Return To Being The Mad Antagonist

Return To Being The Mad Antagonist
112. Seperti Asphodel



FLASHBACK KEDIAMAN KELUARGA YU


Hampir satu tahun setelah kepergian jingmi dari kediaman yu, beberapa bulan kemudian Ho peiyu diusir secara paksa oleh istri kepala keluarga yu. Xu jie yin. Jie yin merasa tidak nyaman dengan keberadaan peiyu yang ada di kediaman yu meskipun berada jauh dan terasing. Dia sama sekali tidak suka dengan peiyu yang menurutnya bisa saja menjadi selir.


Jadi, jie yin mengusir peiyu yang sedang hamil enam bulan. Peiyu yang saat itu tidak bisa melakukan apapun hanya bisa pasrah dengan dunia yang begitu kenam ini.


"Pergilah dasar wanita jalang!? Kami tidak membutuhkan orang tidak berguna sepertimu!?" Setelah mengatakan hal yang kejam itu jie yin pergi. Namun masih ada dua orang anaknya yang sama kejamnya dengan ibunya.


"Pergilah jalang!? dan susul si anak haram itu!? ha ha ha ha ha ha ha…" ujar Yu zhu ting sembari melempar buntalan kecil pakaian peiyu.


"Ya, susul anak tidak berguna mu itu. Kau dan anakmu itu memang sudah seharusnya diusir dari sini." ujar Yu xi yenny sambil memperlihatkan senyuman licik di wajahnya.


BRAK


Setelah mereka berdua puas dengan celoteh mereka yang tidak berguna, akhirnya mereka meninggalkan peiyu dan gerbangpun ditutup.


Peiyu bangun dan membawa barangnya yang dilempar seperti itu adalah hal yang menjijikan. Dia pergi ke rumahnya yang berada beberapa km dari kediaman yu. Ya, dia punya rumah milik orang tuanya yang sudah meninggal.


Dalam lerjalanan pulang, peiyu menabrak seorang nenek penjual bunga. Karena tabrakan yang tidak disengaja itu semua bunga yang ada di ranjang jatuh berserakan.


"Astaga,maafkan aku!?" ujar peiyu sembari membantu nenek itu merapikan bunga bunganya.


"Ah,tidak apa apa. Aku yang salah karena berdiri di tengah jalan!?" ujar nenek penjual bunga sembari tersenyum lembut pada peiyu.


Untuk membalasnya peiyu hanya bisa tersenyum, namun terlihat suram. Nenek penjual bunga melihat peiyu yang pucat dan perut yang membesar seperti sedang hamil.


"Apakah kau sedang hamil?"tanya nenek penjual bunga.


"Ah, ya. Aku sedang hamil." jawab peiyu.


"Jika kau sedang hamil, kenapa kau berjalan sendirian disiang bolong begini? Apa suami mu tidak khawatir?" tanya nenek penjual bunga itu lagi. Pertanyaan itu seperti jarum yang menusuk hati peiyu.


Suami?


Dia hanyalah wanita polos yang mudah di bodohi oleh seorang pria brengsek yang tidak peduli apakah dia hidup atau mati. Namun apa daya, nasi sudah menjadi bubur. Dia sudah tidak bisa berbuat apapun. Peiyu juga tidak bisa menyalahkan bayi yang tidak tahu apapun,"Suami sedang bekerja saat ini. Jadi dia tidak bisa menemaniku untuk berjalan jalan." Ujar peiyu bohong.


Nenek penjual buanga hanya tersenyum menanggapi jawaban peiyu. Dia tahu jika saat ini peiyu sedang berbohong padanya dan sekarang ini peiyu sedang kelelahan."Jika kau mau,bisakah kita istirahat bersama? sepetinya kau kelelahan." Nenek penjual bunga mencoba menawari peiyu untuk isyirahat bersama dan mungkin berbincang bincang.


Mereka akhirnya duduk dibawah sebuah pohon besar dipinggir jalan unyuk melepaskan rasa lelah.


"Apa ini anak pertamamu?" tanya nenek penjual bunga.


"Bukan, ini anak keduaku." jawab peiyu.


"Lalu dimana anak pertama mu saat ini?" tanya nenek itu lagi.


"Aku tidak tahu. Saat ini mungkin anakku sedang berlatih menjadi kultivator yang hebat disuatu tempat. Tapi…" Peiyu menggantung ucapannya seperti sangat berat untuk mengatakan sesuatu.


"Kalau boleh tahu, apa saat ini kau sedang ada masalah dengan anakmu?" tanya nenek penjual bunga lagi.


"Ya, aku rasa dia mungkin tidak akan pernah memaafkanku sampai akhir." ujar peiyu penuh penyesalan.


Melihat itu nenek penjual bunga mencoba menghibur peiyu,"Jangan bersedih!? aku yakin dia akan memaafkan kesalanmu padanya, asal kau sungguh sungguh menyesal." ujar nenek tua itu."Ah, benar!? aku akan memberi mu sebagai semangat!?" ujar nenek itu sembari mencari sesuatu diranjangnya.


Tidak lama mencari, nenek itu mengeluatkan bungkusan kecil berkain abu abu.Dia memberikannya pada peiyu sebagai semangat dan juga memberikan seikat bunga asphodel yang cantik berwarna putih,"Ini untukmu!?" ujar nenek itu sembari menyodorkannya ke peiyu.


"Tidak usah sungkan seperti itu. Terima saja!? lagipula ini hadiah dariku untuk memberi semangat padamu. Apa kau tahu apa arti bunga ini?" tanya nenek tua itu sembari memegangkannya bunga asphodel dan bungkusan kecil bibit asphodel."Aku memberikannya padamu karena artinya sangat cocok dengan hidupmu.Yaitu,--------------?"ujar nenek itu sepertinya mengetahui kebenaran peiyu.


"Bunga ini dibawa oleh suamiku dari jauh. Dia senang sekali jika mengumpulkan berbagai jenis bunga. karena terlalu banyak aku menjualnya. Jadi terima saja hadiahku untukmu!?" bujuk nenek tua itu lagi.Nenek itu pergi begitu saja meninggalkan peiyu dengan senyuman yang saat ini tidak bisa diartikan.


Hampir saja peiyu lupa mengatakan sesuatu,"Terima kasih!?"teriaknya pada nenek tua yang tidak terlalu jauh.


SEKARANG


Saat ini peiyu sedang menggendong seorang bayi perempuan yang cantik. Dan sekarang sembari menggendong bayi kecilnya dia menyiram bunga yang diberikan seorang nenek tua padanya.Bunga itu memang sangat cocok padanya, yang artinya……


"Penyesalanku padamu sampai akhir!?"


***


Saat ini di wilayah ras naga


"Bagaimana ini mungkin terjadi?" ujar raja naga tidak percaya bila yang dijelaskan anaknya saat ini, bila yohan juga salah satu temannya. Pasalnya orang yang menjadi teman dari anaknya tersebut adalah orang sinting yang membuat kekacauan di wilayah ras naga beberapa tahun yang lalu dengan elemen apinya.


Saat kejadian itu,han sama sekali tidak tahu apapun. Kalian ingat? dia nolep. Jadi saat kejadian yohan pernah membuat kekacauan di tempatnya sendiri dia tidak tahu. Dan sekarang dia baru tahu saat ayahnya mengatakan…


"Dia adalah pemuda gila yang suka membuat keonaran dimana mana. Apa kau benar benar berteman dengan orang gila ini?"tanya raja naga pada anaknya sambil menunjuk yohan.


Tapi yohan masih tidak mengerti orang gila mana yang dimaksudkan raja naga. Lalu dia mencoba memastikan ke arah mana raja naga menunjuk dengan menunjuk tangan raja naga dan mengikuti arah yang dituju, "Aku? kau pikir aku gila? Dengar ya tua bangka, aku tidak gila!? Aku hanya sedikit stres berlebihan saat itu. Jadi untuk menghilangkan stres, aku membuat diriku senang dengan membuat pesta pertunjukan api di wilayahmu yang tersayang." ujar yohan kesal.


Mendengar dipanggil tua bangka,raja naga juga merasa kesal saat ini, "Apa kau bilang orang gila? tua bangka? beraninya kau mengangilku seorang naga yang hebat dan gagah dengan sebutan tua bangka!? Kau orang gila yang otaknya sinting!? ck ck ck…" ujar raja naga tajam.


"Apa? sinting kau bilang? seorang pangeran setampan diriku kau bilang sinting? Asal kau tahu,ya! Kau lebih sinting dari pada aku!? ck ck ck ck…" balas yohan tidak kalah tajam.


"Hooo, hanya seorang pangeran kecil sepertimu berani menyebut seorang raja naga sinting? dasar tidak tahu diri!? ck ck ck ck ck…"


"Kau yang tidak tahu malu, menyerang seorang yang lebih lemah darimu seperti aku!? ck ck ck ck ck ck…"


"Kau, ck ck ck ck ck ck ck ck ck ck ck……" raja naga.


"Apa?! ck ck ck ck ck ck ck ck ck ck ck ck……" yohan.


"Ck ck ck ck ck ck ck ck ck ck ck ck ck ck ck……" raja naga.


"Ck ck ck ck ck ck ck ck ck ck ck ck ck ck ck ck ck……" yohan.


Entah apa yang mereka bicarakan dengan bahasa ck ck ck seperti itu. Mereka yang melihat pertengakaran kedua orang itu sama sekali tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.


"Apa yang mereka bicarakan?" tanya jingmi pada shin.


"Aku tidak tahu. Tapi sepertinya mereka sama sekali tidak akrab." jawab shin.


...~~...


1190 kata


...SEMOGA SUKA!?...