
|•••|
Anggota inti alverage sedang berada di rumah Caca, ada Alex juga disana. mereka akan membahas tentang kasus Bima sekarang, karena Alex bilang, lelaki itu sudah menemukan siapa orang yang menempelkan gambar-gambar Bella dan Bima yang sedang bermesraan.
“Cctv dalam sekolah emang gak nampilin orang itu, mungkin karena sengaja dia hapus. Tapi, cctv luar sekolah nampilin ada seseorang cewek, yang emang datang ke sekolah malem-malem, bisa jadi itu pelakunya,”
“Kenapa saya bilang seperti itu, karena pas saya melihat jam orang itu sebelum masuk ke sekolah. cctv sekolah masih ada, maksudnya masih bisa di akses. Tapi ketika saya melihat cctv, pada saat orang itu masuk, dengan jam yang hampir sama, cctv disana gak bisa di akses. Jadi, kemungkinan besar orang yang datang malem-malem lah yang yang jadi pelakunya,”
“Ini biodata seseorang yang saya maksud, namanya Raisa Agnesia Pancara, cewek ini biasa di panggil Sasa oleh teman-temannya. Dan ini, foto dari orang itu,” Alex menampilkan foto Raisa di layar laptopnya.
Mereka semua melotot kaget, dari namanya saja mereka sudah tau siapa orangnya, tetapi ketika di tunjukan fotonya, mereka semua semakin kaget.
Sasa tunangannya Alzam, kenapa cewek itu melakukan itu?
Alzam Menggeram, di lanjutkan dengan rahang Lelaki itu yang mengetat menahan amarah, lelaki itu hendak pergi, tetapi di tahan oleh Caca”Jangan sekarang, kita dengerin dulu penjelasan Alex,” Kata Caca, menenangkan.
“Lex, lo yakin orangnya dia? Gak mungkin dia orangnya ,gue tau betul dia,” Kata Caca, masih tak percaya.
“Menurut yang saya selidiki, memang itu orangnya,” Balas Alex
“Karena mungkin kalian sudah kenal, saya tidak perlu menjelaskan seluk-beluknya dia,” Tambah lelaki itu.
“Ceritain aja Lex, gue cuman kenal, dianya aja, gak kenal seluk-beluknya,”
Alex mengangguk, lalu kembali mengscroll laptopnya, ”Sasa ini, anak dari pengusaha bernama Pancara. ibunya sudah tiada pada saat melahirkan adiknya. Meskipun anak pengusaha, wanita itu bekerja paruh waktu di salah satu restoran, dan bekerja sebagai pelayan. entah karena apa, tapi yang saya pikirkan, itu semua untuk adiknya yang sedang di rawat di rumah sakit,” Jelas Alex.
“Ngapain buat adiknya? Kan bapaknya pengusaha, udah pasti sama bapaknya lah,” Timpal Dodi.
“Bisa saja seperti itu. karena yang saya lihat, Pancara ini adalah orang yang agresif, bahkan kasar. ketika saya menanyakan kepada tetangga Sasa disana, mereka memang terkadang memergoki adiknya Sasa itu di pukuli oleh Pancara ini, bukan hanya adiknya, Sasa pun selalu menjadi korban. Makanya, saya berpikir Sasa bekerja untuk adiknya, karena papahnya mungkin tidak menyayangi mereka, saya tidak tahu itu,” Jelas Alex.
“Menurut Lo semua, Sasa ngelakuin ini, ada hubungannya sama adiknya gak?” Ucap Caca.
Alzam menggeleng, ”Enggak, meskipun ada, dia tetap salah!” Setelah mengatakan itu, Alzam keluar dari rumah Caca.
“Zam, jangan ngelakuin hal yang aneh-aneh!” Teriak Caca.
“Bim, menurut Lo gimana? Lo marah sama Sasa?” Tanya Caca, melihat Bima yang masih diam.
Bima mengedikan bahunya acuh, ia marah ketika melihat Bella istrinya di anggap yang tidak-tidak oleh orang lain. Di sisi lain, ia juga tidak tau alasan mengapa Sasa melakukan itu. Meskipun begitu, apapun alasannya, ia tak suka ada yang mengusik istrinya.
|•••|
Alzam berjalan dengan Langkah besarnya di ikuti oleh yang lainnya. Setelah memasuki kelas Sasa, ia menyeret cewek itu ke gudang belakang sekolah.
Bruk
Mendorong Sasa sampai terkena kursi usang di sana. mendekat, lalu mencengkeram dagu Sasa secara kuat.
“Apa maksud Lo?!” Tanyanya tajam.
Bukannya kesakitan, perempuan itu malah tersenyum, sembari menatap Alzam lekat,”Maksud aku apa?” Tanya Sasa.
“Gak usah sok baik deh Lo!” Kata Alzam, semakin mempererat cekalannya.
“Maksud kamu apa, gak usah sok baik gimana?” Tanya Sasa lembut.
“Apa maksud Lo nyebarin foto Bima sama Bella? Apa maksud Lo, bagus Lo kayak gitu, hah?!”
“Oh masalah itu ...mau aja,” Balas Sasa, tanpa sama sekali mengelak.
Alzam Menggeram marah ketika mendengar suara itu. Suara pengakuan, tanpa pengelakan dan tanpa rasa bersalah, itu yang membuatnya marah.
Alzam melepaskan cekalan itu, lalu memandang Sasa remeh, ”Gue tanya, apa maksud Lo ngelakuin ini. APA MAKSUD LO NGELAKUIN INI,ANJING!” Teriaknya, pas di muka Sasa.
Sasa sempat terperanjat kaget, lalu kembali tersenyum”Gak ada maksud, Gue ngelakuin ini karena gabut,”
Plak
Alzam menampar pipi Sasa kertas, sangat keras sampai-sampai menyebabkan jeplakan tangan alzam di pipi cewek itu.
“Malu-maluin Lo anjing! Bisa-bisanya Lo adalah orang yang di jodohin sama gue. orang rendahan kayak Lo kayaknya emang gak pantes buat gue!” Dada alzam naik turun, ketika mengatakan itu.
Sasa tertawa sambil menggelengkan kepalanya dua kali,”Hey, lo Kira gue juga mau di Jodohin sama Lo? Gue ngelakuin ini, karena gue gak mau di Jodohin sama manusia kasar sama Lo!”
Alzam memalingkan wajahnya, ”Kalo misalnya Lo gak suka sama gue. kenapa bukan gue yang jadi sasarannya, kenapa harus Bima? KENAPA HARUS BIMA GUE TANYA!” Ucap Alzam, di akhiri teriakan.
“Serah gue lah, gue yang ngelakuin kan? Kenapa Lo yang ribut?”
Alzam mengepalkan tangannya, merasa tertantang, tetapi lelaki itu berusaha untuk mengontrol dirinya, supaya tidak kembali wanita di depannya ini.
“Makin di biarin maki jadi Lo!”
“Udah, gak sewajarnya Lo kayak gini. Bima yang jadi korban, kenapa Lo jadi semarah ini, Sampe berani main tangan sama perempuan?” Tanya Caca.
“Dia udah keterlaluan ca,” Jawab Alzam.
“Gue tahu, tapi gak gini caranya. Kekerasan gak akan pernah bisa ngelesain masalah,”
Caca mendekat ke arah Sasa, lalu tersenyum di depan cewek itu.”Gue tau, lo ngelakuin semua ini ada alasannya. Tapi apapun alasannya, Lo tau Lo salah kan? Lo nyebarin hal yang emang seharusnya Lo gak sebarin,”
“Terlepas dari apapun itu. Gue gak akan pernah hakimin Lo, lo tetap teman gue. tapi gue juga gak akan pernah benerin apa yang Lo perbuat, gue harap Lo renungin apa yang gue ucapin,” Ucap Caca, membuat Sasa terdiam.
“Gue emang baru kenal sama Lo sa, tapi gue cukup tau lo. lo gak mungkin lakuin ini cuman karena kata gabut semata, gue harap Lo cepat-cepat minta maaf sama bella. gue bisa ngelakuin apapun itu, termasuk sama Lo sa. kalo kejadian tadi, bikin ponakan gue yang masih di perut Bella, kenapa-kenapa. Gue gak akan maafin Lo, meskipun alasan Lo menyedihkan sekalipun!” Setelah mengatakan itu, Caca pergi meninggalkan Sasa yang masih diam termenung.
“Gue gak segan-segan bunuh Lo, kalo terjadi apa-apa sama ponakan gue!” Mendorong bahu Sasa keras, alzam ikut meninggalkan Sasa sendirian. Karena yang lainnya sudah menyusul Caca.
Sasa diam menatap kepergian mereka, kenapa dirinya hanya mendapatkan omongan saja? Ia bahkan sudah berharap, mereka semua akan menyiksa dirinya, karena melakukan hal yang fatal.
Ia juga tahu, ia sudah melakukan hal yang sangat-sangat fatal, tapi apa boleh buat? ia harus melakukan itu, karena ada sebuah alasan.
Sasa duduk disana, menelungkup wajahnya di pahanya sendiri,”Maafin gue bell, maafin gue. gue gak ada maksud sama sekali buat Lo kayak gini, maafin gue...”
“Maaf, Gue emang pengecut yang belum bisa minta maaf secara langsung, tapi perlu yang Lo tau bell, gue nyesel...tapi gue harus ngelakuin ini, maafin gue,”
Sasa kembali mendongak, lalu berpikir kembali, menyesal pun sudah tak berguna, toh semuanya sudah terjadi.
Jadi, yang harus dirinya lakukan adalah, memperbaiki. Meskipun tidak akan seperti dulu, seenggaknya image Bella dan bima yang di pandang buruk bisa berkurang. Itu yang hanya bisa ia lakukan.
Sasa mengambil handphonenya yang bergetar karena ada notifikasi pesan dari seseorang.
|| Katanya, alverage tau Lo yang nyebarin foto itu? Lo gak bilang kalo gue yang suruh kan? Kalo misalkan iya, siap-siap sama konsekuensinya!
||Enggak,gue gak bilang.