memerintah berusahan kabur,tetapi…
DUARRR
Tubuh pria tersebut meledak menjadi potangan potongan kecil."Waah~maaf ya.Aku tidak sengaja."ucap yohan sembari senyum mengerikan.Yohan berbalik menghampiri wanita itu."Baiklah,sekarang bagaimana caraku untuk membunuhmu ya~"ujar yohan sambil mengelus dagunya seperti berpikir.
Pedang yang penuh darah ditempelkan pada leher gadis polos yang gemetar ketakutan,"To tolong jangan …bunuh aku…."ucapnya ketakutan.
Tatapan dingin yang menusuk ia dapatkan dari yohan,"jika kau tidak mau mati maka tunjukan aku jalan keluar hutan ini !"
"B baik ."gadis itu membawa yohan pergi bersamanya menuju jalan keluar hutan.
Setelah menemukan jalan keluarnya yohan melepaskan gadis itu."Sekarang kau boleh pergi!"ucap yohan."Te terima kasih." Kemudian gadis itu buru buru pergi menjauh dari yohan ' Huff untung aku bisa lepas dari orang sinting seperti dia ' pikir gadis bernama ling mei yang sudah di tolong yohan.
Sejak ling mei membawanya keluar hutan,Yohan sudah tahu bahwa ia sudah lama diikuti.Dalam sekejap ia mengayunkan pedangnya pada orang yang mengikutinya."Cepat tunjukkan dirimu!"ucap yohan .
Namun,yohan kaget setelah melihat siapa orang yang mengikutinya.Dia adalah si gadis gila yang selalu mengikuti yohan kemanapun ia pergi.
Gadis itu mengangkat tangannya dan ……
"Hallo!"
1391 kata
TOLONG KOMEN DAN LIKE SUPAYA AUTHOR MAKIN SEMANGAT MEMBUAT CERITA
TERIMA KASIH