
Pelayan itu membawa Jingmi dan Wen hou menelusuri lorong gelap. Mereka berjalan mengikuti pelayan yang menuntun mereka ke tempat Jiefan berada. Di ujung lorong terlihat cahaya redip yang jika didekati semakin terang. Dan terlihatlah sekumpulan manusia yang biasa dikenal sebagai 'pemberontak' pada umumnya. Mereka berpakaian kumuh, awut awutan, dan ada juga yang berpakaian seperti perampok. Dan yang berada ditengah tengah mereka adalah seorang pria bertopeng yang diyakini sebagai Jiefan.
Mereka yang tadinya ribut menjadi diam tak bersuara saat Jingmi dan Wen hou datang. Dalam sekejap mereka berdua menjadi pusat perhatian. Pria bertopeng juga memperhatikan mereka berdua yang datang. Dia melihat ke pelayan pria yang membawa mereka berdua untuk menjelaskan apa yang yang terjadi.
"Me mereka adalah__"
"Kami adalah Fengkuang zu (kelompok gila)!?" ujar Jingmi memotong perkataan pelayan tersebut. Sontak seisi tempat itu langsung ribut kembali setelah mendengar nama fengkuang zu disebutkan. Mereka tidak percaya jika anggota dari Fengkuang zu akan datang menemui mereka.
Jiefan sangat terkejut dengan yang dikatakan orang bertudung hitam didepannya. Dia heran, mengapa anggota dari Fengkuang zu datang menemuinya secara langsung. 'Dari suaranya terdengar jelas kalau dia masih sangat muda. Apa benar dia adalah anggota dari Fengkuang zu?" pikir Jiefan. "Buka tudungmu!? dan apa buktinya jika kau adalah anggota Fengkuang zu?" dia ingin memastikannya sendiri. Jika orang di hadapannya ini sedang mempermainkan dirinya, maka dia tidak akan segan segan unyuk menghabisinya. Karena tak sedikit orang yang mengaku sebagai anggota dari Fengkuang zu.
Tidak lama, Jingmi dan Wen hou membuka tudung mereka. Sekeyika semua orang makin tambah kaget setelah melihat dua orang anak muda yang mengaku sebagai anggota dari Fengkuang zu.
"Apa mereka berdua benar benar anggota Fengkuang zu?" bisik seorang pria.
"Entahlah. Tapi mana mungkin anggota Fengkuang zu anak anak bau kencur seperti mereka!?" bisik yang lain.
"Tapi sepertinya nyali anak itu cukup besar untuk mengatakan mereka adalah anggota dari Fengkuang zu. Sungguh tidak tahu malu__"
JLEK
Kata kata pria itu langsung berhenti saat Jingmi melempar sebuah belati kecil kesamping kepala pria itu. Untungnya tidak kena dan hanya menggores pipi saja. Namun itu berhasil membuat pria yang berkata seenaknya bicara gemetar ketakutan. Padahal pria itu berada dibelakangnya, tapi dia berhasil membuat satu gerakan yang langsung membuat pria itu diam membisu.
Tap tap tap
Jingmi membalikkan tubuhnya dan berjalan mendekati pria yang dia lempari belati tadi. Langkahnya semakin dekat dengan pria itu. Disertai senyuman ramah, tapi yang mereka lihat adalah senyuman iblis yang menakutkan. "Ah~ maaf, ya!? tadi ada lalat yang mengganggu telingaku. Jadi tadinya aku ingin membunuh lalat kurang ajar itu. Sshh tapi sayangnya tidak kena ha ha ha ha… " ujar Jingmi sembari tertawa kecil yang membuat semua orang diam seribu bahasa. Dia mencabut kembali belatinya yang tertancap di dinding dan kembali ke tempatnya semula.
Setelah itu tidak ada lagi yang berani menggunjing mereka berdua. Karena mereka takut akan ada 'lalat' yang terkena belati Jingmi. Semuanya menjadi sangat hening sekarang, karena hening begini tidak ada satupun dari mereka yang membuka mulut.
Wen hou melihat ke sekelilingnya yang hanya diam, "Emm, apa kau percaya sekarang?" tanya Wen hou pada Jiefan.
"Ayo ke ruanganku!?" ujar Jiefan setelah memperhatikan mereka berdua. Sekarang dia yakin jika keduanya adalah anggota dari Fengkuang zu yang sangat terkenal itu. 'Mungkin aku bisa bertemu dengannya sekali lagi!?' pikir Jiefan. Dia membawa Jingmi dan Wen hou ke tempat pribadinya. Sesampainya disana hanya terlihat sebagai ruangan sederhana. Disana terdapat meja bundar dengan beberapa kursi serta meja kerja dilengkapi dengan beberapa lemari yang memuat banyak buku. Mereka duduk mengitari meja bundar dan tidak lama ada pelayan yang menyajikan mereka bertiga teh.
"Apa alasan kalian datang menemuiku?" tanya Jiefan.
"Aku akan langsung ke intinya, apa kau ingin bekerja sama dengan kami?" tanya Jingmi yang langsung to the poin. Dia tidak terlalu suka dengan basa basi yang tidak penting. Apalagi waktunya sangat terbatas dan ini adalah hari kelima setelah Yohan, Shin dan Zhu'er pergi. Jika Yue, dia akan bolak balik dari kekaisaran Yan ke kekaisaran Qi untuk menyampaikan pesan. Awalnya dia sempat pusing karena waktu, yang diberikan semakin habis. Tapi dia sangat lega ketika tempat yang dia kunjungi sekarang adalah tempat yang tepat.
"Kerja sama?" Jiefan tak menyangka jika mereka ingin bekerja sama dengannya. Awalnya dia mengira jika mereka ingin membuat Jiefan berada dibawah kendali mereka. Tapi ternyata dugaannya salah besar, mereka ingin bekerja sama dengannya. "Kenapa kalian ingin bekerja sama dengan penjahat recehan sepertiku?" tanya Jiefan lagi.
"Aku tidak tahu. Tapi ketua kami ingin mengajakmu bekerja sama. Apa kau menerima tawaran kami atau tidak? Aku butuh jawabanmu sekarang juga!? karena kami sedang dikejar waktu!?" jelas Jingmi singkat.
"Aku akan menerima tawaran kerja samamu, asalkan aku bisa bertemu dengan ketuamu!? bagaimana?" sekarang Jiefan yang menawari mereka. Dia ingin bertemu dengan Yohan sekali lagi dan mengucapkan 'terima kasih' dengan benar. Karena waktu itu sedang ribut jadi mungkin ucapan terima kasihnya tidak begitu terdengar.
Jingmi dan Wen hou saling pandang. Mereka bertanya tanya, kenapa Jiefan ingin bertemu dengan Yohan. Apa dia masih belum yakin? Atau dia hanya ingin mempermainkan mereka berdua?
"Maaf, tapi saat ini guru sedang berada di kekaisaran Yan. Kau tidak bisa bertemu dengannya sekarang." jelas Wen hou. Jika menyangkut Yohan, dia pasti akan langsung membalasnya. Karena dia adalah murid yang paling menyukai Yohan meskipun pengajaran yang dia dapat sangat sadis.
'Guru? apa dia murid orang itu?' tanya Jiefan dalam hati. "Kalau begitu kapan aku bisa bertemu dengannya?" tanya Jiefan lagi.
Meskipun umurnya dengan umur Yohan tidak berbeda jauh, tapi status yang Yohan miliki tetaplah seorang guru. Jadi sudah sepatutnya dia memanggil Yohan dengan sebutan guru, "Aku tidak tahu. Tapi kau tenang saja, dia pasti akan mengirimkan pesan besok." ujar Wen hou.
Jiefan diam beberapa detik setelahnya. Dia sedikit sedih tidak bisa bertemu dengan Yohan. "Baiklah, jika tidak bisa bertemu dengannya sekarang tak apa. Tapi, kalian harus berjanji untuk mempertemukan aku dengan ketua kalian!?" ujar Jiefan lagi. Dia hanya bisa menunggu sekarang. Meskipun 'menunggu' itu berat.
"Kenapa?" tanya Jiefan balik.
"Aku hanya ingin tahu wajahmu saja."
"Baiklah, tapi aku sarankan untuk tidak terkejut." ujar Jiefan.
Ucapan Jiefan semakin membuat Jingmi penasaran. Apa yang sangat mengejutkan itu? 'Apa wajahnya terdapat luka besar hingga harus memakai topeng?' pikir Jingmi. Saat Jiefan melepaskan topengnya, dia sangat sangat terkejut. 'Benar benar bagai pinang dibelah dua.' pikir Jingmi yang masih terkejut. Tapi setelahnya dia tersenyum samar, sepertinya ada suatu ide terlintas diotaknya yang mulai mirip dengan guru psikopatnya.
"He he he he he he…" Jingmi mulai tertawa tidak jelas. Dia mungkin sedang memikirkan rencana rencana jahat yangbtidak terduga.
Sedangkan Jiefan bertanya tanya apa yang lucu? Dia tidak mengerti mengapa Jingmi tertawa seperti penyihir, "Dia kenapa?" bisik Jiefan pada Wen hou.
"Mungkin penyakitnya kambuh lagi!?" bisik Wen hou.
"Dia sakit? sakit apa?" tanya Jiefan sedikit khawatir.
"Sakit jiwa!?" ujar Wen hou yang mendapatkan tatapan bertanya tanya dari Jiefan.
***
Setelah terjebak di dimensi Yohan, Kaisar Yan menuruti semua perintah Yohan dan saat ini sedang ada banyak keributan yang terjadi. Tepat setelah hari itu, Kaisar Yan mengatakan pada semua orang bila Yohan, Shin, Zhu'er dan Ling mei adalah tamu terhormatnya. Jadi mereka memiliki alasan untuk tinggal di istana.
TAMAN ISTANA
Saat ini Yohan sedang jalan jalan di taman istana yang begitu luas dan indah. Ada banyak bunga bunga yang bermekaran karena sudah mulai memasuki musimnya. Langkahnya berhenti saat dia melihat ada bunga yang tidak asing di matanya.
Mawar hitam
Dia mendekati bunga itu untuk melihat lebih dekat. Saat melihat bunga itu dia teringat akan seseorang yang mirip dengan bunga mawar hitam. Cantik namun berduri. Tapi sekarang orang itu sudah tidk ada. Seseorang yang selama ini menjadi salah satu penyebab besar dirinya menjadi penjahat gila seperti sekarang. "Benar benar indah." ujar Yohan yang semakin lekat melihat mawar hitam.
"Awaaaasss!?" terdengar suara seorang wanita yang datang dari atas.
"Siapa itu?" Saat Yohan melihat ke atas…
DUAK
Kepalanya dengan kepala wanuta itu terbentur sangat keras hingga membuatnya tidak sadarkan diri. Namun sepertinya wanita yang menabrak Yohan tidak apa apa. "Aduuuh, hei? apa kau tidak apa apa?" tanya wanita itu pada Yohan. "Hm? apa kau pingsan? bagaimana ini?" ujar wanita itu panik.
Saat ini posisinya sedang menindih Yohan yang ada dibawah. 'Tapi, dia tampan sekali!?' pikir wanita itu dengan wajah yang sudah merona. Dia memperhatikan wajah Yohan tidak sembari mendekatkan wajahnya. 'Tunggu, mungkin saja bila aku menciumnya dia akan langsung bangun!?' pikir wanita itu kembali. Lalu dia bersiap siap untuk mencium bibir Yohan saat dia tidak sadarkan diri.
Wanita itu memajukan bibirnya seakan sudah siap untuk ciuman pertamanya dengan seorang pria tidak dikenal. Kepalanya mendekat pada Yohan, Matanya terpejam rapat untuk semakin menikmati suasana romantis yang akan datang. Namun naas, saat bibirnya siap untuk bercumbu ada seseorang yang mencubit bibirnya dengan sangat keras hingga untuk berteriak saja tidak bisa. Wanita itu segera membuka matanya yang terpejam. Ketika melihat siapa orang yang berani mencubit bibirnya, terlihat seorang wanita cantik berambut putih yang sedang menatapnya tajam.
Tadinya ingin romantis, tapi malah berakhir dengan sadis. "Mmm mm mm mmm!?" dia berusaha bicara ketika tangan itu mendorongnya menjauh dari Yohan.
...~~...
1523 kata
...SEMOGA SUKA!?...