
LUBANG DALAM HATI
Malam itu Xiauwen akhirnya merasakan tubuh Liu, pelukannya begitu hangat, meskipun dalam bayang-bayang Annchi, dia tidak peduli, kalau bukan dengan cara ini, dia tidak akan bisa berhubungan dengan Liu sepenuh hati begini. Ciuman Liu semakin bergairah, wajahnya memerah, tangannya terus memainkan p*****g Xiauwen, setelah puas dengan bibirnya, iya memindahkan ciumannya ke leher Xiauwen, kemudian terus ke bawah, Beberapa lama ia memainkan gunung kembar Xiauwen, kemudian liu mulai membuka CD xiauwen, tangannya mulai memainkan bagian viatal Xiauwen dengan lembut, di ciumnya bekali-kali bibir dan leher xiauwen, desahan-desahan Xiauwen semakin membuat Liu bersemangat.
"hemmffhh,,, ahh.,... ahhh... kau hebat Liu" desah Xiauwen , Liu semakin melanjutkan
selesai memainkan bagian bawah Xiauwen dia mulai mengarahkan mr p nya masuk ke ms v xiauwen, mereka melakukannya sampai klimaks, Liu masih mabuk dan masih tidak sadar dengan apa yang ia lakukan. Setelah selesai Ia tertidur, dan rencana Xiauwen berhasil, diam-diam Xiauwen merekam perbuatan mereka, Niatnya sangat buruk. Untuk apalagi kalau bukan untuk memisahkan Liu dan Annchi.
" hah, lihat saja kau Ann, setelah melihat ini, aku yakin kau akan membenci Liu, dan liu akan menjadi miliku seutuhnya" batin Xiauwen sambil memeluk Liu.
di sisi lain.....
Setelah kejadian itu, Annchi tak henti-hentinya menangis, ada rasa menyesal yang amat sangat, melihat dua orang terus berkelahi karena dia, 2kali juga melihat wajah Shin lebam karena pukulan Liu. Setelah ingatannya kembali, dia baru menyadari sedalam itu perasaan kak shin. Melihat Annchi tak henti-hentinya menangis. Shin menghentikan mobilnya.
" Ann coba lihatlah ke luar" seru shin sambil beranjak keluar dari mobilnya dan menuju ke arah Annchi
" ada apa memangnya kak?" seru Ann, sambil tangannya menarik Annchi keluar mobil
"Lihat, bintang dan bulan itu" seru Shin kepada Annchi, seketika Annchi mendongakan kepalanya ke atas.
"indahkan?" seru shin dan di jawab Anggukan oleh Ann
" menangislah, agar hatimu tenang, menangis memang tak akan menyelesaikan masalhmu dalam sekejap, tapi dengan menangis setidaknya bisa menguras sesak di hatimu agar hatimu lebih lapang" seru shin,
" kak, kenapa kau mencintaiku sedalam ini? aku rasa ini salah, kau berhak bahagia" seru Ann
" otak ku mungkin saja salah, tapi hatiku tidak pernah" jawab Shin singkat.
"kak, jangan lagi bersamaku, aku akan selalu merasa bersalah karena menyakitimu" seru annchi sambil melepaskan pelukan Shin
" kalau kamu berfikir kamu menyakitiku dan lebih baik membuangku, kamu salah Ann, kebahagiaanku itu kamu, jika kamu membuangku karena alasan takut menyakitiku kamu salah, aku rela menahan sakit berulang-ulang asal bisa memelukmu, tak bisa melihatmu itulah sakit yang sebenarnya untuk ku" seru shin tersenyum memandang Annchi.
"sebenarnya aku juga tidak tau kenapa aku sulit sekali melepasmu Ann, ini benar-benar tidak adil untukku, tapi semakin ingin melupakanmu ,.wajahmu semakin datang ke fikiranku, aku tahu, hatimu lebih memilihnya di banding aku, tapi hatiku lebih memilih menunggumu di banding meninggalkanmu, Asal kau tau ann, ini bukan hal yang mudah untukku berdiri memelukmu saat ini, aku harus menahan sakitnya ribuan anak panah yang masuk kejantungku hanya demi memelukmu, aku rela menjadi saputangan untuk bisa selalu menyeka air mataku. Jikapun suatu hari nanti takdir benar-benar tak membawamu dalam pelukanku, semoga suatu hari Tuhan membawakanku seseorang yang mengerti aku pernah mencintai sedalam ini" batin liu.
Annchi berada dalam dilema besar, meninggalkan atau tetap tinggal, Liu atau shin? Liu jelas-jelas bukan hati yang nyaman untuk di tinggali, semua orang tau sifatnya yang mendominasi, tapi entah kenapa hatinya selalu terpaut kepadanya. Shin jelas-jelas adalah hati yang selama ini dia cari,.jelas juga dialah orang yang selama ini dia tunggu untuk bersamanya, tapi kenapa dia malah menghindarinya? seperti ada lubang besar yang memisahkan antara Shin dan Annchi.
"Bukankah ini aneh, ketika semua orang berharap menemukan orang yang baik yang bisa selalu memelukmu bagaiamanapun keadaannya, akan selalu ada alasan untuk memaafkanmu , tapi kamu merasa kamu tak cukup baik untuk bersamanya dan keputusanmu menghentikan pelukan dan meninggalkan seseorang jauh lebih baik daripada bersamanya, alasannya mudah karena kau takut menyakitinya daripada mencoba menerima hatinya yang sudah dengan lapang hati menerima kekuranganmu, kenapa kamu masih mau meninggalkannya? padahal jauh di lubuk hatimu kau tau hanya dengan melepaskannya saja itu akan membunuhnya berulang-ulang, pada akhirnya kamu tidak bisa memungkiri ini bukan tentang dia tapi hanya demi keegoisanmu sendiri" ," mencintai seseorang dan mencoba melapangkan hatinya demi menerima apapun kondisimu itu bukan hal yang mudah, Jauh di lubuk hatinya juga bertanya-tanya apa kau pantas menerima ketulusannya selagi kamu selalu memandang orang lain di hadapannya, ini jelas tidak mudah. hargailah seseorang itu ia banyak berkorban untukmu, jika kamu tak menemukan apapun yang menarik darinya, maka lihatlah ke dalam hatinya"
Sesampainya di Villa, Shin mengantarkan Annchi ke kamarnya sampai bibir tempat tidur, baru akan beranjak pergi, Annchi memegang tangan Shin.
"Kak, bisakah kau disini? Temani aku tidur, bisakah?" Seru annchi memohon Shin, Shin hanya mengangguk tersenyum, malam itu tidak terjadi apapun, shin masih memegang teguh pendiriannya untuk tidak menyentuh Ann, hanya saja malam itu, Shin dalam-dalam melihat wajah Ann yang mulai tertidur. "Andaikan aku bisa bersamamu seperti ini setiap malam, aku tak butuh apa-apa lagi ann"