RAGASA

RAGASA
Ep. 39. Mading



Grup angkatan langsung heboh. Ketika mendapati Video cctv yang menampilkan Sasa lah yang menjadi pelaku penempelan.


Ari yang menjadi teman Sasa pun kaget, apalagi melihat Sasa sendiri lah yang mengirim.


"Buat ulah apa lagi tuh bocah," Katanya, lalu menaiki motornya untuk menuju rumah sakit.


Ari membuka ruangan bangsal cukup keras, membuat Sasa melotot di buatnya.


"Sttt.... berisik anjing, adik gue baru aja mau tidur!" Sasa melotot, sembari menyimpan jarinya di bibir.


"Apa maksud Lo, bikin heboh grup angkatan. Mana Lo sendiri lagi yang ngirim!" Marah Ari.


"Di luar-di luar," Suruh sasa, mendorong punggung lelaki itu.


"Jelasin!" Tuntut Ari. ketika sudah duduk di kursi luar bangsal.


"Gue lagi butuh duit buat operasinya Kila, kebetulan ada yang mau pinjemin gue. syaratnya, gue harus sebarin foto Bella sama Bima," Jelas Sasa.


Ari memegang kepalanya, “Terus Lo anggap gue apa? gue teman Lo Sa, gue teman sekaligus bakal jadi adik ipar Lo. gue pacarnya kila, kalo ada apa-apa bilang sama gue!" Sentak Ari.


"Gue gak enak harus terus-terusan repotin Lo," Sasa menunduk, sembari memilin jarinya.


"Gue gak pernah ngerasa di repotin. kalo itu semua tentang Kila!" Kata Ari.


"Terus apa maksud Lo ngirim Video cctv, pas Lo nempelin foto-foto itu! udah gila Lo ya!" Tambahnya.


"Gue ngerasa bersalah aja, sama apa yang gue perbuat. gue harus ngerasain apa yang Bella rasain Sekarang." Kata Caca.


"Ya terus kenapa Lo sebarin privasi orang!" 


"Gue butuh Ri, gue butuh duit itu. Selain Lo, siapa lagi orang yang berani pinjemin gue 50 jt, 50 jt bukan duit kecil bagi gue!"


|•••


Disisi lain anggota alverage pun sama kagetnya, ketika cctv penempelan foto Bima dan Bella, di sebar di grup angkatan.


"Siapa yang sebar cctv itu? pas Alex check, cctv itu gak ada," Tanya Dodi.


"Sasa sendiri," Jawab Alzam.


"What, maksudnya Sasa sendiri yang sebar?" Tanya Caca.


Alzam hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Ngapain?" Tanya Dodi.


"Caper mungkin," balas Alzam.


Keempat orang yang sedang mengobrol tadi sedang berjalan di koridor. Bima tak sekolah, di karena kan istrinya Bella sedang sakit, jadi lelaki suami siaga itu sedang mengurusi istrinya.


Mata mereka menyerit bingung, ketika melihat Mading sedang di kerumuni banyak orang. Mereka semua berjalan ke arah Mading, membuat murid yang ada di sana memberi jalan memberi jalan.


Rumor tentang Hubungan Bima dan Bella itu salah!


Itu fitnah yang di sebarkan oleh Raisa Agnesia Pancara, Kelas 12 IPS 3. Karena tidak terima di jodohkan dengan Alzam


Raisa melakukan itu karena tidak terima bertunangan dengan Alzam, dan yang menjadi sasarannya adalah Bima dan Bella. Itulah pikiran orang yang sedang membaca Manding disana, tetapi tidak dengan anggota alverage.


"Ke ruang cctv sekarang!" Perintah Raga, membuat mereka mengangguk.


Sesampainya di ruang cctv, Raga langsung mengecek jam-jam tertentu, yang sekiranya akan di datangi oleh si penempel poster itu.


Mata mereka kembali melotot, ketika melihat Sasa sendiri lah yang menempelkan itu sendiri. bahkan, mereka bisa melihat jelas cewek itu menempelkan, karena cctv di Mading berfungsi dengan baik. mungkin, cewek itu lupa menghapusnya.


Raga berbalik, “Gue pikir, dia ngelakuin ini buat nebus kesalahannya kemarin. Dia juga udah minta maaf langsung ke Bella kan?"


"Kalo dia nyesel, ngapain dia ngelakuin itu?" Tanya Dodi.


"Gue gak tau alasannya. Yang pasti, dia ngelakuin itu, mungkin bukan karena kemauan dia. Kalo beneran dia jahat, gak mungkin ada orang jahat kayak gitu. di omongin dikit langsung ngerasa bersalah, gak ada orang jahat kayak gitu," Jelas Raga.


"Cari Sasa, gue yakin. Dia lagi jadi bahan Bullyan sekarang," Perintah Raga lagi


|•••|


Sasa yang baru saja sampai, sudah di lempari oleh makanan busuk oleh orang-orang disana, nampaknya mereka semua memang menunggu Sasa.


"Huuuuu, percuma cantik kalo penyebar fitnah!"


"Gak malu mbaknya, masih datang kesekolah!"


"Percuma cantik, kalo penyebar fitnah, awokaowkaowka,"


"Kalo gak suka sama Alzam, meningan buat gue aja deh mbak.  Alzam emang gak cocok sama manusia kayak Lo!"


"Gak malu ya mbak?"


"Iwww, menjijikan banget,"


"Inget mbak, fitnah lebih kejam daripada pembunuhan!"


"Malu-maluin banget sih, ada penyebar fitnah di sekolah elite kayak gini,"


"Tau tuh mbak, gara-gara Lo! kita udah bully cewek cupu itu!"


"Dasar cewek gak ada otak!"


Ari yang baru datang juga, langsung menyeret Sasa, ngapain juga cewek itu malah berdiam diri. Seolah-olah menikmati lemparan itu.


"Dasar gila! ngapain diem aja sih? baju Lo kotor, akibat lemparan makanan ini!"


Di sisi lain, anggota alverage melihat interaksi kedua manusia itu, karena kebetulan mereka akan mencari Sasa, dan melihat Sasa disini, mereka memilih untuk mengintip.


"Dengar apa yang gue bilang gak sa?" Tanya Ari, yang suaranya kembali melunak.


"Denger Ri,"


"Lain kali, kalo ada yang lempar Lo hindar, jangan diam aja!" Kata Ari.


"Kalo hindar, gue gak akan bisa rasain apa yang Bella rasain Ri," Balas Caca.


"Udah tanggung jawab sama apa yang Lo perbuat aja udah bagus bagi gue. jangan paksain kayak gitu, kalo mental Lo keguncang, gimana sama Kila? dia pasti sedih banget,"


"Bagus bagi Lo Ri, enggak bagi gue. lagian gue udah sering di perlakukan kasar, jadi jangan khawatir sama kesehatan mental gue, semuanya pasti baik-baik aja,"


Ari menghela nafas, lalu merangkul bahu Sasa “Terserah Lo, gue cape nasehatin Lo!" Ucap Ari, sembari menyeret Caca.


Keempat orang itu saling lirik ke arah Alzam, ketika melihat interaksi dua insan berbeda jenis itu.


"Mereka berdua pacaran?" Penasaran Dodi.


"Bisa jadi, kan Sasa gak suka di jodohin sama Alzam," Balas Caca.


Dodi memegang dagunya berpikir “Gue aneh deh sama sikap misterius dia. ngapain dia kejar-kejar alzam akhir-akhir ini, kalo emang tuh cewek gak suka,"


"Bener juga, ngapain Sasa kejar-kejar alzam, kalo misalnya dia gak suka?" Kata Caca, ikut berpikir juga.


Alzam mengepalkan tangannya, entah kenapa, dirinya tidak suka melihat interaksi Sasa dengan lelaki itu. Ada yang mengganjal di hatinya, ketika melihat interaksi mereka berdua.


"Zam, gimana menurut Lo?" Tanya Dodi.


"Menurut gue apanya!" Jawab Alzam, ngeggas.


"Santai aja kali Zam jawabnya, kalo jealous bilang, jangan marah-marah," Ucap Dodi, berniat mengejek Alzam.


"Ngapain jealous? gue sama sekali gak suka dia!”


"Gak usah ngeggas dong kalo gak suka," 


"Udah lah dod, suka banget bikin orang kesel," lerai caca.


"Jangan mikirin hubungan mereka dulu, pikirin dulu, kenapa Sasa ngelakuin ini. Maksudnya, tujuan dia tuh apa, ngelakuin ini. Kenapa juga dia bilang, supaya dia bisa ngerasain apa yang Bella rasain," Ucap Raga.


"Tau Lo Dod, manas-manasin orang Mulu bisanya," Kata Caca.


"Eh anjir, Lo juga ikut-ikutan ya!"


"Ga...liat, Dodi nyalahin gue Mulu!" Adunya, sambil menunjuk Dodi.


"Bodo! pusing gue liat kalian berantem terus!" Tak peduli Raga, membuat Caca cemberut.


"Hahahaha, udah gak di perduliin lagi. jangan-jangan, Raga pacaran sama Mona lagi," Kata Dodi.


"Bodoamat juga, lagian Raga sama Mona couple goals gue," Balas Caca, sembari mengeluarkan lidahnya.


"Hai Raga," Sapa Mona, yang baru saja datang.


"Panjang umur Lo, baru aja di omongin, udah nongol aja nih setan," Cicit Dodi pelan, tetapi masih terdengar jelas oleh Mona.


"Apa maksud Lo nyebut gue setan!" Garang perempuan itu.


"Gue gak ngomong ya, Lo nya aja yang ngerasa," Pembelaan Dodi.


"Raga, kamu lagi ngomongin aku apaan. Kamu udah suka sama aku ya?" Tanya Mona. cewek itu memain-mainkan kakinya, sembari menatap Raga sok imut.


"Gak usah sok imut deh Lo! bukannya terkesan, Gue malah jijik liatnya!" Sinis Raga.