
DUA TAHUN KEMUDIAN
"Hei, apa kau tahu? akhir akhir ini sering ada pembunuhan didalam hutan. Terlebih lagi, korban korbannya selalu dari 6 keluarga agung." ujar salah satu pelanggan dari sebuah kedah makan. Sekarang kekaisaran Qi hanya memiliki 6 keluarga agung.
"Ya, aku melihat sendiri bagaimana mayat mayat itu mati. Sungguh sangat mengenaskan. Mereka seperti mati ketakutan oleh iblis jahat. Benar benar sangat mengerikan!?" ujar seorang pelanggan lain. Yang mereka bicarakan adalah pembunuhan yang ada dihutan dekat kekaisaran. Lebih parahnya lagi, yang ditargetkan hanyalah 6 keluarga agung atau salah satu dari kerajaan.
"Anehnya si pembunuh menuliskan namanya yang ditulis dari darah korbannya, kalau tidak salah namanya adalah……" tampak salah satu dari mereka yang sedang memikirkan kembali nama pembunuh didalam hutan.
"Pria paling tampan!?"
Seketika mereka berdua yang membicarakan topik itu langsung memasang wajah ilfil. Mereka tidak menyangka jika akan ada penjahat yang menamai dirinya dengan julukan norak seperti itu. Ya, nama pembunuh didalam hutan yang sering dibicarakan akhir akhir ini adalah, 'Pria paling tampan'.
"Aku berani bertaruh jika wajahnya kebalikan dari namanya ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha …… "
"Aku juga berpendapat seperti itu ha ha ha ha ha ha ha……" mereka tertawa karena membayangkan wajah jelek pria yang dibicarakan. Disertai dengan arak yang memabukkan mereka tertawa keras.
Tiba tiba saja duduk seorang pria dengan tudung hitam disamping mereka. Pria itu meminum gelas yang berisi arak milik mereka berdua sekaligus.
Brak
Pria itu menaruh kedua gelas itu bersamaan dan tidak lama terlihat senyuman senang setelah meminum arak. "Huaaah anaknya~ Sudah lama aku tidak minum arak!? Hah? Jelek? Tidak tidak tidak,… dia sa~ngat tampan!? Kalian harus melihatnya dengan mata kepala kalian sendiri lain kali ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha… " ujar Pria bertudung itu tidak jelas. Tiba tiba saja dia datang, meminum arak orang lain dan bicara tidak jelas.
Kedua pria itu saling pandang salah satu dari mereka menarik kerah baju pria bertudung, "Apa yang kau bicarakan, hah?" ujar salah satu dari mereka yang menarik kerah baju pria bertudung. Tentunya mereka berdua tidak terima jika ada pria aneh yang tiba tiba datang dan meminum arak mereka dengan tidak sopan.
"Apa kau tidak terima, hah?" ujar pria bertudung sembari tersenyum jahat dan menatap pria didepannya dengan mata merah yang menyala.
BRUK
Pria itu jatuh terduduk ke bawah dengan tubuh gemetar ketakutan setelah melihat mata merah pria bertudung. Semua orang langsung heran mengapa pria yang tadinya berani tiba tiba menjadi seorang pengecut.
Lalu kemudian pria bertudung itu berdiri sembari menggerakkan tangannya seperti melakukan sebuah drama teater. Tentunya dengan berjalan berkeliling dari meja ke meja, "Oh~ wajahnya sungguh indah bagaikan rembulan.… Tatapannya sangat mematikan seperti bisa ular…. Suaranya begitu merdu bagaikan suara dewa dewi…… " pria itu bermain drama dari meja ke meja.
Beberapa dari pelanggan menggeleng gelengkan kepalanya karena menggap pria itu gila. Padahal kelihatannya pria itu masih muda, "ck ck ck sayang, masih begitu muda tapi sudah gila." ujar seorang pelanggan wanita yang sedang makan.
"Apa? gila? he he he he ha ha ha ha ha ha…gila… ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha__ itu tidak lucu!?" ujar pria bertudung yang semakin tidak jelas.
'Kalau begitu kenapa kau tertawa?' pikir semua orang jengkel dibuatnya.
Lama lama ocehan pria itu membuat beberapa pelanggan jengkel karena tingkahnya. Karena adanya orang gila didalam kedai, satu persatu pelanggan pergi. Melihat pelanggannya pergi satu persatu, pemilik kedai mencoba menghentikan ocehan pria bertudung itu.
"Hentikan dia!?" bisik pemilik kedai pada seorang pria besar berotot. Pria besar itu mencoba memukul pria bertudung supaya diam dan takut padanya lalu akhirnya pergi. Tapi pria itu menghindar begitu mudah seperti sedang menari. Saat pria besar berusaha memukulnya lagi, pria itu masih bisa menghindari pukulannya sesuai timing yang pas. Seterusnya pria bertudung berhasil menghindari semua pukulan pria besar.
Pria bertudung hitam hanya melirik ke arah pria besar yang mencoba menyerangnya. Senyuman kecil mendarat dibibirnya, "Haaah, bodoh!?" ujar pria bertudung. Dengan sangat mudah dia menghindar ke samping kanan sambil berputar dan seketika berada di belakang pria besar. Lalu dengan sangat mudah pula kakinya menendang bokong pria besar hingga terpental cukup jauh menabrak meja meja dan tiang tiang penyanggah. "Pfftt ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha……"
Bruk
Pria itu tertawa lepas hingga jatuh dan tertidur dilantai sambil tertawa tidak jelas. Mereka yang tersisa didalam kedai hanya bisa melihat heran pria bertudung yang mempermalukan dirinya sendiri. "Aduh perutku sakit, sepertinya aku terlalu banyak tertawa hari ini." ujar pria itu sembari bangun dari tidurnya. Setelah itu dia berjalan ke pemilik kedai yang sudah ketakutan karena orang suruhannya sudah kalah.
"Tu tuan, to tolong jangan buat keributan lagi!? Pelanggan pelanggan ku bisa kabur jika tu tuan membuat ke keributan yang lebih be besar!?" mohon pemilik kedai sembari membungkuk dan menempelkan kedua tangannya. Tentunya ini adalah cara terakhir untuk menghenyika kegilaan pria di depannya meskipun tidak menjamin akan keberhasilan cara ini.
"Hiks hiks jadi maksudmu aku membuat mereka takut?" ujar pria bertudung sembari menangis. Ini benar benar diluar dugaan, mereka tidak percara kalau pria bertudung itu akan menangis.
Pemilik kedai benar benar tidak percaya jika cara yang ini sedikit berhasil. Meskipun hasilnya sedikit berlebihan dan tidak terduga, "Be benar!? tu tuan membuat pelanggan pelanggan ku kabur!?" ujar pemilik kedai yang masih mengandalkan cara ampuh ini.
"Hu hu hu hu hu padahal aku hanya ingin membuat pertunjukan didepan mereka semua!? hu hu hu hu hu hu sepertinya aku harus menghentikan pertunjukanku dengan paksa." ujarnya lagi sembari menghapus air mata yang keluar. Tapi setelahnya…
Pria bertudung mengacungkan belati ke leher pemilik kedai, "Pertunjukanku telah selesai. Bukankah setelah seseorang membuat pertunjukan itu harus ada bayaran? Bagaimana, pemilik kedai?" ujarnya sembari mendekatkan kepalanya dan memiringkannya sedikit untuk melihat pemilik kedai yang pendek. terlihat senyum jahat menyertai pria bertudung.
Dengan tangan yang gemetar pemilik kedai meraih kantung uang dibalik bajunya. Dia berharap setelah diberi uang, orang gila ini bisa pergi sejauh mungkin dan tidak membuat masalah lagi di kedai makannya. "I ini!?" masih dengan tangan yang gemetar pemilik kedai memberikan sekantung uang pada pria bertudung.
Pria bertudung mengambil uang yang diberikan pemilik kedai padanya. Setelah mendapatkan uang itu dia menyimpan kembali belatinya di pinggang. Lalu mengeluarkan lima koin emas dari cincin penyimpanan. Kemudian setelah itu dia menyerahkan kembali kantung berisi uang yang tadi diberikan pemilik kedai, "Ini sebagai ganti rugi kerusakan barang barang dan keributan!?" ujarnya ramah.
Tubuh pemilik kedai gemetar bukan karena ketakutan, tapi gemetar karena terlalu kesal pada orang gila didepannya yang sedang memasang tampang tidak bersalah. Dia menerima kembali uangnya yang digunakan untuk biaya kerusakan kedainya sendiri.
"Eh? kenapa? jangan sungkan sungkan!? aku memberikannya karena rasa tanggung jawab dan kemurahan hati ku yang begitu besar!? ayo~ jangan malu malu, ambil saja~!?" ujar pria bertudung, benar benar tidak tahu malu.
"Pergi!?" ujar pemilik kedai menahan emosi yang sudah mendidih.
"Apa? aku sudah ganti rugi loh!?" ujar pria bertudung tidak terima.
"PERGI!?" kali ini amarah pemilik kedai tidak bisa ditahan. Mana ada pelanggan yang ganti rugi dengan uang pemilik kedai sendiri.
Pria bertudung yang kelihat gugup dengan keadaan sekarang yang bisa dibilang ter-ba-lik langsung mengalihkan topik lain. "Se sebenarnya, aku kesini untuk makan. Jadi… ini uangnya!?" ujarnya sembari memberikan lima koin emas. Uang itu lebih dari cukup untuk makan dan mungkin juga bisa mengganti rugi semua kerusakan yang ada.
Terlihat pemilik kedai yang mulai cair emosinya karena lima koin emas yang didapat. 'U uang ini emas asli? lima koin ini sama dengan pendapatanku selama setahun. Jika aku memperlakukan orang gila ini dengan baik, maka…' pikir pemilik kedai sembari melihat pria gila didepannya. "E ehem, to tolong lupakan kata kata kasarku tadi!? Tuan bisa menunggu di lantai dua untuk menunggu makanan yang akan disiapkan!?" ujar pemilik kedai dengan ramah tamah.
...~~...
1330 kata
...SEMOGA SUKA!?...