ONE LAST TIME

ONE LAST TIME
Ending Part 2



Setelah kejadian di kapal pesiar itu, annchi dan Liu sepakat bersama kembali, sesuai perkataan Liu tempo hari, beberapa hari setelahnya Liu benar-benar datang ke kediaman Annchi untuk melamarnya, 1 bulan kemudian mereka mengadakan acara pernikahan.


Ini adalah pernikahan kedua Annchi dan Liu, tapi perasaannya tak berbeda sama sekali dengan yang pertama.


Pagi itu Annchi tengah bersiap dengan gaun pengantinnya , begitu anggun dan cantik. Ia di temani dengan Yin dan Ibunya, yang terpukau dengan pesona Annchi.


"wow ann, kau cantik sekali. Aku tak menyangka kau benar-benar memilih Liu. Setelah kita membicarakannya di hari pernikahanku waktu itu. Aku pikir kau tak tertarik dengannya karena aku kira dia..." Tahu yang akan di katakan Yin, Annchi seketika menutup mulut Yin dengan tangannya, mencegah kata-kata yang akan di lontarkan Yin.


"ssstt.. kau ini Yin, lihat ada ibuku, lagipula dia bukan seperti yang kau pikirkan" annchi berbisik di telinga Yin, Yin pun tertawa geli. Faliu hanya memandang bingung


"rumor itu belum dapat di buktikan, kau harus membuktikannya saat malam pertama nanti, hihi"


mendengar perkataan Yin, sungguh membuat wajah Annchi merah merona. Meskipun pada kenyataannya ini bukan yang pertama untuk annchi, tetap saja di kehidupan saat ini, ini adalah yang pertama untuknya.


Sesaat kemudian acara segera akan di mulai, Annchi di minta bersiap berjalan di altar, ia menunggu di depan pintu menuju altar. Saat Pintu di buka, ia melihat sosok Liu, ia masih sama seperti yang di ingatannya, kali ini bahkan lebih tampan dari sebelumnya. Hati annchi berdesir hebat, perasaan annchi bahagia bukan main. Annchi melangkahkan kakinya perlahan, semakin dekat dengan liu semakin percaya ini bukan hanya mimpinya. Ini mimpi yang jadi kenyataan. Saat Annchi berdiri di hadapan Liu, Liu mulai mengulurkan tangannya, memandang annchi dengan tatapan penuh cinta, senyumannya melengkung sempurna.


🎶


*Musim semi lalu, aku kebetulan melihatmu 


Aku berharap tidak akan lagi ada kebetulan


Aku ingin memegang tanganmu yang hanya berjalan melewatiku


Aku ingin berjalan denganmu, apa pun jalan yang kita ambil Aku berada di depanmu


Aku di sini


Katakan padaku dengan bibirmu


katakan ya katakan ya


Tanpa ku sadari Aku datang padamu


Aku ingin memberitahumu hatiku dengan angin yang bertiup cinta itu nyata


Aku membutuhkanmu


Aku bisa pergi ke mana saja


Ini bukan sebuah kebohongan (berjanjilah padaku)


Mulai sekarang, beradalah di sisiku


Akan menjadi tempat yang paling nyaman


(lagu say yes, loco-punch*)


🎶🎶


Setelah mengucapkan janji setia, mereka akhirnya kembali menjadi sepasang suami da. istri, setelah resmi, Liu mengangkat tubuh Annchi melangkah meninggalkan altar, taburan bunga dan hujan senyuman mengiringi langkah mereka. Pandangan mata Annchi tak berpaling dari wajah Liu. Acara berlalu, kemudian di acara perjamuan Shin menghampiri Annchi yang tengah berdiri di samping Liu.


"Liu, bisakah aku berbicara dengan istrimu sebentar?" tanya Shin tersenyum lembut pada Liu, mata Liu kemudian beralih menatap annchi, Annchi mengangguk, kemudian Liu berjalan melangkah menjauhi shin dan Annchi, meninggalkan mereka berdua sendiri. Setelah Liu berlalu, Shin memandang annchi tersenyum.


"selamat ann atas pernikahanmu, dia boleh juga, seperti yang aku katakan di pernikahan ku tempo hari hehe, tak ku sangka kau benar-benar tertarik bersamanya"


annchi menatap Shin dan tersenyum..


"hemm, ia kak, ternyata dia begitu menarik" shin dan Annchi menatap ke arah Liu yang sedang asik berbincang dengan koleganya, sesekali membalas tatapan 2 orang itu.


"hemm, ternyata aku tak semenarik dia di matamu ya, mendadak aku merasa sakit di sini ann" Shin tersenyum sambil memegangi dadanya, Annchi tiba-tiba canggung dan mencubit lengan shin.


"bolehkah aku tahu ann kenapa kau memilihnya? karena aku tak pernah melihatmu bersamanya, aku juga tak pernah mendengarmu mengenalnya hingga pada pesta pernikahanku dan Yin kala itu aku melihatmu dan Liu duduk bersama di dek kapal, ia mencium dan memelukmu, seperti kalian sudah mengenal lama dan menyembunyikan hati masing-masing, apakah pria yang kau maksud meninggalkan kau selamanya adalah dia? aku pikir yang kau maksud saat itu karena ia meninggal,lalu kenapa dia kembali?" annchi seketika menatap Shin, terlihat wajahnya begitu serius kali ini


"apakah ia merasa cemburu saat ini? oh tidak, jangan lagi Tuhan" batin annchi khawatir


" aku bertemu dengannya pertama kali di gerbang kampus bersama istrimu, pertama kali melihatnya aku seketika menyadari aku menyukainya, baik ia dan aku tak pernah berusaha mendekati ataupun berusaha saling mengenal, kami hanya diam-diam saling menyukai diam-diam saling mendoakan, aku slalu berpikir ia akan lebih baik tak bersama ku, entah apa yang membuatku berpikir begitu, hingga aku bertemu dengannya di pernikahanmu, ternyata sekuat apapun kami menghindar satu sama lain, Tuhan menciptakan sebuah jembatan takdir untuk kami lalui dan kami menyadari, saat itulah kami terpaut satu sama lain, ada hal yang sulit aku jelaskan pada orang lain dan begitu menyiksaku bertahun-tahun hingga membuatku terus tinggal pada kesendirianku, tapi entah bagaimana, hanya dengan melihat mataku ia mengerti apa yang aku sembunyikan jauh di dalam hatiku. Saat itu aku tahu, kami tak bisa lagi membohongi diri sendiri, saat itu aku tahu Tuhan menciptakan jembatan untuk kami bersama dan aku menyambut tangannya yang terjulur itu,Tuhan akhirnya menjawab doa-doaku"


Shin tak menjawab apapun, hanya tersenyum menatap Annchi beberapa saat. Membuat annchi khawatir bukan main.


"ke..kenapa kau menatapku dan hanya diam kak? apa ada sesuatu yang salah pada perkataanku?" tanya annchi cemas


"tidak ada yang salah ann, hanya saja aku merasa aku mungkin melakukan kesalahan yang sangat besar di kehidupanku yang lalu hingga di kehidupan ku yang sekarang aku tak bisa mendapatkan hatimu, tapi jangan khawatir aku telah menyiapkan hati ini, aku tahu hari ini akan datang" seru shin menatap annchi dengan senyuman sedihnya.


"tidak kak kau salah, di masa lalu kau masih seperti malaikat sama seperti hari ini, akulah yang tak pernah pantas untukmu, di kehidupan ku yang lalu mungkin justru aku lah yang banyak melakukan kesalahan, hingga Tuhan memberikan ku kesempatan menebus kesalahan-kesalahanku dengan hidup di masa ini" seru Annchi menatap Liu yang juga menatapnya dengan senyuman, Liu pun menghampiri mereka, tangan liu meraih pinggang annchi. Shin memandang mereka dengan senyuman.


"baik di masa lalu atau sekarang tak ada yang berubah, aku tetap tak bisa memilikimu ann" batin Shin.


****


7 tahun kemudian.....


Pernikahan Liu dan Annchi begitu sempurna, kebahagiaan mereka mengalir seperti air,


pada 1 tahun setelah pernikahan mereka, Annchi mengandung, 9 bulan kemudian ia melahirkan seorang anak laki-laki tampan, mirip sekali dengan Liu. Annchi dan Liu memberinya nama Jimmy. Setelah3 tahun semenjak kelahiran Jimmy, annchi mengandung anak kedua mereka, mereka di karuniai seorang putri cantik dan memberinya nama Huanran.


Bakat Liu menurun pada Jimmy, Sejak kecil, Liu kerap membawa anak sulungnya itu datang ke kantor, berada di lingkungan para ahli komputer, dengan cepat Jimmy mengerti sedikit banyak ilmu komputer.


1 bulan lalu, Jimmy selalu merengek pada Liu, ia ingin sekali liburan semester ini ayahnya ikut mereka berlibur, karena jadwal Liu yang sangat padat, liu memang hampir tak pernah berlibur dengan anak dan istrinya. Kala itu Jimmy menangis tak henti meminta hal yang sama, karena rengekan anaknya akhirnya Liu berjanji pada putra sulungnya ia akan ikut berlibur jika Jimmy berhasil mendapatkan nilai sempurna di akhir semester sekolahnya. Liu tahu, Jimmy tidak akan mendapatkan nilai sempurna, satu-satunya pelajaran yang akan menjatuhkannya adalah pelajaran bahasa China. Liu tahu anaknya begitu membenci pelajaran itu. Akhirnya bertaruh dengan anaknya. Jimmy tahu ayahnya menjanjikan hal yang mustahil, ia juga tahu ayahnya tahu bahwa itu mustahil untuk ia mendapatkan nilai sempurna di pelajaran bahasa china, akhirnya ia memutar otaknya.


Jimmy memang terkenal pandai. Ujian semeter berakhir dan Di luar dugaan, Jimmy mendapatkan nilai sempurna di setiap mata pelajaran termasuk bahasa china, hal ini membuat guru dan pihak sekolahnya terheran-heran.


Sore itu, jimmy,liu dan annchi sedang berkumpul di ruang tengah, Jimmy memberikan secarik kertas nilainya pada Liu dengan wajah sangat sombong dan tengil. Liu menatap wajah anak sulungnya dengan tatapan dingin, Matanya mengarah pada secarik kertas di genggamannya itu. Di luar dugaan Jimmy, Liu tidak terkejut sama sekali melihat hasil Rapor Jimmy yang sempurna. Hal ini cukup menjadi alasan Jimmy mengerutkan keningnya. Tapi Jimmy tak banyak berpikir. Annchi kemudian melirik Jimmy dan tersenyum.


"baiklah jim, kau mendapatkan nilai sempurna semester ini, ayahmu harus menepati janjinya,kita akan benar-benar berlibur, horeeee!!" seru annchi memeluk anak sulungnya, Jimmy menatap liu dan mengulurkan lidahnya dan menutup satu matanya, ia sedang mengejek ayahnya, seperti sedang berkata " kau kalah ayah, weeek"


Liu menyeruput teh di tangannya santai dan menatap 2 orang beda usia yang sedang berbahagia di depannya itu.


"jimmy sini" seru Liu, kemudian Jimmy melepaskan pelukan ibunya dan melangkah mendekati Liu, iapun duduk di sampingnya.


Liu membuka laptopnya, sesaat ia terlihat sibuk, wajah Jimmy perlahan berubah. Annchi memperhatikan kedua jagoan di hadapannya dengan tatapan heran. Sesaat kemudian, Jimmy menatap wajah Liu dengan dingin begitu juga Liu menatap anak sulungnya dengan senyuman sinis, jika seperti ini mereka benar-benar terlihat sangat mirip, annchi memperhatikan mereka seperti ada sebuah aliran listrik di antara tatapan mata mereka, annchi buru-buru mendekati tubuh bapak dan anak itu.


"ada apa ini? kenapa tatapan kalian seperti itu? bisakah kalian bertingkah normal seperti bapak dan anak pada umumnya meskipun hanya 1 menit???" seru Annchi


"jimmy, apa kau benar-benar berpikir bisa membodohi ayahmu dengan cara seperti ini?" seru Liu, sadar kesalahannya, jimmy tak bisa mengelak.


"huh, aku berbuat begini agar kau mau berlibur dengan kami, apa itu salah?" tatapan Jimmy dingin


"apa itu salah? apa maksudmu? tidak ada kebohongan yang bisa di benarkan tahu!!" Liu mulai mencubit lembut pipi anaknya.


"besok-besok, cari cara yang lebih pintar agar tak ketahuan olehku! harus kau ingat dan tanamkan di hatimu, ayahmu ini sangat pintar, tidak akan terjebak dengan permainan seperti ini!! sebagai hukuman, ayah takan membiarkan kalian berlibur dan kau jimmy, seriap hari harus menghafal dan menyalin rumus-rumus coding" seru Liu tersenyum lebih sinis pada anak sulungnya


"ahhh dasar ayah tak berperi kemanusiaan!!" jimmy membalikan tubuhnya dengan wajah kesal, tangannya melipat di dada.


"a..ada apa ini? kenapa kau begitu marah Liu??" Annchi kemudian duduk di samping jimmy, memperhatikan layar komputernya. Setelah melihatnya, Annchi sadar apa yang di lakukan anaknya, Jimmy telah meretas dan merubah nilai bahasa chinanya menjadi nilai sempurna, Annchi seketika tertawa, membuat situasi canggung antara bapak dan anak itu terpecah.


"ibu, kenapa kau tertawa??? aku ketahuan oleh ayah, dia benar-benar jahat, kenapa kau mau menikah dengannya dulu" seru Jimmy kesal, mendengar hal itu, Annchi semakin tertawa geli.


"ibu tak menyangka, ibu memiliki anak yang begitu jenius" annchi memeluk anaknya, Liu tiba-tiba menatap annchi dengan pandangan kesal


"ann, kau seharusnya tak membelanya, yang ia lakukan itu salah"


"ya benar, jimmy lain kali jangan seperti itu, menang karena curang itulah kegagalan yang sebenarnya, tapi untuk anak seusiamu kau bisa meretas komputer sekolahmu itu luar biasa, dan kau liu, salah siapa kau mengajarinya ilmu seperti ini, ia hanya mempraktekan apa yang kau ajarkan, ini bukan sepenuhnya kesalahannya, kau juga perlu di hukum, kita besok tetap berlibur bersama" seru Annchi pada Liu dan jimmy, jimmy mengangguk girang dan memeluk annchi, Jimmy menatap liu dan sekali lagi ia menjulurkan lidah dan menutup 1 matanya.


"tidak, aku menolak!!" Seru Liu kesal


"jadi kau lebih memilih tidur di kamar tamu 2 minggu, baiklah, selamat menikmati sayang, Jimmy ayo kita pergi" seru Annchi tersenyum menatap Liu dan hendak melangkah pergi bersama Jimmy, namun tiba-tiba Liu mengejar langkah annchi dan mengangkat tubuhnya, hal itu membuat annchi tersentak kaget.


"li..liu, hentikan, di sini aja jimmy"


"ayah, apa yang kau lakukan???? turunkan ibu!!!" titah Jimmy menatap Liu kesal


"ayah akan menghukum ibumu,jimmy, masuk kamar sekarang atau kita benar-benar tak akan berlibur selama 2 semster!" titah Liu membuat Jimmy tambah kesal


" huh baiklah baiklah, ibu maafkan anakmu kali ini, aku tak bisa berbuat apa-apa, liburan sangat berarti untuku, aku masuk dulu" seru Jimmy membalikan tubuhnya dan melangkah masuk ke kamarnya.


"dasar orang dewasa, selalu semena-mena, huh" batin Jimmy.


Tatapan mata Liu sekarang mengarah pada Annchi, Annchi menatap mata Liu curiga.


"apa yang mau kau lakukan, turunkan aku" titah Annchi, Liu terus melangkahkan kakinya menaiki anak tangga satu persatu.


" menurutmu apa yang akan aku lakukan padamu ann? kau berani-beraninya mengancamku di depan anak kita, sepertinya kau perlu hukuman untuk mengingatkanmu siapa kepala negara di rumah ini yang sebenarnya" seru Liu tersenyum sinis, Annchi tahu apa yang di maksud Liu, ia tak bisa menyembunyikan wajahnya yang seketika memerah.


Akhirnya, mereka hidup bahagia selamanya.


-THE END-


.


.


.


.


.


.


.


Dear my Lovely readers


Akhirnya, novel pertamaku One Last Time tamat juga, aku mau ngucapin banyak-banyak terimakasih untuk kalian pembaca setia novel ini, karena support dan komentar positif kalian, buat aku selalu semangat untuk up episode baru, awalnya gak kepikiran sama sekali bikin novel ini jadi punya episode sebanyak ini, awalnya juga cuman iseng, tapi liat komen kalian yang positif dan support kalian, entah gimana jadi buat aku banyak inspirasi buat nulis, sekali lagi terimakasih buat kalian pembaca setia novel ku, maaf kalau banyak typo dan udah sering bikin kalian geregetan hihi.. jangan lupa baca novel aku yang lain ya, oia jangan lupa follow, trimakasih.


___ with love___ sweet berry___