
Beberapa hari kemudian setelah semuanya diculik oleh Ming jia jun, Yohan harus kembali ke hutan hitam. Tanpa ditemani oleh siapapun, Yohan hanya pergi sendiri dan ditemani oleh Yue. Setelah sampai disana satu hal yang dia lihat. Taman bunga yang luas nan sepi. Suasana malam hari dengan disertai bulan sabit yang indah dan bintang bintang yang bertaburan luas diangkasa. Malam ini adalah malam yang tepat untuk jalan jalan dimalam hari.
Yohan berjalan menyusuri taman berniat untuk mencari keberadaan Jun. Karena dia tahu, kalau yang membawa Zhu'er dan yang lain pasti adalah Jun. Langkahnya berhenti ketika melihat seorang pria berparas rupawan berdiri dihadapannya dalam jarak sepuluh meter. Pria dengan rambut putih itu tersenyum melihat Yohan berdiri dihadapannya.
"Dimana mereka?" tanya Yohan dingin. Dia menatap Jun dengan hawa membunuh yang besar. Meskipun itu pada Jun yang ada didepannya.
"Kenapa kau begitu terburu buru? Ayo kita bermain sebentar, seperti dulu!?" ujar Jun yang sembari tersenyum melihat Yohan.
"Berhenti mengatakan omong kosong!? Katakan dimana mereka?" kini Yohan sudah mulai kesal. Malam ini dia memiliki firasat buruk.
Jun menatap Yohan licik. Tapi kemudian dia malah tersenyum senang melihat Yohan seperti itu, "Aku akan bemberitahukan dimana mereka. Ikuti aku!?" ujar Jun sembari memandu jalan.
Yohan masih tetap waapada dengan Jun. Kemudian mereka sampai di suatu tempat. Disana ada tiga orang dengan luka disekujur tubuh mereka dan disana juga ada tiang gantungan. Melihat itu Yohan langsung ingin menyelamatkan ketiga teman temannya. Namun tiba tiba saja seperti ada rantai yang mengikat salah satu kakinya hingga dia terjatuh. Saat Yohan melihat apa itu, ternyata yang mengikat kakinya adalah rantai putih yang bersinar. Dia kemudian melihat ke arah Jun.
Terlihat senyum miring di wajahnya. "Apa maksudnya semua ini?" tanya Yohan. Namun pertanyaannya tidak dihiraukan sama sekali. Karena terus diabaikan Yohan berusaha melepas rantai putih tersebut dengan kekuatannya. Namun ada lebih banyak rantai putih lagi yang mengikat tangan, kaki, leher, dan tubuhnya. Lama lama rantai rantai itu mulai menyelimuti tubuh Yohan dari ujung kepala sampai ujung kaki. Yohan berusaha lepas dari rantai rantai tersebut namun naasnya rantai rantai itu sulit untuk dihancurkan.
Tapi Yohan tidak menyerah sama sekali meskipun dibelakangnya ada segumpalan rantai putih yang berusaha menahan tubuhnya. Gumpalan rantai itu membentuk setengah tubuh raksasa yang menahan tubuh Yohan dengan tangannya yang sudah menyatu dengan Yohan. Hanya matanya yang masih terlihat. Tapi untuk sesaat semua rantai itu berhenti ketika Yohan berhenti meronta.
Tidak lama terdengar suara Jun, "Gantung mereka semua!?" ujarnya pada beberapa bawahannya. Dia menyuruh bawahannya untuk menggantung ketiga teman teman Yohan.
Mereka bertiga berdiri di tiang gantungan dengan dengan tali besar dilehernya. Shin, Jingmi, dan Ling mei melihat Yohan yang kini melihatnya dengan mata berkaca kaca. Shin tersenyum tipis melihat Yohan. Terlihat dia seperti akan mengatakan sesuatu dengan mulutnya yang terlihat pucat dan berdarah. Bibirnya bergerak seperti mengatakan 'Ma-af ' setelah itu…
Srak
Kursi yang dibawah Shin ditendang dan berakhir dengan Shin yang menggantung di udara. Tidak lama disusul dengan Jingmi dan Ling mei. Mereka satu persatu mati. Yohan ingin berteriak namun suaranya tidak akan bisa keluar karena rantai yang menyumpal mulutnya. Air mata menetes membasahi pipinya.
"Kenapa kau menangis? bukankah kau adalah iblis yangvtelah banyak membunuh semua orang? tertawalah melihat kematian yang biasa bagimu!? Lagi pula mereka mati karena dirimu!? Kaulah yang telah membunuh mereka!? ha ha… ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha…" terdengar tawa dari Jun. Ini adalah tawa pertama yang Yohan dengar dari orang yang dikaguminya.
Yohan menggertakkan giginya marah. Dia menatap Jun dengan penuh kebencian dan kemarahan. Perlahan beberapa rantai menggeser dan dan memperlihatkan wajah Yohan yang sudah dipenuhi kemarahan.
"Tenang saja, masih ada pertunjukan yang lainnya untukmu!?" ujar Jun menunjuk disebelah yang lain. Terlihat Zhu'er berdiri dengan kaki, tangan, dan tubuh yang terikat rantai putih. Dibawahnya ada banyak sekali kayu bakar. "Bakar!?" ujar Jun.
Lalu seseorang yang memegang obor membakar kayu kayu bakar tersebut dan menyebar dengan sangat cepat. Zhu'er melihat Yohan dari kejauhan. Terlihat Yohan yang berteriak memanggil manggil namanya. Namun api semakin panas dan perlahan mulai membakar tubuh Zhu'er. Tapi disaat seperti itu Zhu'er memperlihatkan senyum hangatnya pada Yohan. Kemudian terlihat Zhu'er seperti mengatakan sesuatu, "Tetaplah hidup!? Tolong, Jangan pernah lupakan aku!?" Kemudian api melalap seluruh tubuh Zhu'er.
Yohan tidak bisa lagi berteriak atau mengatakan sesuatu. Air mata terus keluar dan membasahi seluruh wajah. Matanya tidak bisa berkedip, seakan dunia berhenti berputar. Mulutnya tidak tertutup dengan rapat, dia ingin berteriak namun suaranya tak ingin keluar. Tidak lama asap asap hitam mengelilingi Yohan dan menyelimuti seluruh tubuhnya. Jun sedikit menjauh dari Yohan karena asap hitam itu.
Seketika seluruh rantai yang ada disekeliling tubuh Yohan perlahan mulai hancur menjadi serpihan serpisan debu. Seluruh pandangan Yohan menjadi gelap gulita. Terlihat segumpalan asap hitan yang membentuk tubuh dan terbang kesana kemari mengitari Yohan.
"**Kenapa kau menjadi diam setelah melihat kenyataan? Apakah kau lebih memilih menutup matamu dan lari dari masalah? Lihatlah orang orang itu sekarang, mereka mati. Teman psikopatmu mati… teman psikotikmu mati… dan si kecil Jingmi itu juga mati. Bahkan gadis yang menyatakan cintanya padamu telah mati terbakar api. Apa yang akan kau lakukan sekarang? Apakah kau akan lari lebih jauh lagi tanpa menghadapinya?
Sadarlah!? Dia bukanlah seseorang yang sama seperti yang kau kenal. Sekarang dia adalah orang yang berbeda. Raihlah tanganku dan gunakan kekuatan ini sesuka hatimu!? Bunuh mereka semua!? Mengamuklah, Yohan…
Dan raihlah tangan ku!? Menyerahlah dengan seluruh keegosanmu… Hiduplah seperti yang diinginkan ibumu dan gadis itu. Lalu balaskan dendam mereka…
Yohan meraih tangan hitam itu tanpa ragu dengan mata merah menyala yang dipenuhi api amarah. "Akan ku gunakan kekuatanku bahkan setelah kematian!?" ujar Yohan penuh dengan kebencian.
Setelah itu, semua kabut yang menyelimuti Yohan hilang sepenuhnya dan hanya menyisakan Yohan seorang. Terlihat Yohan dengan iris mata merah dan garis di tengah. Seperti mata ular yang penuh dengan kelicikan. Dia mengepalkan kedua tangannya. Lalu menyerang Jun dengan penuh dendam.
-
-
-
-
-
Terlihat dua orang dengan aura yang berbanding terbalik. Satu orang dengan aura hitam legam berdiri di ujung jurang yang dibawahnya laut. Sedangkan yang satunya lagi berdiri seorang pria dengan aura putih berambut putih sedang memojokkan pria berambut hitam.
"Menyerahlah!? Kau sudah terpojok!? dibelakangmu adalah jurang dan dibawah adalah laut!? Dan, bukankah kau tidak bisa berenang?" ujar Jun penjahat yang sebenarnya.
"Menyerah? ha… ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha…… hah…" meskipun Yohan menyerah disini apa bedanya dengan mati? Dia sudah hancur hingga tidak tahu kapan harus menyerah. Meskipun dia tertawa tapi air menetes membasahi pipinya.
Hujan…
Waktu yang tepat untuk hatinya yang sudah hancur. Hujan ini menyamarkan air matanya yang sudah menetes banyak. Seandainya orang yang membunuh mereka bukanlah Jun, mungkin hatinya akan ada sedikit yang utuh. Yohan hanya bisa berandai andai mencegah semua itu terjadi, pasti semuanya akan baik baik saja. Tapi itu semua tidak akan berguna.
"Hei, apa kau tahu… saat kecil aku sungguh sangat mengagumi dirimu yang terus bersinar sepanjang waktu. Mereka bilang, kau adalah harapan mereka suatu hari nanti dan tidak seperti aku yang setiap waktu sangat suram dan dingin. Tapi sekarang aku tahu bila semua itu hanyalah kebohongan semata. Semua kekagumanku padamu, semuanya telah hancur ketika kau menghancurkan hidupku!?" kata kata yang Yohan lontarkan semuanya ada di benaknya. Dan sekarang Yohan keluarkan segalanya.
Yohan merentangkan tangannya dan berjalan mundur. Senyuman licik mungkin sudah terlihat diwajahku. "Aku akan kembali meskipun aku harus merasakan kematian yang menyakitkan!?" ujar Yohan penuh dengan kemarahan dan dendam.
"Tidak!? apa yang kau lakukan?! hentikan!?" Jun berusaha meraih tangan Yohan.
Namun Yohan tidak akan membiarkannya meraih tangannya lebih jauh. Kaki Yohan dengan cepat meloncat ke belakang dan kemudian dia menjatuhkan dirinya sendiri kebawah tebing yang dibawahnya terdapat laut dengan arus yang kuat. Dia menutup matanya meskipun dirinya mendengar suara Jun menggil manggil namanya.
BYURRR
Ketika Yohan masuk kedalam laut semuanya terasa hening. Hanya terdengar suara air laut yang berisik memasuki telinga Yohan. Dia membuka matanya dan melihat gelap dan dalamnya lautan. Air mulai memasuki paru paru Yohan dan membuat dirinya tidak bisa bernafas. Perlahan semuanya menjadi gelap dan sunyi.
...~~...
1335 kata
...{ ……TAMAT…… }...