
"Aku akan melatih kalian!?" ujar raja naga meng.
Kata kata itu mengejutkan mereka berlima hanya dalam waktu singkat. Tidak hanya itu, tiba tiba saja raja naga meng datang ke tempat latihan hanya untuk mengatakan itu lalu memberikan kitab jurus 'Lima naga langit' begitu saja. Mereka yang melihatnya menganga tidak percaya dengan apa yang dilakukan raja naga meng. Apalagi dia dan Yohan tidak akrab satu sama lain. Kenapa dia ingin melatih mereka berlima termasuk Yohan?
"Kenapa kau tiba tiba ingin melatih kami? Ah!? Apa jangan jangan kau sebenarnya…… memperhatikanku, ya?" ujar Yohan dengan nada menggoda. Dia tahu raja naga meng tidak mungkin memperhatikannya diam diam. Karena itu Yohan hanya mencoba membuat raja naga meng marah.
"Kau benar." ujar raja naga meng jujur.
"Eh?" Yohan kaget dengan jawaban itu. Tidak, dia super duper kaget mendengar jawaban yang seharusnya mustahil bagi raja naga meng. Selama ini dia terus memperhatikan? sepertinya dunia sudah terbalik. "Apa kau sebentar lagi akan mati? jadi sebagai permintaan maaf kau mengatakan itu padaku?" ujar Yohan asal yang membuat raja naga meng marah.
"Jangan berpikir terlalu jauh!? dan aku sehat sehat saja!? aku tahu kau selama ini tidak memiliki hubungan yang baik di dunia luar. Aku tidak tahu apa yang membuatmu sangat membenci mereka. Tapi, aku memiliki firasat bagus jika aku membantumu sedikit. Dan……" Raja naga meng sedikit minggir dan terlihat seseorang yang tidak asing. Dia adalah seorang remaja laki laki campuran antara ras naga dan manusia.
Wen hou…
Yohan tidak mengerti mengapa Wen hou muncul seperti ini. Selama ini dia tidak melihatnya beberapa hari. Ternyata dia dan Raja naga meng sangat dekat. Terlihat semangat api di mata Wen hou saat melihat Yohan. "Kau…… Wen hou?" tanya Yohan memastikan. Entah mengapa dia merasa kalau hari ini dia akan mendapat tanggung jawab yang besar.
"Dia adalah anak ku dari seorang wanita dari negeri manusia. Aku ingin dia menjadi muridmu!?" ujar Raja naga yang semakin menambah kejutan semua yang ada disana. Begitu pun dengan Yohan yang tidak berhenti terkejut.
"Kenapa?" tanya Yohan menanyakan semuanya. Sejujurnya dia tidak menyangka jika Wen hou sebenarnya adalah anak dari Raja naga meng. 'Apa yang sebenarnya dia lakukan saat masih muda?' pikir Yohan penasaran. Menerima Wen hou menjadi murid? itu terlalu sulit untuk Yohan. Sebenarnya dia tidak ingin menerima seorang murid yang merepotkan. Dia tidak ingin menerima tanggung jawab yang belum tentu bisa dia selesaikan.
Terlihat jelas dari raut wajah Yohan jika dia tidak ingin menerima murid. Tapi Raja naga meng tidak bisa membiarkan anaknya Wen hou terlantar begitu saja. Hidup sebagai campuran antara ras naga dengan manusia bukanlah hal yang mudah. Sejak kecil Wen hou selalu mendapakan celaan dari semua naga. Karena itu Raja naga meng menyuruhnya tinggal di dunia manusia untuk mengawasi bagaimana situasi di dunia luar hutan. Setiap hari, Raja naga meng selalu melihat Wen hou dengan raut wajah yang murung. Tapi suatu hari, Wen hou datang dengan ekspresi yang sedikit bahagia dan meminta sebuah permintaan. Yaitu, menjadi murid Yohan.
Tentunya Raja naga meng tidak bisa menolak permintaan Wen hou meskipun dia tahu jika yang ingin dijadikan gurunya itu adalah orang gila yang selalu mencari ribut dengannya. Ini benar benar sulit untuknya. "Aku mohon!?" mohon Raja naga meng pada Yohan. Dia harus rela memohon hal seperti ini demi anaknya. Kesombongan yang selama ini dia bawa harus dikubur dalam dalam untuk membuat satu senyuman kecil anaknya.
Benar benar sangat membuat semua orang terkejut. Mereka berlima tidak menyangka jika Raja naga meng akan melakukan ini. 'Apa ini yang namanya kasih sayang orang tua?' pikir Shin sembari melihat Raja naga meng dan Wen hou. Dia tidak tahu jika hal seperti ini bisa terjadi. 'Benar benar omong kosong yang bagus!?' pikir Shin kemudian. Dia tidak tahu apa itu kasih sayang atau semacamnya. Karena yang dia tahu hanyalah wajah kepura puraan. Shin melihat Yohan yang tanpa ekspresi.
"Aku rasa itu tidak mungkin!? Aku tidak ingin repot mendapatkan murid!?" ujar Yohan.
Wen hou menggertakkan giginya. Dia tahu kalau semua ini akan sulit untuk menjadi murid Yohan. Karena dia sudah mencari tahu semua informasi yang dia dapat dari semua narasumber. Setelah mengetahui siapa Yohan, dia merasa kalau mereka memiliki nasib yang sama. Karena itu dia ingin menjadi murid Yohan meskipun itu akan sulit.
Bruk
Wen hou bersujud di hadapan Yohan. Sepertinya dia sangat ingin menjadi muridnya. "Tolong!? Jadikanlah aku sebagai muridmu!? Aku akan melakukan apapun demi menjadi muridmu meskipun harus mengorbankan diriku sendiri!?" perkataan Wen hou mengejutkan semua orang kecuali Yohan. Tapi……
"Benarkah? kau rela menyerahkan nyawamu untukku?" ujar Yohan sembari membungkuk dan memegang dagu Wen hou yang sudah duduk bersimpu, "Kalau begitu, bunuh dirimu sendiri!?" ujar Yohan sembari menyeringai jahat. Mata Wen hou dan mata Yohan saling bertemu, terlihat mata seorang yang haus akan darah di mata Yohan. Dia terlihat ingin sekali membunuh pria di depannya. Apalagi seringaian jahat yang menghiasi wajah Yohan membuatnya semakin terlihat jahat.
"Jika itu yang kau inginkan, maka aku akan membunuh diriku sendiri!?" ujar Wen hou yang tidak terduga. Dia mengambil belati di pinggangnya dan mengarahkan itu pada lehernya. Sedangkan Yohan sendiri sudah bangkit dari posisinya dan melihat bagaimana Wen hou akan membunuh dirinya sendiri.
Greb
Sesosok tangan besar menahan tangan Wen hou untuk bunuh diri. Siapa lagi kalau bukan Raja naga meng. Dia tidak rela jika anaknya akan mati dihadapan dirinya yang hanya bisa diam melihat itu. "Hentikan!? lebih baik kita mencari orang lain saja dari pada orang gila ini!?" ujar Raja naga meng yang sudah menahan emosinya dari tadi. "Ayo kita pergi!?" ujarnya lagi sembari menarik tangan Wen hou.
Namun, sepertinya Wen hou tidak memiliki keinginan untuk pergi sama sekali. Dia masih dalam posisinya yang berkeinginan untuk bunuh diri. "Tidak!? aku akan tetap melakukan apa yang guruku inginkan!?" ujarnya mantap. Terlihat jelas dari matanya tekad yang kuat. Tapi Raja naga meng tidak tega melihat itu.
"Lupakan saja orang gila itu!? dia bahkan tidak melihatmu sebagai murid. Apa yang kau harapkan darinya?" ujar Raja naga lagi. Dia benar benar tidak ingin anaknya mati didepannya. Ini adalah penghinaan terbesar baginya, 'Lihat saja nanti, jika anakku mati kau juga harus mati!? Aku tidak peduli lagi pada janjiku pada kakek lue untuk menjaga orang gila sepertimu!?' pikir Raja naga meng sembari melihat Yohan yang sedang tersenyum licik.
Apa yang tengah dilakukan Raja naga meng dan Wen hou adalah suatu hiburan bagi Yohan. Baginya, ini adalah drama nyata yang terbaik. 'Drama yang sungguh indah!?' pikir Yohan. Dan akhirnya, "Hah… A ha ha ha… ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha……" Yohan tertawa tidak jelas dan membuat semua keadaan menjadi absurd.
Mereka semua diam kecuali Yohan yang tertawa sendiri. "Apa penyakitnya sudah dimulai?" tanya Ling mei pada mereka bertiga.
"Sepertinya!?" ujar Jingmi.
Wen hou melihat Yohan yang tengah tertawa tidak jelas. Dia sudah tahu jika ada kabar kalau Yohan itu gila, tapi dia tidak menyangka jika kabar itu benar adanya. Karena selama ini yang dia lihat adalah sisi Yohan yang dingin.
"Lihatlah!? itu adalah sosok aslinya. Orang gila!? apa kau masih tetap ingin menjadi muridnya?" tanya Raja naga meng pada Wen hou. Dia khawatir jika Yohan melakukan sesuatu yang tidak tidak pada Wen hou nanti. Buktinya, sekarang saja belum menjadi muridnya Yohan sudah menyuruh Wen hou untuk bunuh diri. Guru macam apa yang seperti itu?
"Aduh duh perutku sakit!? haah…… baiklah kau kuterima sebagai muridku!?" ujar Yohan lagi. Saat melihat drama tadi, Yohan berpikir… mungkin bagus juga membuat kultivator yang dulunya di aliran putih sekarang menjadi aliran hitam. Lagi pula dulu Wen hou berada di aliran putih, jadi tidak apa apa bukan jika sekarang dia berada di aliran hitam? Lagi pula siapa yang tahu jika Wen hou akan berguna suatu hari nanti.
Terlihat senyuman senang diwajah Wen hou. Ya, dia senang bukan kepalang setelah mendengar Yohan mau menjadi gurunya. Meskipun dia tahu kalau Yohan akan memanfaatkannya suatu hari nanti, tapi yang terpenting sekarang adalah menjadi muridnya. "terima kasih,……
……Guru!?" ujar Wen hou senang.
...~~...
1360 kata
...SEMOGA SUKA!?...