
annchi sore itu termenung sendiri di atas ayunan tua di halaman belakang rumahnya, melamunkan yang telah terjadi padanya, kata-kata Liu terakhir kali benar-benar menyadarkannya, selama ini ia seperti gadis idiot yang bodoh. Kemarahan di hati Annchi sekarang sudah bukan lagi hanya untuk liu tapi juga shin dan bahkan dirinya sendiri. Kenapa mereka setega itu padanya, kenapa tak satupun orang di sekitarnya yang memberi tahunya, bahkan asisten pribadinya pun membohonginya. Annchi sekarang sadar dunia tak selembut kapas, semua orang memakai topeng terbaiknya. Annchi merasa naif dan bodoh.
"baiklah, mulai sekarang kembalilah dari awal ann, jangan mempercayai orang lain lebih dari diri mu sendiri, berhentilah menjadi annchi yang lemah, kembalilah kuat sekuat matahari, kau tak boleh seperti ini lagi" tekad annchi berbisik di dalam hati, lamunannya pecah ketika melihat faliu duduk di sampingnya.
"sudah lama sekali kau tak bermain dengan ayunan ini ann" seru faliu tersenyum pada Annchi, annchi terkejut namun mulai menyandarkan kepalanya di bahu ibunya itu.
" hemm ,ya bu, aku sedang rindu dengan masa kecilku di ayunan ini, annchi yang dulu ceria dan pintar, aku malu melihat diriku sekarang yang rapuh dan bodoh"
"siapa yang mengatakan kau rapuh dan bodoh? ann, semua yang terjadi padamu itu adalah proses menguatkan dirimu, tak ada yang sia-sia jika kau melewati proses ini dengan baik, apa kau sedang memikirkan liu dan shin saat ini sampai kau berkata seperti itu?" Faliu menatap annchi lembut
"ya kau benar, dia menyadarkanku berapa bodohnya aku bu, aku bukan hanya marah tapi juga membencinya dan berpikir kenapa dia tak ikut mati saja bersama kak shin!! aku benci mereka berdua sekarang bu"
" kenapa kau membenci shin juga sekarang?"
"karena dia tahu masalah ini dari awal, dia memiliki ribuan kesempatan untuk memberi tahuku dan dia bisa menyelamatkan ku dari tragedi ini tapi dia justru ikut menyembunyikannya, mereka berdia mempermainkan aku layaknya boneka bodoh bu, aku benci!!" mendengar yang di katakan Annchi, faliu merasa terkejut, shin sudah tahu masalah ini sejak awal.
" baiklah, kebencianmu beralasan, saat ini kau berpikir Liu adalah titik awal masalah ini terjadi ,tapi apa kau sudah pastikan dan kau yakin ini murni kesalahan Liu ann, kenapa kau tak mendengarkan penjelasannya dulu?"
" kemarin ia menjelaskan masalahnya padaku, liu menjelaskan banyak hal, aku mendengarkan tapi semakin di dengarkan aku semakin membencinya,meskipun kedengarannya itu adalah fakta tapi hatiku menolak lupa bahwa selama ini dia juga banyak bersandiwara, terlalu banyak kebohongan hingga aku sulit membedakan antara kejujuran dan kebohongan dari mulutnya!"
" kenapa ya ann, ibu seperti tak percaya Liu melakukan ini semua padamu, ibu seperti melihat cintanya padamu dari matanya. 1 tahun ini sepertinya dia tulus padamu"
" tak ada ketulusan dari sebuah kebohongan bu"
"lalu apa dia sudah menandatangani surat perceraian kalian? apakah tidak bisa di perbaiki lagi ann?"
" belum dan aku tak mau kembali padanya, aku muak bu!!"
"baiklah, ibu takan bertanya lagi, tapi bagaimanapun ikuti kata hatimu, jangan terlalu larut dalam kesedihan mu,kau boleh marah dan membenci mereka ann, kau juga boleh tak melupakan apa yang mereka lakukan padamu, tapi maafkan mereka, meskipun sulit tapi maafkanlah, memaafkan itu seperti obat untuk lukamu, meskipun awalnya sakit dan perih, tapi pada akhirnya akan menyembuhkanmu, sudah kembalilah ke kantor besok, kau perlu memiliki kegiatan yang positif untuk mengurangi pikiran negatif di kepalamu, lagipula apa kau tak bosan berada di rumah?" tanya faliu lembut sambil membelai kepala anaknya
"bosan bu, tapi masalah ini mengacaukan pikiranku, bagaimana aku bisa bekerja"
" pergilah bantu ayahmu di kantor, akhir-akhir ini ayahmu kelelahan, aku takut dia jatuh sakit, masalah yang perusahaan hadapi begitu sulit, biasanya Liu mengendalikannya dengan baik namun saat ini menjadi seperti ini, ini takan mudah untuk ayahmu, bantulah dia ann"
"baiklah, besok aku akan membantu ayah di kantor bu"
" hemm" jawab faliu singkat
***
Liu bergegas pergi dari kantor ayahnya menuju kantor perusahaan pribadinya, sesampainya di sana ia menatap gedung kantornya.
"sudah beberapa lama ini aku melupakan kantor ku sendiri, kantor yang aku buat dengan tangan ku sendiri, uangku sendiri dan mimpiku sendiri, kamu adalah fondasi kantor ini ann, kantor yang secara khusus aku dedikasikan untukmu, aku pernah berkata padamu kala itu, aku akan menghidupimu dari usahaku ini, tapi sayang, belum sempat aku membawamu sebagai nyonya di sini kau sudah akan pergi" batin Liu,
Perusahaan Liu bukanlah perusahaan besar, perusahaannya masih berstatus perusahaan berkembang, 80% pemegang saham utamanya berasal dari luar negeri, terkait rumor yang terjadi padanya tak banyak berdampak pada perusahaannya, perusahaan luar negeri tidak seriskan perusahaan dalam negeri, mereka hanya akan merasa terancam jika kualitas layanan yang mereka dapatkan menurun atau memburuk. Liu merasa bersyukur, untuk masalah ini dia beruntung.
Webbricks adalah nama perusahaannya, sesuai dengan namanya, perusahaan liu bergerak di bidang pengembangan pertahanan sistem keamanan jaringan internet. Perusahaan ini akan mencari kelemahan sistem keamanan perusahaan rekanan dan memperbaikinya, kebanyakan pemakai jasanya adalah perusahaan penting yang memiliki data dengan resiko tinggi untuk di curi. Semua keamanan perusahaan itu akan di pantau setiap saat oleh perusahaan liu, perusahaan ini seperti perkumpulan para peretas mahir, di tangan para pemikir muda yang berbakat, perusahaan ini berkembang dengan cepat. Apalagi di bawahi oleh tangan dingin Liu. Dialah Pemimpin utama dari perusahaan itu, semua berada di bawah kendalinya, bahkan saat liu membawahi perusahaan annchi secara bersamaan dia juga mengendalikan perusahaannya. Bukankah mengesankan ia merangkap jabatan direktur Ri.corp dan CEO Webbricks dalam waktu bersamaan?
"aku pemilik webbricks tapi bahkan sampai detik ini aku masih belum tahu bagaimana memecahkan sistem yang Shin buat, kode apa sebenarnya yang kau buat shin hingga aku saja tak bisa menembusnya?benar-benar tak berguna" batin Liu
langkah kaki liu mengantarnya memasuki loby perusahaannya, di sambut beberapa karyawan yang nampak heran, biasanya Liu jarang datang ke kantor, semua pekerjaannya di lakukan jarak jauh.
"selamat siang tuan Liu" seru asisten utama webbricks, Pink. Meskipun jabatannya adalah asisten, tapi Liu tak pernah menganggapnya sebagai asisten, tapi partner kerja. Mereka sangat dekat secara profesional.
"hai pink, lama tak melihatmu" sapa Liu dengan tersenyum
"ya, kau sibuk sekali di perusahaan istrimu, aku hampir saja bisa merebut kursi Presdir dari tanganmu" seru Pink sambil tertawa
"hemm, apakah itu sebuah ancaman pink?hehe"
" tentu saja" mendengar itu liu dan Pink tertawa bersama
"apa ada masalah selama aku sibuk di luar pink?" tanya liu sambil membuka pintu ruangannya dan duduk di kursinya
" banyak sekali masalah, tapi bukan masalah besar, Tim C sudah mengatasinya dengan baik"
" bagaimana dengann Tim A? apa ada perkembangan?"tanya Liu
" belum signifikan, Liu apa aku bisa bertanya sesuatu?"mendengar Nada bicara pink yang berubah, liu menghentikan pandangannya dari laporan evaluasi di tangannya, kemudian menatap Pink
"katakan"
"aku dengar banyak tentang rumor kematian anak sulung keluarga Hua dan permasalahanmu dengan istrimu, aku dengar Shin menanamkan sistem luar biasa agar kau kesulitan mencari kebenaran informasi dan lokasinya, apa itu benar?" Liu sedikit kaget dengan pertanyaan Pink, sepanjang ia bekerja sama dengan pink, tak sekalipun ia membicarakan masalah pribadi masing-masing.
" benar" jawab liu tegas
" Shin telah meninggal, mengenai istrimu,aku dengar kembali ke keluarganya untuk berpisah denganmu, tapi kenapa sistem ini masih penting untukmu?"
" di luar masalah pribadiku, aku merasa sistem ini akan berguna bagi kita kedepannya, keluarga Hua bergerak di bidang yang sama dengan kita, aku curiga ia menggunakan sistem yang sama untuk melindungi klien mereka, dengan memecahkan labirin sistem ini bukankah kita bisa menjualnya kepada para rival klien Keluarga Hua dan kita bisa memperkuat jaringan kita sendiri" mendengar itu pink mengangguk tanda setuju
"sistemnya terlihat sangat sederhana tapi anehnya aku juga tak bisa menembusnya, mengesankan"
"tidak, alasan utamaku memecahkan masalah ini aku yakin shin mengubur sebuah rahasia besar di balik ini semua, ia menanamkan sebuah sistem mutakhir pada sebuah masalah pribadi itu cukup tak logis untukku" batin liu
tiba-tiba suara bip dari komputernya berdering, itu adalah sinyal darurat yang dia design khusus untuk memantau saham perusahaan-perusahaan besar. Seketika ia membuka alert itu dan melihat pergerakan saham Yoshan dan Ri turun kembali, tak lama dari itu, Liu mendapatkan panggilan masuk dari Yongji.
"Liu datang ke rumah sakit segera!! ayah jatuh pingsan, sudah di tangani dokter saat ini ayah ada di OR" melihat itu, Liu tak pikir panjang langsung meraih kunci mobilnya, kepanikan terlihat jelas di wajahnya.
"liu kau mau kemana? kenapa panik sekali?"
" sesuatu terjadi, aku harus ke rumah sakit, instruksikan Tim A untuk lebih cepat menganalisis sistem yang aku berikan, jika perlu kau turunlah langsung, katakan jika sistem ini terpecahkan aku akan melipat gandakan gaji mereka 3 kali lipat!!" seru Liu sambil bergegas pergi, Pink terpaku heran.
"3 kali lipat? bukankah itu angka yang fantastis nantinya? dia rela mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk memecahkan sistem ini hanya demi sesuatu yang ia katakan hisnis tanpa tuan? aneh sekali"
sesampainya di rumah sakit, Yongji dan Ceily terlihat berada di depan ruang operasi dengan wajah cemas
"kenapa bisa seperti ini kak?"
" ayah melihat pergerakan saham kemudian ia jatuh pingsan, indikasi dokter ia terkena serangan jantung, Liu, kau harus bergerak cepat, aku tahu ini tak mudah untukmu, maafkan aku juga menekanmu, tapi jika menunggu lebih lama, kau akan lebih banyak kehilangan" mendengar itu Liu terduduk di sampinv ceily, ceily melihat wajah Liu yang putus asa, ia meraih tangan Liu menggenggamnya.
"ibu tahu ini tak mudah untukmu liu, ibu tahu kau mencintai istrimu, tapi bantulah ayahmu demi kita semua Liu, demi ibu. Aku tak bisa membayangkan hidup tanpa ayahmu, bantulah ibu kali ini" Liu memandang ibunya yang mulai terisak. Liu terdiam sesaat, berpikir keras apakah berbicaran dengan gavin dan bercerai dengan Annchi adalah satu-satunya jalan? Liu menatap ibunya yang terisak di sampingnya.
"baiklah bu, aku akan bicara dengan gavin" Liu beranjak dari tempat duduknya meraih ponsel di tangannya. Mencoba menghubungi annchi tapi gagal.