
Dua saudara yang memiliki kepribadian dan kekuatan yang sangat terbanding terbalik saling bertarung. Mereka berdua membawa dendam masing masing dari lubuk hati terdalam mereka.
Yohan yang dari tadi menahan kegelapannya memakan dirinya sendiri dan sekarangpun masih menahan kegelapan itu. Dia tidak mau termakan oleh kekuatannya. Meskipun itu harus mengorbankan nyawanya sendiri. Dia tetap tidak mau membahayakan jun atau menyakitinya. Tapi pikiran untuk menyakiti jun selalu terpikirkan dikepalanya.
Qi hitam menyelimuti yohan sedangkan Qi putih menyelimuti jun. Keduanya berjalan mendekat untuk saling baku hantam. Masing masing melesat untuk saling menyerang dengan senjata masing masing. Yohan dengan pedang pendeknya 'tidak ada' dan jun dengan pedang cahayanya. Keduanya menyerang dan bertahan bergantian.
Mereka bertarung hingga lupa bila masih banyak orang yang bertarung bukan hanya mereka. Jun mengeluarkan jurus andalannya, yaitu jurus naga suci. Terbentuk seekor naga panjang dengan warna putih berkilau menyerang yohan.
Sedangkan yohan sendiri mengeluarkan jurus rantai penyegel iblis untuk mengikat naga suci milik jun. Ketika naga itu datang padanya, yohan mengangkat kedua tangannya keatas dan keluarlah rantai merah besar dari dalam tanah. Terdengar bunyi suara rantai yang menyeramkan dari setiap rantai. Kemudian yohan mengayunkan kedua tangannya kedepan, begitupun dengan kedua rantai tersebut yang mengikuti gerak tangannya.
Rantai merah besar semakin panjang dan mengikat naga suci milik jun. Naga suci tampak menggeliat ingin melepaskan diri dengan cahaya terang keluar dari tubuh naganya. Tangan yohan seperti menekan sesuatu tapi tidak ada apapun ditangannya, dia berusaha mengikatkan rantai itu menjadi lebih kuat.
"Sialan!?" umpat yohan dengan tubuh yang hampir dilahap kegelapan.
Tubuh naga semakin membesar dan membesar membuat rantai merah semakin terlihat kecil. Hingga…
PRANG
Rantai itu hancur dan naga suci lepas menuju kerah yohan. Naga itu sangat cepat hingga membuat sekitarnya terkena imbasnya. Kaburpun sudah percuma karena dia sudah terlanjur terkena serangan. Akibat serangan itu yohan terluka parah dan akibat serangan itu juga dia hampir kehilangan kesadarannya.
"Uhuk uhuk…" keluar darah dari mulutnya. Seiring bertambahnya luka semakin dia hampir kehilangan kesadarannya. Tapi dia masih berusaha bangun meskipun sudah terluka parah. Ini bisa dibilang pertarungan sepihak.Kenapa? karena jun saat ini jauh lebih kuat dari yohan.
Berkali kali bahkan ratusan kali jun menyerang yohan. Tapi anehnya yohan masih bisa berdiri dengan kaki yang gemetar.
Jun mendekati yohan yang sudah terluka parah. Yohan menatap tajam jun yang saat ini sedang marah padanya. Dia sudah tidak peduli lagi sekarang pada jun mau salah paham atau tidak. Yang terpenting sekarang adalah menjaga kesadarannya terap ada agar tidak terjadi sesuatu yang buruk nanti."Apa … ini … akhirnya?" ujar yohan.
'Apa aku akan mati kali ini? dari awal sampai akhir, kenapa nasibku begitu buruk? Ini sangat ironis.' pikir yohan.
JLEB
Sebuah pedang menusuk di dadanya. Pedang itu milik jun yang kini sudah ada dihadapannya. Ini, sama dengan sepuluh tahun yang lalu. Akhir dari seorang penjahat adalah kematian. Tapi berbeda dengan sepuluh tahun yang lalu, Kini…
BUK………… jun terlempar karena pukulan yohan.
Yohan berani memukul jun dengan tangannya sendiri.Apalagi pukulannya kali ini memiliki kekuatan walaupun tidak membahayakan.Tapi tetap saja ini sebuah kemajuan besar.Dulu mungkin yohan akan takut jika memukul jun,dia takut jun akan membencinya lebih.
Namun sekarang dia tidak takut lagi. Untuk apa takut pada orang yang sudah membencinya. Lagi pula apapun yang akan dia lakukan jun akan tetap membencinya. Dia tersenyum senang akhirnya dia bisa memukul jun juga,"Hah……he he he he he ha ha ha ha ha ah ha ha ha ha ha ha……kenapa aku dulu begitu bodoh? padahal aku hanya perlu memukulmu saja." ujar yohan kembali tertawa senang.
Jun sama sekali tidak mengerti dengan apa yang yohan bicarakan. Ini pertama kali baginya menerima pukulan langsung. Jadi jun merasa aneh sekarang. Sesaat kemudia dia melihat yohan tersenyum lembut padanya.
"Akhirnya aku bisa memukulmu, kakak!?" Sesaat setelah yohan bilang begitu dia kehilangan kesadarannya dan kekuatannya meledak.
Seperti pusaran angin topan mengelilingi tubuhnya. Kekuatannya begitu besar hingga bisa menghempaskan semuanya kesegala arah. Hingga jun juga terhempas jauh dari tempatnya sekarang. Sedangkan yohan terjebak didalam kekuatannya sendiri.
"Apa yang terjadi?" tanya jun yang kini berada ditempat yang sama dengan shin.
Dengan cermat shin memperhatikan pusaran kekuatan yohan, seketika dia terkejut setelah menyadari sesuatu.
"Itu,… itu adalah ledakan spiritual!?" ujar shin.
"Apa itu?" tanya jun tidak mengerti.
"Lanjutkan!?" ujar jun dingin.
"…Maka yohan akan melebur berkeping keping. Bisa dibilang akan mati!?" lanjut shin.
Jun sedikit terkejut mendengar itu. Kekuatannya juga melonjak banyak tapi tidak sampai meledak seperti yohan. Memangnya kekuatannya melonjak sebanyak apa samapai meledak begitu?
"Oh, begitu!?" jun hanya menanggapi dua kata. Dia tidak tahu harus peduli atau tidak tapi hatinya mengatakan harus menyelamatkannya. Tapi pikirannya berkata lain, dia harus membiarkan yohan mati dengan sangat mengenaskan. Karena dia pantas mendapatkan ganjaran seperti itu. Itulah akibatnya dari menjadi jahat.
Tapi tidak hanya itu, setiap orang yang tanpa sengaja terkena pusaran kekuatan hitam berubah menjadi butiran debu hitam. Entah itu memang pertahanan diri atau karena yohan yang tidak mau ada orang yang masuk kedalam pusaran.
Tadinya shin ingin menyelamatkan yohan begitupun dengan anggota yang lain. Karena jika tidak ada yohan,siapa yang akan menjadi pemeran utama? Shin? dia tidak mau karena merepotkan. Zhu'er? Sama sekali tidak bisa dipercaya. Jingmi? Dia hanya mengikuti shin. Ling mei? Dia sibuk dengan kekasih khayalannya.
Shin melihat kearah jun. Dia terlihat sedang bimbang antara menyelamatkan yohan atau tidak. Disaat seperti itu shin mencoba merayunya agar menyelamatkan yohan.
"Yang mulia raja!?" ujar shin yang membuat jun kaget.
Jun melihat shin dengan wajah bertanya tanya, "bagaimana kau tahu siapa aku?" tanya jun.
"Itu tidak penting, Yang terpenting sekarang adalah kau harus menyelamatkan yohan!?" ujar shin.
"Bukankah kau lihat sendiri? jika aku masuk aku hanya akan menjadi debu!?" jelas jun.
"Bukankah kau memiliki elemen cahaya? Dan lawan dari kegelapan adalah cahaya, kau bisa melindungi dirimu sendiri dengan cahaya milikmu!Kau bisa menyelamatkannya." Jelas shin tidak kalah mantap.
"Tapi,…"
"Tapi dia adalah orang jahat yang gila dan membunuh siapapun dengan kejam?Memang dia gila dan brengsek. Tapi seseorang pernah mengatakan sesuatu padaku, Sekejam kejamnya seseorang mereka pasti memiliki masa lalu yang sangat kelam. Jadi, aku mohon selamatkan dia!?" Shin tidak pernah sebegitu inginnya dia menyelamatkan seseorang. Baginya yohan bukan hanya ketua yang gila,tapi juga si brengsek yang baik.
Mendengar perkataan shin,jun makin memikirkan tindakannya selama ini.Sekarang dia paham kenapa yohan tersenyum begitu tulus padanya,"Baiklah, aku akan menyelamatkannya!? Tapi jangan pernah berpikir aku akan mengampuninya!?" ujar jun yang sudah berjalan memasuki pusaran.
"Bagaimana guru tahu dia itu raja?" tanya jingmi penasaran.
"Sebenarnya aku tadi dengar ada yang memangginya dengan sebutan 'raja' jadi aku hanya mencoba membuatnya penasaran lalu memberinya sedikit rayuan manis hi hi hi hi hi hi hi hi hi…" jelas shin.
"Jadi itu bukan kerana kau sudah tahu sejak awal?" tanya jingmi.
"Begitulah!?" ujar shin bangga.
"Astaga, tadinya aku sedikit kagun melihat guru begitu keren tadi. Tapi seketika kagumku hilang."
Sedangkan lingmei dari tadi menahan Zhu'er yang ingin masuk kedalam dan menyelamatkan yohan. Tapi sayang, aksinya dihentikan lingmei. "Kalian!? jangan hanya berdiri dan cengar cengir tidak jelas, cepat tolong aku!?" ujar lingmei pada ahin dan jingmi yang hanya asik mengobrol.
Segera mereka berdua menahan zhu'er yang ingin masuk kedalam pusaran hitam.
...~~...
1202 kata
...SEMOGA SUKA!?...