
"Kau adalah orang gila yang manuk sambil bernyanyi dan membuat semua pelangganku kabur, iyakan?" tanya seorang pemilik kedai yang waktu itu masih mengingat wajah Yohan. Dia masih mengingatvjelas wajah Yohan walaupun tertutupi tudung. Dan itu juga terlihat jelas ketika dia melihat Yohan yang sedang gugup saat ini.
Yohan tidak tahu mengapa disini ada si pemilik kedai. Tapi yang pasti cara yang tepat mengatasi masalah ini adalah pura pura tidak tahu. "Maaf, sepertinya kau salah orang!? aku bukan orang gila yang kau sebutkan!?" ujar Yohan sedikit membesarkan suaranya. Saat ini dia masih menjaga ketenangannya. Walaupun sekarang dia sedang dilanda kegugupan.
"Kau tidak bisa membohongiku meskipun kau mengubah suaramu!? kau pikir aku pikun, hah?" ujar orang itu semakin yakin jika Yohan adalah orang yang waktu itu.
"Ya ya, aku mengaku itu aku!? Jangan menggangguku lagi pak tua!? aku sudah membayar ganti ruginya!?" ujar Yohan yang mulai kesal karena pria paruh baya didepannya ini tidak ada henti hentinya mengganggu dirinya.
"Ho ho ho ho ho aku tahu itu kau!? Aku hanya ingin menyapamu!?" ujar Pak tua itu santai.
"Maaf, ada apa ini?" tanya Jiefan tiba tiba. Ini adalah kesempatan baginya untuk berbicara dengan Yohan.
"Ah, ketua!? aku ingin memberitahumu bahwa dia adalah orang gila yang waktu itu aku ceritakan!?" ujarnya memlerkenalkan Yohan sebagai orang gila.
Baiklah, sekarang Yohn muak terus terusan dipanggil gila oleh orang orang. Yohan menatap tajam pria paruh baya disampingnya yang begitu menyebalkan. Namun pria paruh baya itu hanya tersenyum tidak menghiraukan Yohan. Sedangkan Jiefan sudah merasa tidak enak telah membuat Yohan jengkel. Dia tahu siapa Yohan, ketua penjahat kelompok gila yang terkenal. Siapa yang tidak mengenalnya. Namun karena Yohan sudah tidak kelihatan selama beberapa tahun orang orang jadi tidak begitu ingat bagaimana wajahnya.
"Baiklah, kalau begitu aku permisi!?" ujar pemilik kedai itu lalu memberi hormat pada Jiefan lalu pergi. Tinggallah Jiefan dengan Yohan disana.
Jiefan melirik Yohan yang sedang menatap dirinya. Sontak dirinya langsung kaget mendapat tatapan dari Yohan yang begitu tiba tiba. Tapi mungkin inilah saatnya untuk berterima kasih. Jiefan membunggukkan badannya, dia memberi hormat pada Yohan. "Terima kasih karena waktu itu telah menolongku!?" ujar Jiefan.
"……" Yohan hanya diam menerima ucapan terima kasih dari Jiefan. Dia tidak tahu harus menjawab apa. Tapi kemudian dia mendekati telinga Jiefan dan berbisik padanya. "Apakah kau ingin menjadi raja?" tanya Yohan sembari berbisik dengan senyuman licik terukir di bibirnya.
"A apa maksudmu?" tanya Jiefan tidak mengerti kenapa Yohan tiba tiba saja menanyakan hal yang mustahil baginya.
"Sssttt!? aku akan membuatmu menjadi raja yang sempurna khi khi khi khi khi khi khi……" tawa Yohan yang aneh membuat Jiefan merasa takut.
***
Jingmi mengantarkan para pasukan dari kalangan rakyat biasa ke tempat yang aman. Ya, ia menyelamatkan para rakyat biasa yang dipaksa berperang ke kekaisaran Qi untuk pulah ke desa mereka masing masing. Untungnya masih ada sedikit harta untuk ongkos mereka masing masing pulang. Dan saat ini Jingmi sedang melakukan perpisaha dengan Gu bai ke desanya.
"Jaga dirimu baik baik!?" ujar Jingmi sembari melambai lambaikan tangannya.
"Ya, terima kasih telah menyelamatkanku dengan yang lain. Aku tidak akan melupakan jasamu. Sekarang aku bisa kembali mengurus ladang dengan ibu dan menepati janjiku!? Sampai jumpa lagi, jaga dirimu baik baik juga, ya!?" ujar pria itu balik. Kemudian dia berbalik pulang ke desanya.
Di tatapnya dari belakang punggung pria yang dia selamatkan. Dia tersenyum melihat pria itu akhirnya bisa kembali pada ibunya. "Kurasa aku juga harus mengunjungi ibu dan A li!?" ujar Jingmi sembari berbalik untuk pulang ke rumahnya. Saat pulang, dia ingin sekali bermain dengan A li, membelikan boneka baru untuknya, membuatkannya baju, makan makanan enak, dan mengajaknya jalan jalan bersama. Namun ketika dia ingin melangkah dari tempatnya saat ini, dia melihat beberapa orang berpakaian serba hitam.
Mereka terlihat menakutkan dengan tingginya kultivasi mereka. Jingmi meningkatkan kewaspadaannya terhadap musuh yang ada di depan.
Ssuuk
"Ya!?" jawab mereka bersamaan.
***
Didalam istana terlihat seorang wanita yang duduk di kursi mewah samping singgasana. Biasanya itu adalah tempat ratu kekaisaran Qi duduk. Tampak juga seorang yang tidak asing dimata para pejabat yang hadir disana. Dia adalah sang kaisar baru yang baru saja dinobatkan hari ini. Yang mulia Qi tian juan. Karena kabar meninggalnya kausar Qi telah menyebar ke segala penjuru kekaisaran, jadi mereka dengan cepat menobatkan Kaisar baru.
Disamping itu juga hadir putri kekaisaran Qi, putri Lian. Dia terlihat angkuh dan sombong ketika melihat kakaknya yang sudah dinobatkan menjadi kaisar. Karena kakaknya sangat menyayangi dirinya jadi dia berpikir bila mungkin saja kaisar yang baru ini akan selalu menuruti permintaannya.
"Lapor, yang mulia!? Selir baru akan segera menghadap!?" ujar salah seorang dayang istana. Kemudian mundur dan mempersilahkan Selir baru yang akan datang.
Tidak lama datanglah seorang wanita cantik yang kelihatan sangat menawan. Dia melihat Kaisar dengan mata cantiknya dan memberikan senyuman terbaik miliknya, "Nama hamba adalah Huai An, yang mulia kaisar!?" ujar An sembari tersenyum manis menggoda kaisar. Begitupun dengan Kaisar yang tersenyum melihat senyuman manis An. Lalu An melirik Yan Qi Shen yang ada disamping kaisar. Qi shen kelihatan tidak menyukai An yang sepertinya kelewatan menggoda Kaisar.
Qi shen kemudian mendekatkan kepalanya dengan kepala Tian juan, begitupun dengan Tian juan yang mendekatkan kepalanya karena aba aba dari Qi shen. "Aku tidak suka dia!? Yang mulia harus segera Membereskannya!?" ujar Qi shen yang ingin menyingkirkan An dari istana. Dia tidak ingin ada selir yang kurang ajar seperti An.
"Membereskan? kalau begitu baiklah, aku akan segera Membereskannya!?" ujar Tian juan yang sengaja menekankan kata 'membereskan' agar terlihat menyakinkan. Tidak lama setelah itu……
"Ukh uhuk uhuk!?" tiba tiba saja Qi shen terjatuh dari tempatnya duduk dan sambil batuk batuk. Setelah jatuh dia tidak sadarkan diri. Semua orang panik dibuatnya namun tidak lama juga putri Lian tiba tiba terhatuh dan batuk batuk sama seperti Qi shen.
"Permaisuri!? permaisuri!?" teriak Tian juan khawatir. Dia mengecek denyut nadinya Qi shen dan…
Dia meninggal.
"Apa yang kalian lakukan? cepat panggil tabib!?" ujar Tian juan menyuruh semua orang yang ada disana memanggil tabib segera.
An yang juga saat itu memeriksa denyut putri Lian, dia juga sudah meninggal. Tidak lama setelah semua orang pergi sibuk mencari tabib, mereka berdua saling pandang dan saling tersenyum satu sama lain. Sepertinya rencana mereka berhasil. Yaitu untuk menyingkirkan para pengganggu yang tersisa.
Pada hari itu, permaisuri Yan qi shen dan putri Lian telah tewas ditempat disebabkan karena gagal jantung. Atau dengan kata lain, mereka tanpa sengaja telah memakan racun yang telah menyebabkab jantung mereka gagal bekerja semestinya. Lalu akhirnya meninggal.
Saat hari itu juga mereka semua tidak tahu bahwa kaisar yang mereka angkat sebenarnya adalah seorang penipu yang mereka cari cari. Sekarang telah menjadi raja mereka tanpa mengetahui apapun.
...~~...
1161 kata
...SEMOGA SUKA!?...