
Dari Pagi hingga siang, yohan hanya bisa duduk berkultivasi menstabilkan kekuatan dan juga mengumpulkan Qi dalam tubuh. Menjadi kuat adalah tujuan utama hidupnya. Dia tidak mau Terlihat lemah meskipun sekarang memang masih lemah. Dendam disana dan dendam disini harus diselesaikan.
Konfliknya dengan manusia tidak bisa di abaikan begitu saja. Setidaknya masing masing dari mereka harus sekuat kepala keluarga atau melebihi mereka. Karena itu, apapun yang terjadi yohan harus memenangkan pertandingan yang dia sepakati sendiri dengan raja naga meng.
"Hallo!?" sapa zhu'er di pagi hari yang cerah ini.
Yohan tidak mempedulikan sapaan zhu'er. Dia lewat begitu saja dengan zhu'er yang mengikutinya seperti buntut,"Kau tidak latihan dengan lingmei?" tanya yohan setelah beberapa lama.
"Tidak."
"Kenapa?"
"Dia membosankan!?"
"Lalu kenapa terus mengikutiku? aku juga membosankan!?" ujar yohan.
"Itu karena aku mencintaimu!?" tidak ada lagi jawaban lain selain jawaban cinta.
Mau berapa kali yohan mendengar kata itu bulu kuduknya selalu berdiri. Tapi perempuan dibelakangnya ini selalu mengatan 'cinta' dengan mudah. 'Apa dia pikir cinta itu bisa dimakan?' pikir yohan sedikit kesal. Dulu dia sering menyebut kata itu, tapi sekarang berbeda,"Kau selalu menyebutkan kata itu, apa kau tahu apa arti kata menjijikan itu?" tanya yohan lagi.
"Kakek bilang, cinta itu tumbuh ketika wanita dan laki laki saling menyukai. Lalu setelah mereka saling mencintai, mereka akan memiliki anak sebagai bukti hasil dari tindih menindih!?" jelas zhu'er.
"Kh uhuk uhuk…" yohan keselek ludahnya sendiri mendengar kata 'tindih menindih' dari mulut zhu'er. Kemudian yohan berbalik menghadap zhu'er,"Kau belajar itu dari kakek luan?" tanya yohan memastikan.
"Ya, katanya dimasa depan aku juga akan melakukannya!?" jawab zhu'er membanggakan dirinya sendirinya.
Yohan hanya bisa menatap khawatir zhu'er.Tentu saja dia khawatir, dengan pikiran yang seperti itu dia khawatir zhu'er akan diapa apakan nanti,'Kurasa aku harus lebih menjaganya mulai sekarang.' pikir yohan. Kemudian dia melanjutkan lagi langkahnya yang terhenti.
Zhu'er tidak tahu kemana yohan akan pergi, dia hanya mengikuti yohan tanpa tahu kemana mereka akan pergi. Keduanya berjalan keluar gunung meskipun ada tiga orang lagi yang mengikutinya. Mereka tak lain adalah shin, jingmi, dan lingmei.
Mereka berempat mengikuti yohan seperti buntut dibelakang. Yohan pikir, mereka hanya sejalan dengannya tapi ternyata mereka mengikutinya sampai masuk ke dalam hutan.
Tap
Langkah yohan berhenti dan kemudian berbalik. Dia melihat ke-empat orang itu yang juga melihatnya,"Kenapa kalian mengikutiku?" tanya yohan pada mereka berempat.
"Eh? aku pikir kau ingin di ikuti!?" ujar lingmei bingung.
"Siapa juga yang mau di ikuti orang gila seperti kalian!?" ujar yohan menatap mereka kesal.
"Kami hanya mengikuti zhu'er yang terus mengiuti mu." ujar shin membela diri.
Merasa dirinya disalahkan, zhu'er menatap shin tajam. Begitu pula dengan shin yang juga menatap zhu'er tajam. Mereka beradu tatap menatap saling menantang satu sama lain. Zhu'er tidak suka bila ada yang mengganggu waktunya berdua dengan yohan. shin sendiri tidak senang jika yohan terus di ikuti oleh zhu'er.
"Kenapa? masalah jika aku terus mengikuti calon suami ku?" tanya zhu'er sinis
"Kau pikir saja sendiri ! itu masalah apa tidak!?" jawab shin tidak kalah sinis.Mereka berdua hanya saling adu omong meskipun omongan mereka sudah keluar jalur. Hingga tidak menyadari kalau yohan sudah pergi jauh dari mereka.
Jingmi melihat yohan yang pergi sendiri ditemani yue diatas kepalanya. Meninggalkan shin dan zhu'er yang sedang bertengkar disertai lingmei yang berusaha melerai. Jingmi tidak tahu yohan ingin kemana, dia hanya mengejar yohan yang hampir jauh.
Karena merasa ada yang mengajaknya bicara yohan melirik jingmi dengan mata merahnya. Dulu, dia melihat jingmi sebagai alat untuk mencapai tujuannya. Tapi sekarang dia sudah menganggap jingmi sebagai rekan setianya,"Kenapa kau tidak ikut membela shin disana?" tanya yohan balik.
"Ah,ehm…itu…aku lebih suka mengikuti yohan'ge!? he he he … " ujar jingmi sembari tersenyum memperlihatkan gigi putih yang rapi.
'Guru dan murid, sama saja!?' pikir yohan. Ho jingmi, seorang bocah yang tahun ini berusia empat belas tahun. Pertama kali yohan melihatnya, terlihat tubuh kecil yang kurus hingga tulang pipinya terlihat. Dengan kaki kurusnya yang berjalan tanpa henti.
Bodoh dan menyedihkan
Itulah kesan pertama yohan terhadap jingmi. Pertama kali dia melihat jingmi, terlihat pancaran mata yang berapi api menyimpan dendam. Mungkin dulu dia juga sama dengannya, bodoh dan menyedihkan. Tapi sekarang jingmi sudah jauh lebih baik karena dikelilingi orang orang yang dianggapnya teman. Di balik senyumannya, terdapat kisah yang menyakitkan. Kisah yang paling menyakitkan dari yang paling menyedihkan hingga bisa menyayat hatimu.
Mereka berjalan sangat jauh hingga tidak terlihat lagi ketiga orang yang masih ribut. Sebenarnya, yohan sendiri tidak tahu arah jalan mana yang harus di ambil. Tapi karena ada yue yang menjadi penunjuk jalan dia tidak perlu khawatir.
"Sampai!?" ujar yohan memberhentikan langkahnya ketika sudah sampai didepan sebuah gua besar.
"Untuk apa kita kesini?" tanya jingmi.
"Tentu saja, untuk mencari belatung gemuk!?" ujar yohan sembari tersenyum licik. Lalu masuk kedalam gua diikuti dengan jingmi.
Mereka memasuki gua yang gelap dan dingin. Semakin mereka masuk, semakin tercium bau busuk yang menyengat hidung mereka. Sudah jelas, bau busuk apa ini ketika mereka melihat mayat seekor tikus besar yang sudah bembusuk.
"Hoeek…" Jingmi yang tidak kuat dengan bau busuk mayat tikus, harus memuntahkan semua makanan paginya.
Anehnya, yohan yang memiliki indra penciuman yang jauh lebih tajam tidak merasa mual sedikitpun. Dia malah mendekati mayat tikus besar yang luar biasa busuk. Tentunya yue terbang dan hinggap di bahu jingmi. Yohan mengambil pedang dari sarungnya dan…
Srat!?
Yohan membelah tubuh tikus besar yang sebesar gajah. Kemudian masuk kedalam daging busuk tikus besar membaurkan tubuhnya dengan daging busuk yang lembek. Dia mencari sesuatu didalam tubuh busuk tikus besar. Setelah beberapa lama mencari, akhirnya yohan keluar dari tubuh tikus besar.
Tentunya bau busuk juga melekat padanya juga. Yohan berjalan sambil menggenggam sesuatu di tangannya.
"Apa itu?" tanya jingmi panasaran.
Tanpa mengatakan apapun, yohan hanya menunjukannya pada jingmi.
Belatung
Benar, ditangan yohan ada dua belatung yang berwarna hitam dan putih. Jingmi tidak tahu mengapa yohan sampai harus rela masuk kedalam mayat tikus hanya untuk mencari dua hewan kecil menjijikan itu,"Apa itu?" tanya jingmi ulang.
"Bukannya sudah jelas ini belatung?! Lebih tepatnya, ini adalah ……
belatung yin yang."
...~~...
1024 kata
...SEMOGA SUKA!?...