Return To Being The Mad Antagonist

Return To Being The Mad Antagonist
05.Gadis Aneh



Yohan menghampiri gadis yang ia selamatkan dengan susah payah sampai mempertaruhkan nyawanya sendiri.Sekarang yohan berdiri di hadapan gadis itu dan mengambil kain hitam yang menutupi wajahnya.Alhasil terlihat wanita yang sangat cantik menawan dengan kulit seputih salju.Tapi dengan kulit yang pucat.Wajahnya ada bekas darah menandakan gadis itu mengalami penyiksaan yang sangat kejam dari wuyin sebelumnya.


Rambut sepanjang paha dengan warna putih di bawah setengah merah dan pupil mata berwarna merah.Saat yohan melihat gadis itu,ia seperti pernah merasakan kehadirannya.Namun entah di mana."Sekarang kau bebas! Kau bisa kemanapun kau mau!"ucap yohan dingin.


"……"


Gadis itu hanya diam tak mengatakan apapun.Dia hanya menatap yohan datar dan tidak ada ekspresi yang lain.'Apakah yang kuselamatkan ini adalah orang yang setengah gila? Hey,katakan sesuatu!' pikir yohan.


"Haah … sepertinya aku menyelamatkan orang yang kurang waras."Ujar yohan.


Daripada memikirkan gadis aneh di depannya,yohan keliling desa untuk mencari kuda dan harta penduduk desa yang sudah meninggal.Toh mereka sudah mati,untuk apa harta mereka bila sudah mati.Selesai menjarah harta dan mengambil satu kuda hitam yohan kembali melihat wanita aneh tadi.Tiba tiba dia ada di depan yohan membuatnya kaget setengah mati.


"HAH!"yohan membelalakkan matanya.'Dia! bagaimana bisa?' pikir yohan."Sekarang kau bebas,jadi kau bisa pergi kemanapun kau suka."ujarnya lagi.


"……"


Masih tidak ada jawaban.Baiklah,sekarang yohan mulai kesal.Tanpa kata kata yang ingin di ucapkan lagi,yohan pergi dengan menuntun kudanya menjauh dari gadis aneh itu.


TAP TAP TAP TAP(suara langkah kaki yohan)


TAP TAP TAP TAP(suara langkah kaki gadis aneh)


Yohan menghentikan langkah kakinya dan berbalik ke arah gadis aneh.Gadis itu juga menghentikan langkah kakinya."Jangan mengikutiku! perjalanan ku sangat berbahaya jadi kau hanya menjadi beban.Mengerti?"ucap yohan menjelaskan.


"……"Gadis aneh memiringkan kepalanya seperti tidak mengerti apa yang yohan katakan.


"Apa kau mengerti apa yang ku katakan?"tanya yohan geram.


"……"


"Lupakan saja,sepertinya kau tidak mengerti."ujar yohan pasrah.


Yohan melanjutkan langkahnya bersama kuda di sampingnya.Namun,gadis itu juga mengikuti yohan lagi.Yohan mulai mempercepat langkah kakinya begitupun dengan gadis itu.Langkah yohan jadi semakin cepat begitu juga dengan gadis aneh itu.Hingga langkahnya menyamai kuda berlari,namun masih terkejar oleh gadis aneh itu.Sampai…


"JANGAN MENGIKUTIKU!"teriak yohan dengan geram.Yohan berhanti begitu juga gadis aneh itu.


Yohan berbalik dan menatap tajam sekaligus dengan hawa membunuh.Tapi seseorang yang ada di depannya ini tidak takut sama sekali.'Apa apaan dia ini?' pikir yohan bingung."Sudah kubilang jangan mengikutiku.Apa kau tidak mengerti?"ujar yoha kesal.


"……"


Yohan memberikan beberapa uang emas untuk gadis aneh itu"Aku tidak peduli kau akan memakainya untuk apa,Tapi aku mohon jangan mengikutiku.Meng-er-ti?"ujarnya dengan menggenggamkan uang emas itu di tangan wanita aneh itu.Dingin.'Kenapa tangannya dingin sekali? apa mungkin karena udara akhir akhir ini sedang dingin?' pikir yohan.


Kali ini yohan berjalan dengan santai tidak seperti barusan.Yohan sesekali melihat ke belakang untuk memeriksa gadis aneh yang terus mengikutinya.Namun gadis itu masih dalam posisi diam tak bersuara sedikitpun.Yohan kembali berjalan dengan tenang,tapi dia masih khawatir.Jadi,dia memeriksa sekali lagi apa gadis itu masih mengikutinya atau tidak.Ternyata masih dalam ke keadaan diam dan tenang.Baiklah,mungkin kali ini yohan bisa sedikit tenang.Sekali lagi yohan masih khawatir,dan memeriksa sekali lagi.Dan gadis itu masih ada di tempat.


"Mungkin kali ini dia tidak akan mengikutiku."ujarnya mantap.


Kali ini gadis aneh yang mengikuti yohan tidak mengikuti lagi.Dia hanya berdiri diam di tempat terakhir kali ia bicara dengan yohan,walau dia tidak bicara sedikitpun sih.Tapi bagi gadis itu,pembicaraan tadi sangat menyenangkan dan membuat gadis itu sangat senang (meskipun yang bicara hanya sepihak).


***


Yohan berkultivasi untuk menyembuhkan luka dalamnya akibat pertarungan melawan wuyin dan memgembalikan energinya yang terkuras banyak.Dalam perjalanannya hari ini ia menemukan banyak sekali kejadian menyebalkan.Pertama,musuh lama wuyin dan yang kedua,gadis cantik tapi aneh yang terus mencoba mengikutinya kemanapun.


Tapi lupakan saja.Sekarang dia sudah tidak mengikuti yohan lagi.


Selesai berkultivasi yohan memutuskan untuk istirahat malam ini.Tidak terasa hari sudah menjelang petang.Untungnya yohan menemukan sebuah gua yang cocok untuk berlindung dari monster.


Di sisi lain


Gadis aneh yang masih berdiri di depan gerbang desa tempat terakhirnya bertemu dengan yohan.Dia masih memandang kearah yohan pergi tanpa pindah tempat sekalipun.'Kapan dia akan kembali?' ucapnya dalam hati.


KRUYUUK~~


Tak lama datang kereta kuda seperti kereta kuda bangsawan kelas 2 menghampiri desa.Kereta kuda itu berhenti di depan gerbang desa,turunlah seorang wanita tua yang diikuti seorang gadis imut di belakangnya.Mereka menghampiri Gadis aneh yang berdiri di depan gerbang desa yang pintunya masih terbuka."Maaf nona,apa kau tidak apa apa?"Tanya wanita tua itu lembut dan tak ada maksud jahat di dalamnya.


Pasalnya ia melihat seorang gadis dengan luka dan darah di sekujur tubuhnya.Di tambah baju yang compang camping seperti gelandangan.


"……"Gadis itu diam tak bersuara.


"Hey,apa kau tuli? jika nenek ku bertanya kau harus menjawabnya!"Ujar gadis di belakang wanita tua .


"Ling mei sudahlah.Jangan meributkan hal kacil seperti ini."Ucap wanita tua itu pada cucunya yang di panggil ling mei.


"Tapi nek__"


"Huss sudah,jangan ribut."Nenek gadis yang bernama ling mei memotong ucapan cucunya yang tidak mau kalah.


Tiba tiba ling mei mencium bau darah yang sangat menyengat."Bau ini…"Ling mei segera berlari ke dalam desa dengan tergesa gesa.Alhasil ia menemukan banyak mayat berserakan di mana mana.Ling mei kaget tidak percaya dengan apa yang di lihatnya."Ini,tidak mungkin!"Sekeketika terlintas di pikirannya tentang gadis aneh yang ada di gerbang desa.'Apa mungkin gadis itu yang membunuh mereka semua?' pikir ling mei.


Gadis imut itu segera menghampiri tempat neneknya sekarang.Takut sesuatu yang mengerikan akan terjadi."Nenek! jangan dekat dekat dengan gadis itu!?"teriak ling mei pada neneknya dan segera menjauhkan neneknya pada gadis yang ada di hadapannya sekarang.


Ling mei menodongkan senjatanya pada gadis aneh yang hanya diam berdiri di tempat."Ling mei,apa yang terjadi? kenapa kau jadi kasar begitu pada gadis yang malang ini?"ujar nenek ling mei.


"Nenek,jangan tertipu dengan wajah polos tanpa dosa miliknya itu! di dalam para penduduk desa mati mengenaskan dan itu pasti ulah gadis itu?!"ujar ling mei menuduh gadis di depannya dengan tatapan waspada.


"Astaga,apa itu benar?"ucap neneknya sambil menutup mulut tidak percaya.


"Itu benar,nek! Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri di dalam desa.Aku yakin gadis itu pelakunya,lihat saja pakaiannya yang compang camping penuh darah itu!"Ujar ling mei penuh dengan keyakinan.


"Tapi itu kan belum tentu benar ling mei.Kita tanyakan saja dulu padanya,bukan?"ucap nenek ling mei dengan penuh kesabaran menghadapi cucunya yang keras kepala.


"Buat apa? dia juga tidak akan jawab."


Mereke berdua sibuk dengan argumen masing masing.'Apa aku makan saja ya mereka berdua?' pikir gadis itu yang masih memikirkan rasa laparnya yang luar biasa.


KRUYUUK~~~


Tiba tiba perdebatan mereka berdua berhenti mendengar suara perut yang luar biasa besar.Mereka berdua menatap gadis itu tanpa berkata apa apa.


"Aku akan menceritakan apa yang terjadi pada kalian,asalkan kalian memberiku makanan."Ucap gadis aneh itu datar.


"………"


"Baiklah."Ucap nenek ling mei sambil tersenyum ramah.


"Nenek…"rengek ling mei pada neneknya yang sama sama keras kepala.




1211 kata



TOLONG KOMEN DAN LIKE BILA SUKA



TERIMA KASIH