
"tringgg" ponsel Annchi bergetar, masih bermalas-malasan di tempat tidurnya ia mencoba membuka mata perlahan. Dilihatnya pesan WA dari Liu
" selamat pagi putri cantik,aku di depan rumahmu, bukankah kau ada janji bertemu dosen?" seru Liu , Annchi mulai melihat jam, saat itu masih pukul 9. Annchi tak membalas WA itu dan masuk kedalam selimutnya lagi " hoaaammmph,, masih jam 9, setengah jam lagi aku bangun" batin Annchi.
lama tak mendapatkan balasan, akhirnya Liu masuk dan meminta izin Faliu untuk membangunkan Annchi. Memasuki kamar Annchi, jantung Liu berdegub kencang, entah lah melihat annchi berbaring di tempat tidur seperti sedang merasakan kejadian beberapa waktu lalu (kejadian di ranjang*) . langkah demi selangkah ia mendekati Annchi , menatap wajahnya lekat-lekat.
"pagi ann" seru Liu sambil menutupi wajahnya dengan sebuket bunga dan tangannta mengguncang-guncang lengan Annci. Annchi mulai membuka matanya, hampir kaget melihat Liu ada di kamarnya. Seketika dia menarik selimutnya menutupi tubuhnya sampai leher
" hei.. heii.. aku ini tidak akan membunuhmu, hanya akan membangunkanmu, kamu tak perlu panik begitu" seru liu dengan wajah kesal
"ya abis, kamu kenapa bisa ada di sini sih?? dasar gak sopan!" seru Annchi
"ga sopan gimana kan aku sudah meminta izin pada ibumu dan dari wajahnya sepertinya dengan senang hati, pasti di batinnya dengan senang hati memiliki mantu seperti aku" serunya senyum-senyum sambil melihat annchi yang juga wajahnya memerah
" hih, aku yang tidur tapi kau yang mimpi, pergi sana aku mau mandi" seru annchi
" aku di sini saja, menunggumu mandi, toh aku akan menjadi suami mu kan" seru Liu sambil mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum
" oh begitukah? apakah aku juga harus membuka bajuku di depanmu calon suamiku? seru annchi menggoda balik Liu, sebenarnya ini hanya becanda tapi liu langsung menarik tangan Annchi sampai terbaring di tempat tidurnya, wajah Liu dan Annchi hanya berjarak beberapa cm saja.
"hemm.. karena kau balik menggodaku dan juga ingatanmu sudah kembali, bagaimana kalau aku saja yang membukakan baju untukmu?" seru liu menatap annchi yang wajahmya mulai merona
" kalau kau melakukan itu padaku, jangan harap kau punya waktu sebulan lagi bersamaku" seru Annchi
" baik.. baiklah gertakanmu berhasil,, aku akan pergi nona manis" seru liu tersenyum sambil mencubit dagu Annchi kemudian ia melangkah pergi.
"fyuuuuhhhhh,,, ingatanku belum benar-benar pulih, tapi ingatanku waktu "bersamanya" aku ingat, hampir saja.. pria itu benar-benar mesum" ocehnya sambil melangkah ke kamar mandi.
Tak berapa lama Annchi keluar kamar dengan menenteng tas laptop dan ranselnya, ia bergegas mendekati Liu dan berpamitan kepada ibunya
" liu, jaga Annchi baik-baik ya, jangan sampai lecet, kalau pulang juga jangan kesorean" seru faliu sambil tersenyum
" oke tante tenang saja, Annchi aman selama bersamaku" seru Liu
" aman, amaan dari hongkong, justru ibu membiarkan ku pergi dengan pria ini adalah kesalahan besar" sahut annchi dengan wajah kesal
" eh jangan gitu, Liu ini yang menolong kamu loh" seru Faliu " mama juga gak keberatan kalau liu jadi mantu mama Ann" seru faliu sambil melirik liu yang sedari tadi senyam senyum
" apaan sii mah, lagian kak shin kan juga membantuku, aku juga perlu berterimakasih dengannya" seru Annchi
" bukannya sudah berterimakasih dengannya waktu di villa?" seru Liu melirik Annchi ketus
" sudah sudah sana pada berangkat nanti telar" kata faliu sambil tersenyum
setelah berpamitan Annchi duduk di kursi belakang dan Liu di depan, dengan wajah cemberut. Liu menoleh ke arah Annchi
"ann, kok duduk di belakang sih? berasa supirmu aku jadinya" seru liu
" memang iya, kau sendirinkan yang berinisiatif menjemputku" serunya ketus
" aku datang bukan untuk menjadi supirmu, lagian mana ada supir seganteng aku, cepat pindah kedepan atau kau akan terlambat" serunya
" huuuffffhhhhhh manusia ini kalau gak maksa sehari aja apa akan mati?" seru Annchi sambil keluar mobil pindah ke depan
" nah gitu dong, kan cantiknya keliatan, lagian aku kan bsa sambil pegang tanganmu" seru Liu sambil mengedipkan matanya satu dan menggenggam tangann Annchi
"hiiiihhh apaan sii, jangan pegang-pegang" sahut Annchi ngomel
" sssssssttttt,, diem, mau jalan gak?" jawab Liu menggenggam tangan Annchi lebih kuat.
***
Setelah beberpa jam berdiskusi dengan dosen akhirnya Skripsinya di setujui untuk sidang, Annchi sangat gembira. Ia meluapkan kegembiraannya refleks ia malah memeluk Liu, Liu pun balik mendekapnya. Sadar Liu mendekapnya tiba-tiba dia melepaskan pelukannya
" hemm, nyonya yoshan sepertinya kau gembira sekali? seru Liu tersenyum
" siapa yang kau sebut nyonya yoshan itu, aku hamya refleks memelukmu karena terlalu gembira, kau jangan ge'er dlu"
" siapa yang ge'er, bukannya aku cuman tnya kenapa kau gembira, kenapa kau malah membahas pelukanmu? terus kenapa wajamu merah begitu? seru Liu menggoda annchi
" baiklah, kau mau makan apa?" tnya Liu
" terserah" jawab annchi ketus
" seafood?" Liu
" gak, terlalu berkolesterol" annchi
"nasi goreng?" liu
" terlalu berminyak" annchi
"ya terus apaaaa donggg?" tanya Liu kesal
" TERSERAAAAH!"
" AGGGHHHH, kau itu aneh sekali, aku heran kenapa suka padamu, baiklah akan ku bawa kau ke suatu tempat" seru Liu sambil menginjak pedal gas mobilnya
Mobil Liu terus melaju ke sebuah restoran jepang, Restoran ini memiliki konsep semi Outdoor, di dalam restoran itu terdapat ruangan-ruangan, di dalam setiap ruangan memiliki design semi outdoor, di sana seperti sebuah taman kecil lengkap dengan kolam ikan dan air terjun mini, di sekelilingnya juga di tanami bambu-bambu menambah kesan jepang yang sejuk
"Kon'nichiwa Mr. Liu ogenkidesuka hisashiburi (halo tuan Liu apa kabar? lama tidak berjumpa)" seru salah satu pelayan
"Nē, yoi nyūsu, watashi wa saikin isogashīdesu, vu~ippu rūmu o junbi shite kudasai (hai, kabar baik, aku sibuk belakangan ini, siapkan ruangan vip untuk kami)" seru Liu
"Yoroshikuonegaishimasu( baik, silahkan ikuti saya) "sahut pelayan itu. Annchi melihat Liu fasih berbahasa Jepang sedikit terkesima
" sejak kapan kau bisa berbahasa Jepang?" seru Annchi penasaran sambil duduk di ruangan restoran itu
" aku menguasai 5 bahasa, Jepang, inggris, perancis, spanyol dan indonesia, kenapa heran sekali?" seru liu
" tidak, aku hanya heran saja orang sepertimu bisa mengagumkan juga" seru Annchi
" haha,, apa yang tidak mengagumkan dariku, mangkannya, jadilah istriku kau takan menyesal" seru Liu sambil tertawa
" hih, manusia narsis, di puji sedikit saja kepalamu sudah seperti baloon!" seru Annchi tersenyum sinis
"liu bolehkah aku bertanya padamu?" tanya Annchi sambil menyuap
"tanya apa?" sahut liu
" kenapa kau menyukaiku?"
" apa menyukai seseorang selalu perlu alasan?" jawabnya singkt
" tentu saja, kau menyukai makanan juga kan pasti ada alasannya, kau menyukai ku juga pasti beralasan"
" alasan ya? hemmm apa ya" seru Liu " karena kamu jelek kali ya" seru liu sambil tertawa
" ah kau ini beda sekali sama kak shin, kau tidak pernah serius" sahut Annchi sambil memperhatikan makanannya dan sesekali menyuap
" jangam samakan aku dengannya dan lagi, saat bersamaku jagan memikirkannya, mengerti?" seru Liu dengam tatapan tajam
" ba..baiklah,, maafkan aku"
" sebentar lagi, kau akan menyukai ku ann kau hanya harus memberiku waktu lebih lama bersamamu agar kau tau aku lebih bisa membahagiakanmu dan melindungi mu di bandingkannya. Bersamaku, kau akan sering tertawa bahagia" seru Liu menatap annchi
" benarkah? jika kau waras seperti ini, yang kau ucapkan masuk akal"
" berarti dengan kata lain, kemarin-kemarin aku gila dong di matamu" seru Liu
" exactly" jawab Annchi singkat, padat dan jleb
" aku akan melakukan hal-hal gila selanjutnya kalau kau terus bersama shin, lebih baik jaga jarak dengannya atau kau akan lihat aku lebih gila dari sebelumnya" seru Liu sangat serius menatap Ann..
"kau ini benar-benar bossy" seru annchi