
Siang itu di Yonsan begitu terik, kemarin Annchi sudah di perbolehkan pulang. Semua orang bahagia, termasuk pegawai di rumah semuanya senang menyambut Annchi, ya wajar karena sudah terlalu lama dia di Rumah sakit. Siang itu Annchi masih berada di tempat tidurnya, melihat banyak catatan di meja belajarnya tentang skripsi dia mulai ingat ia sedang skripsi tapi ia tak yakin sampai mana dia telah mengerjakannya.
" hufh baru sampai rumah, aku melihat catatan-catatan skripsi, aku bahkan lupa sudah sampai mana, aku hanya ingat laptopku rusak dan kak shin datang" ☹ ...
tak berapa lama seseorang masuk membawa balon gas dan bunga, gadis itu tiada lain tiada bukan yaitu Yin.
"hellllooooooowww Annchi, how are youuuuu,, i am finally back?" serunya sambil memeluk Annci
" who are you? do i know you? i dont think so" jawabnya ketus
" yailah jangan ngambek gitu kali ann, gimana kabarmu? aku dengar kau kecelakaan? mobilmu tidak apa-apa kan?aku sangat khawatir!" serunya dengan perasaan tak bersalah
" sahabat apa kau ini, bukannya mengkhawatirkan aku malah mengkhawatirkan mobil, pergi sana!" jawab annchi
" haaaha aku rasa benturan di kepalamu tidak cukup keras,, kau masih saja jutek, heia aku dengar dari kak shin, sebagian ingatanmu hilang?" tanya nya penasaran
" ya betul, hei yin,, kau kenal Liu? orang ini benar-benar menghantui fikiranku" seru annchi
"Liu,, pria yang kau temui di kampus itu?" tanyanya
" hemm, memangnya dia satu kampus? kok aku bisa kenal dia?"
" aku juga tidak mengenalnya dengan pasti hanya saja dia terkenal di kampus, selain tampan dia sangat pintar, aku saja heran kau mengenalnya, sepertinya sangat akrab..."
" apa yang kau tau tentang aku dan dia?"
"aku tak tau apa-apa, kau belum sempat menceritakan apapun tentangnya, aku sudah keburu pergi ke german waktu itu,, Ann, saranku jangan dekati dia, dia dekat sekali dengan model cantik bernama Xiauwen, bahkan Xiauwen sering mengunjungi Liu di kampus, semua orang membicarakannya" seru Yin
" hemm begktu ya.. kalau memang Xiauwen memang pacar Liu kenapa dia bilang dia pacarku?" tanyanya bingung " kenapa sepertinya hubunganku dan dia sangat rumit?"
"entahlah, aku juga tak tahu, kau belum menceritakan apapun tentangnya. Sudahlah, kau bersama kak Shin saja yang sudah jelas mencintaimu, aku juga akan mendukungmu!" seru Yin sambil mengepalkan tangannya menyemangati Ann dan Ann hanya tersenyum.
" sudah selesai nona-nona membicarakanku?" seru shin yang sedang berdiri menyender di pintu kamar Ann
" ee.eeh kak shin he he he... maaf kak aku bukan sengaja membicarakanmu, Ann yang memaksaku , hi..hi..hii,, " seru Yin sambil menahan tawanya
" benarkah ann?" tanga shin ke Annchi
" ti..tiidakkk.. kak" jawab ann,
" huh dasar kau ini yin, kenapa kau jadi mengkambing hitamkan aku?" seru Ann sambil "menoyor" kepala Yin
"hei kalian, apa kalian ingin ikut aku ke danau biru? banyak yang bilang danau itu cukup indah, aku telah menyewa sebuah villa di sana, Yin kau mau ikut?" tanya shin pada Yin
" wooowwww,, biklah kak aku tidak akan menolak jika kau memaksa" seru Yin
"aku rasa tidak ada yang memaksamu yin" seru Ann memandangi Yin dengan senyum sinis
" baiklah, kau dan Annchi berkemaslah, setengah jam lagi kita berangkat, aku juga mengundang beberapa temanku, jadi Yin tidak akan kesepian" seru kak shin tersenyum pada Yin dan di jawab anggukan.
---- sesampainya di Villa--------
Mata ann memandangi takjubnya pemandangan di sekitar villa itu, sunggu indah, suasananya benar-benar sejuk, Villa yang sangat Mewah dan Asri, ada beberapa orang yang sudah menunggu mereka, sepertinya teman bule ka Shin dari perancis.
"bonjour shin comment vas tu?(halo Shin, bagaimana kabarmu?) tanya Arnold pada shin sambil berjabat tangan
"Très bien, merci, vous attendiez depuis longtemps?(sangat baik, terimak kasih, apa kalian sudah lama menunggu?)" tanya shin
"Non, nous venons d'arriver, est-ce l'Annchi dont tu me parles toujours?(tidak, kami baru saja datang, apa ini annchi yang selalu kau ceritakan?) tanya Arnold sambil memandang ann
"sorry gentlemen I don't understand what you guys are talking about, can you use English or Chinese so I can understand?" tanya yin pada Arnold dan shin
" hahahaha as you wish, perkenalkan saya Arnold" seru arnold tersenyum pada Yin
" anda bisa bahasa cina rupanya?" tanya Yin
" ya tentu saja, aku tinggal di sini sudah 3 tahun dan bekerja di sini di bawah perusahaan yang sama dengan Shin"
" wow thats amazing" jawab Yin
" hi arnold ,i am annchi, nice to meet you" seru Ann memperkenalkan diri
" i am arnold nice to meet you too, I've heard a lot about you from Shin, I tell you a little secret, that Shin really likes you" seru Arnold sambil berbisik ke arah annchi
"Is it true? I am very honored" seru Annchi sambil tersipu
" hey arnold come on, leave this chat, lets come in!" seru Shin sambil mengajak mereka masuk.
villa itu sangat indah dan sejuk, beberapa saat kemudian Yin sibuk mengobrol dengan arnold dan beberapa orang lainnya, sepertinya mengobrol hal yang menyenangkan karena mereka tertawa berkali-kali, sedangkan Ann masih di balkon kamarnya duduk sambil membuka laptopnya, dengan di temani secangkir teh hangat ia mulai mencari tau tentang skripsinya dan mulai berusaha mengingat-ingat sudah sejauh mana ia mengerjakan skripsi. Melihat Annchi sibuk, Shin kemudian menghampiri Ann dan duduk di sampingnya.
"kenapa kau malah mengerjakan skripsimu? ini kan sedang liburan ann?" tanya Shin
" aku cuman tdk tahan memikirkan skripsiku sampai mana, jadinya aku mulai cari tahu sampai mana skripsiku kak, tapi belum ingat juga" jawab ann masih memandangi skripsinya
" mau aku bantu?" tanya shin
"bantu? memang kakak bisa? ini tentang design loh kak, bukannya kakak kerja di bagian teknologi?" tanya Ann
" hemm iya juga ya,, aku bantu doa aja deh kalau gitu ya, hehe" jawab shin terkekeh
" huh kak shin, aku kira kau bisa membantuku beneran, aku sudah bahagia padahal" seru Ann mengeerutu
" jangan ngambek doong nanti tambah jelek, hihi" jawab shin sambil mencubit dagu Ann
"kak, kenapa aku belum juga ingat kenangan ku beberapa bulan yang lalu ya? apa gak akan kembali lagi?" seru ann tiba-tiba serius
" kenapa kau ingin mengingatnya? apa itu penting?" jawab shin yang juga serius
" entahnlah itu penting atau tidak, tapi aku merasa aneh setiap kali mencoba mengingat Liu, seperti labirin, hubunganku dengannya sepertinya sangat rumit, semakin aku cari kenangannya, semakin tau tentangnya semakin bingung aku di buatnya" seru ann
" kalau begitu, berhenti mengingatnya" seru Shin sambil memegangi pipi Ann
" Ann aku beritahu, kenangan itu sesuatu yang aneh, di dunia ini banyak orang yang susah melupakan kenangan buruk, semakin kamu berusaha melupakannya semakin kamu ingat padanya, semakin kamu ingat hatimu akan semakin sakit. Kau di beri kesempatan menghilangkan kenangan buruk itu, maka terimalah berkat itu dengan baik kecuali dia benar-benar penting untuk di ingat selain aku"
seru Shin sambil memandangi pemandangan di depannya
" apa benar yang Arnold katakan kak? kau menyukaiku?" seru Annchi, " haduuuuuhhhhhhhh kenapa aku tanya itu sihh,,, haduh bagaimanan ini" batin Annchi tiba-tiba wajahnya panik
" hehe, wajahmu kenapa merah begitu ann? anak bodoh" seru Shin sambil mengelus-elus kepala ann ,, " kau benar ingin tahu perasaanku Ann?" tanya shin dan di jawab anggukan Ann. Melihat itu, Shin tiba-tiba mencium ann, saat itu Ann sangat kaget tapi dia tidak menolak ciuman Shin, ia melihat wajah shin begitu dekat dan kemudian Shin melepaskan ciumannya. Jantung Annchi memburu, belum keluar sepatah katapun dari mulut Ann.
"itu perasaanku padamu Ann" seru Shin
tiba-tiba kepala Annchi sangat sakit. Di kepalanya teringat saat Annchi mencium Shin di samping mobilnhmya saat hujan, ia melihat di ingatannya wajah Shin yang berlumuran darah, ia juga melihat Shin menangis, melihat Liu memukul Shin dan lihat Liu menciumnya. Mengingat itu kepala Ann sangat sakit, ia terus memegangi kepala dan dadanya
" kenapa tiba-tiba muncul ingatan itu? kenapa wajah Shin berdarah? kenapa liu memukul Shin? kenapa hatiku sakit sekali" batin Ann,,
" Ann,,,Ann,, kau tak apa-apa ann, ann" tanya Shin berulang-ulang dengan wajah cemas, Karena pusing ia melihat shin seperti berputar-putar dan pingsan.