
Pagi ini, Mansion Wijaya sudah ramai Dengan suara Caca yang menggelar membangunkan semuanya.
“Selamat pagi semuanya!” Teriaknya. Untuk kesekian kali.
Semua penghuni di sana keluar dari kamarnya,masih dengan wajah bantal tentunya.Waktu masih menunjukkan pukul setengah lima pagi, tetapi Caca sudah gembor-gembor untuk membangunkan semuanya.bahkan, asisten rumah tangga di sana belum bangun,dan caca yang membangunkan.
“BOCAH EDAN,INI JAM BERAPA BEGO” Kesal raga. Ketika ia harus di bangunkan dari tidur nyenyaknya sepagi ini.
“BANGUN DAN SEMANGAT, BANGUN DAN SEMANGAT, BANGUN DAN SEMANGAT” Seru Caca. Menggunakan intonasi Patrick,pada saat menceritakan dongeng untuk cepat tidur.
Wijaya dan renita terkekeh dengan wajah bantalnya, ada-ada saja kelakuan Caca yang membuat mereka geleng-geleng kepala.
“LO GAK LIAT JAM? GANGGU SEMUA ORANG TIDUR AJA LO!” Sentak Raga, tak terima.
“Ganggu ya? Maaf deh.yaudah kalo gitu, kalian lanjut tidur lagi aja” Perempuan itu mengatakan, dengan wajah tanpa dosanya.dan tanpa dosanya lagi,cewek itu berjalan Kembali ke arah kamarnya,seolah tidak terjadi apa-apa.
“SINTING!” Teriak Raga.
“Udahlah ga...ada hikmahnya, kamu bisa bangun sepagi ini,” Ucap Renita sembari terkekeh.
“Tapi gak sepagi ini juga bund,” Lesu Raga.
“Itung-itung latihan dari sekarang ga.tar kan,kalo kalian udah nikah,kamu bakal lebih sering ngadepin sikap randomnya Caca” Kata Wijaya, alisnya naik-turun berniat menggoda raga.
•’•
Bel istirahat sudah di kumandangkan dari tadi.membuat geng inti alverage sudah berada di kantin untuk mengisi perut mereka masing-masing.
Caca melirik raga,yang sendari tadi enggan berbicara padanya.Cewek itu mencebikan bibirnya,hanya karena dirinya membangun raga terlalu pagi,cowok itu marah sampai sekarang kepadanya.
“Gue minta maaf ga,gak akan gitu lagi kok” Ucap Caca, sok menyesal.
Raga tak menjawab,cowok itu masib fokus dengan handphone dan makanannya.
Caca mengambil handphonenya berniat menghubungi Alex.Harap-harap mansion nya sudah selesai di perbaiki.
“Halo Alex,” Kata Caca, ketika sambungan telpon mereka terhubung.
Geng inti alverage menengok ke arah Caca,ketika cewek itu menyebutkan nama lelaki asing, yang mereka sama sekali tak kenal.
“Kenapa nona?” Kata lelaki itu.
“Apakah rumah ku sudah selesai kau perbaiki?”
“Sudah”
“Oke banguslah kalo begitu,saya matikan telponnya,”
“Jangan dulu nona,ada yang ingin saya bicarakan”
“Saya menemukan sebuah kotak asing,ketika memperbaiki rumah anda”
Ia menepuk jidatnya sendiri,kenapa bisa lupa.setelah kedatangan raga,ia jadi melupakan sebuah kotak yang waktu itu dirinya lihat.
“Tolong simpankan ke kamar saya.ada yang di bicarakan Tuan Alex terhomat?” Terdengar decakan di sebrang sana,membuat Caca terkekeh.
“Jangan panggil saya Tuan Alex terhomat nona,Cukup alex saja.saya seperti kelihatan tua sekali, padahal saya dan anda hanya berbeda 5 tahun saja!”
Caca tertawa”Yasudah,saya matika dulu telponnya,sudah selesai kan?” “hm,”
“Bye Alex!”
Tut.
Dodi melirik Raga yang wajahnya semakin masam.lelaki itu tersenyum,kembali menjahili raga nampaknya seru.
“Siapa?” Tanya Dodi.
“Alex,” Balas Caca.
Dodi memutar bola matanya malas”Iya.... maksudnya,siapa Lo?!”
“Asisten.Dulunya asisten opah, sekarang asisten gue,kan opah udah gak ada,” Jawab Caca.
“Umurnya berapa?” Tanya Dodi kembali.
“Masih muda,beda lima tahun sama gue,”
“Ganteng gak?”
“Ganteng,ganteng banget malahan.apalagi dia tuh suka panggil gue nona pake suara beratnya,kan jadi mleyot. Gue tuh jadi Inget cerita yang di tulis Patrick Liam Gitu,kalo di sebut nona,” Ucap Caca. Cewek itu awalnya kesal, terus-terusan di tanya oleh Dodi,tetapi kembali antusias saat menjelaskan bagaimana gantengnya Alex.
Dodi tersenyum kemenangan,ketika Raga bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan kantin.
“Loh? Raga tungguin!” Caca hendak berdiri mengejar raga,tetapi tangannya di cekal untuk tetap diam.
“Gak usah di ikutin dulu,jealous tuh,” Kata bima melepaskan cekalanya.
“Bukan anjir,dia dari tadi pagi juga,udah marah sama gue,” Balas Caca.
“Iya...Tapi tuh si Dodi mancing-mancing, makanya si raga tambah marah, gara-gara Lo ceritain si alex-alex itu,” Kata Bima.
Caca tersenyum, ternyata raga cemburu toh,ia berdiri lalu merogoh sakunya,dan mengeluarkan uang satu juta dari dompetnya,dan menyimpannya di meja.
“Buat Lo berdua,kalo si batu mau.kasih aja Cepe,gue mau nyamperin my love raga, bye-bye!” Memberikan flying kiss,lalu berlalu pergi dari sana.
Caca menghampiri raga yang sedang menelungkupkan wajahnya di meja.duduk si sebelah cowok itu,sembari mencolek-colek telinga raga.
“Diem!” Ucapnya tajam.
“Pulang sekolah,gue langsung pulang ke rumah gue,gak lagi nginep di rumah Lo dan dan buat rusuh,jadi gak usah marah lagi.maaf,kalo misalnya Selama gue nginep Lo gak nyaman” Kata Caca.
Raga diam tak menjawab, cowok itu masib setia menelungkupkan wajahnya. “Raga, dengerin gue gak sih?!” Kesal Caca.
“Denger,” Raga mendongakkan wajahnya, sembari menatap Caca malas.
Caca mengerucutkan bibirnya”Lo mah,kayak males gitu jawab pertanyaan gue,” “Emang.” Jawabnya.
“Lo kenapa sih ga?Cuman gara-gara gue bangunin pagi-pagi,Lo sampe marah segininya Sama gue!” Kesal Caca.
“Gue gak marah” Jawab Raga.
“Gak marah tapi ngomongnya gitu,”
Raga menghela nafas lalu memejamkan matanya sebentar”Lo gak akan nginep lagi di rumah gue?”
Caca menggeleng”Enggak,kan kacanya udah selesai di benerin” Jawab Caca.
Raga mengangguk,lalu kembali menelungkupkan wajahnya di atas meja.
“Jangan deket sama cowok lain selain gue sama Anggota alverage,” Raga berkata lirih, masih dengan menelungkupkan wajahnya.
“Gue tau Lo punya dunia Lo,tapi please...untuk Deket sama cowok lain di luaran sana...jangan.” Tambah cowok itu.
Caca diam,sembari mendengarkan celotehan apa saja yang akan kembali keluar di mulut cowok itu.
“Gue gak tau ini wajar atau enggak.Sebagai sahabat Lo,dan cuman sahabat Lo.gue gak mau Lo Deket sama cowok lain,selain gue! Gue gak suka,ada yang janggal di hati gue,tapi gue gak tau itu apa,” Papar raga.
“Jadi please,jangan bandel buat deket sama cowok lain di luar sana.gue takut,Lo bakal lupain gue sama anggota alverage,kalo itu terjadi,”
“Meskipun hanya sekedar teman?” Tanya Caca.
Raga mendongkak menatap Caca,yang juga sedang menatapnya.menatap manik itu dalam,seolah itulah objek satu-satunya yang ada disana, sampai-sampai raga pun enggan mengalihkan matanya.
“Ya! Meskipun hanya sekedar teman!” Tegas raga.
“Egois banget,” Kata Caca, Bermaksud memprotes.
“Gue akan egois,dan selalu egois,jika itu berhubungan sama Lo!” Ucap raga.
Caca semakin melebarkan senyumannya,ia mendekat lalu bergelayut manja di tangan cowok itu.
“Emmm....Berati Lo suka sama gue?” Caca menaik-naikan alisnya.
Melepaskan cekalan itu secara kasar,lalu menatap cewek itu tajam”Gak usah kepedean!”
“Terus maksud Lo larang-larang gitu apaan,kalo Lo bukan suka sama gue?” Tanyanya.
“Jaga Lo! Supaya gak kejerumus sama pergaulan di luar sana.Lo kan anak emasnya bunda, bisa- bisanya gue yang anak kandungnya di usir kalo Lo kenapa-kenapa!” Tegas Raga.
“Iya dah iya.yang berlindung dari kata di suruh bunda,iya dah iya.” Ucap Caca, dengan sedikit intonasi mengejek.
“Enggak ya! Itu emang beneran,gue pasti di usir bunda kalo Lo kenapa-kenapa!” “Masih aja gengsi,” Cicit Caca pelan.
“Ekhem..... Masih kedengeran tolong,bisa ngomong Jangan di pinggir orangnya gak?”