Return To Being The Mad Antagonist

Return To Being The Mad Antagonist
104.Bocah miskin



NEGARA QIN


Di sebuah desa yang kaya tinggal seorang pengemis dengan seorang anaknya.Mereka hidup miskin hanya dengan pencarian uang meminta minta pada orang orang.Hidup kelaparan setiap hari sudah terbiasa. Ditambah ibu dari anak pengemis itu sudah lama mempunyai penyakit parah.


Gadis kecil dengan tubuh kurus kering yang masih berumur tujuh tahun itu harus menjalani kehidupan yang begitu keras.Dengan sangat polos dia masih duduk dipinggir jasad ibunya yang sudah tidak bernyawa.Dia masih mengira bahwa ibunya masih hidup dan sekarang sedang tidur.Tidur yang cukup panjang.


"Ibu…ibu bangun!?aku membawakan makanan untukmu!?ibu tenang saja,aku tidak mencuri!?Makanan ini aku pungut saat seseorang menjatuhkannya ke tanah.Makanlah!?Ini masih bisa dimakan.Aku akan mencari makanan lagi!?"ujar gadis kecil itu masih dengan senyum cerianya.


Gadis itu bangun dan berdiri diambang pintu,"Ibu,cepatlah sembuh!?nanti ceritakan aku kisah saat tidur!?"ujar gadis kecil itu sambil tersenyum dan pergi dengan harapan bisa mendapatkan makanan lagi.


Pergi dari rumahnya gadis kecil itu duduk dipinggir jalan berharap ada yang menjatuhkan makanannya untuk dia makan.Tapi setelah menunggu begitu lama tidak satupun dari mereka yang kasihan melihatnya.Bahkan uang recehpun tidak diberikan.Akhirnya dia berpindah tempat ke tempat tempat sampah.


Gadus kecil itu pergi ke tempat tempat sampah berharap bisa mendapat makanan sisa yang masih bisa dimakan.Tapi sepertinya tidak ada makan yang tersisa sedikitpun.Adapun yang sudah basi,meskipun ingin diambil tapi ibunya pernah berpesan agar tidak memakan makanan yang sudah basi."Hanya ada makanan basi.Ibu bilang jangan makan makanan yang sudah basi.Tapi aku lapar!?"lama berpikir dia akhirnya menyerah.


"Sudahlah,aku ke sungai saja untuk mandi."ujar gadis itu menyerah.


Akhirnya dia pergi ke pinggir sungai untuk mandi.Sesampainya disana dia menemukan seorang yang sedang terdampar dipinggir sungai.Dia menghampiri orang tersebut.Saat melihatnya gadis kecil itu tersipu malu melihat wajah pria yang terdampar dipinggir sungai."A apa dia seorang pangeran?kata ibu pangeran wajahnya tampan.Tapi kenapa seorang pangeran terdampar dipinggir sungai seperti ini?"tanya gadis kecil itu pada dirinya sendiri.


"Apa dia terbawa arus sungai yang sedang deras tadi malam?Itu berarti kalau orang yang kemasukan air harus diberi nafas buatan."ujarnya lagi sambil tersipu.Dia mencoba memberi nagas buatan pada pria tampan yang sedang pingsan.


Tapi sebelum memberi nafas buatan dari mulut ke mulut pria tampan itu malah memuncratkan air ke wajah gadis kecil yang tadinya ingin memberi nafas buatan.


"Uhuk uhuk uhuk!?"


Yohan membuka matanya perlahan dan terlihat wajah kotor seorang gadis kecil yang sedang menatapnya.Anehnya wajah gadis itu basah.Dia mencoba duduk dari berbaringnya.Setiap badannya terasa remuk seperti dihancurkan.Luka didadanya sudah perlahan sembuh.Untungnya dia memiliki jantung naga jakek lue jika tidak mungkin saja dia sudah mati dari tadi.


Terlihat gadis itu menatapnya dengan wajah yang sudah merah merona saat yohan menatapnya balik."Siapa kau?"tanya yohan.


"A aku namaku adalah Xi mei,ka kalau nama kakak si siapa?"tanya xi mei gugup.


"Aku yohan!?"jawab yohan singkat."Dimana ini?"tanya yohan lagi.


"I ini di pinggir sungai."jawab xi mei polos.


"………maksudku desa apa ini?"tanya yohan lagi.


"Oh,i ini desa tirai bambu."jawab xi mei.


Yohan memikirkan nama yang diucapkan oleh xi mei.Setwlah diingat ingat desa tirai bambu adalah desa kaya yang berada di negara qin.Itu berarti saat ini yohan terbawa arus sungai ke negara qin.Itu wajar saja karena negara qin adalah salah satu perbatasan hutan hitam yang terdekat.


"A apa kau ingin mampir ke rumahku dulu?"tanya xi mei malu.


"Boleh!?"Jawab yohan singkat,'Sepertinya hal yang bagus jika aku bersembunyi di rumah gadis kecil itu.' pikir yohan.


Gadis itu senang dengan jawaban yohan."Ta tapi aku ma mandi dulu!?" Ujar xi mei malu.


"Oh,kalau begitu mandilah!?"


"K kak yohan jangan melihat ya!?"


Lama menunggu xi mei mandi yohan berkultivasi untuk mengembalikan tenaganya dan memulihkan diri.Xi mei mandi dengan adanya pria tampan didepan,setelah selesai mandi dia memakai bajunya kembali.


Xi mei menunggu yohan selesai berkultivasi.Dia terus menatap yohan dengan intens.Lama menatapnya terus xi mei kini yakin kalau yohan pasti seorang pangeran.Tidak lama yohan selesai berkultivasi dia mendapati kembali xi mei menatapnya.Kali ini wajahnya tidak kotor lagi. Kini terlihat seorang gadis kecil manis dengan pipi merah.


"Kau sudah selesai mandi?"tanya yohan.


"Y ya!?"


"Kalau begitu antar aku ke rumah mu!?"


"E em!?"


Yohan bangun diikuti gadis kecil yang memegang tangannya.Xi mei awalnya malu memegang tangan yohan.Tapi dia sepertinya mengerti kalau yohan sedang terluka.Jadi dia mencoba membantunya berjalan meskipun itu tidak membantu sama sekali.


Setelah lama berjalan akhirnya mereka sampai dirumah xi mei.Rumahnya hanya sebuah gubug kecil yang sudah reot.Xi mei membawanya masuk kedalam rumahnya.Yohan melihat ada seorang perempuan yang tidur mengeluarkan bau busuk dari tubuhnya.


Yohan menghampiri wanita itu dan terlihatlah tubuh kaku yang sudah membiru.Yohan melirik ke xi mei,"Apa dia ibu mu?"tanya yohan.


"Ya,ibu sedang tidur!?"ujar xi mei polos.


"……"yohan hanya diam mendengar jawaban xi mei.Pasalnya yohan juga pernah menyangka kalau ibunya yang dikota qufeng hanya sedang tidur.Tapi ternyata dia salah."Kau benar,dia sedang tidur!?"ujar yohan.Dia tidak mengatakan kalau ibu xi mei meninggal.Dia takut gadis kecil itu akan menangis nanti.


Xi mei mendekati yohan,"kakak,kapan ibu akan bangun?"tanya xi mei polos.


"Kau tahu?setiap makhluk hidup akan mengalami tidur abadi.Dan saat mereka mengalami tidur abadi mereka tidak akan bangun lagi."Jelas yohan.


"Jadi ibu tidak akan bangun?"tanya xi mei masih polos,"Apa ibu tidak lapar?dia akan bahagia,kan?"tanya xi mei.Dia sangat berharap jika ibunya bisa tenang selama dan tidak merasakan sakit lagi.


"Tentu saja tidak,dia akan bahagia.Dia tidak akan merasakan lapar,sakit,atau sedih.Dia hanya memerlukan tempat tidur yang nyaman.Jauh dari kebisingan!?"ujar yohan.


Setelahnya dua membuat makam untuk ibu xi mei.Walaupun kekuatannya belum pulih tapi dia tidak mau beristirahat dengan mayat yang sudah membusuk.'Sialan!?seharusnya aku yang dirawat karena terluka,tapi kenapa aku yang merawat bocah kecil ini?' pikir yohan.Akhirnya setelah menggali lubang dikuburnya mayat ibu xi mei.Setelah selesai dengan makam, xi mei menarik narik tangan yohan.


"Kakak,apa ibu akan baik baik saja didalam sana?"tanya xi mei.


"Entahlah,aku tidak tahu.Mungkin saja dia akan menangis tersedu sedu didalam sana!?"ujar yohan asal.


Mendengar jawaban yohan yang menyakitkan xi mei mulai ingin menangis.


"Tapi ada seseorang yang mengatakan padaku,dia sudah bahagia hanya dengan melihatmu bahagia!?"lanjut yohan lagi.


Setelahnya xi mei menjadi lebih baik mendengar jawaban yohan kali ini.


...~~...


1098 kata


...SEMOGA SUKA!?...