ONE LAST TIME

ONE LAST TIME
Fly away



"ann, sedang apa di sini?" tanya Shin dari belakang tubuh ann, melihat annchi memandangi langit malam, di pinggir pantai dan menangis membuat shin sangat khawatir. Annchi menoleh, tak berkata apapun.


"nah, menangislah di pundakku, jika kau tak kuat menahannya sendiri maka bagikan sebagian bebanmu untukku" seru Shin sambil duduk tersenyum di samping annchi dan menepuk bahunya. Tak menunggu lama, annchi langsung menyandarkan bahunya pada Shin, menangis sejadi-jadinya mencoba mengeluarkan semua sesak di dadanya.


"kak kali ini sakit sekali" seru annchi menepuk-nepuk dadanya sambil menangis, melihat annchi menepuk dadanya, shin menggenggam tangan Annchi dan memeluknya.


" seandainya waktu bisa aku ulang lagi kak, seandainya aku bisa lebih pintar untuk melihat hatiku dan mendengarkan perkataan semua orang mungkin aku takan di sini menangis malam ini, aku rindu annchi yang dulu kak, aku rindu hidupku yang dulu, hiks hiks" seru Annchi sambil memberikan ponselnya berisi foto dari xiauwen. Shin langsung terkejut


"tak heran dia benar-benar terpukul kali ini" batin Shin


"semua orang pernah melakukan kesalahan ann, semua orang juga merasakan penyesalan, yang terpenting saat ini bukan bagaimana kamu jatuh tapi bagaimana kamu bisa berdiri, yang sudah ya sudahlah, tak perlu di sesali, penyesalan mu takan merubah apapun, kau hanya harus berpikir bagaimana menatap masa depanmu, hidupmu masih sangat panjang ann" shin melepaskan pelukannya dan menyeka air mata Annchi


" entah bagaimana jika kau tak di sini kak, mungkin aku sudah mati bunuh diri"


" sttt, jangan bicara seperti itu, ada banyak orang berharap hidup seperti hidupmu dan lagi jauh atau dekat, aku akan terus di sampingmu ann, ayo masuk" seru Shin berdiri merangkul annchi masuk.


tanpa mereka sadari, Yin berada di kejauhan memandangi shin dan Annchi. Hatinya tak kalah remuk, tak kalah merasakan sakit. Ia meraih ponselnya dan menghubungi Shin. Shin mendengar ponselnya berdering dan nama Yin ada di sana ia mengabaikan panggilan itu. Yin melihat panggilannya di tolak hanya bisa tersenyum sinis.


"kau bahkan mengabaikan ku demi wanita itu kak, aku tak habis pikir kau bisa melakukan hal jahat seperti ini, seperti bukan dirimu kak dan kau ann, kenapa kau paling tahu cara menggoda kekasih orang? kau tahu shin dan aku akan bertunangan tapi kenapa kau malah seperti ini, kau pergi dari rumahmu dan memeluk kekasih orang, benar-benar tak masuk akal!!


akhirnya Yin kembali ke dalam mobilnya, terisak sendiri memandangi rumah annchi, ia meraih ponselnya dan menghubungi Liu.


"liu, aku sudah menemukan keberadaan shin, cepat bawa pergi istrimu, sebelum aku yang melakukannya" klik.. panggilan di akhiri.


"apa aku harus berdiam diri, sakit sendiri? bagaimanapun shin adalah tunangan ku!" batin Yin yang kemudian beranjak dari mobilnya menuju rumah Annchi.


tingggggg... tongggg... suara Bell terdengar, membuat shin dan annchi saling menatap.


"ini sudah malam, siapa yang datang? apakah mungkin Liu?" batin Shin


" ann kau tunggulah di sini, aku coba lihat siapa yang datang" seru Shin, di jawab anggukan Annchi


"klek" suara tuas pintu terbuka, Shin kaget ketika mendapati Yin berada di hadapannya, melihat dengan tajam dan menepis tubuh Shin untuk memaksa masuk ke dalam. Yin melihat annchi duduk di sofa langsung mendekatinya dan "plakkkkk" tamparan keras mengenai pipi annchi, buru-buru shin melerai. Annchi terdiam memegangi pipinya.


"kau benar-benar tak masuk di akal Ann, setelah kejadian di kafe itu, aku pikir kau akan sadar dan menjauhi tunanganku, ternyata kau malah berada di sini berdua dengannya!!! apa kau benar-benar berusaha merusak kebahagiaan ku ann????? apa menghancurkan hubungan orang lain itu hal yang menyenangkan??????" seru Yin dengan menampar Annchi kedua kalinya.


"YIN HENTIKAN!!!!" seru Shin menarik tubuh Yin dengan kasar


"hah, sulit di percaya kak kau bisa sejahat ini demi seorang perempuan bersuami!! bahkan kau rela melarikan diri bersamanya! kau tak tahu bagaimana saat ini Liu berusaha mencari istrinya????" seru Yin yang kemudian melirik annchi.


"dia mencari ku? untuk apa? untuk memberikan surat cerai?" batin annchi tersenyum sinis


" hah, di saat seperti ini kau masih bisa tersenyum seperti itu, kau benar-benar brengsek ann"


" ya, kau benar Yin, kau benar!!!!! aku seperti yang kau katakan itu, akulah si brengsek itu, bukan hanya kau yang membenciku, tapi aku juga membenci diri ku sendiri!! aku benci diriku yang saat ini di kelilingi banyak kebodohan-kebodohan, aku benci kehilangan sahabat yang sejak dulu ada di sampingku!! kau bahkan tak bertanya kenapa tunangan mu bisa ada di sini, kau tak bertanya ada apa denganku, kau tak bertanya, aku juga tak ingin menjelaskannya sekarang!!!"


" apa kau peduli dengan perasaanku ann? APA KAU PEDULI????"


tiba-tiba 3 orang serba hitam memasuki rumah annchi dan menembakan beberapa tembakan, sontak membuat kaget semua orang yang berada di dalam rumah. Shin meminta Yin dan Annchi berlindung. Sedangkan Shin berkelahi dengan 2 orang sedangkan 1 orang lain mengejar Annchi dan Yin yang melarikan diri ke dalam kamar. Suasananya tiba-tiba sangat ricuh. Annchi Dan Yin berusaha menutup pintu kamar namun tenaga pria itu begitu kuat.


" kau ini benar-benar pembawa masalah ann, siapa lagi yang berniat membunuhmu?" tanya Yin, annchi hanya melirik Yin dengan tatapan dingin.


beberapa belas menit berlalu, Liu datang ke tempat dimana Yin membagikan lokasinya. Hari itu sudah sangat larut. Ia berhenti di depan gerbang rumah itu, membuka pintu dan keluar dari dalam mobilnya. Sekeliling rumah ini memang sangat sunyi, jarak antara rumah ke rumah cukup jauh, saat masuk ke dalam. Liu melihat Shin sedang terengah-engah berkelahi dengan beberapa orang, dengan cepat ia membantu Shin berkelahi melawan pria-pria itu. Shin kaget melihat Liu, bertanya-tanya sebenarnya mereka tahu dari mana keberadaannya dan annchi. Terlebih shin sudah memblokir semua akses informasi yang mungkin di akses Liu.


"Shin apa yang sedang terjadi?" tanya Liu sambil berkelahi


" aku tak tahu, tiba-tiba mereka menyerang!!"


di sisi lain Annchi dan Yin berlari ke luar dari kamar, sedari awal, Annchilah target utamanya, jadi Yin tak banyak di serang orang pria berbaju hitam itu. Yin berusaha membantu Annchi namun tubuhnya di hempas keras dan kepalanya terantuk sudut meja. Yin menahan rasa sakit di kepalanya, pandangannya buram tapi masih melihat Annchi di cekik pria itu.


"jadi kau yang bernama Annchi, wajahmu cantik pantas bos membencimu!!" seru pria itu.


"bos?? siapa bosmu?" tanya Ann sambil menahan sakit


" untuk calon mayat kau benar-benar banyak omong!!" "plak" pria itu melepaskan cekikan, annchi tersungkur dan pria menampar Annchi dan menendang perutnya dengan keras. Annchi sekuat tenaga melindungi perutnya, namun benturannya sangat keras.


"HENTIKAN AKU MOHON HENTIKAAAAN KAU BISA MEMBUNUH ANAKKU!!" seru annchi berteriak histeris


" hahaha itu yang sedang aku lakukan !!" tendangan pria itu kali ini sangat keras, Annchi merasakan sakit tak tertahankan dari bagian perutnya. Mendengar teriakan Annchi, Shin yang berada paling dekat dengan kamar Annchi langsung berlari ke arahnya. Melihat Annchi tersungkur dengan banyak darah di lantai Shin memukul pria itu dengan sebuah tongkat baseball di dekatnya tepat di kepala pria itu membuat pria itu jatuh,Shin berusaha mengangkat tubuh Ann namun Yin berteriak saat melihat seorang pria di belakang Shin mengangkat pistolnya ke arah Shin. Shin mendengar teriakan Yin langsung membalikan badannya. " DOOR" sebuah tembakan tepat mengenai tubuh Shin, shin seketika terjatuh di samping annchi, Liu mendengar suara tembakan langsung berlari ke kamar.


Di tengah rasa sakitnya, annchi melihat Shin tertembak dan jatuh di pangkuannya, Annchi berteriak histeris begitu juga Yin. Annchi melihat Shin memegangi perutnya yang bersimbah darah, tersenyum memandangi Annchi, Lirih ia berkata


" ann, jangan menangis, sesulit apapun aku untuk bersamamu, aku akan terus di sisimu, uhukkkk" Shin memuntahkan banyak darah dari mulutnya " sejauh apapun aku akan pergi, aku akan terus memperhatikanmu, dari awal hingga akhir, aku hanya memandangmu, tidak ada wanita lain di mataku selain kamu, uhuuukkk, jangan menangis ann, aku akan sangat terluka melihatmu bersedih seperti ini, jalanilah hidupmu dengan kuat dan tegar, cerialah seperti saat pertama kali aku melihatmu, di ayunan belakang rumahmu waktu itu, itulah saat aku tahu aku mencintaimu. maafkan aku tak bisa menjagamu, maafkan aku tak bisa menarikmu dari jurang ini, kau seharusnya menjadi jodohku hingga akhirnya aku menyia-nyiakan itu. Maafkan aku ann, aku benar-benar mencintaimu, di kehidupan mendatang, semoga kita bertemu lagi, aku akan memastikan akulah yang akan menjadi jodohmu kelak" seru Shin lirih sambil menyentuh pipi ann, Air matanya terjatuh dengan tangannya yang berlumuran darah. Perlahan Shin mulai kehilangan tenaganya, tangannya terjatuh dan pergi selama-lamanya. 😭😭😭


***


besok mlm tahun baru, yeyeye... author mau ngucapin HAPPY NEW YEAR READERS, makasi banyak buat kalian yang setia banget bacain novel ku yang ini, makasi buat semua komentar dukungan kalian, komentar-komentar kalian tu jadi support aku buat nulis sejauh ini, huhu aku jadi terharu 😭😭,jadi stay tune terus ya, jangan lupa baca juga novel-novel ku yang lain belum banyak episodenya sih tapi masih up terus (PENGAWAL GANTENG SI BOS & I CAN SEE YOUR DEATH), Novel ini kemungkinan tgl 2 atau 3 baru rilis lagi episode lanjutannya, hampir endings jadi buat kalian yang mau tau endingnya stay tune terus, jangan lupa LIKE nya ya, sekali lagi HAPPY NEW YEAR!!