
Dalam beberapa hari ini zhu'er hanya diam dikamar tanpa melakukan apapun.Terkadang dia mendengar pembicaraan orang orang yang lewat diluar.Dia mengukir satu garis diatas meja seperti menghitung hari.Disaat garis garus yang ia buat penuh dua puluh sembilan hari zhu'er tersenyum mengerikan.
Kemudian dia mengambil satu bunga mawar hitam didepannya.Dia mulai melakukan kebiasaannya yang aneh."Sekarang,tidak,sekarang, tidak,sekarang,tidak,sekarang,tidak,sekarang,tidak,sekarang,tidak, sekarang,tidak…"Zhu'er terus berguman tidak jelas dengan menggunakan ramalan bunga.
Tidak lama datang seorang pelayan yang datang membawakan makanan untuknya.Pelayan itu menaruh makanan diatas meja depan zhu'er."Nona,ini makananmu!?"ujar pelayan tersebut.Pelayan itu adalah fuyu,pelayan fen.Dia ditugaskan untuk mengawasi zhu'er agar tidak melakukan apapun.Tapi tanpa dia mengawasipun zhu'er hanya duduk diam tanpa melakukan apapun seperti patung.
"Sekarang,tidak,sekarang,tidak,sekarang…"tapi zhu'er tidak memperdulikan omongan fuyu tersebut dan lebih melanjutkan ramalan bunganya.
"Nona,jika kau tidak makan,maka aku yang akan dimarahi lagi!?"ujar fuyu memohon.
"Tidak,sekarang,tidak,sekarang,tidak,sekarang…"Zhu'er masih tidak perduli dengan ocehan fuyu.
Karena geram dengan sikap zhu'er yang seperti orang gila fuyu akhirnya meledak.Dia sepertinya sudah tidak tahan lagi karena terus diabaikan seperti angin.
BRAK
"Kau dasar wanita gila!?jika kau tidak ingin makan setidaknya kau katakan padaku!?jangan mengabaikan aku seperti nyamuk!?"teriak fuyu geram.Dia tidak terima jika direndahkan oleh seorang wanita yang sudah mati.Fuyu tidak mengerti kenapa fen sangat peduli dengan wanita yang bahkan mungkin tidak bisa memiliki anak.Karena menurutnya mayat tetaplah mayat.Memangnya mayat bisa melahirkan seorang anak?
"Sekarang,tidak,sekara,sekarang,tid__"Zhu'er berhenti karena teriakan fuyu barusa.Dia menatap fuyu dingin dan menusuk karena merasa terganggu dengan teriakan fuyu barusan.
Fuyu mendur beberapa langkah kebelakang saat matanya bertatapan langsung dengan zhu'er.Entah kenapa ketika zhu'er menatapnya dingin rasanya seperti dewa kematian sedang mengawasinya saat ini."I intinya jika kau tidak makan maka aku akan melaporkan ini ke yang mulia ratu nanti!?"ujar fuyu gugup.Lalu dia pergi dengan mengunci kamar zhu'er dari luar.
"Sekarang,tidak,sekarang,tidak,sekarang,tidak,sekarang,tidak,……"zhu'er kembali berguman tidak jelas sesaat setelah fuyu pergi.
***
Malam ini adalah malam bulan merah muncul.Malam dimana semua monster naik tingkat ketingkat yang lebih tinggi dihutan hitam maupun diluar hutan.Saai ini dipenjara yohan sedang diawasi yun tanpa berkedip.Entah apa yang diawasi dia hanya melihat yohan saja dan tidak melihat yang lain.Dan terkadang saat yohan membalas tatapannya dia malah merona sendiri dibuatnya.
"Aku tahu kalau aku tampan,tapi jangan melihatku terus seperti itu!?"ujar yohan dengan percaya diri.
"Jangan salah paham,aku melihatmu karena aku sedang mengawasimu saat ini!?"ujarnya dengan memalingkan wajahnya.
Entah kenapa tiba tiba jantungnya seperti terbakar dengan api tak kasat mata yang menjalar keseluruh tubuhnya.Ini tidak terasa sakit,tapi membuat dadanya terasa sesak dan tidak bisa bernafas.Yohan melihat keatas,tepat saat cahaya bulan merah segaris lurus dari lubang diatas.Ternyata ini sudah tengah malam.
Yun terlihat khawatir saat melihat yohan yang sesak nafas."hei!?kau tidak apa apa?tolong jawab aku!?kau tidak apa apa?"tanya yun sembari menggoyang goyangkan tubuh yohan.
Tapi yohan sama sekali tidak dapat mendengar yun yang dari tadi teriak teriak memanggil namanya.Pandangannya saat melihat yun menjadi pudar dan suara yun yang dari tadi teriak menjadi kecil tidak kedengaran.Semua indranya mati.
Yun begitu khawatir melihat keadaan yohan.Dia keluar untuk mencari bantuan ke luar.Setidaknya dia ingin mengetahui keadaan yohan saat ini kenapa.
"Tolong!?Tolong aku!?didalam keadaan yo__maksudku zhen sedang tidak bagus!?Tolong aku untuk mengobatinya!?"ujar yun pada para penjaga diluar.
Tapi para penjaga diluar tampak acuh tak acuh ketika mendengar yohan sedang tidak baik."Biarkan saja nona!?Pangeran kedua memang selalu seperti itu saat sedang menjalani hukumannya!?Jadi kau tidak perlu mengkhawatirkannya!?"ucapan penjaga itu sangat tidak bisa dipercaya oleh yun.Bagaimana bisa mereka mengabaikan seseorang yang kedudukannya adalah majikan mereka.
"Kalian ini bagaimana?kenapa kalian mengabaikan yo__maksudku zhen begitu saja?bukankah dia majikan kalian?"ujar yun kesal.
"Majikan?sepertinya kau salah paham nona,kami tidak pernah menganggap pangeran kedua sebagai majikan kami.Dan yang mulia ratu juga berpesan untuk tidak memperdulikan pangeran kedua.Karena dia bisa saja kabur kapanpun!?"ujar penjaga yang lain.
"Aku yang akan menjamin dia tidak akan kabur.Sekarang kalian banyu aku!?"
"Apa?!kalian benar benar…"Yun terus memaksa mereka untuk membantunya tapi mereka tetap bersikeras tidak mau.
Disaat seperti itu ada kabut hitam mengelilingi yohan.Kini hanya kabut hitam yang bisa dia lihat.Kabut itu membentuk suatu tubuh dan mendekat pada yohan.Dalam langkahnya terdengar sangat berat. Bayangan itu berhenti didepan yohan,tapi yohan tidak memperhatikannya.
"Apa kau tidak apa apa?"ujar bayangan itu pelan sembari mengelus kepala yohan.Anehnya yohan bisa mendengar suara dan melihat dengan jelas.Dia sangat mengenal suara ini,suara yang selalu dia dengar setiap saat dulu,suara yang selalu membisikan peringatan jahat,suara yang selalu ada untuknya,suara yang selalu menjadi temannya,kegelapan.
Yohan tahu apa konsekuensinya jika dia bergabung lagi dengan kekuatan aslinya.Tapi dia bukanlah seorang pengecut yang takut dengan kekuatannya sendiri.Inilah kekuatannya,kegelapan. Manfaatkanlah apa yang bisa dimanfaatkan.Yohan tidak akan menyerah pada dirinya sendiri.Sekarang,dia akan melawan monster didalam kepalanya dan kembali menjadi memenuhi perannya.Yaitu,kembali dan menjadi antagonis yang gila didalam novel ini.
Kabut hitam yang mengelilingi yohan berputar seperti badai kecil. Perlahan yohan dan bayangan itu terlahap oleh badai tersebut.Tapi diasaat itu juga yun datang kembali tanpa ada seorangpun dibelakangnya.Dia kaget ketika melihat ada sekumpulan kabut hitam yang mengelilingi yohan seperti badai.
Yun mendekat untuk melihat yohan jauh lebih dekat,namun sayangnya sudah tidak terlihat karena kabut hitam menutupi yohan."Apa kau ada didalam?jika kau ada disana jawablah aku!?"teriak yun,tapi yohan sama sekali tidak menjawab teriakan yun.Itu semakin membuatnya khawatir.
Karena tidak mendapat jawaban satupun,yun pergi keluar untuk kembali meminta pertolongan.Tetapi pintunya sama sekali tidak bisa dibuka.Dia menggedor pintu agar diluar bisa mendengarnya dan membukakan pintu.
DOK DOK DOK
"APA KALIAN DENGAR? BUKAKAN PINTUNYA!? AKU BUTUH PERTOLONGAN!?"Teriak yun pada mereka yang ada diluar.
Tapi……
"Kau dengar itu?nona yun sedang butuh pertolongan!?ha ha ha ha ha ha ha ha……"ujar salah satu penjaga.
"Kurasa ucapanmu tepat!?dia pasti akan berakting lagi dengan mengatakan sedang butuh pertolongan!?ha ha ha ha ha ha ha ha ha……" ujar penjaga yang lain.
"Bukankah karena itu aku bilang kunci saja supaya dia kapok untuk tidak mempermainkan kita!?"
"Idemu memang selalu bagus!?"
Mereka berdua sengaja mengunci pintu besi penjara bawah tanah itu dari luar hanya untuk mengerjai yun yang seorang manusia biasa.Sejujurnya mereka merasa terganggu dengan adanya tiga orang manusia di sini.Apalagi manusia ini bertingkah seenaknya dimanapun mereka berada.Jadi saat ini mereka ingin menunjukan kekuatan mereka.
Mereka pikir percakapan mereka tidak bisa didengar oleh yun,akan tetapi yun bisa mendengar semuanya dari luar.'Jadi mereka sengaja mengunciku?dasar biadap!?' pikir yun marah dalam hati.
***
"544,…543,…542,…541…540…539…"zhu'er menghitung dengan sabar menunggu angka nol.
Fuyu tetap mengawasi zhu'er atas perintah fen.Saat ini dia tidak mengerti apa maksud zhu'er berhitung seperti itu.Apa dia bosan?atau merencanakan sesuatu?fuyu tidak bisa berpikir apapun saat ini karena dia sangat mengantuk.Akhirnya tanpa sadar dia tertidur diatas meja.
"476…475…474…473…472…471…470…"
...~~...
1233 kata
...SEMOGA SUKA!?...