
Yohan dengan malas mendengar omongan panjang lin.Tidak yohan sangka ternyata wanita ini banyak bicara juga.Padahal saat pertama kali bertemu,yohan pikir dia adalah gadis yang dingin.Tapi ternyata tidak.Yohan harus mendengar omongan panjang lin sepanjang malam.
"Ngomong ngomong,kenapa yohan'ge bisa pingsan disini?"tanya lin penasaran.
Pertanyaan itu menyita perhatian yohan yang tadinya bosan sekarang jadi memikirkan bagaimana dia harus menjawab."Aku tidak pingsan! aku hanya sedang tidur disini!?"ujarnya yang masih menjaga ketenangan.
"HAH?TIDUR?!"ujar mereka serentak membuat yohan sedikit terkejut.
"I… ya,apa itu masalah?"tanya yohan.
"Apa kau bercanda?kau tidur dengan monster yang mengira kau mayat dan hampir memakanmu! untung kami segera datang,kalau tidak kau sudah dimakan! dan kau masih mengatakan apa itu masalah?!"ujar yong,salah seorang pria yang menolong yohan.
"Benar apa kata yong'ge,dan kau bahkan tidak mengatakan terima kasih!?"ujar xinxin,wanita satu lagi yang ada di samping lin.
Karena inilah yohan malas bicara dengan para aliran putih.Mereka begitu cerewet dan banyak aturan yang harus dipatuhi.Kadang kadng juga ada diantara mereka yang perhitungan seperti ini.Para orang baik ini membuat yohan pusing menghadapinya.Bahkan sebelum bertarung dengan mereka."Te ri ma ka sih,telah menolongku!?"ujar yohan sedikit ketus.
"Kau!?"ujar xinxin kesal.
"Sudah sudah,jangan bertengkar.Dagingnya sudah matang,ayo makan!"ujar chen,kakak seperguruan mereka yang paling tua dan orang yang menanyakan kabar yohan saat pertama kali.
Yohan memperhatikan daging yang mereka bakar dan menengok kabar dari beruang besar tanduk yang ia kalahkan.Ternyata benar,ini adalah daging monster yang yohan bunuh.Inti monster beruang itu tidak ada,berarti mereka mengambilnya.
"Hey!kau pria besar yang sedang makan!"panggil yohan pada chen.
Chen menghentikan aktivitas makannya,setelah dipanggil yohan pria besar.Itu karena ia adalah pria dengan tubuh tinggi berisi sehingga kelihatan besar."Aku?"tanya chen pada yohan.
"Memangnya siapa lagi disini yang besar?!"ujar yohan ketus.
Kata katanya sukses membuat chen kesal.Memang tidak ada lagi selain dia."Ada apa?"tanya chen menahan marah.
"Dimana inti monster yang kubunuh disana?"tanya yohan pada chen.
Xinxin merasa makin kesal pada yohan yang menanyakan soal inti monster saat sedang makan.Dia merasa kalau yohan sama sekali tidak menghargai mereka yang sedang makan.Dan juga ia marasa kalau yohan selalu mengajak ribut."Apa kau tidak tahu sopan santun saat makan?"tanya xinxin ketus.
"Tidak!"jawab yohan mengabaikan.
Alhasil itu membuat xinxin semakin naik darah."Ka___"
"Ini inti monsternya,sekarang jangan ribut lagi!?"ujar chen yang sudah memberikan inti monster pada yohan.Untungnya chen adalah orang yang dewasa.Jadi tidak mudah terbawa emosi.
"Chen'ge,kau terlalu baik padanya!"ujar xinxin cerewet.
"Sudahlah,anggap saja ini amal menolong orang susah!?"ujar chen dengan nada sarkasmenya.
Yohan menatap malas pada mereka,untung yohan orang yang sabar.Kalau tidak,habis mereka semua!
'Dulu dipanggil orang gila,sekarang dipanggil orang susah!' pikir yohan sabar.
Lin hanya menahan tawa melihat ekspresi yohan saat dipanggil orang susah.Itu menjadi kebahagiaan tersendiri baginya.Sedangkan yong yang sedari tadi melihat tingkah lin yang sejak bertemu yohan jadi sering tersenyum.Dia penasaran,kenapa lin begitu senang saat bertemu yohan.
Bahkan saat sedang makanpun lin selalu memperhatikan yohan makan. Sesangkan yohan sendiri tidak perduli dengan lin dan dengan santai memakan daging.Tak perlu waktu lama untuk mereka menghabiskan makanannya.Kemudian mereka saling ngobrol untuk perjalanan besok kecuali,yohan yang hanya duduk termenung melihat api unggun.
"Apa kau bosan?"tanya lin yang sudah ada disamping yohan sekarang.
"Tidak."ujar yohan bohong.Sebenarnya dia lebih bosan dari yang lin kira. Mereka hanya membahas tentang sesuatu yang baik dan hal yang dapat pujian dari orang orang.Berbeda terbalik dengan mereka berempat yang ada dikediaman.Mereka selalu membicarakan sesuatu yang gila dan sadis.Hanya lingmei sendiri yang tidak nyambung saat ngobrol.Kalau orang orang bertanya apa,pasti dia menjawabnya apa.
"Aku tahu kau bosan,kalau kau mau aku bisa mengajak mu jalan jalan sebentar di sekitar sini?!"tawar lin.
Yohan menatap lin malas,"Tidak,terlalu berbahaya kalau jalan jalan saat malam hari."tolak yohan.
"Kau adalah orang yang memenangkan turnamen dikota shen bukan? kenapa kau ada disini?"tanya yong.
Yohan kembali membalas menatap yong tajam,"Memangnya salah kalau aku disini?"tanya balik yohan.
"Aku heran,kata lin kau ranah petir tingkat 4 tapi kenapa kau bisa mengalahkan monster tingkat 7?"
"Aku punya caraku sendiri untuk menang,kau tidak perlu repot repot mengetahuinya."jawab yohan ketus.
setelah mendapatkan jawaban yang tidak diinginkan yong memilih tidur. Tanpa mengatakan apapun lagi.Sekarang yang berjaga hanya yohan sendiri.Yohan tahu orang orang ini merasa kesal dengan sikapnya yang tidak tahu diri.Tapi mau bagaimana lagi,mereka terlalu mengorek informasi pribadinya.
Tidak lama ada langkah ringan yang mendekati mereka.Yohan langsung meningkatkan kewaspadaannya dan melihat arah datangnya langkah itu.Ternyata itu adalah monster kucing permata tingkat 1.Monster ini memiliki permata di dahinya,makanya dia dipanggil kucing permata.Sebenarnya dia tidak berbahaya bila tidak ada yang menyerang,tapi orang orang yang melihatnya sebagai monster selalu menyerang tanpa alasan.Monster itu pasti mencium bau makanan disini.
Yohan segera menyodorkan daging yang masih tersisa untuk monster itu.Dalam sekejap langkah kucing permata langsung berada di depan yohan.Salah satu karakteristik kucing permata adalah kecepatan.Ekspresi yohan jadi lebih baik setelah melihat kucing didepannya makan.Setidaknya kebosanannya sedikit hilang.
"Apa yang kau lakukan?"tanya seseorang yang merusak mood baik yohan.
Dengan malas yohan melihat siapa pengganggu itu,ternyata dia adalah xinxin yang terbangun karena suara makan kucing ini sedikit berisik.Tapi yohan mengabaikan pertanyaan membosankan gadis itu.Dan kembali melihat kucing di depannya.
"Kalau ditanya jawab!?"ujar kembali xinxin kesal.Melihat orang didepannya masih tidak menjawab xinxin memiliki ide cemerlang untuk membuat yohan bicara,"Baiklah,jika kau tidak mau menjawab pertanyaanku maka akan kuserang kucing didepanmu!"ancam xinxin dengan licik.
Tapi yohan masih tidak bicara dan itu membuat xinxin semakin kesal."Baik,jika itu maumu!?"ujarnya sambil mempersiapkan serangan.Xinxin melentangkan tangan kanannya kedepan,dia mengeluarkan segumpalan angin tajam untuk menyerang monster kecil.
Karena merasa terancam,kucing permata langsung mendesis seperti kucing garong disiram air.Kucing itu menghilang dan membuat xinxin bingung kemana perginya kucing itu.
"Kemana kuc___ Kyaaa!?"Xinxin menjerit karena kucing itu ternyata sudah ada di atas wajahnya dan mencakarnya.
"Ppffftt"yohan menahan tawanya melihat xinxin yang sudah kewalahan melawan kucing permata.
Karena teriakan xinxin barusan,mereka yang telah tidur terbangun dan menolong xinxin dari kucing permata."Xinxin bertahanlah! kami akan menolongmu!"ujar chen yang segera menolong xinxin diikuti yong.Tapi tanpa disangka mereka juga kewalahan menolong xinxin.Sedangkan lin hanya heran kenapa yohan seperti menahan tawa.
"Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha………"tawa yohan pecah ketika mereka bertiga yang kewalahan menolong xinxin dan ikut dicakar juga.Setelah beberapa menit mereka masih juga kewalahan hanya melawan monster tingkat 1.Karena sedikit kasihan pada mereka,yohan menolong mereka bertiga."Meong~"ujar yohan untuk memanggil kucing permata.
Ajaibnya kucing itu menuruti panggilan yohan dan menghampirinya. Mereka bertiga kehabisan nafas hanya karena melawan kucing kecil.Apa mereka benar kultivator?
"Kau sengaja ya melakukan itu?"ujar xinxin kesal.
"Tidak,ini salahmu sendiri.Kau ingin menyerangnya tanpa alasan yang jelas dan monster kecil ini melawan sebagai pertahanan dirinya."jelas yohan.
"Pembohong!?"ujar xinxin semakin kesal.
1260 kata
...WARNING!!!...
...TOLONG KOMEN,LIKE DAN KRITIK BILA ADA KESALAHAN.MOHON SARAN JUGA!?...
...TERIMA KASIH,SEMOGA SUKA!?...