
Siang yang penuh perjuangan, karena banyaknya pekerjaan, ia hampir lupa untuk bertemu dengan Yin. Buru-buru ia pergi ke Skeleton Cafe, saat ini Pukul 12:10. Ia buru-buru menelpon supir dan mengantarnya kesana. Sesampainya di cafe, Annchi melihat Yin yang sedang menunggu Ann, ann yang melihat Yin langsung tersenyum dan melambaikan tangannya, namun Yin tak membalas lambaian tangan ann, wajahnya datar. wajah Ann yang tadinya ceria langsung berubah cemas, sebenarnya apa maksud yin memintanya ke kafe tersebut.
"halo Yin sayang, apa kabarmu? kenapa wajahmu begitu?" tanya annchi mencoba meledek Yin sambil duduk di hadapannya
" apa kau masih belum bisa melepaskan Shin juga ann?" tanya Yin ketus dengan melemparkan beberapa buah fotonya dengan shin di mobil beberapa waktu lalu, annchi melihat foto itu langsung terkejut dan panik
"Yin, kak shin bertemu denganku hanya ingin memberikan surat undangan pertunangan kalian"
" memberikan surat undangan sehabis itu berpelukan? haha aku bukan anak TK lagi ann, kau sudah bahagia dengan Liu, maka biarkan Shin juga bahagia, mau sampai kapan kau jahat seperti ini??!" mendengar perkataan Yin, hati Annchi seperti tertusuk.
" ya kau benar mungkin aku jahat, tapi bukan aku yang memeluknya, tapi dia yang memelukku" jawab annchi datar
" kau juga sengaja meninggalkan sepatumu agar bisa bertemu dengan shin lagi kan?"
" yin, untuk bertemu dengan shin aku tak perlu sebuah alat untuk menjadi alasan"
"jauhi dia ann, dia sebelum bertemu denganmu sangat bahagia, tapi setelah bertemu denganmu ia kembali murung lagi, berhentilah dengan drama cinta pertamamu, kau bersuami dan dia akan bertunangan"
"aku tak sedang bermain drama apapun yin, aku juga tak berharap kak shin kembali atau aku akan merebutnya, aku turut bahagia kau akan menikah dengannya!"
" jika kau bahagia, tolong jangan datang ke pertunangan / pernikahanku! "
" kenapa kau jadi seperti ini? kita dulu sahabat yin"
" kau bukan lagi sahabatku, sahabatku tak sejahat ini"
" dia yang menggodaku, bukan aku yang menggodanya!!" lalu "byurr" segelas wine membasahi wajah Annchi, annchi tersentak kaget dan tertunduk, air matanya mengalir deras. Tiba-tiba seseorang mengusap wajah Ann dengan sapu tangannya dan memakaikan jaket di tubuhnya. membuat Annchi tersentak dan melihat si pemilik sapu tangan itu
"Gavin!!!" seru Annchi kaget
" apa yang kau lakukan nona? ribut-ribut di tempat ramai seperti ini? kenapa gadis baik ini pantas di permalukan seperti ini coba katakan?" seru Gavin dengan tatapan dingin
" hah, tak heran banyak sekali pria di belakangmu, kau selalu memainkan wajah seperti ini untuk menggoda pria ya ann? bahkan segelas wine saja terlaku baik untuk menyiram wajahmu ann, kau seharusnya sadar, Liu sangat mencintaimu, berhenti menggoda Shin, berhenti menjadi pelakor mulai sekarang!"
" aku tak merebut siapapun!!"
"tentu saja kau lupa kalau kau merebut Liu dari xiauwen dan sekarang berusaha merebut Shin dari pelukanku, dan entah siapa lagi yang akan kau rebut, aku sarankan ya tuan jangan dekati gadis ini, dia cantik di luar, busuk di dalam" seru Yin ketus dan Gavin langsung membalas dengan menyiram wajah Yin dengan air putih
" ke..kenapa kau meyiramku?"
" kenapa tidak boleh? air putih sekalipun tak bisa membuat wajahmu bersih, justru semakin kotor! ayo ann kita pulang" seru gavin
" gave, benar kata Yin, kau tak perlu membelaku, entah siapa lagi yang akan aku sakiti kedepannya" seru ann
" dengar ya nona Yin,E! entertaiment tidak membutuhkan model dengan mulut kotor sepertimu!! sekali lagi kau menyakitinya, kau takan lagi mendapatkan kontrak kerja di majalah ataupun media manapun! CEO E! adalah kakakku, jaga sikapmu sebelum kau menyesalinya" mendengar kata-kata Gavin wajah Yin berubah pucat. Bagaimana bisa Annchi memiliki keberuntungan seperti itu?
" ayo ann, aku antar kau pulang!" seru gavin menarik tangan Annchi yang buru-buru di tepis ann
" aku tidak tahu gave kenapa kebetulan sekali kau berada di sini, tapi aku tidak ingin orang lain salah paham, aku khawatir kelak aku akan menyakitimu juga, oia terimakasih kau sudah membelaku tadi" seru ann sambil mengembalikan jaketnya dan melangkah pergi. Gavin tak menghalanginya, ia sadar mungkin Annchi butuh waktu sendiri.Annchi kemudian masuk ke dalam mobilnya dan kembali ke kantor.
Sesampainya di kantor, seluruh orang di kantor heran dengan penampilan annchi. Rambutnya basah, baju kerjanya berwarna merah, basah karena wine, Gio yang melihat itu buru-buru membuka jasnya dan memakaikannya ke tubuh annchi
" ann, kau kenapa? kenapa bajumu basah begini?" tanya Gio
"Gio, belikan baju untuk ku, aku tak mungkin bekerja dan pulang ke rumah dengan baju seperti ini" seru annchi dengan wajah murungnya dan hanya di jawab anggukan oleh Gio.
"mungkin yang Yin katakan benar, aku mungkin sangat jahat, tapi aku tak bermaksud merebut siapapun, kenapa hari ini aku sangat sial? batin Annchi yang terduduk di kursinya.
waktu berjalan sangat cepat, saat ini sudah pukul 7 malam. Gio masih dengan laptopnya. Ruangan lain sudah sangat sepi, hanya beberapa pegawai masih duduk di tempat duduknya.
" Gio, aku pulang duluan ya, jangan terlalu banyak lembur" seru Annchi tersenyum pada Gio
" oke bos aku juga sedang menunggu pacarku hihi" tawa Gio
" oh begitu ya, sekarang sudah ada yang di tunggu, bagus bagus, aku kira kau homo haha"
" weits normal kok ann tenang saja"
" oke aku sudah di tunggu supir, sampai jumpa besok ya" seru annchi sambil meninggalkan Gio
Annchi mulai menuruni lift, saat pintu lift terbuka di depannya sudah berdiri sosok Liu yang baru hendak naik ke atas.
" Liu, kenapa kau disini? kau kan sedang sakit!" seru annchi sambil menatap perut Liu
" tentu saja aku menjemputmu, aku khawatir denganmu, ini sudah jam 7 kau masih belum pulang"
" hehe, ini baru jam 7 belum jam 9 kau harusnya tak usah sekhawatir itu, aku bukan anak kecil lagi, kau kemari membawa mobilmu sendiri atau memakai supir?"
" bawa mobil sendiri"
" perutmu sudah tak apa-apa? kenapa kau memaksakan kemari?"
" aku khawatir ann, apa perlu aku ulang-ulang?"
" duh duh, aku ini bukan anak kecil kan, lagi pula aku di jemput supir, kenapa masih khawatir?!"
" iya benar, tapi kau sedang mengandung anak ku, kau tidak boleh kelelahan, oia seingatku pagi tadi kau tidak memakai baju ini" seru Liu sambil menatap baju yang di kenakan annchi
"oh eeee.. tidak, aku pakai baju ini, kau mungkin lupa"
" benarkah? aku yakin kau memakai baju yang lain"
" sudah ayo, dimana mobil mu?" annchi menarik tangan Liu
Dalam perjalanan pulang, Annchi hanya diam saja, Liu memperhatikan gelagat aneh istrinya itu. Bagaimana tidak, biasanya dia akan bercerita sepanjang jalan, tapi malam ini dia benar-benar sunyi.
" ada apa? apa di kantor terjadi sesuatu?" tanya Liu
" tidak, semua baik-baik saja"
" besok kau tak perlu ke kantor, aku sudah sehat, jadi aku yang akan bekerja dan kau di rumah"
" hah???? masa aku kerja baru 1 hari kamu sudah akan masuk lagi? tidak tidak, kau harus istirahat sampai pulih baru aku izinkan kau ke kantor"
" aku biasanya sangat sibuk kemudian harus berada di rumah itu membuatku bosan ann, lagipula membiarkan istriku bekerja saat hamil aku seperti tak punya harga diri lagi, mau di taruh di mana mukaku yang keren ini kalau sampai tercium media, nanti di koran akan ada judul tuan muda yang memperalt nona muda, duh ga deh" canda Liu membuat Annchi tertawa geli.
" haha, biarkan aku bekerja beberapa hari lagi ya liu, aku mohon, jika kau bosan, bekerjalah dulu dengan Yongji, dia tidak akan keberatan" perkataan Annchi menyadarkan tentang Xiauwen, ia berpikir mungkin ini kesempatannya untuk mencari tahu tentang xiauwen, lagi pula Yongji juga sedang menyelidikinya.
" baiklah, tapi kau tak boleh kelelahan"
" okeee terimakasih tuan liu, muach" annchi mencium pipi Liu, hal itu hanya membuat liu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.