Return To Being The Mad Antagonist

Return To Being The Mad Antagonist
11.Bertemu lagi?



"Hallo!"


Gadis gila yang selalu mengikuti yohan dan sekarang ada didepannya. Yohan lupa kalau waktu tiga tahun sudah terlewati. Apapun itu ia tidak mau berurusan dengan orang gila.


"Emm…kau …siapa ya?" tanya yohan pura pura lupa.


"Aku adalah orang yang mencintaimu." ucapnya dengan datar.


Entah barapa banyakpun yohan mendengar kata cinta, itu selalu terdengar menjijikan ditelinganya. Bagaimana bisa gadis gila ini mengatakan itu dengan mudah? Apakah dia sendiri tahu apa itu cinta?


"Tapi aku tidak menyukaimu!" ujar yohan dingin dengan seyum sinis.


"Kalau begitu aku akan tetap mencintaimu!" ujarnya lagi.


"Berhenti mengatakan omong kosong yang tidak berguna. Dan jangan mengikutiku lagi! kalau tidak…" yohan menggantung omongannya. Dalam sekejap sebuah jarum hitam besar menancap di pohon samping gadis itu berdiri. Hampir mengenai leher gadis gila. "…kau akan mati di tanganku?!" lanjut Yohan.


Yohan berjalan meninggalkan gadis gila yang kini telah jauh di belakang. Berbeda dengan gadis gila yang ada di belakang yohan, wajahnya berseri senang dengan wajah datar, "Calon suamiku memang hebat!" ujarnya dengan wajah datar tapi berseri seri.


Tap Tap Tap Tap (langkah yohan)


Tap Tap Tap Tap (langkah gadis gila)


'Kalau kau ingin mengikutiku, setidaknya lakukanlah dengan benar. Anak kecil berumur lima tahun pun akan tahu kalau kau mengikutiku.' pikir yohan yang sudah tahu kalau gadis gila itu mengikutinya. Kini dia telah sampai di desa terdekat untuk beristirahat.


Tidak peduli seberapa banyak yohan mengancam gadis itu, ia akan selalu mengikuti yohan kemanapun. Bukan hanya sedang berjalan, bahkan sedang duduk, melamun, makan, dia selalu mengikuti yohan dengan persembunyian yang buruk. Misalnya saja beberapa saat yang lalu gadis itu sedang bersembunyi di tempat sampah dan saat ini dia sedang bersembunyi dibalik tubuh anak kecil yang sedang makan permen.


"Ah, sepertinya aku akan ke toilet!" ujar yohan pura pura tidak melihat gadis gila. 'Kalau ke toilet dia tidak akan berani masuk kan?' pikir yohan licik.


"Aku juga ikut!" ujar gadis gila seenaknya.


"Jangan! apa kau gila?" ucap yohan yang sudah berbalik menghadap gadis gila. Namun sekejap dia sadar jika yang dia katakan itu salah. "Ah, aku lupa. Kau memang sudah gila." ujarnya lagi yang menyadari kalau gadis itu memang gila.


KRUYUUK


Melihat gadis itu kelaparan, yohan jadi kasihan melihatnya. "Baiklah, untuk kali ini akan kubiarkan kau ikut." ucap yohan dingin.


"ke toilet?"


"Ke-kedai-makan!"ucap yohan penuh penekanan.


***


DI DALAM KEDAI


Yohan tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Seorang gadis cantik dengan ***** makan yang besar menghabiskan puluhan piring. 'Ternyata bukan hanya otaknya saja yang gila, tapi ***** makannya juga gila. Bisa bisa aku jatuh miskin dalam waktu satu hari.' pikir yohan.


Gadis itu meletakkan piring terakhir di tumpukan piring. "Apa kau sudah selesai?" tanya yohan dingin pada gadis di depannya. Gadis itu hanya menganggukkan kepalanya tanda sudah selesai.


Mungkin ini saatnya bagi yohan meluruskan masalah di depannya ini. Dia tidak ingin membawa seseorang apalagi itu orang gila. Bisa bisa dia juga ikutan gila. "Baiklah, jawab aku dengan serius. Kenapa kau selalu mengikutiku?" tanya yohan dingin dan menatap gadis di depannya dengan dingin pula.


"Karena aku menci___"


"Selain kata cinta, yang lain!" ujar yohan yang sudah muak mendengar kata cinta dari mulut gadis itu.


"………" gadis itu mencoba berpikir keras mencari jawaban yang lain. "karena kau tampan?" ucapnya setelah berpikir keras.


Wajah yohan jadi semakin aneh mendengar alasan yang begitu klis. "Kau sudah pernah mengatakan itu. Tapi mana mungkin kau mengikutiku hanya karena tampan? alasan lain!" yohan benar benar tidak tahu bagaimana menghadapi orang gila.


"Aku tidak tahu alasan yang lain. Tapi aku mengikutimu karena keinginan ku sendiri." ujar gadis itu berbeda kali ini.


Yohan hanya menatap diam gadis di depannya. Akhirnya pembicaraan menjadi hening. Disaat mereka hening ada pembicaraan sejelompok orang preman yang sedang membicarakan monster rubah merah.


"Para kultivator bodoh itu bahkan tidak bisa menangkap seekor rubah lemah. Kurasa kalau aku yang menangkapnya mungkin akan langsung dapat ha ha ha ha ha ha… "ujar seorang pria berwajah bengis yang sedang mabuk.


"Waah apa kau benar dapat menangkapnya?"tanya seorang lagi yang mabuk.


"Tentu saja! kau pikir aku siapa?"


"Tapi apa yang akan kau lakukan kalau sudah pertangkap?" Tanya pria lain.


"Mungkin aku akan menjualnya dengan harga yang tinggi atau untuk diriku sendiri lalu kunaiki! ha ha ha ha ha… "ucapnya dengan sombong.


pembicaraan itu penuh dengan bualan sekelompok preman kampung. Hingga gadis di depan yohan membuka pembicaraan, "Seperti yang aku katakan, aku mengikutimu karena aku mencintai mu! jika kau tidak suka dengan apa yang selalu ku katakan padamu, kau bisa membunuhku kapanpun kau mau!" ucapnya datar dan berdiri sambil membawa gelas berisi air di depannya.


Gadis gila itu berjalan menuju pria berwajah bengis yang selalu membual bisa menangkap rubah merah. Dia berdiri di belakang pria tersebut kemudian menyiramkan gelas berisi air di atas kepala pria tersebut.


CUURRR


Seketika kepala pria itu basah dengan air yang disiram di kepalanya. Pria itu langsung membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa yang menyiramnya dengan air. Setelah melihat seorang gadis dengan tudung di kepalanya pria itu langsung meraih kerah jubah gadis itu.


Gadis itu tidak terusik sedikitpun, "Kau tidak akan mampu untuk membunuh ku!" ucap dengan wajah yang datar. "Karena kau terlalu lemah."


"APA!?" pria itu berteriak marah dan berusaha memukul gadis di depannya. Namun pukulannya meleset dan malahan dia yang kena pukul gadis itu. "Sialan kau ******! serang dia!" perintahnya pada teman temannya.


Setelah itu terjadi keributan adu pukul antara sekelompok preman dan gadis gila. Yohan melihatnya tidak percaya. 'Apa yang dia lakukan?' pikir yohan.


"Aaaah tolong hentikan mereka dan wanita gila ini!" ujar seorang pemilik kedai.


"Waah, tolong!? dia menggigit ku! Tolong!"


"Pukul dan ikat dia cepat!"


"Aaah dia menendang burung ku!"


Yohan memalingkan wajahnya untuk tidak melihat kejadian yang memalukan ini. "Sebaiknya aku menjauh darinya." ujarnya yang sudah berusaha kabur dari masalah yang dibuat gadis gila itu.


Tiba tiba ada yang menarik tangannya, "Tuan! tolong hentikan kekasih mu, tuan!" ujar seorang pemilik kadai yang menarik tangan yohan.


"Dia bukan kekasihku!" ujar yohan dingin dan menatap tajam pemilik kedai tersebut.


Pemilik kedai itu segera melepas genggaman tangannya karena merasa takut pada yohan. "Ba baiklah,tuan bukan kekasih wanita gila itu. Tapi aku mohon hentikanlah dia tuan!" ujar pemilik kedai dengan menempelkan kedua tangannya memohon.


"Itu bukan urusanku! kau saja sendiri yang melerai mereka!?" ujar yohan kejam.


"Tapi, tadi aku lihat tuan dan gadis itu satu meja. Jadi aku mohon tolong bantu aku tuan!" mohon pemilik kedai memelas.


"Sudah ku katakan, aku tidak mau!" ujarnya yang penuh penekanan dan kembali melangkah menuju pintu keluar meninggalkan pemilik kedai yang sudah tertelan panik.


Gadis gila dan para preman makin sengit hingga melempar makanan satu sama lain. Hingga tanpa sengaja terlempar ke kepala yohan. Langkah yohan berhenti ketika kepalanya kena makanan yang di lempar oleh para preman. Kemudian dia berbalik, "Kurasa aku harus membereskan masalah ini!" Yohan berjalan menuju tempat mereka bertengkar.


Setelah itu yohan ikut berkelahi bersama gadis gila dan membuat suasana jadi tambah rusuh bin gaduh. Pemilik kedai jadi makin pusing melihat kedainya jadi makin berantakan.


"SIAPAPUN TOLONG HENTIKA MEREKA!!!" teriak pemilik kedai histeris.


***


"Baiklah~ terima kasih sudah datang di kedai kami dan membayar semua ganti ruginya.Tapi tolong dengan sangat, jangan… pernah… datang… lagi…!?" ujar pemilik kedai yang tengah menahan marah dengan senyuman.


BRAK


Dengan menutup pintu kedai sangat keras siapapun tahu kalau dia marah. Yohan dan gadis gila masih berdiri di depan kedai makan yang tutup akibat ulah mereka berdua. "Haah…" yohan menghela nafas gusar.


Tiba tiba ada seorang anak kecil yang berlari di depan mereka dengan membawa sate telur puyuh.Karena ingin makan sate itu gadis yang ada di sebelah yohan mengejar anak kecil yang tadi.


Begitu kembali dia membawa sate itu dan ingin memakannya. Tapi, sebelum sate itu gadis itu makan ia melihat yohan melihatnya dingin.


"Apa kau marah?" tanya gadis itu dengan polos.


"……"yohan tidak menjawab sama sekali.


Kemudian gadis itu memberikan sate telur yang ada di tangannya pada yohan. "ini, jangan marah lagi!" ujar gadis itu sambil memberikan date yang ada di tangannya.


Yohan menatap gadis di depannya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. "Ha ha ha ha ha ha ha ha…"yohan tertawa terbahak bahak melihat tingkah gadis di depannya. Dia tidak menyangka jika dia akan disogok oleh seorang gadis gila.


Melihat yohan yang tertawa manis, tiba tiba gadis itu memegang wajah yohan yang sedang tertawa dengan kedua tangannya. Tawa yohan berhenti seketika karena gadis itu memegang wajahnya.


"Manis." ucap gadis itu singkat. "Kau sangat manis saat tertawa." ujarnya sambil tersenyum lembut ke arah yohan. Mereka hanya saling menatap satu sama lain.


"oh, begitu." Yohan menampik kedua tangan gadis yang ada di depannya. Kemudian berjalan meninggalkan gadis gila sambil memakan makanan yang di berikan padanya. Tak mau ketinggalan,gadis itu berjalan mengikuti yohan di sampingnya.


Sedangkan untuk anak kecil yang di ambil makanannya di biarkan menangis mengadu pada orang tuanya.




1460 kata



TOLONG KOMEN DAN LIKE SUPAYA AUTHOR MAKIN SEMANGAT MEMBUAT CERITA



TERIMA KASIH