
Ini adalah kisah bagaimana orang gila yang jahat menumpas orang orang berkedok malaikat. Kisah seorang pangeran muda yang menjadi gila karena tragedi yang mengenaskan dan mengerikan. Perjalanan bersama lima orang tambah satu burung dan ditambah lagi satu naga muda. Cerita lima orang gila satu burung satu naga melawan dunia yang penuh ketidak adilan.
Kisah kisah perjuangan yang dibumbui kriminalitas orang orang hilang akal. Melawan orang orang berkuasa tinggi yang membuat lelucon melindungi rakyat. Kebahagian di atas orang lain itu sudah biasa. Orang kuat menindas orang lemah itu keseharian mereka. Sebelum lima orang itu datang dan membuat masalah pada kekaisaran lebih dari banyak rakyat jelata yang tertindas ditutupi kebahagiaan orang orang kaya.
Tapi, setelah datangnya sebuah kelompok bernama 'kelompok gila' ada banyak dari mereka dari kalangan rakyat biasa yang terinspirasi. Mungkin pada awalnya ada banyak celaan dan penghinaan, namun seiiring berjalannya waktu mulai muncul pemberontak pemberontak yang melawan kekaisaran setelah menghilangnya kelompok gila. Mereka yang ingin mendapatkan keadilan tidak ingin lagi berada dibawah dan di tindas.
Dan pemimpin dari pemberontak pemberontak tersebut adalah sosok yang sangat percaya diri atau terlalu melebihi kata percaya diri. Bisa juga disebut nar - sis. Meskipun pemimpin mereka narsis tapi dia adalah sosok yang berjiwa patriot dan patut diacungi jempol. Kenapa dia berjiwa patriot? itu karena dia terinspirasi dari seseorang ketika hari dimana semua rakyat menyaksikan hukuman pemimpin dari kelompok gila.
FLASHBACK (di hari hukuman)
"Tutupi wajahmu!? jika tidak orang orang itu akan menyangka jika kau adalah putra mahkota kekaisaran Qi!?" ujar seorang gadis kecil yang imut. Gadis kecil itu sedang menunggu seseorang yang masih didalam kamarnya dan sedang sibuk menutupi wajahnya.
"Memangnya kenapa jika wajahku mirip dengan putra mahkota? Toh aku lebih tampan dari dia!?" ujar pria muda yang berkisar umur delapan belas tahun. Dia begitu percaya diri akan ketampanannya yang sama dengan putra mahkota kekaisaran Qi.
"Hmph!? putra mahkota jauh lebih baik dari pada kau!?" teriak gadis kecil itu sembari mengerucutkan bibirnya yang mungil. Gadis kecil itu sekitar umur delapan tahun dan dia adalah adik dari pria yang berwajah mirip dengan putra mahkota, namanya adalah Jiefan dan adiknya bernama Xinci. Mereka berdua adalah yatim piatu yang bekerja keras hanya untuk makan.
Hari ini adalah hari dimana ketua dari kelompok penjahat yang menggegerkan kekaisaran dihukum mati dengan cara dihajar sampai mati oleh kultivator kelas atas. Seperti biasa Jiefan menutupi setengah wajahnya dengan kain hitam dan tudung, karena jika ketahuan dia mungkin akan dihukum pancung karena memiliki wajah yang mirip putra mahkota.
Sesampainya, mereka langsung duduk di kursi penonton. Ternyata yang datang lebih banyak dari yang diperkirakan. Untungnya tempat yang disediakan sangat besar hingga bisa menampung hampir seluruh rakyat ibu kota. Ada banyak penonton yang memaki dan mencemoh penjahat yang akan dihukum. Saat kedua penjahat yang akan dihukum dibawa keluar, sorakan semakin berisik dan makian untuk mereka berdua semakin banyak.
'Ternyata dia lebih muda dari yang kubayangkan!?' pikir jiefan saat melihat Yohan dibawa keluar dan dikawal beberapa pengawal. Dari kejauhan Jiefan melihat Yohan yang masih bisa tersenyum disaat hari terakhirnya. Dia heran, bagaimana bisa ada orang yang masih tertawa saat akan mati? kebanyakan dari orang orang yang akan dihukum mati adalah ekspresi wajah yang suram dan tanpa harapan. Tapi lihat dia!?
"Apa dia gila?" ujar Jiefan heran.
"Hm? apa kau tidak tahu? katanya ketua penjahat itu adalah orang gila!?" ujar seorang pria berpenampilan pedagang.
Jiefan baru tahu jika ketua penjahat yang selama ini digeger gegerkan adalah orang gila. Dia pikir, ketuanya adalah orsng yang bengis, sadis, kejam, berotot besar, dan memiliki bekas luka diwajahnya seperti kebanyakan penjahat. Tapi siapa sangka kalau ketua penjahatnya adalah seorang pria muda yang tampan dan gila. "Bagaimana kau tahu jika dia gila? itu bukan hanya tuduhanmu saja, kan?" tanya Jiefan memastikan.
"Kau pikir saja sendiri, mana ada orang waras yang masih tertawa disaat kematian ada didekatnya? apa lagi kalau bukan gila?! lagi pula, aku dengar dia berkata didepan kaisar dengan sangat kurang ajar." ujar pedagang disebelah Jiefan.
"Apa, yang dia katakan?" tanya Jiefan lagi penasaran.
"Katanya dia bilang pada yang mulia kaisar, 'Jika kau bunuh diri didepanku, maka aku akan dengan senang hati akan menduduki tahtamu dan menjadi kaisar!?' bukankah itu gila?" jelas pedagang itu kesal.
Mungkin bagi pedagang itu, kekesalan adalah perasaan yang tepat. Karena pedagang itu adalah orang kaya yang sering menipu orang orang miskin seperti Jiefan. Dia tahu karena pernah melihat dia sedang menipu seorang nenek tua. Dan lagi, pedagang itu sering berhubungan dengan kekaisaran. Jadi memang sudah sepantasnya dia kesal jika kaisar dihina.
Namun, berbeda dengan Jiefan yang menganggap apa yang dikatakan Yohan adalah sebuah harapan bagi rakyat kecil. Meskipun ada banyak sekali orang yang belum menyadarinya, tapi dia sangat yakin jika kaisar memang pantas mendapatkan penghinaan seperti itu.
Ketika pertandingan sudah dimulai, Jiefan membelalakkan matanya ketika melihat Yohan dengan sangat mudah mengalahkan kultivator kelas atas. Tendang, pukul, serang, dengan sangat mudah mereka dihabisi. Melihat itu Jiefan terkagum kagum dan mulai mengidolakan Yohan dalam hatinya, 'He hebat!?' puji Jiefan dalam hatinya. Meskipun mata Yohan ditutup dengan kain hitam, tapi Yohan bertarung seperti tidak pernah memakai penutup mata.
"AAAKKGGHH!?" teriakan Yohan terdengar dari kejauhan. Saat dia terjebak didalam formasi bulan biru.
Entah mengapa Jiefan berharap jika Yohan yang akan menang melawan para kultivator kelas atas. Untuk pertama kalinya dia ingin mendukung seseorang dengan sepenuh hati. Tidak lama dari kengerian itu terdengar suara tawa yang menggelegar dan membingungkan semua orang. 'Dia…… benar benar gila.' pikir Jiefan. Pertarungan terjadi dengan sangat menegangkan dan mencengkan. Saat Yohan melawan seseorang yang misterius dengan spirit elemen keadaan menjadi semakin menegangkan.
Pertarungan sudah akan berakhir, tiba tiba saja muncul asap yang menghalangi pandangan setiap orang. Takut asap ini beracun, orang orang menjadi histeris ketakutan.
DUAR DUAR DUAR
Ditambah lagi dengan ledakan yang terjadi di tempat duduk para bangsawan. Itu menambah ketakutan semua orang, mereka akhirnya berlarian dan berusaha menyelamatkan diri mereka sendiri. Keadaan menjadi semakin riuh ketika terjadi sebuah pertarungan.
"XINCI!? XINCI!? KAU DIMANA?" teriak Jiefan. Dia terpisah dari adik kecilnya karena keributan ini.
"Ayo kita kita keluar dari sini!?" ujar Jiefan yang sudah memegang tangan Xinci. Ketika mereka sudah turun ke bawah tiba tiba saja ada orang yang berlari panik dan menabrak Xinci hingga terjatuh ke kerumunan yang lebih banyak. "XINCI!?" teriak Jiefan sekali lagi.
Xinci berusaha untuk kembali ke Jiefan, namun orang orang malah semakin mendongnya menjauh dan semakin jauh hingga sampai ke pertarungan Yohan dan orang misterius.
BRUK
Tanpa diduga Xinci menabrak seseorang yang tidak asing dimatanya tapi orang yang berbeda. "Jiefan?" ujar Xinci senang. Akhirnya dia bisa berkumpul bersama Jiefan lagi. Tapi sepertinya ada yang aneh pada Jiefan. "Jiefan, kenapa kau memperlihatkan wajahmu?" tanya Xinci heran sembari memegang kain tangan Jiefan.
BRUK
"Agkh!?" teriak Xinci ketika dirinya di dorong oleh orang yang tidak asing dimatanya.
"Siapa yang kau panggil Jiefan, bocah kampung? dasar, bajuku jadi kotor karena tangan kotormu!?" ujar orang tersebut sembari mengibas ngibaskan pakaian yang dipegang Xinci seakan ada kotoran disana. Orang itu melihat Xinci jijik dan kemudian tersenyum jahat. "Karena kau telah memegangku seenakmu, bukankah kau harus membayarnya?" ujar orang tersebut sembari menarik pedang dari sarungnya.
"Ini gawat!?" ujar Jiefan sembari berusaha memasuki pertarungan menyelamatkan Xinci. Dia semakin berlari menuju Xinci ketika melihat pangeran mahkota kekaisaran Qi, Qi tian juan berhadapan dengan Xinci apalagi dengan tangan yang memegang pedang dan siap untuk menyerang. "XINCIIII!?" teriaknya kembali ketika melihat Tian juan menyerang Xinci yang ketakutan.
"JIEFAN, TOLONG!?" teriak Xinci ketakutan dan……
Slash
Langkah Jiefan berhenti ketika melihat Tian juan menyerang Xinci begitu saja. Dan yang lebih parahnya lagi, tidak ada tanda tanda rasa bersalah di wajah Tian juan setelah menyerang anak kecil yang tidak berdaya. Yang terlihat diwajahnya hanyalah rasa senang karena telah menyingkitkan hama yang mengganggu. Setelah itu dia pergi begitu saja meninggalkan Xinci yang sudah berlumur darah. "XINCIII!?" teriak Jiefan sembari berlari menuju Xinci.
Bruk
Jiefan terduduk dengan kaki yang lemas, tangan yang gemetar, dan air mata yang tidak bisa berhenti mengalir. Dengan tangannya yang gemetar Jiefan memeluk tubuh kecil Xinci seerat mungkin. Xinci adalah satu satunya keluarga yang selalu memperhatikannya meskipun dia cerewet. Walaupun Xinci tidak pernah memanggilnya kakak, tapi sebenarnya Xinci sangat menyeyangi Jiefan.
DUAR
Ledakan itu membuat Jiefan tersadar akan puing puing batu yang menimpa dirinya. Untung saja ada seseorang yang menyelamatkannya. Saat dia melihat siapa penyelamatnya itu, ternyata dia adalah Yohan.
"Apa kau ingin mati?" tanya Yohan.
"A apa?" Jiefan tidak mengerti dengan apa yang Yohan bicarakan.
"Jika kau ingin mati setidaknya kau harus mati ditanganku!? khi khi khi khi khi khi khi khi khi……" ujar Yohan sembari tertawa aneh dan membuat Jiefan ketakutan.
Karena tawa Yohan yang aneh membuatnya bangun dan membawa jasad Xinci pergi dari sana. Tapi tidak lama dia menyadari akan sesuatu yang salah. Ketika langkahnya melambat dan akhirnya berhenti, Jiefan menengok ke belakang dan terlihat Yohan sedang tersenyum kearahnya meskipun dengan mata yang tertutul. 'Apa dia… mencoba menyelamatkanku?' Jiefan menggertakkan giginya, "TERIMA KASIH BANYAK!?" teriaknya kemudian kembali berlari menuju keluar.
Tidak lama setelah dia memakamkan jasad Xinci seorang pria aneh datang menghampirinya. Pria itu menawarkan Jiefan untuk menjadi muridnya. Dan dia mengatakan namanya adalah, "Zhen haochun, patriak sekte bulan biru!?" ujarnya sembari tersenyum ramah. Jiefan tidak tahu mengapa tiba tiba Haochun ingin mengangkatnya sebagai murid. Tapi itu memberinya keuntungan untuk memimpin para pemberontak dengan kekuatannya sendiri.
SEKARANG
Setelah kejadian itu, Jiefan bertekad untuk melawan kekaisaran dan membunuh putra mahkota yang telah membunuh adiknya. Dia melakukan perjalanan yang panjang mengumpulkan para penjahat dan menjadikan mereka menjadi satu. Jiefan menjelaskan pada para penjahat itu untuk bersatu dan meruntuhkan kekaisaran. Meskipun awalnya banyak yang tidak setuju dengan Jiefan, tapi seiring berjalannya waktu banyak yang mengikuti Jiefan untuk memberontak.
...~~...
1607 Kata
...SEMOGA SUKA!?...